Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tuesday, June 14, 2022

13603. LARANGAN SELAMA IHRAM HAJI DAN UMRAH

 






LARANGAN SELAMA BERIHRAM

HAJI DAN UMRAH

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

 

 

Umrah atau haji kecil.

Yaitu kunjungan (ziarah) ke tempat suci.

Sebagai bagian upacara ibadah haji.

 

Dilakukan setiba di Mekah.

Dengan cara berihram, tawaf, sai, dan bercukur (tahalul).

 

Tanpa wukuf di Arafah.

 

Umrah bisa dilakukan bersamaan musim haji.

Atau di luar haji.

 


Macam-macam cara ibadah haji, yaitu:

1.         Haji tamattuk.

2.        Haji kiran.

3.        Haji ifrad.

 

 

1.        Haji Tammatu.

 

yaitu ibadah haji yang dilakukan.

Setelah ibadah umrah.

 

Jemaah yang melakukan haji tamattu.

Harus membayar dam nusuk.

 

Yaitu membayar denda.

Menyembelih seekor kambing.

 

Menteri Agama Republik Indonesia.

Menyarankan agar jemaah haji Indonesia.

Melakukan ibadah haji tamattu.

 

Artinya harus membayar denda.

Menyembelih seekor kambing.

 

 

2.        Haji Kiran

 

Yaitu mengerjakan haji dan umrah sekaligus.

Dalam 1 niat dan 1 pekerjaan.

 

Jemaah yang melakukan haji kiran.

Harus membayar dam nusuk.

 

Yaitu membayar denda.

Menyembelih seekor kambing.

 

 

3.        Haji lfrad

 

 

Yaitu mengerjakan haji saja.

Tanpa melakukan umrah.

 

Jemaah yang melakukan haji  ifrad.

Tidak wajib membayar dam nusuk.

Tak wajib menyembelih seekor kambing.

 


Sunah dalam ibadah haji, yaitu:

 

1. Membaca talbiyah.

Pria suara keras.

Wanita suara pelan.

 

2.Berdoa setelah membaca talbiyah.

3.Berzikir selama tawaf.

 

4.Salat sunah 2 rakaat setelah tawaf.

 

 

5.Masuk dalam Kakbah.

Yaitu masuk Hijir Ismail.

 

 

Berihram.

Yaitu melakukan  ihram.


Pakaian ihram.

Yaitu seragam yang dipakai jemaah.

Selama berihram.

 

Pakaian ihram.

Boleh dilepas saat di tempat tertutup.

Misalnya dalam toilet.

 


Pakaian ihram pria.

Berupa 2 helai kain tidak berjahit.

Sunah berwana putih.

 

Yang 1 helai untuk sarung.

Dan 1 helai untuk selendang .

Diselempangkan di pundak kiri.

 


Selama berihram dilarang:

 

1.        Dilarang pakai busana biasa, seperti:

 

1)        Baju.

2)        Kaos.

 

3)        Celana dalam.

4)        Celana.

 

5)        Sepatu atau sandal menutup tumit.

6)        Tutup kepala melekat di kepala.

 

Selama berihram boleh memakai:

 

1)        Ikat pinggang.

2)        Jam tangan.

 

3)        Cincin.

4)        Payung tidak menempel di kepala. 

 


Pakaian ihram wanita.

Seperti pakaian biasa.

 

Menutup seluruh tubuh.

Selain wajah dan 2 tangan.

 

Mulai pergelangan sampai ujung jari tangan.

 

Wanita dilarang memakai:

5)        Kaos tangan.

6)        Bercadar.

Selama berihram.

 


Larangan selama berihram, yaitu:

 

1.Pria dilarang memakai busana  berjahit.

Jika dilanggar, makam wajib bayar dam (denda).

 

2.Pria dilarang memakai tutup kepala.

Jika dilanggar, maka wajib bayar dam (denda).

 

3.Wanita dilarang menutup wajah dan dua telapak tangan.

Jika dilanggar, maka  wajib bayar fidiah.

 

4.Pria dan wanita dilarang memakai wewangian.

Tapi boleh memakai wewangian sebelum berihram.

 

5.Pria dan wanita dilarang:

 

1) Pakai minyak rambut.

2)Mencabut rambut.

 

3)Mencabut bulu badan.

4)Memotong kuku.

 

5)Menikah, menikahkan, atau menjadi wakil dalam pernikahan.

 

6)Pria wanita dilarang bercumbu.

 

7)Dilarang hubungan badan suami istri.

 

8)Dilarang berburu atau membunuh hewan  darat liar yang halal dimakan.

 


CATATAN HAJI TAHUN 2018

 

Oleh:

HM Yusron Hadi bin HM Tauhid lsmail

Siadorjo Jawa Timur

 

Jemaah mandiri non KBIH

 

 

Ketua regu 23

Rombongan 6

Kloter 71 Surabaya

 

 

 

Daftar Pustaka.

 

1.        Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap). Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.

2.        Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2.

3.         Tafsirq.com online

 

 

13602. PERBEDAAN RUKUN HAJI DAN WAJIB HAJI

 

 



 

PERBEDAAN RUKUN HAJI DAN WAJIB HAJI

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

 

 

Hukumnya ibadah haji.

Wajib dikerjakan oleh umat Islam.

Yang “istithaah”.

 

Yaitu sanggup dan mampu.

Hanya 1 kali seumur hidup.

 

Al-Quran surah Ali Imran (surah ke-3) ayat 97.

 

فِيهِ آيَاتٌ بَيِّنَاتٌ مَقَامُ إِبْرَاهِيمَ ۖ وَمَنْ دَخَلَهُ كَانَ آمِنًا ۗ وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا ۚ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ

 

Padanya ada tanda nyata, (di antaranya) makam Ibrahim; barang siapa memasukinya (Baitullah) menjadi aman dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah; Barang siapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.”

 


Wajib melakukan ibadah haji.

Artinya.

Orang Islam yang sudah memenuhi syarat.

Untuk ibadah haji.

 

Tapi tidak menunaikannya.

Maka dia berdosa.


Rasulullah bersabda,

”Hendaklah semua orang Islam segera mengerjakan ibadah haji.

 

Karena orang tidak tahu halangan.

Yang akan merintanginya.”


Syarat wajib haji, yaitu:

1.        Orang lslam.

2.        Berakal.

 

3.        Balig.

4.        Mampu.

 

Orang yang tidak mampu.

Tidak wajib mengerjakan ibadah haji.

 

Syarat “istithaah” (mampu dan sanggup), yaitu:

 

1.        Punya bekal untuk berangkat dan pulang.

 

2.        Kuat berjalan kaki atau naik kendaraan.

3.        Aman dalam perjalanan.

 

4.        Bagi wanita.

Wajib dengan suaminya, mahramnya.

Atau wanita lain yang dipercaya.

 

5.        Orang yang matanya buta.

Wajib ibadah haji.

Jika ada pendamping.

 

Rukun ibadah haji, yaitu:

 

1.        Berniat ibadah haji.

 

2.        Hadir di Arafah.

 

Rentang waktunya.

Sejak Zuhur 9 Zulhijah.

Sampai Subuh 10 Zulhijah.

 

3.        Tawaf ifadah.

Mengelilingi Kakbah.

 

4.        Mengerjakan sai.

 

5.        Tahalul.

Yaitu menggunting rambut.

 

6.        Tertib rukun ibadah haji.

Yaitu dikerjakan berurutan.

 

Biasanya “wajib” dan “rukun”.

Artinya sama.

 

Tapi dalam hal ibadah haji.

Berbeda antara “wajib haji” dengan “rukun haji”.


Rukun haji.

Yaitu hal yang wajib dilakukan.

 

Jika tak dikerjakan.

Maka hajinya tidak sah.

Dan tidak boleh diganti dam (denda).

 

Wajib haji.

Yaitu hal yang perlu dikerjakan.

 

Jika tak dikerjakan.

Maka hajinya tetap sah.

Tapi kena dam (denda).

 

Wajib haji, yaitu:

1.        Berihram sejak dari mikat.

 

Yaitu batas tempat (mikat makani).

Dan batas waktu (mikat zamani).

 

2.        Mabit (berhenti) di Muzdalifah.

 

Setelah tengah malam hari raya Idul Adha.

Sesudah wukuf di Arafah.

 

3.        Melontar jumrah Aqabah saja.

Yaitu tugu ke-3.

Pada hari raya Idul Adha.

 

4.        Melontar jumrah berurutan:

 

1)              Ula (tugu ke-1).

2)              Wusta (tugu ke-2).

3)              Aqabah (tugu ke-3).

 

Pada 11, 12, dan 13 Zulhijah.

Yaitu hari Tasyrik 1, 2, 3.

 

5.        Mabit (bermalam) di Mina.

 

6.        Mengerjakan tawaf wadak.

Yaitu perpisahan.

 

7.        Menjauhkan diri dari segala yang dilarang selama ibadah haji. 

 

 

CATATAN HAJI TAHUN 2018

 

Oleh:

HM Yusron Hadi bin HM Tauhid lsmail

Siadorjo Jawa Timur

 

Jemaah mandiri non KBIH

 

 

Ketua regu 23

Rombongan 6

Kloter 71 Surabaya

 

 

 

Daftar Pustaka.

 

1.        Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap). Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.

2.        Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2.

3.         Tafsirq.com online