Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Thursday, September 9, 2021

10879. MENAKJUBKAN SEBAB TAK KETEMU TAPI IMAN PADA RASULULLAH

 



MENAKJUBKAN SEBAB TAK KETEMU TAPI IMAN PADA RASULULLAH

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 



Rasulullah berdialog dengan para sahabat.

 

Rasulullah bersabda,

 

“Siapakah mahluk Allah yang paling menakjubkan imannya?”.

 

Para sahabat menjawab,

“Para malaikat, ya Rasulullah”.

 

Rasulullah bersabda,

“Bukan, bagaimana mungkin malaikat tidak beriman.

 

Padahal mereka adalah pelaksana perintah Allah”. 

 

Pasa sahabat berkata,

“Kalau begitu, para Nabi. Ya Rasulullah”.

 

 

Rasulullah bersabda,

“Juga bukan, bagaimana mungkin para Nabi tidak beriman.

 

Padahal mereka adalah orang yang menerima wahyu dari Allah”. 

 

 

Sahabat berkata,

“Kalau begitu, kami ini para sahabatmu. Ya Rasulullah”.

 

 

Rasulullah bersabda,

“Bukan, bagaimana mungkin para sahabatku tidak beriman.

 

Padahal mereka menyaksikan mukjizat Nabi.

 

Hidup bersama dengan Nabi.

 

Dan melihat Nabi dengan matanya sendiri.”

 

 

Rasulullah bersabda,

“Orang yang paling menakjubkan imannya adalah orang yang datang sesudah kalian.

 

Mereka beriman kepadaku.

Tetapi tidak pernah melihatku.

 

Mereka membenarkanku.

Tanpa pernah melihatku.

 

Mereka menemukan tulisan.

Dan beriman kepadaku.

 

Mereka mengamalkan apa yang ada dalam tulisan itu.

 

Mereka membelaku.

Seperti kalian membelaku.

 

Alangkah inginnya aku berjumpa dengan saudaraku itu”.

 

 

Kaum yang imannya menakjubkan adalah umat lslam setelah Rasulullah wafat.

 

Kita semua termasuk umat lslam yang imannya menakjubkan.

 

Umat lslam sekarang termasuk orang yang imannya menakjubkan.

 

Tapi jangan bangga dulu.

Karena beriman saja belum cukup.

 

lman yang kita yakini dalam hati.

Dan diikrarkan pada lisan.

 

Perlu ditampilkan dengan bukti nyata.

Yaitu berupa amal perbuatan yang baik.

 

Beriman dan beramal kebaikan tak bisa dipisahkan.

 

Iman dan amal saleh ibarat 2 sisi pada 1 keping mata uang.

 

Yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain.

 

Jika tak ada salah satunya.

Maka tak berarti adanya.

 

Begitu juga dengan iman dan amal salih.

 

Jika tak ada salah satunya.

Maka tak berarti apa-apa.

 

Atau tak fungsional.

 

Allah dalam beberapa ayat Al-Quran selalu mengaitkan iman dan amal salih.

 

Al-Quran surah At-Tin (surah ke-95) ayat 4-6.

 

لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ

 

sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.

 

ثُمَّ رَدَدْنَاهُ أَسْفَلَ سَافِلِينَ

 

Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka).

 

إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَلَهُمْ أَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُونٍ

 

kecuali orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka bagi mereka pahala yang tidak ada putus-putusnya.

 

 

Allah menyatakan penciptaan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.

 

Yaitu yang paling sempurna.

Kemudian Allah mengembalikan ke tempat paling rendah.

 

Yaitu dalam neraka.

 

Yang selamat adalah orang yang beriman dan beramal salih.

 

Mereka akan mendapat pahala yang tidak terputus.

 

Dalam kaitannya dengan penghargaan waktu.

 

Allah bersumpah dengan waktu.

 

Bahwa sesungguhnya manusia selalu dalam kerugian.

 

Kecuali orang beriman dan beramal salih.

 

Serta saling mengingatkan dalam kebaikan dan kesabaran.

 

Al-Quran surah Al-Asr (surah ke-103) ayat 1-3.

 


وَالْعَصْرِ

 

Demi masa.

 

إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ

 

Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian.

 

إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

 

Kecuali orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan saling menasihati agar menaati kebenaran dan saling menasihati agar menetapi kesabaran.

 

 

Allah akan menjadikan orang yang beriman dan beramal salih berkuasa di muka bumi.

 

Al-Quran surah An-Nur (surah ke-24) ayat 55.

 

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَىٰ لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا ۚ يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا ۚ وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

 

Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tidak menyekutukan sesuatu apa pun dengan Aku. Dan barang siapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka orang fasik.

Al-Quran surah Taha (surah ke-24) ayat 75.

 

وَمَنْ يَأْتِهِ مُؤْمِنًا قَدْ عَمِلَ الصَّالِحَاتِ فَأُولَٰئِكَ لَهُمُ الدَّرَجَاتُ الْعُلَىٰ

 

Dan barang siapa datang kepada Tuhannya dalam keadaan beriman, lagi sungguh-sungguh telah beramal saleh, maka mereka  orang yang mendapat tempat yang tinggi (mulia).

 

 

Al-Quran surah Al-Fath (surah ke-24) ayat 29.

مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ ۚ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ ۖ تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا ۖ سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِمْ مِنْ أَثَرِ السُّجُودِ ۚ ذَٰلِكَ مَثَلُهُمْ فِي التَّوْرَاةِ ۚ وَمَثَلُهُمْ فِي الْإِنْجِيلِ كَزَرْعٍ أَخْرَجَ شَطْأَهُ فَآزَرَهُ فَاسْتَغْلَظَ فَاسْتَوَىٰ عَلَىٰ سُوقِهِ يُعْجِبُ الزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ الْكُفَّارَ ۗ وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِنْهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا

 

Muhammad adalah utusan Allah dan orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan rida-Nya, tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikian sifat mereka dalam Taurat dan sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besar dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang kafir (dengan kekuatan orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh di antara mereka ampunan dan pahala besar.

 

Al-Quran surah At-Talaq (surah ke-65) ayat 11.

 

رَسُولًا يَتْلُو عَلَيْكُمْ آيَاتِ اللَّهِ مُبَيِّنَاتٍ لِيُخْرِجَ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ ۚ وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ وَيَعْمَلْ صَالِحًا يُدْخِلْهُ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۖ قَدْ أَحْسَنَ اللَّهُ لَهُ رِزْقًا

 

(Dan mengutus) seorang Rasul yang membacakan kepadamu ayat-ayat Allah yang menerangkan (bermacam-macam hukum) agar Dia mengeluarkan orang yang beriman dan beramal saleh dari kegelapan kepada cahaya. Dan barang siapa beriman kepada Allah dan mengerjakan amal yang saleh niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selamanya. Sesungguhnya Allah memberi rezeki yang baik kepadanya.

 

Amal salih adalah wujud  aktualisasi iman seseorang.

 

Yang berhubungan dengan Allah berupa ibadah mahdhah (ritual).

 

Yang berhubungan sesama manusia berupa ibadah sosial.

 

 

(Sumber suara.muhammadyah)

10878. IKHLAS LAWANNYA RIA YAITU UNTUK SELAIN ALLAH

 



IKHLAS LAWANNYA RIA YAITU UNTUK SELAIN ALLAH

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

 

Al-Quran surah Al-A’raf (surah ke-7) ayat 16-17.

 

قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ

 

Iblis menjawab: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalanggi) mereka dari jalan Engkau yang lurus.

ثُمَّ لَآتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ ۖ وَلَا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ

 

Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).



Setan punya banyak cara untuk mengalahkan manusia.

Tapi setan  tak punya kekuatan sedikit pun terhadap orang yang ikhlas.

 

Al-Quran surah Al-Hajr (surah ke-) ayat 39-40.

 

قَالَ رَبِّ بِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِي الْأَرْضِ وَلَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ

Iblis berkata: "Ya Tuhanku, karena Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya.

 

إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ

 

Kecuali hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka".

 

 

Banyak orang yang baik telah wafat.

 

Kemudian kita kenang dengan berbagai sifat yang mulia.

 

Salah satu di antaranya adalah sifat ikhlasnya.

 

Keikhlasan menjadi karakter  melekat dalam pribadinya.

 

Yaitu saat berjuang, berkorban, demi agama, bangsa dan negara.

 

 

Secara bahasa “ikhlas”.

 

Akar katanya adalah “khalasa”.

 

Artinya “bersih, jernih, tidak bercampur.”

 

Secara istilah, “ikhlas” berarti berbuat amal kebaikan semata-mata hanya mengharap rida Allah. 

 

Ikhlas adalah berbuat tanpa pamrih.

 

 

Sikap ikhlas atau tidak ikhlas bukan ditentukan ada atau tidak adanya imbalan materi.

 

Ada 3 faktor yang menentukan ikhlas, yaitu:

1.      Niat yang Ikhlas.

Dalam Islam faktor niat sangat penting.

 

Apa saja yang dilakukan orang muslim harus berdasar niat mencari rida Allah.

Yaitu “innamal a’malu binniyat”.

 

Sesungguhnya segala amal perbuatan bergantung kepada niatnya.

 

2.      Beramal dengan sebaik–baiknya.

 

Orang muslim yang mengaku ikhlas berbuat sesuatu.

Harus membuktikan dengan cara berbuat paling baik.

 

Tidak boleh sembarangan.

 

Amal tidak terkait dengan honor atau imbalan.

Artinya jika orang bekerja seenaknya.

 

Tanpa memperhatikan mutu yang baik.

 

Dengan alasan honornya sedikit.  

Hal itu sikap yang salah.

 

Rasulullah bersabda,

“Sesungguhnya Allah menyukai orang yang beramal kebaikan.

 

Dia melakukan dengan cara yang terbaik.”

 

3.      Pemanfaatan hasil usaha dengan cara terbaik.

 

Orang muslim yang telah menjalani 2 unsur keikhlasan di atas.

 

Yaitu diawali niat dan diteruskan usaha.

 

Dia akan mendapat hasilnya.

 

 Maka hasilnya harus di manfaatkan dengan cara terbaik.

 

Untuk usaha yang lain.

 

Seperti siswa yang belajar.

Dan mendapat ilmu.

Maka ilmu yang didapat harus di amalkan dengan ikhlas.

 

Allah memerintahkan kepada manusia untuk beribadah penuh ikhlas.

 

Dan beramal kebaikan hanya mengharap rida Allah semata.

 

Al-Qurah surah Al-Bayinah ( surah ke-98) ayat 5.

 

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ ۚ وَذَٰلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ

 

Padahal mereka tidak disuruh kecuali agar menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan agar mereka mendirikan salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itu agama yang lurus.

 

 

Al-Qurah surah Al-An’am ( surah ke-6) ayat 162.

 

قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

 

Katakan: “Sesungguhnya sembahyangku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah, Tuhan semesta alam.”

 

 

Hanya dengan ikhlas.

Semua amal ibadah akan diterima oleh Allah.

 

Seorang mukhlish tidak pernah sombong jika berhasil.

Dan tidak putus asa jika gagal.

 

Orang ikhlas selalu semangat dalam beramal kebaikan.

 

Pujian tidak membuatnya terbuai.

Dan cacian tidak membuatnya mundur.

 

Karena yang dicarinya hanya rida Allah semata.

 

Tapi orang yang tidak ikhlas cepat terbuai dan lupa diri.

 

Jika mendapat pujian.

Dan cepat berputus asa.

Jika menghadapi rintangan.

 

Tapi kita juga harus waspada terhadap sifat ria.

 

Sikap ria adalah lawannya sikap ikhlas.

 

Ria adalah berbuat  sesuatu bukan karena Allah.

 

Tapi karena ingin dipuji.

Atau karena tujuan lainnya.

 

 

Rasulullah menyebut sikap ria sebagai syirik kecil.

 

Rasulullah khawatir syirik kecil terjadi pada umatnya.

 

Rasulullah bersabda,

“Sesungguhnya aku takut terjadi pada kalian adalah syirik kecil”.

 

 Sahabat bertanya,

”Apakah syirik kecil itu ya Rasulullah?”

 

Rasulullah bersabda,

 

“Yaitu sikap ria.”

 

 

(Sumber suara.muhammadiyah)