BEM UGM 10 TAHUN SOAL PENTING BANGSA TAK BERES
BEM KM UGM.
Pasang banner
Jokowi alumnus paling memalukan.
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)
Keluarga Mahasiswa (KM)
Universitas Gadjah Mada (UGM).
Beri gelar Presiden Jokowi.
Alumnus UGM paling memalukan.
Di banner itu.
Foto Jokowi diedit.
Latar gedung istana .
Dan gedung UGM.
Jokowi pakai jas dan mahkota.
Jas almamater UGM dan caping.
Ketua BEM KM UGM
Gielbran Mohammad katakan.
Beri nominasi ini.
Wujud kecewa.
Karena:
1)
Selama 2
periode
Jokowi
jadi presiden.
2)
Banyak masalah
fundamental belum selesai.
3)
Padahal Jokowi
punya banyak waktu.
Untuk atasi masalah itu.
4)
Mulai kasus
korupsi.
Kini
pimpinan KPK.
Garda
terdepan berantas korupsi.
Justru
jadi pelaku kriminal," kata Gielbran.
Jumat (8/12/2023).
"Soal bebas berpendapat.
Revisi UU ITE.
Mempermudah para aktivis.
Untuk dikriminalisasi.
Beberapa indicator.
Jokowi dapat nominasi.
1)
Soal
konstitusi.
2)
Indeks demoktrasi turun.
3)
Dinasti poltik.
"Terbukti hakim konstitusi salah.
Dalam sidang MKMK.
Bukti
empiris awal.
Bahwa
MK tak independen.
Terkait
keluarga Jokowi dan Anwar Usman.
Dan
sudah terbukti," katanya.
"Di akhir periode.
Presiden
Jokowi.
Minta
perpanjangan kekuasaan.
Layaknya
raja Jawa," imbuhnya.
Soal
indeks demokrasi.
Indeks
demokrasi Indonesia.
Makin
merosot.
Sebab
banyak kriminalisasi.
"Demokrasi anjlok.
Hampir
10 tahun kepemimpinan beliau.
Mestinya
waktu panjang.
Kesempatan
tingkatkan.
Indeks
demokrasi.
Gielbran sebut.
Jokowi
model orde baru.
Dengan
gaya terbaru.
Sebab banyak korban.
1)
Diskriminasi.
2)
Intimidasi.
3)
Represif.
Kita sebut semacam orde baru.
Tapi orde paling baru.
Sebab represifnya.
Dalam bentuk lain.
Tapi kejamnya sama.
Otoriternya sama.
Tapi dibungkus rapi.
Seolah tak berdosa," katanya.
Soal dinasti politik.
Sudah terpampang nyata.
Hal itu.
Tak cerminkan nilai UGM.
Karena itu.
Jokowi pantas disebut.
Sebagai alumnus UGM.
Paling memalukan.
"Beliau vulgar
Terpampang di depan mata.
Tak ada momentum lain
Selain sekarang ini.
Kami nobatkan beliau.
Alumnus UGM.
Yang paling memalukan," pungkasnya.
(Sumber detik)
0 comments:
Post a Comment