Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Saturday, December 9, 2023

31705. AHLI UGM IKN TAK ADA DPRD SIAPA YG AWASI

 


AHLI UGM IKN TAK ADA DPRD SIAPA YANG AWASI

Oleh: Drs. HM Yusron Hadi, MM

 

 

 

 

 Pakar Hukum Tata Negara

Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

 

Zainal Arifin Mochtar sebut

Rancangan Undang-Undang Daerah Khusus Jakarta (RUU DKJ).

 

Timbulkan curiga.

 

Ia duga.

RUU bukan penataan daerah.

 

Sebab digulirkan dekat.

Tahun politik Pemilu.

Pilpres 2024.

 

Dalam RUU DKJ.

Gubernur dan Wakil Gubernur.

 

Diangkat, dan diberhentikan Presiden.

Lihat usul DPRD.

 

"Terkait isu pemilu.

Tahun 2024.

 

Mau isi jabatan.

Serempak tahun 2024," kata Zainal

Kamis (7/12/2023).

 

Buat orang curiga.

RUU DKJ bukan penataan daerah.

 

Tapi mau tunjuk siapa.

Kepala daerah Jakarta.

 

"Ada yang bilang keluarga.

Dan lainnya," kata Zainal.

 

Apa cetak birunya.

Indonesia mau diatur

Seperti apa?.

 

Dia singgung.

 Ibu Kota Negara (IKN).

Dibangun tiba-tiba.

 

IKN lebih berbahaya.

Sebab tidak ada DPRD.

Yang awasi pemerintah setempat.

 

"IKN tidak ada DPRD-nya.

 Siapa awasi pemerintah," katanya.

 

Dia bertanya.

Apa pertimbangan.

Buat variasi itu.

 

Hal itu.

Disebut politik hukum.

 

Harus dijelaskan.

Mengapa Jakarta.

Seperti itu.

 

 Kenapa IKN dan Papua.

Dibuat seperti itu.

 

Kenapa berbeda," jelasnya.

 

"Pastikan isu tata negara.

Bukan politis.

 

Kalau isu politis.

Siapa jadi gubernur Jakarta

 

Apakah keluarga, anak atau mantu.

 

Itu soalnya," tandasnya.

 

(Sumber detik)

 

31704. BEM UGM 10 TAHUN SOAL PENTING BANGSA TAK BERES

 


BEM UGM 10 TAHUN SOAL PENTING BANGSA TAK BERES

Oleh: Drs. HM Yusron Hadi, MM

 

 

 


BEM KM UGM.

Pasang banner

Jokowi alumnus paling memalukan.

 

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)

Keluarga Mahasiswa (KM)

 

Universitas Gadjah Mada (UGM).

Beri gelar Presiden Jokowi.

Alumnus UGM paling memalukan.

 


Di banner itu.

Foto Jokowi diedit.

 

Latar gedung istana .

Dan gedung UGM.

 

Jokowi pakai jas dan mahkota.

Jas almamater UGM dan caping.



Ketua BEM KM UGM

Gielbran Mohammad katakan.

 

Beri nominasi ini.

Wujud kecewa.

 

Karena:

 

1)        Selama 2 periode

Jokowi jadi presiden.

 

2)        Banyak masalah fundamental  belum selesai.

 

3)        Padahal Jokowi punya banyak waktu.

Untuk atasi masalah itu.

 

4)        Mulai kasus korupsi.

Kini pimpinan KPK.

 

Garda terdepan berantas korupsi.

Justru jadi pelaku kriminal," kata Gielbran.

 

Jumat (8/12/2023).


"Soal bebas berpendapat.

Revisi UU ITE.

 

Mempermudah para aktivis.

Untuk dikriminalisasi.

 

Beberapa indicator.

Jokowi dapat nominasi.

 

1)        Soal konstitusi.

2)        Indeks demoktrasi turun.

3)        Dinasti poltik.


"Terbukti hakim konstitusi salah.

 Dalam sidang MKMK.

Bukti empiris awal.

 

Bahwa MK tak independen.

Terkait keluarga Jokowi dan Anwar Usman.

Dan sudah terbukti," katanya.


"Di akhir periode.

Presiden Jokowi.

 

Minta perpanjangan kekuasaan.

Layaknya raja Jawa," imbuhnya.

 

Soal indeks demokrasi.

Indeks demokrasi Indonesia.

 

Makin merosot.

Sebab banyak kriminalisasi.


"Demokrasi anjlok.

Hampir 10 tahun kepemimpinan beliau.

 

Mestinya waktu panjang.

Kesempatan tingkatkan.

Indeks demokrasi.


Gielbran sebut.

Jokowi model orde baru.

Dengan gaya terbaru.


Sebab banyak korban.

 

1)        Diskriminasi.

2)        Intimidasi.

3)        Represif.

 

Kita sebut semacam orde baru.

Tapi orde paling baru.

 

Sebab represifnya.

Dalam bentuk lain.

 

Tapi kejamnya sama.

Otoriternya sama.

 

Tapi dibungkus rapi.

Seolah tak berdosa," katanya.


Soal dinasti politik.

Sudah terpampang nyata.

 

Hal itu.

Tak cerminkan nilai UGM.

 

Karena itu.

Jokowi pantas disebut.

 

Sebagai alumnus UGM.

Paling memalukan.


"Beliau vulgar

Terpampang di depan mata.

 

Tak ada momentum lain

Selain sekarang ini.

 

Kami nobatkan beliau.

Alumnus UGM.

Yang paling memalukan," pungkasnya.

 

(Sumber detik)






31703. BEM UGM JOKOWI ALUMNI PALING MEMALUKAN



 BEM UGM JOKOWI ALUMNI PALING MEMALUKAN

Oleh: Drs. HM Yusron Hadi, MM

 

 

 


BEM KM UGM.

Pasang banner

Jokowi alumnus paling memalukan.

 

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)

Keluarga Mahasiswa (KM)

 

Universitas Gadjah Mada (UGM).

Beri gelar Presiden Jokowi.

Alumnus UGM paling memalukan.

 


Di banner itu.

Foto Jokowi diedit.

 

Latar gedung istana .

Dan gedung UGM.

 

Jokowi pakai jas dan mahkota.

Jas almamater UGM dan caping.



Ketua BEM KM UGM

Gielbran Mohammad katakan.

 

Beri nominasi ini.

Wujud kecewa.

 

Karena:

 

1)        Selama 2 periode

Jokowi jadi presiden.

 

2)        Banyak masalah fundamental  belum selesai.

 

3)        Padahal Jokowi punya banyak waktu.

Untuk atasi masalah itu.

 

4)        Mulai kasus korupsi.

Kini pimpinan KPK.

 

Garda terdepan berantas korupsi.

Justru jadi pelaku kriminal," kata Gielbran.

 

Jumat (8/12/2023).


"Soal bebas berpendapat.

Revisi UU ITE.

 

Mempermudah para aktivis.

Untuk dikriminalisasi.

 

Beberapa indicator.

Jokowi dapat nominasi.

 

1)        Soal konstitusi.

2)        Indeks demoktrasi turun.

3)        Dinasti poltik.


"Terbukti hakim konstitusi salah.

 Dalam sidang MKMK.

Bukti empiris awal.

 

Bahwa MK tak independen.

Terkait keluarga Jokowi dan Anwar Usman.

Dan sudah terbukti," katanya.


"Di akhir periode.

Presiden Jokowi.

 

Minta perpanjangan kekuasaan.

Layaknya raja Jawa," imbuhnya.

 

Soal indeks demokrasi.

Indeks demokrasi Indonesia.

 

Makin merosot.

Sebab banyak kriminalisasi.


"Demokrasi anjlok.

Hampir 10 tahun kepemimpinan beliau.

 

Mestinya waktu panjang.

Kesempatan tingkatkan.

Indeks demokrasi.


Gielbran sebut.

Jokowi model orde baru.

Dengan gaya terbaru.


Sebab banyak korban.

 

1)        Diskriminasi.

2)        Intimidasi.

3)        Represif.

 

Kita sebut semacam orde baru.

Tapi orde paling baru.

 

Sebab represifnya.

Dalam bentuk lain.

 

Tapi kejamnya sama.

Otoriternya sama.

 

Tapi dibungkus rapi.

Seolah tak berdosa," katanya.


Soal dinasti politik.

Sudah terpampang nyata.

 

Hal itu.

Tak cerminkan nilai UGM.

 

Karena itu.

Jokowi pantas disebut.

 

Sebagai alumnus UGM.

Paling memalukan.


"Beliau vulgar

Terpampang di depan mata.

 

Tak ada momentum lain

Selain sekarang ini.

 

Kami nobatkan beliau.

Alumnus UGM.

Yang paling memalukan," pungkasnya.

 

(Sumber detik)