Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Monday, April 15, 2024

33447. ADA 5 CIRI MAKHLUK MANUSIA

 


ADA 5 CIRI MAKHLUK MANUSIA

Oleh: Drs. H.M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

 

 DR Fahrudin Faiz berpendapat.

 

Bahwa hakikat manusia eksistensinya berpikir.

 

Sehingga manusia harus terbuka.

Dan mau berpikir.

 

Hari ini.

Banyak orang malas berpikir.

Bahkan tidak mau berpikir.

 

Hal itu berbahaya.

 

Padahal hakikat manusia.

Eksistensinya berpikir.

 

Dalam filsafat.

Manusia disebut:

 

 “animal rasional”.

 

Yaitu hewan rasional.

Atau “hayawanun natiq”.

 

Jadi manusia.

Yaitu binatang berpikir,” kata Fahruddin Faiz.

Description: Native Banner 1

Ada 5 ciri manusia, yaitu:

 

1.        Makhluk (diciptakan).

2.        Mukarom (dimuliakan).

 

 3.        Mukalaf (diberi amanah).

4.        Mukhoyar (bisa memilih).

5.        Madtsi (ada risikonya).

  

1.        Manusia itu makhluk.

 Yaitu manusia diciptakan oleh Allah.

Manusia bukan pencipta makhluk.

 

2.        Manusia itu mukarom.

 Yaitu manusia diciptakan istimewa.

Semua manusia dimuliakan oleh Allah.

 

 Semua manusia mulia.

Maka tak boleh ada pandangan buruk.

Terhadap sesama manusia.

 

Tak boleh zalim pada sesama manusia.

Meskipun beda bangsa, suku, ras, dan warna kulit.

 

Jika ada yang berbuat zalim.

Maka dia belum jadi manusia sejati.

 

Jika ada orang dewasa.

Tapi kelakuannya mirip anak kecil.

 

Seperti:

1)        Egois sekali.

2)        Ingin enaknya terus.

3)        Tidak peduli orang lain.

 

Berarti dia belum manusia,” ucapnya.

 

Manusia itu mukarom.

Semua manusia dimuliakan oleh Allah.

 

Wajar bagi manusia.

Untuk saling memuliakan orang lain.

 

“Wa laqod karomna bani adama”.

 

Artinya.

Allah banyak memberi  keistimewaan pada manusia .

Bahkan melebihi malaikat.

 

 Manusia sangat dicintai Allah.

Malaikat sampai disuruh sujud hormat pada manusia.

 

Allah tidak tega menurunkan manusia di bumi.

 

“Wa allamal adama asma’a kullaha”.

 

Artinya.

 Allah mengajari manusia lebih dulu.

Segala macam kebutuhan di bumi.

 

Dalam bahasa filsafat.

Hal ini disebut “ide bawaan”.

 

Sebenarnya dalam kepala manusia.

Penuh referensi.

Saat lahir ke dunia,” terangnya.

Description: Native Banner 2

 Fahrudin Faiz.

Lahir di Mojokerto 16 Agustus 1975.

 

Dia menjelaskan.

Bahwa manusia dengan akal sehatnya.

 

Tahu mana baik dan buruk.

Mana pantas dan tidak pantas.

 

Hal itu bagian dari kemuliaan.

Dari Allah untuk manusia.

  

3.        Manusia itu mukalaf.

Yaitu diberi amanat.

 

Hakikat manusia diberi taklif (amanah).

Manusia ini makhluk mukalaf. 

 

Dalam Al-Qur’an betapa dramatisnya.

Manusia mau diberi taklif (amanat).

 

Padahal taklif.

Ditawarkan pada gunung, angin, dan lainnya.

 

Tapi semuanya merasa berat dan menolak.

Hanya manusia yang mau,” ungkapnya.

 

4.        Manusia itu mukhoyar.

Bisa memilih.

 

Manusia makhluk diberi kewenangan memilih.

 

Sehingga melahirkan banyak filosofi.

Tentang manusia dan kebebasan. 

 

“Allah membuat manusia makhluk istimewa.

Tapi istimewa dalam bentuk potensi,” tandasnya.

 

5.        Manusia itu Madtsi.

Yaitu ada balasannya.

 

Manusia berbuat baik.

Akan menikmati hasilnya.

 

Tapi manusia berbuat buruk.

Akan merasakan sendiri efeknya. 

 

“Tidak harus berupa surga dan neraka.

 

Tapi sejak awal.

Manusia juga merasakan efeknya.

 

Jadi, manusia dewasa bebas memilih.

 

Tapi hati-hati.

Tiap pilihan ada risikonya,” pungkas Faiz.

  

(Sumber Dr Fahrudin Faiz).

Alumni S-3 Jurusan Studi Islam.

UIN Sunan Kalijaga.

 Yogyakarta (2014).

 

Sunday, April 14, 2024

33436. SALAH DIHAPUS LAPANG DADA BUKA LEMBAR BARU

 


SALAH DIHAPUS PERLU LAPANG DADA BUKA LEMBARAN BARU

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.





Kata “lapang dada” (menurut KBBI V).

Artinya:

 

1)        Berasa lega.

2)        Tak sesak.

 

3)        Berasa senang.

 

4)         Tak jadi gusar.


Kata “al-shafh” (lapang dada) .

Dalam Al-Quran terulang 8 kali.

 

Dalam berbagai bentuknya.


Kata “al-shafh”.

Awalnya berarti “lapang”.


Halaman lembaran buku.

Disebut “shafhat”,

Karena lapang dan luas.


Al-shafh.

Bisa diartikan “kelapangan dada”.


Berjabat tangan  disebut “mushafahat”.

Karena pihak yang melakukannya.

Menjadi lambang lapang dada.


Dari 8 kali bentuk “al-shafh”.

Yang ditampilkan Al-Quran.

Yang 4 kali.

Didului perintah “memberi maaf”.


Al-Quran surah At-Thaghabun (surah ke-64) ayat 14.


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ وَأَوْلَادِكُمْ عَدُوًّا لَكُمْ فَاحْذَرُوهُمْ ۚ وَإِنْ تَعْفُوا وَتَصْفَحُوا وَتَغْفِرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ
       

Hai orang-orang beriman, sesungguhnya di antara istrimu dan anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka; dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.


Al-Quran surah An-Nur (surah ke-24) ayat 22. 

وَلَا يَأْتَلِ أُولُو الْفَضْلِ مِنْكُمْ وَالسَّعَةِ أَنْ يُؤْتُوا أُولِي الْقُرْبَىٰ وَالْمَسَاكِينَ وَالْمُهَاجِرِينَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۖ وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا ۗ أَلَا تُحِبُّونَ أَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Dan janganlah orang yang punya kelebihan dan kelapangan di antaramu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat (nya), orang miskin dan orang berhijrah pada jalan Allah, dan 
hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.


Al-Quran surah Al-Maidah (surah ke-5) ayat 13.

فَبِمَا نَقْضِهِمْ مِيثَاقَهُمْ لَعَنَّاهُمْ وَجَعَلْنَا قُلُوبَهُمْ قَاسِيَةً ۖ يُحَرِّفُونَ الْكَلِمَ عَنْ مَوَاضِعِهِ ۙ وَنَسُوا حَظًّا مِمَّا ذُكِّرُوا بِهِ ۚ وَلَا تَزَالُ تَطَّلِعُ عَلَىٰ خَائِنَةٍ مِنْهُمْ إِلَّا قَلِيلًا مِنْهُمْ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاصْفَحْ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
   
   

(Tapi) karena mereka melanggar janjinya, Kami kutuk mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka mengubah perkataan (Allah) dari tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya, dan kamu (Muhammad) senantiasa akan melihat kekhianatan dari mereka kecuali sedikit di antara mereka (yang tidak berkhianat), maka maafkan mereka dan biarkan mereka, sesungguhnya Allah menyukai orang berbuat baik.



Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 109.

وَدَّ كَثِيرٌ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَوْ يَرُدُّونَكُمْ مِنْ بَعْدِ إِيمَانِكُمْ كُفَّارًا حَسَدًا مِنْ عِنْدِ أَنْفُسِهِمْ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْحَقُّ ۖ فَاعْفُوا وَاصْفَحُوا حَتَّىٰ يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
     
     

Sebagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikanmu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka maafkan dan biarkan mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.



Kata “al-shafa” (lapang dada) lebih tinggi kedudukannya.

Dibanding “al-afwa” (memaafkan).


Kata “shafhat” dapat bermakna “halaman”.


Jika lembaran kertas.

Ada salah tulis pensil.

 

Maka salah dapat dihapus.

Dengan karet penghapus.


Meskipun salah sudah dihapus.

Tapi masih ada bekasnya.

 
Maka perlu “al-shafh” (lapang dada).

Bersedia buka lembaran baru.

 

Sehingga hubungan tak ternodai.

Dan tak kusut.

 

Tak  seperti halaman.

Yang dihapus salahnya.


Mushafahat (jabatan tangan).

Lambang siap buka  lembaran  baru.

 

Memaafkan, dan  melupakan lembaran lama.

 

Meskipun kesalahan telah dihapus.

Terkadang masih tersisa kekusutan.


Setelah orang memberi maaf.

Perlu  dilanjut  “al-shafh” (berlapang dada).


Berlapang dada.

Yaitu memaafkan dengan cara baik.


Al-Quran surah Al-Hijr (surah ke-15) ayat 85.


وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا إِلَّا بِالْحَقِّ ۗ وَإِنَّ السَّاعَةَ لَآتِيَةٌ ۖ فَاصْفَحِ الصَّفْحَ الْجَمِيلَ
     
     

Dan tidaklah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, melainkan dengan benar. Dan sesungguhnya saat (kiamat) itu pasti akan datang, maka maafkan (mereka) dengan cara yang baik.

 


Daftar Pustaka
1. Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994. 
2. Shihab, M. Quraish Shihab. Wawasan Al-Quran. Tafsir Maudhui atas Perbagai Persoalan Umat. Penerbit Mizan, 2009.
3. Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan Al-Quran.
4. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

 

33435. SIKAP BERLAPANG DADA DI ATAS MEMAAFKAN

 


SIKAP BERLAPANG DADA DI ATAS MEMAAFKAN

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.





Kata “lapang dada” (menurut KBBI V).

Artinya:

 

1)        Berasa lega.

2)        Tak sesak.

 

3)        Berasa senang.

 

4)         Tak jadi gusar.


Kata “al-shafh” (lapang dada) .

Dalam Al-Quran terulang 8 kali.

 

Dalam berbagai bentuknya.


Kata “al-shafh”.

Awalnya berarti “lapang”.


Halaman lembaran buku.

Disebut “shafhat”,

Karena lapang dan luas.


Al-shafh.

Bisa diartikan “kelapangan dada”.


Berjabat tangan  disebut “mushafahat”.

Karena pihak yang melakukannya.

Menjadi lambang lapang dada.


Dari 8 kali bentuk “al-shafh”.

Yang ditampilkan Al-Quran.

Yang 4 kali.

Didului perintah “memberi maaf”.


Al-Quran surah At-Thaghabun (surah ke-64) ayat 14.


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ وَأَوْلَادِكُمْ عَدُوًّا لَكُمْ فَاحْذَرُوهُمْ ۚ وَإِنْ تَعْفُوا وَتَصْفَحُوا وَتَغْفِرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ
       

Hai orang-orang beriman, sesungguhnya di antara istrimu dan anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka; dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.


Al-Quran surah An-Nur (surah ke-24) ayat 22. 

وَلَا يَأْتَلِ أُولُو الْفَضْلِ مِنْكُمْ وَالسَّعَةِ أَنْ يُؤْتُوا أُولِي الْقُرْبَىٰ وَالْمَسَاكِينَ وَالْمُهَاجِرِينَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۖ وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا ۗ أَلَا تُحِبُّونَ أَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Dan janganlah orang yang punya kelebihan dan kelapangan di antaramu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat (nya), orang miskin dan orang berhijrah pada jalan Allah, dan 
hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.


Al-Quran surah Al-Maidah (surah ke-5) ayat 13.

فَبِمَا نَقْضِهِمْ مِيثَاقَهُمْ لَعَنَّاهُمْ وَجَعَلْنَا قُلُوبَهُمْ قَاسِيَةً ۖ يُحَرِّفُونَ الْكَلِمَ عَنْ مَوَاضِعِهِ ۙ وَنَسُوا حَظًّا مِمَّا ذُكِّرُوا بِهِ ۚ وَلَا تَزَالُ تَطَّلِعُ عَلَىٰ خَائِنَةٍ مِنْهُمْ إِلَّا قَلِيلًا مِنْهُمْ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاصْفَحْ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
   
   

(Tapi) karena mereka melanggar janjinya, Kami kutuk mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka mengubah perkataan (Allah) dari tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya, dan kamu (Muhammad) senantiasa akan melihat kekhianatan dari mereka kecuali sedikit di antara mereka (yang tidak berkhianat), maka maafkan mereka dan biarkan mereka, sesungguhnya Allah menyukai orang berbuat baik.



Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 109.

وَدَّ كَثِيرٌ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَوْ يَرُدُّونَكُمْ مِنْ بَعْدِ إِيمَانِكُمْ كُفَّارًا حَسَدًا مِنْ عِنْدِ أَنْفُسِهِمْ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْحَقُّ ۖ فَاعْفُوا وَاصْفَحُوا حَتَّىٰ يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
     
     

Sebagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikanmu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka maafkan dan biarkan mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.



Kata “al-shafa” (lapang dada) lebih tinggi kedudukannya.

Dibanding “al-afwa” (memaafkan).


Kata “shafhat” dapat bermakna “halaman”.


Jika lembaran kertas.

Ada salah tulis pensil.

 

Maka salah dapat dihapus.

Dengan karet penghapus.


Meskipun salah sudah dihapus.

Tapi masih ada bekasnya.

 
Maka perlu “al-shafh” (lapang dada).

Bersedia buka lembaran baru.

 

Sehingga hubungan tak ternodai.

Dan tak kusut.

 

Tak  seperti halaman.

Yang dihapus salahnya.


Mushafahat (jabatan tangan).

Lambang siap buka  lembaran  baru.

 

Memaafkan, dan  melupakan lembaran lama.

 

Meskipun kesalahan telah dihapus.

Terkadang masih tersisa kekusutan.


Setelah orang memberi maaf.

Perlu  dilanjut  “al-shafh” (berlapang dada).


Berlapang dada.

Yaitu memaafkan dengan cara baik.


Al-Quran surah Al-Hijr (surah ke-15) ayat 85.


وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا إِلَّا بِالْحَقِّ ۗ وَإِنَّ السَّاعَةَ لَآتِيَةٌ ۖ فَاصْفَحِ الصَّفْحَ الْجَمِيلَ
     
     

Dan tidaklah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, melainkan dengan benar. Dan sesungguhnya saat (kiamat) itu pasti akan datang, maka maafkan (mereka) dengan cara yang baik.

 


Daftar Pustaka
1. Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994. 
2. Shihab, M. Quraish Shihab. Wawasan Al-Quran. Tafsir Maudhui atas Perbagai Persoalan Umat. Penerbit Mizan, 2009.
3. Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan Al-Quran.
4. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2