Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Sunday, July 11, 2021

10369. ORANG PINTER BERPIKIR MEMBERI APA BUKAN MENDAPAT APA

 






ORANG PINTER BERPIKIR MEMBERI APA BUKAN MENDAPAT APA

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

1.      Menurut para ahli bahwa berpikir itu susah.

 

Sehingga banyak orang malas berpikir.

 

Tapi senang menghakimi.

 

Pada umumnya, manusia suka mengadili.

 

Tapi tak suka menganalisa.

 

Jika kita suka menghakimi orang lain.

 

Mungkin karena kita sudah malas berpikir.

 

2.      Jika melihat ke dalam, maka visi kita terlihat jelas.

 

Orang yang suka melihat keluar, dia seperti mimpi.

Tapi orang yang suka melihat kedalam, maka dia akan bangkit.

 

Jika suka melihat parameter keluar.

 

Maka hasilnya seperti mimpi.

 

Yaitu kita tak sadar akan punya target ini dan itu.

 

Karena pengaruh luar.

 

Tapi jika kita melihat kedalam.

 

Maka akan terbangun dengan potensi diri sendiri.

 

Sehingga tahu siapa diri kita.

 

Tugas kita apa dan apa yang harus dikerjakan.

 

Juga tahu apa yang tidak boleh dilakukan.

 

 

3.      Nasihat untuk orang berbakat

 

Semua manusia punya bakat istimewa.

 

Jika kita tahu punya banyak potensi, bakat, dan kelebihan.

 

Maka jangan berpikir akan mendapat sesuatu dari orang lain.

 

Tapi harus berpikir memberi sesuatu kepada orang lain.

 

Punya banyak potensi, bakat, dan kelebihan.

 

Bukan cuma dinilai sebagai nikmat dari Allah.

 

Tapi juga harus dinilai sebagai tanggung jawab.

 

Dibanding orang lain yang tak mendapat nikmat seperti kita.

 

Maka tanggung jawab kita lebih besar dibanding orang lain.

 

Yang tak punya bakat istimewa.

 

Tiap orang punya kesempatan sama.

 

Untuk menjadi sesuatu yang diinginkan.

 

Tak usah galau dengan kondisi sekarang.

 

Semua manusia punya waktu sama.

 

Yaitu 24 jam sehari semalam.

 

Semua manusia punya pancaindra dan instuisi sama.

 

Mungkin cara mengelolanya yang berbeda.

 

Maka harus dikelola yang baik.

 

Manusia butuh teman untuk cermin.

 

Agar hidup bisa makin baik.

 

Misalnya, cara sikap kita.

 

Mana yang baik dan kurang baik .

 

Teman kita yang tahu.

4.      Bahagia lebih terasa, jika ada kesedihan.

 

Bahagia akan bermakna, jika ada kesusahan.

 

Jika manusia senang terus.

 

Maka rasa senang itu menjadi biasa.

 

Dan kurang bermakna.

 

Yang membuat nikmat sangat terasa, jika ada kegagalan.

Jika saat sekolah sampai lulus nilainya A terus.

 

Maka nilai A itu menjadi biasa saja.

 

Tapi nilai A itu sangat menggembirakan.

 

Jika sebelumnya mendapat nilai E terus.

 

Artinya, saat menerima kesedihan.

 

Maka harus sabar.

 

Karena akan muncul imbangannya.

 

Sehingga akan terasa lebih nikmat.

 

Dan sebaliknya.

 

Jika dalam kondisi sedih terus.

 

Maka kesedihan itu akan terasa biasa saja.

 

Kesimpulannya.

 

Dalam menghadapi kenikmatan dan kesusahan.

 

 

Sebaiknya yang wajar saja.

 

Jangan terlalu berlebihan.

 

Karena rasa senang dan susah itu saling mengimbangi.

 

 

5.      Kamu adalah perbuatanmu.

Bukan apa yang kau ucapkan.

 

Misalnya, ucapan:

 

1.      Saya akan belajar dengan keras.

 

2.      Saya akan bekerja dengan tekun.

 

3.      Dan perkataan lainnya.

 

 

Tapi langsung mengerjakan apa yang kamu inginkan.

 

Dirimu adalah perbuatanmu.

 

Dan bukan cuma perkataanmu.

 

 

(Sumber Ngaji Filsafat DR. Fahrudin Faiz)

10368. BERPIKIR ITU SUSAH MAKA ORANG SUKA MENGHAKIMI

 



BERPIKIR ITU SUSAH MAKA ORANG SUKA MENGHAKIMI

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

1.      Menurut para ahli bahwa berpikir itu susah.

 

Sehingga banyak orang malas berpikir.

 

Tapi senang menghakimi.

 

Pada umumnya, manusia suka mengadili.

 

Tapi tak suka menganalisa.

 

Jika kita suka menghakimi orang lain.

 

Mungkin karena kita sudah malas berpikir.

 

2.      Jika melihat ke dalam, maka visi kita terlihat jelas.

 

Orang yang suka melihat keluar, dia seperti mimpi.

Tapi orang yang suka melihat kedalam, maka dia akan bangkit.

 

Jika suka melihat parameter keluar.

 

Maka hasilnya seperti mimpi.

 

Yaitu kita tak sadar akan punya target ini dan itu.

 

Karena pengaruh luar.

 

Tapi jika kita melihat kedalam.

 

Maka akan terbangun dengan potensi diri sendiri.

 

Sehingga tahu siapa diri kita.

 

Tugas kita apa dan apa yang harus dikerjakan.

 

Juga tahu apa yang tidak boleh dilakukan.

 

 

3.      Nasihat untuk orang berbakat

 

Semua manusia punya bakat istimewa.

 

Jika kita tahu punya banyak potensi, bakat, dan kelebihan.

 

Maka jangan berpikir akan mendapat sesuatu dari orang lain.

 

Tapi harus berpikir memberi sesuatu kepada orang lain.

 

Punya banyak potensi, bakat, dan kelebihan.

 

Bukan cuma dinilai sebagai nikmat dari Allah.

 

Tapi juga harus dinilai sebagai tanggung jawab.

 

Dibanding orang lain yang tak mendapat nikmat seperti kita.

 

Maka tanggung jawab kita lebih besar dibanding orang lain.

 

Yang tak punya bakat istimewa.

 

Tiap orang punya kesempatan sama.

 

Untuk menjadi sesuatu yang diinginkan.

 

Tak usah galau dengan kondisi sekarang.

 

Semua manusia punya waktu sama.

 

Yaitu 24 jam sehari semalam.

 

Semua manusia punya pancaindra dan instuisi sama.

 

Mungkin cara mengelolanya yang berbeda.

 

Maka harus dikelola yang baik.

 

Manusia butuh teman untuk cermin.

 

Agar hidup bisa makin baik.

 

Misalnya, cara sikap kita.

 

Mana yang baik dan kurang baik .

 

Teman kita yang tahu.

4.      Bahagia lebih terasa, jika ada kesedihan.

 

Bahagia akan bermakna, jika ada kesusahan.

 

Jika manusia senang terus.

 

Maka rasa senang itu menjadi biasa.

 

Dan kurang bermakna.

 

Yang membuat nikmat sangat terasa, jika ada kegagalan.

Jika saat sekolah sampai lulus nilainya A terus.

 

Maka nilai A itu menjadi biasa saja.

 

Tapi nilai A itu sangat menggembirakan.

 

Jika sebelumnya mendapat nilai E terus.

 

Artinya, saat menerima kesedihan.

 

Maka harus sabar.

 

Karena akan muncul imbangannya.

 

Sehingga akan terasa lebih nikmat.

 

Dan sebaliknya.

 

Jika dalam kondisi sedih terus.

 

Maka kesedihan itu akan terasa biasa saja.

 

Kesimpulannya.

 

Dalam menghadapi kenikmatan dan kesusahan.

 

 

Sebaiknya yang wajar saja.

 

Jangan terlalu berlebihan.

 

Karena rasa senang dan susah itu saling mengimbangi.

 

 

5.      Kamu adalah perbuatanmu.

Bukan apa yang kau ucapkan.

 

Misalnya, ucapan:

 

1.      Saya akan belajar dengan keras.

 

2.      Saya akan bekerja dengan tekun.

 

3.      Dan perkataan lainnya.

 

 

Tapi langsung mengerjakan apa yang kamu inginkan.

 

Dirimu adalah perbuatanmu.

 

Dan bukan cuma perkataanmu.

 

 

(Sumber Ngaji Filsafat DR. Fahrudin Faiz)

10365. DI ALAM BARZAKH BISA MELIHAT DUNIA DAN AKHIRAT

 






DI ALAM BARZAKH BISA MELIHAT DUNIA DAN AKHIRAT

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

Alam barzakh (menurut KBBI V) adalah alam kubur atau alam samar.

 

Yaitu alam pada waktu mati sampai dibangkitkan dari mati pada hari kiamat.

 

 

Al-Quran tidak hanya menjelaskan tentang hari akhir.

 

Tetapi juga memberi  banyak info:

 

1.       Menyangkut kejadian saat kematian.

2.      Kehidupan alam barzakh.

3.      Peristiwa sesudahnya.

 

 

Dengan kematian.

 

Manusia mulai masuk awal dari hari akhir.

 

 

Rasulullah bersabda,

 

”Siapa yang meninggal dunia.

 

Kiamatnya telah bangkit.

 

Dan kiamat ini disebut kiamat kecil”.

 

 

Pada saat itu semua orang yang meninggal berada dalam satu alam.

 

Yang disebut alam barzakh.

 

Mereka semua menanti kedatangan kiamat besar.

 

Yang ditandai peniupan sangkakala pertama.

 

Al-Quran surah Al-Mukminun (surah ke-23) ayat 99-100.

 

حَتَّىٰإِذَاجَاءَأَحَدَهُمُالْمَوْتُقَالَرَبِّارْجِعُونِ

لَعَلِّيأَعْمَلُصَالِحًافِيمَاتَرَكْتُ ۚ كَلَّا ۚ إِنَّهَاكَلِمَةٌهُوَقَائِلُهَا ۖ وَمِنْوَرَائِهِمْبَرْزَخٌإِلَىٰيَوْمِيُبْعَثُونَ

 

(Demikian keadaan orang-orang kafir itu), hingga jika datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata, “Ya Tuhanku, kembalikan aku (ke dunia)agar aku berbuat amal saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak, sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja dan di hadapan mereka ada barzakh dinding pemisah sampai hari mereka dibangkitkan.

 

 

Kata “barzakh” dari segi bahasa artinya “pemisah”.

 

 

Bisa dirtikan “alam barzakh” adalah “periode antara kehidupan dunia dan akhirat”.

 

 

Manusia di alam barzakh bisa melihat kehidupan dunia dan akhirat.

 

Seperti dalam suatu ruangan terpisah kaca.

 

 

Sewaktu melihat ke depan.

 

Para penghuni alam barzakh dapat melihat hari akhirat.

 

 

Saat melihat ke belakang.

 

Para penghuni alam barzakh dapat melihat makhluk yang hidup di bumi.

 

Al-Quran surah Al-Mukmin (surah ke-40) ayat  45-46.

 

 

فَوَقَاهُاللَّهُسَيِّئَاتِمَامَكَرُوا ۖ وَحَاقَبِآلِفِرْعَوْنَسُوءُالْعَذَابِ

النَّارُيُعْرَضُونَعَلَيْهَاغُدُوًّاوَعَشِيًّا ۖ وَيَوْمَتَقُومُالسَّاعَةُأَدْخِلُواآلَفِرْعَوْنَأَشَدَّالْعَذَابِ

 

Maka Allah memeliharanya dari kejahatan tipu daya mereka, dan Fir’aun dengan kaumnya dikepung azab amat buruk, kepada mereka ditampakkan neraka pada pagi dan petang, serta pada hari terjadinya kiamat. (Dikatakan kepada malaikat), “Masukkan Fir’aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras.”

 

 

Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 154.

 

Para syuhada dilukiskan sebagai orang hidup dengan mendapat rezeki.

 

وَلَاتَقُولُوالِمَنْيُقْتَلُفِيسَبِيلِاللَّهِأَمْوَاتٌ ۚ بَلْأَحْيَاءٌوَلَٰكِنْلَاتَشْعُرُونَ

.

Dan jangan kamu mengatakan terhadap orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati, bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya.

 

 

Al-Quran surah Ali Imran (surah ke-3) ayat  169.

 

وَلَاتَحْسَبَنَّالَّذِينَقُتِلُوافِيسَبِيلِاللَّهِأَمْوَاتًا ۚ بَلْأَحْيَاءٌعِنْدَرَبِّهِمْيُرْزَقُونَ

 

Jangan kamu mengira bahwa orang yang gugur di jalan Allah itu mati, bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezeki.

 

Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat  28.

 

كَيْفَتَكْفُرُونَبِاللَّهِوَكُنْتُمْأَمْوَاتًافَأَحْيَاكُمْ ۖ ثُمَّيُمِيتُكُمْثُمَّيُحْيِيكُمْثُمَّإِلَيْهِتُرْجَعُونَ

 

Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkanmu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nya kamu dikembalikan?

 

Al-Quran surah Al-Mukmin (surah ke-40) ayat  11.

 

قَالُوارَبَّنَاأَمَتَّنَااثْنَتَيْنِوَأَحْيَيْتَنَااثْنَتَيْنِفَاعْتَرَفْنَابِذُنُوبِنَافَهَلْإِلَىٰخُرُوجٍمِنْسَبِيلٍ

 

Mereka menjawab, “Ya Tuhan kami, Engkau telah mematikan kami 2 kali dan telah menghidupkan kami 2 kali (pula), lalu kami mengakui dosa kami, maka adakah sesuatu jalan (bagi kami) untuk keluar (dari neraka)?”

 

Al-Quran surah Yasin (surah ke-36) ayat  52.

قَالُوايَاوَيْلَنَامَنْبَعَثَنَامِنْمَرْقَدِنَا ۜ ۗ هَٰذَامَاوَعَدَالرَّحْمَٰنُوَصَدَقَالْمُرْسَلُونَ

 

 

Mereka berkata,”Aduh celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)?” Ini yang dijanjikan (Tuhan) Yang Maha Pemurah dan sungguh benar rasul-rasul (Nya).

 

 

Daftar Pustaka

1.              Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.  

2.              Shihab, M. Quraish Shihab. Wawasan Al-Quran. Tafsir Maudhui atas Perbagai Persoalan Umat. Penerbit Mizan, 2009.

3.              Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan Al-Quran.

4.              Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

5.              Tafsirq.com online.