Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Thursday, July 14, 2022

13976. ADA 3 NIAT HIJRAH YAITU RIDA ALLAH CARI DUNIA CARI ISTRI

 

 


ADA 3 NIAT HIJRAH YAITU RIDA ALLAH CARI DUNIA CARI ISTRI  

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

  

 

Al-Quran surah Al-Anbiya (surah ke-) ayat 35.

 

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً ۖ وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

 

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kami kamu dikembalikan.

 

Rasulullah bersabda,

 “Sesungguhnya tiap amal perbuatan  tergantung pada niatnya.

 

Dan tiap orang akan dibalas berdasar apa yang dia niatkan.

 

Siapa yang hijrah karena ingin mendapat keridaan Allah dan Rasul-Nya.

  

Maka hijrahnya kepada keridaan Allah dan Rasul-Nya.

 

 Dan siapa yang hijrahnya karena ingin kehidupan layak di dunia.

 

 Atau karena wanita yang ingin dinikahinya.

 

 Maka hijrahnya akan bernilai seperti niatnya.”

 

 Pada hadis diatas.

Diberi contoh amalan semuanya baik, yaitu:

 

1.              Mencari rida Allah.

 

2.              Mencari kehidupan dunia yang layak.

 

3.              Mencari wanita untuk dijadikan istri.

 

 

Amal bisa diartikan perbuatan baik yang mendatangkan pahala.

  

Amal adalah berbuat kebaikan terhadap pihak lain, misalnya:

 

1.      Memberi sedekah.

2.      Membantu bencana alam.

 

3.      Membantu penyandang cacat.

 4.      Membantu orang jompo.

 

5.      Membantu anak yatim.

 6.      Menolong fakir miskin.

 

7.      Dan perbuatan baik lainnya.

 

 Mari kita bahas detail agar paham.

 

Baca hadis itu dengan seksama.

 Kata kuncinya adalah:

 

Tiap amalan.

 Apa arti kata amal?

 Secara umum artinya 'perbuatan'.

 

Tapi, kata amalan itu merujuk pada perbuatan baik dan amal salih.

 

Tidak merujuk 'amal jahat'.

 Atau perbuatan buruk.

 

Karena amal jelek, tak perlu dilihat niatnya.

 

Perbuatan jelek, pasti jelek.

 Apapun niatnya.

 

 Meskipun niatnya baik.

 Jika perbuatan jelek, maka pasti jelek.

 

Contoh, kita berbuat amal baik.

 

Tapi gara2 niatnya pengin dipuji orang.

 Maka kacau pahalanya.

 

Pahalanya bisa kosong.

  

Paham tidak?

 

Hadis itu merujuk amal salih.

 Tapi rusak, gara2 niatnya tidak lurus.

  

Hadis ini membahas amal salih.

 Kita berbuat baik, amal salih.

  

Dan yakin akan dapat pahala?

 Tidak ada perbuatan jahat.

 

 Bisa menjadi baik.

 Karena niatnya baik.

 

 Awas, hati-hati dengan niat kita dalam berbuat baik.

 

 

(Sumber Tere Liye)

 

 

13975. BENAR ATAU SALAH SERING SULIT DIBEDAKAN DI DUNIA

 

 


 

TERKADANG BENAR ATAU SALAH SULIT DIBEDAKAN DI DUNIA

Oleh : Drs HM Yusron Hadi, MM

                              

 

 

TENTARA musuh masuk sebuah desa.

 

Mereka menodai kehormatan.

Seluruh wanita di desa itu.

 

Kecuali seorang wanita.

Yang selamat dari penodaan.

 

Dia melawan.

Membunuh musuhnya.

 

Dan memenggal kepala tentara.

Yang akan menodainya.

 

Ketika seluruh tentara sudah pergi.

Meninggalkan desa itu.

 

Para wanita malang.

Semua keluar rumah.

 

Dengan busana compang-camping.

Meraung, menangis, dan meratap.

 

Kecuali 1 orang wanita tadi.

 

Dia keluar dari rumahnya.

Dengan busana rapat.

 

Dia bersimbah darah.

Sambil menenteng kepala tentara musuh.

Dengan tangan kirinya.

 

Para wanita lain bertanya,

“Bagaimana kamu bisa melakukan hal itu.

Dan selamat dari bencana ini?”

 

Ia menjawab,

“Bagiku hanya ada satu jalan keluar.

Yaitu berjuang membela diri.

 

Atau mati dalam menjaga kehormatan.”

 

Mendengar jawaban itu.

Para wanita lain mengaguminya.

 

Tapi kemudian muncul rasa was-was.

Merambat dalam benak mereka.

 

Bagaimana nanti.

Jika para suami menyalahkan mereka.

 

Gara-gara tahu ada contoh.

Wanita pemberani ini.

 

Mereka khawatir suaminya akan bertanya,

 

“Mengapa kalian tidak membela diri.

Seperti wanita itu.

 

Bukankah lebih baik mati daripada ternoda?”

 

Seketika kekaguman pun.

Berubah jadi ketakutan memuncak.

 

Bawah sadar ketakutan.

Para wanita itu.

Seperti mendapat komando.

 

Mereka beramai-ramai.

Menyerang wanita pemberani itu.

Dan membunuhnya.

 

Ya, membunuh kebenaran.

Agar mereka dapat bertahan hidup.

 

Dalam aib.

Dalam kelemahan.

Dalam fatamorgana bersama.

 

Mungkin ini gambaran.

Keadaan kita saat ini.

 

Orang-orang  terlanjur rusak.

Maka mereka mencela, mengucilkan, dan menyerang.

 

Bahkan membunuh eksistensi orang-orang.

Yang masih konsisten.

Menegakkan kebenaran.

 

Agar kehidupan mereka.

Tetap terlihat berjalan baik.

 

Meskipun.

Sesungguhnya penuh aib, dosa, kepalsuan, dan pengkhianatan.

 

Tak berdaya.

Dan menuju kehancuran nyata.

 

Masih belum terlambat.

Pastikan Anda berani.

Berpihak kepada KEBENARAN.

 

(Sumber Letjen TNI (Purn) Kiki Syahnakri)