Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Thursday, October 7, 2021

11147. PENGERTIAN DIMENSI DI ALAM SEMESTA

 




PENGERTIAN DIMENSI DI ALAM SEMESTA

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

 

Al-Quran surah At-Talaq (surah ke-65) ayat 12.

 

اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ وَمِنَ الْأَرْضِ مِثْلَهُنَّ يَتَنَزَّلُ الْأَمْرُ بَيْنَهُنَّ لِتَعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ وَأَنَّ اللَّهَ قَدْ أَحَاطَ بِكُلِّ شَيْءٍ عِلْمًا

 

Allah yang menciptakan 7 langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu.

 

 

Ayat di atas bisa dipahami.

Bahwa Allah menciptakan 7 lapis langit.

Dan 7 lapis bumi.

 

Kata “samak” (tunggal) artinya “1 langit”.

Dan “samawat” (jamak) artinya “banyak langit.”

 

Tapi anehnya, 7 lapis bumi.

Tetap memakai kata “ardhi” (tunggal).

Artinya “1 bumi.”

 

Hal itu menimbulkan kerancuan.

 

Apakah buminya 7 lapis.

Atau hanya 1 bumi.

 

Tapi bisa dilihat dengan 7 model?

 

Al-Quran tak pernah menyebut “bumi” dalam bentuk “jamak”.

Tapi selalu dalam bentuk “tunggal”.

 

Artinya “bumi” ini hanya 1 saja.

 

Tapi bumi akan terlihat berbeda.

Jika dilihat dari langit ke-1, ke-2, dan seterusnya.

 

 

PENGERTIAN DIMENSI

 

Ukuran 1 dimensi

Sebuah “titik” tak punya panjang, tak punya lebar, dan tak punya tebal.

 

Sebuah “titik” tak punya dimensi.

Atau tak punya ukuran.

 

Sebuah garis adalah himpunan titik-titik.

 

Sebuah “garis” punya panjang.

Tapi tak punya lebar dan tak punya tebal.

 

Sebuah garis punya 1 dimensi.

Atau punya 1 ukuran.

Yaitu ukuran panjangnya.

 

Garis ukurannya meter pangkat 1.

Misalnya 5 meter.

Pangkat 1 menunjukkan dimensi

 

Ukuran 2 dimensi

Sebuah bidang datar adalah himpunan garis-garis.

 

Sebuah “bidang datar” punya panjang dan punya lebar.

Tapi tak punya tebal.

 

Sebuah bidang datar punya 2 dimensi.

Atau punya 2 ukuran.

Yaitu ukuran panjang dan lebar.

 

Luas bidang datar ukurannya meter pangkat 2.

Atau meter persgi.

Misalnya luasnya 5 meter persegi (pangkat 2).

Pangkat 2 (persegi) menunjukkan dimensi

 

 

 

Ukuran 3 dimensi

Sebuah ruang adalah himpunan bidang datar.

 

Sebuah “ruang” punya panjang, punya lebar, dan punya tebal.

 

Sebuah ruang (volume) punya 3 dimensi.

Atau 3 ukuran.

Yaitu ukuran panjang, lebar, dan tebal (tinggi).

 

Misalnya volumenya 5 meter kubik (pangkat 3).

Pangkat 3 (kubik) menunjukkan dimensi

 

Dimensi 1, 2, 3, dan seterusnya.

Saling berdekatan.

Tempatnya tak jauh.

Tapi hanya berbeda dimensi.

 

Hubungan manusia dan bayangannya.

 

Manusia adalah makhluk hidup 3 dimensi.

 

Manusia punya 3 ukuran.

Yaitu panjang, lebar, dan tinggi (tebal).

 

Bayangan berada dalam 2 dimensi.

 

Bayangan punya 2 ukuran.

Yaitu punya ukuran panjang dan lebar.

Bayangan tak punya ukuran tebal.

 

Manusia dan bayangannya sendiri.

Selalu menempel dan berdekatan.

 

Tapi tak bisa berkomunikasi.

Karena dimensinya berbeda.

 

Manusia 3 dimensi.

Dan bayangan 2 dimensi.

 

Yang berada dimensi lebih tinggi.

Bisa melihat dimensi lebih rendah.

 

Misalnya, manusia (3 dimensi) bisa melihat bayangan (2 dimensi).

 

Manusia bisa melihat bayangan.

Tapi bayangan tak bisa melihat manusia.

 

Makhluk jin hidup dalam dimensi lebih tinggi dibanding manusia.

 

Sehingga jin bisa melihat manusia.

Tapi manusia tak bisa melihat jin.

 

Al-Quran surah Al-A’raf (surah ke-7) ayat 27.

 

يَا بَنِي آدَمَ لَا يَفْتِنَنَّكُمُ الشَّيْطَانُ كَمَا أَخْرَجَ أَبَوَيْكُمْ مِنَ الْجَنَّةِ يَنْزِعُ عَنْهُمَا لِبَاسَهُمَا لِيُرِيَهُمَا سَوْآتِهِمَا ۗ إِنَّهُ يَرَاكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُ مِنْ حَيْثُ لَا تَرَوْنَهُمْ ۗ إِنَّا جَعَلْنَا الشَّيَاطِينَ أَوْلِيَاءَ لِلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ


Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh setan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya auratnya. Sesungguhnya ia (setan) dan pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan setan-setan itu pemimpim bagi orang-orang tidak beriman.

 

 

Rasulullah menembus 7 langit

Artinya Rasulullah dipindahkan oleh Allah ke dimensi lebih tinggi.

 

Caranya naik pindah dimensi lebih tinggi.

Yaitu dengan cara “tegak lurus” dari dimensi sebelumnya.

 

Langit yang dihuni manusia  dimensinya 3.

 

Rasulullah dipindahkan oleh malaikat Jibril ke langit dimensi lebih tinggi.

 

Malaikat adalah makhluk dimensi tertinggi.

 

Rasulullah melihat pemandangan aneh dan mengagumkan.

 

Saat berada di dimensi lebih tinggi.

 

Rasulullah melihat sebagian ciptaan Allah yang hebat luar biasa.

 

Al-Quran surah Al-lsra (surah ke-17) ayat 1.

 

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

 

Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

 

 

Al-Quran surah An-Najm (surah ke-53) ayat 13-18.

 

وَلَقَدْ رَآهُ نَزْلَةً أُخْرَىٰ

 

Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain.

 

عِنْدَ سِدْرَةِ الْمُنْتَهَىٰ

 

(Yaitu) di Sidratil Muntaha.

 

 

عِنْدَهَا جَنَّةُ الْمَأْوَىٰ

 

Di dekatnya ada surga tempat tinggal.

 

إِذْ يَغْشَى السِّدْرَةَ مَا يَغْشَىٰ

 

(Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratil Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya.

 

 

مَا زَاغَ الْبَصَرُ وَمَا طَغَىٰ

 

Penglihatannya (muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya.

 

 

(Sumber Agus Mustofa)

 

11441. LIVERPOOL GOAL

11438. SEMUA NABI MENGAJARKAN TAUHID TAPI BEDA TAHAP

 



SEMUA NABI MENGAJARKAN TAUHID TAPI BEDA TAHAP

Oleh: Drs. H.M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

TAUHID ADALAH PRINSIP DASAR AGAMA SAMAWI.

 

 Merujuk Al-Quran.

Bahwa para Nabi dan Rasul selalu membawa ajaran tauhid.

 

Al-Quran surah Al-Anbiya (surah ke-21) ayat 25.

 

وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُولٍ إِلَّا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدُونِ

 

Dan Kami tidak mengutus seorang Rasul pun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya bahwa tidak ada tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku.

 

 

Meskipun semua nabi membawa ajaran tauhid.

 

Tapi ada perbedaan dalam pemaparan tentang prinsip tauhid.

 

Nabi Muhammad melalui Al-Quran.

 

Diperkaya oleh Allah dengan aneka penjelasan dan bukti.

 

Serta jawaban yang membungkam siapa pun.

 

Yang menyekutukan Tuhan Allah.

 

Allah menyesuaikan tingkat berpikir umat mereka.

 

 

ZAMAN NABI NUH

Hampir tidak ada bukti logis.

Yang ditampilkan Nabi Nuh kepada umatnya.

 

Akhirnya setelah umatnya tetap membangkang.

 

Maka jatuh hukuman  memusnahkan mereka.

 

Al-Quran surah Al-Ankabut (surah ke-29) ayat 14.

 

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَىٰ قَوْمِهِ فَلَبِثَ فِيهِمْ أَلْفَ سَنَةٍ إِلَّا خَمْسِينَ عَامًا فَأَخَذَهُمُ الطُّوفَانُ وَهُمْ ظَالِمُونَ

 

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, maka ia tinggal di antara mereka 1.000 tahun kurang 50 tahun. Maka mereka ditimpa banjir besar, dan mereka adalah orang-orang zalim.

 

ZAMAN NABI HUD

Waktunya belum terlalu jauh dari Nuh.

Pemaparannya hampir tidak berbeda.

 

Tapi masyarakat diajaknya berdialog.

Karena punya kemampuan berpikir sedikit di atas umat Nabi Nuh.

 

Pemaparan tentang tauhid disertai peringatan tentang nikmat Allah.

 

Al-Quran surah Al-A’raf (surah ke-7) ayat 69.

 

أَوَعَجِبْتُمْ أَنْ جَاءَكُمْ ذِكْرٌ مِنْ رَبِّكُمْ عَلَىٰ رَجُلٍ مِنْكُمْ لِيُنْذِرَكُمْ ۚ وَاذْكُرُوا إِذْ جَعَلَكُمْ خُلَفَاءَ مِنْ بَعْدِ قَوْمِ نُوحٍ وَزَادَكُمْ فِي الْخَلْقِ بَسْطَةً ۖ فَاذْكُرُوا آلَاءَ اللَّهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

 

Apakah kamu (tidak percaya) dan heran bahwa datang kepadamu peringatan dari Tuhanmu yang dibawa oleh seorang laki-laki di antaramu untuk memberi peringatan kepadamu? Dan ingatlah oleh kamu sekalian di waktu Allah menjadikan kamu sebagai pengganti-pengganti (yang berkuasa) sesudah lenyapnya kaum Nuh, dan Tuhan telah melebihkan kekuatan tubuh dan perawakanmu (daripada kaum Nuh itu). Maka ingatlah nikmat-nikmat Allah supaya kamu mendapat keberuntungan.

 

 

ZAMAN NABI SHALEH

Nabi Shaleh datang sesudah Nabi Hud.

 

Memberi penjelasan lebih luas dan terperinci.

 

Karena wawasan umatnya lebih luas.

 

Mereka diingatkan asal kejadiannya dari tanah.

 

Atau tugas mereka memakmurkan bumi.

 

Al-Quran surah Hud (surah ke-11) ayat 61.

 

۞ وَإِلَىٰ ثَمُودَ أَخَاهُمْ صَالِحًا ۚ قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُ ۖ هُوَ أَنْشَأَكُمْ مِنَ الْأَرْضِ وَاسْتَعْمَرَكُمْ فِيهَا فَاسْتَغْفِرُوهُ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ ۚ إِنَّ رَبِّي قَرِيبٌ مُجِيبٌ

 

Dan kepada Tsamud (Kami utus) saudara mereka Shaleh. Shaleh berkata: "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya, karena itu mohonlah ampunan-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya, Sesungguhnya Tuhanku amat dekat (rahmat-Nya) lagi memperkenankan (doa hamba-Nya)".

 

 

Akal manusia mampu memahami asal kejadian manusia.

Yang berasal dari tanah.

 

Artinya sperma suami dituangkan ke rahim istri.

Berasal dari makanan yang dihasilkan bumi.

 

Manusia yang punya akal dapat mencernanya.

 

 Meskipun hanya memahami secara umum.

 

 

ZAMAN NABI SYUEB

Dakwah Nabi Syueb lebih luas lagi.

Melewati batas 3 Nabi sebelumnya.

 

Saat ini ajaran tauhid tidak saja dikaitkan dengan bukti.

 

Tapi juga dirangkai dengan hukum syariat.

 

Al-Quran surah Al-A’raf (surah ke-7) ayat 85.

 

وَيَا قَوْمِ أَوْفُوا الْمِكْيَالَ وَالْمِيزَانَ بِالْقِسْطِ ۖ وَلَا تَبْخَسُوا النَّاسَ أَشْيَاءَهُمْ وَلَا تَعْثَوْا فِي الْأَرْضِ مُفْسِدِينَ

 

Dan Syueb berkata: "Hai kaumku, cukupkan takaran dan timbangan dengan adil, dan janganlah kamu merugikan manusia terhadap hak mereka dan janganlah kamu membuat kejahatan di bumi dengan membuat kerusakan.

 

 

Ayat ini menggugah jiwa.

Dan menuntut membangun masyarakat.

Yang adil dan makmur.

 

ZAMAN NABI IBRAHIM

Nabi Ibrahim disebut "Bapak Para Nabi.

Dan "Bapak Monoteisme.

 

Karena agama samawi terbesar merujuk kepada Nabi lbrahim.

 

Nabi Ibrahim menemukan  keyakinan lewat pencarian dan pengalaman rohani.

 

Al-Quran surah Al-An’am (surah ke-6) ayat 75.

 

وَكَذَٰلِكَ نُرِي إِبْرَاهِيمَ مَلَكُوتَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَلِيَكُونَ مِنَ الْمُوقِنِينَ

 

Dan demikian Kami perlihatkan kepada Ibrahim tanda-tanda keagungan (Kami yang terdapat) di langit dan bumi dan (Kami memperlihatkannya) agar dia termasuk orang yang yakin.

 

Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 260.

 

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ أَرِنِي كَيْفَ تُحْيِي الْمَوْتَىٰ ۖ قَالَ أَوَلَمْ تُؤْمِنْ ۖ قَالَ بَلَىٰ وَلَٰكِنْ لِيَطْمَئِنَّ قَلْبِي ۖ قَالَ فَخُذْ أَرْبَعَةً مِنَ الطَّيْرِ فَصُرْهُنَّ إِلَيْكَ ثُمَّ اجْعَلْ عَلَىٰ كُلِّ جَبَلٍ مِنْهُنَّ جُزْءًا ثُمَّ ادْعُهُنَّ يَأْتِينَكَ سَعْيًا ۚ وَاعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

 

Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata: "Ya Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang-orang mati". Allah berfirman: "Belum yakinkah kamu?" Ibrahim menjawab: "Aku telah meyakinkannya, akan tetapi agar hatiku tetap mantap (dengan imanku) Allah berfirman: "(Kalau demikian) ambillah empat ekor burung, lalu cincanglah semuanya olehmu. (Allah berfirman): "Lalu letakkan diatas tiap-tiap satu bukit satu bagian dari bagian-bagian itu, kemudian panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera". Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

 

 

Pemaparan tauhid makin mantap dan jelas.

 

Hingga mencapai puncaknya dengan kehadiran Nabi Muhammad.

 

Al-Quran surah Al-lkhlas (surah ke-112) ayat 1-4.

 

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ

 

1. Katakan: "Dia Allah, Yang Maha Esa.

 

اللَّهُ الصَّمَدُ

 

Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.

 

لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ

 

Dia tidak beranak dan tidak  dilahirkan.

 

وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌو

 

Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.

 

(Sumber Quraish Shihab)