Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Monday, July 15, 2024

34147. ALQURAN ADIL LALU MAKMUR BUKAN MAKMUR ADIL

 


ALQURAN ADIL LALU MAKMUR BUKAN MAKMUR DAN ADIL

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

Adil (menurut KBBI V).

Artinya:

1)        Sama berat.

2)        Tak berat sebelah.

 

3)        Tak memihak.

4)        Berpihak pada yang benar.

 

5)        Berpegang pada kebenaran.

6)        Sepatutnya.

7)        Tak sewenang-wenang.

 

Keadilan.

Yaitu sifat, perbuatan, dan perlakuan adil.

 

Makmur.

Yaitu banyak hasil, banyak penduduk Sejahtera.

 

Kemakmuran .

Yaitu keadaan makmur.

 

    Yang mana didulukan.

 

1)                Adil dan Makmur.

2)                Makmur dan adil.

 

Mencapai adil dulu.

Baru terwujud Makmur.

 

Atau makmur dahulu, baru tercapai adil?

 

Mencapai keadilan lebih dulu.

Baru terjadi kemakmuran.

 

Atau capai kemakmuran lebih dulu.

Baru hasilkan keadilan?

 

 Al-Quran surah Al-Maidah (surah ke-5) ayat 8.

 Isyarat dulukan keadilan.

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ ۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَىٰ أَلَّا تَعْدِلُوا ۚ اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

 

 Hai orang-orang beriman, hendaklah kamu menjadi orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil, dan jangan sekali-kali kebencianmu pada suatu kaum, mendorongmu tak berlaku adil, berlaku adillah, karena adil lebih dekat pada takwa, dan bertakwalah pada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

 

Al-Quran surah Al-A'raf, surah ke-7 ayat 96.

 

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

 

 Jika sekiranya penduduk suatu negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sebab perbuatannya.

 

  Ayat Al-Quran di atas jelaskan.

1)        Keadilan antarkan pada ketakwaan.

2)        Ketakwaan hasilkan kemakmuran.

 

Maka lebih baik.

Yaitu adil dan makmur.

 

Kata “adil”.

Terambil dari bahasa Arab “adl”.

 

Dalam kamus bahasa Arab.

Bahwa kata “adl”.

Pada mulanya berarti “sama”.

 

Persamaan itu.

Sering bersifat “bukan material”.

 

Persamaan makna asal kata “adil”.

Menjadikan pelakunya “tak berpihak”.

 

Orang adil “berpihak pada yang benar”.

Yang benar dan salah.

 

Semua harus terima haknya.

Dia melakukan “yang patut”.

Dan “tak sewenang-wenang”.

 

Keadilan diungkapkan Al-Quran .

Antara lain dengan kata.

 

1)                Al-'adl.

2)                Al-qisth.

3)                Al-mizan.

 

Serta menolak  “kezaliman”.

Meskipun arti “keadilan”.

 

Tak selalu jadi antonim.

Yaitu kata berlawanan makna.

Dengan “kezaliman”.

 

 Kata “Adl” artinya “sama”.

Memberi kesan ada 2 pihak atau lebih.

 

Sebab jika hanya 1 pihak.

Maka tak terjadi “persamaan”.

 

Kata “Qisth”.

Arti asalnya “bagian wajar dan patut”.

 

Tak harus ada “persamaan”.

Sebab “bagian”.

Dapat diperoleh 1 pihak.

 

Kata “qisth” lebih umum dipakai daripada kata “adl”.

 

Al-Quran menuntut orang.

Berlaku adil pada diri sendiri.

Dipakai kata “qisth”.


Al-Quran surat An-Nisa (surah ke-4) ayat 135.

 

۞ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ بِالْقِسْطِ شُهَدَاءَ لِلَّهِ وَلَوْ عَلَىٰ أَنْفُسِكُمْ أَوِ الْوَالِدَيْنِ وَالْأَقْرَبِينَ ۚ إِنْ يَكُنْ غَنِيًّا أَوْ فَقِيرًا فَاللَّهُ أَوْلَىٰ بِهِمَا ۖ فَلَا تَتَّبِعُوا الْهَوَىٰ أَنْ تَعْدِلُوا ۚ وَإِنْ تَلْوُوا أَوْ تُعْرِضُوا فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا

 

 

 Wahai orang-orang beriman, jadilah kamu orang yang benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun pada  dirimu sendiri atau ibu bapak dan kaum kerabatmu, jika dia kaya atau miskin, maka Allah lebih tahu maslahatnya. Maka kamu jangan ikut hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutar balik (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjakan.

 

 Kata “mizan”

Berasal dari akar kata “wazn”.

Artinya “timbangan”.

 

Maka “mizan”.

Artinya “alat menimbang”.

 

Tapi bisa juga berarti “keadilan”.

Sebab bahasa sering sebut suatu “alat”.

 

Untuk makna “hasil penggunaan alat itu”.

 

 Daftar Pustaka

1.                Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.  

2.                Shihab, M. Quraish Shihab. Wawasan Al-Quran. Tafsir Maudhui atas Perbagai Persoalan Umat. Penerbit Mizan, 2009.

3.                Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan Al-Quran.

4.                Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

5.                Tafsirq.com online.

34146. PILIH MANA ADIL MAKMUR ATAU MAKMUR ADIL

 


PILIH YANG MANA ADIL MAKMUR ATAU MAKMUR ADIL

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

Adil (menurut KBBI V).

Artinya:

1)        Sama berat.

2)        Tak berat sebelah.

 

3)        Tak memihak.

4)        Berpihak pada yang benar.

 

5)        Berpegang pada kebenaran.

6)        Sepatutnya.

7)        Tak sewenang-wenang.

 

Keadilan.

Yaitu sifat, perbuatan, dan perlakuan adil.

 

Makmur.

Yaitu banyak hasil, banyak penduduk Sejahtera.

 

Kemakmuran .

Yaitu keadaan makmur.

 

    Yang mana didulukan.

 

1)                Adil dan Makmur.

2)                Makmur dan adil.

 

Mencapai adil dulu.

Baru terwujud Makmur.

 

Atau makmur dahulu, baru tercapai adil?

 

Mencapai keadilan lebih dulu.

Baru terjadi kemakmuran.

 

Atau capai kemakmuran lebih dulu.

Baru hasilkan keadilan?

 

 Al-Quran surah Al-Maidah (surah ke-5) ayat 8.

 Isyarat dulukan keadilan.

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ ۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَىٰ أَلَّا تَعْدِلُوا ۚ اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

 

 Hai orang-orang beriman, hendaklah kamu menjadi orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil, dan jangan sekali-kali kebencianmu pada suatu kaum, mendorongmu tak berlaku adil, berlaku adillah, karena adil lebih dekat pada takwa, dan bertakwalah pada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

 

Al-Quran surah Al-A'raf (surah ke-7) ayat 96.

 

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

 

 Jika sekiranya penduduk suatu negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sebab perbuatannya.

 

  Ayat Al-Quran di atas jelaskan.

1)        Keadilan antarkan pada ketakwaan.

2)        Ketakwaan hasilkan kemakmuran.

 

Maka lebih baik.

Yaitu adil dan makmur.

 

Kata “adil”.

Terambil dari bahasa Arab “adl”.

 

Dalam kamus bahasa Arab.

Bahwa kata “adl”.

Pada mulanya berarti “sama”.

 

Persamaan itu.

Sering bersifat “bukan material”.

 

Persamaan makna asal kata “adil”.

Menjadikan pelakunya “tak berpihak”.

 

Orang adil “berpihak pada yang benar”.

Yang benar dan salah.

 

Semua harus terima haknya.

Dia melakukan “yang patut”.

Dan “tak sewenang-wenang”.

 

Keadilan diungkapkan Al-Quran .

Antara lain dengan kata.

 

1)                Al-'adl.

2)                Al-qisth.

3)                Al-mizan.

 

Serta menolak  “kezaliman”.

Meskipun arti “keadilan”.

 

Tak selalu jadi antonim.

Yaitu kata berlawanan makna.

Dengan “kezaliman”.

 

 Kata “Adl” artinya “sama”.

Memberi kesan ada 2 pihak atau lebih.

 

Sebab jika hanya 1 pihak.

Maka tak terjadi “persamaan”.

 

Kata “Qisth”.

Arti asalnya “bagian wajar dan patut”.

 

Tak harus ada “persamaan”.

Sebab “bagian”.

Dapat diperoleh 1 pihak.

 

Kata “qisth” lebih umum dipakai daripada kata “adl”.

 

Al-Quran menuntut orang.

Berlaku adil pada diri sendiri.

Dipakai kata “qisth”.


Al-Quran surah An-Nisa (surah ke-4) ayat 135.

 

۞ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ بِالْقِسْطِ شُهَدَاءَ لِلَّهِ وَلَوْ عَلَىٰ أَنْفُسِكُمْ أَوِ الْوَالِدَيْنِ وَالْأَقْرَبِينَ ۚ إِنْ يَكُنْ غَنِيًّا أَوْ فَقِيرًا فَاللَّهُ أَوْلَىٰ بِهِمَا ۖ فَلَا تَتَّبِعُوا الْهَوَىٰ أَنْ تَعْدِلُوا ۚ وَإِنْ تَلْوُوا أَوْ تُعْرِضُوا فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا

 

 

 Wahai orang-orang beriman, jadilah kamu orang yang benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun pada  dirimu sendiri atau ibu bapak dan kaum kerabatmu, jika dia kaya atau miskin, maka Allah lebih tahu maslahatnya. Maka kamu jangan ikut hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutar balik (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjakan.

 

 Kata “mizan”

Berasal dari akar kata “wazn”.

Artinya “timbangan”.

 

Maka “mizan”.

Aytiu “alat menimbang”.

 

Tapi bisa juga berarti “keadilan”.

Sebab bahasa sering sebut suatu “alat”.

 

Untuk makna “hasil penggunaan alat itu”.

 

 Daftar Pustaka

1.                Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.  

2.                Shihab, M. Quraish Shihab. Wawasan Al-Quran. Tafsir Maudhui atas Perbagai Persoalan Umat. Penerbit Mizan, 2009.

3.                Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan Al-Quran.

4.                Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

5.                Tafsirq.com online.

34144. ASHABUL KAHFI TIDUR 300 TAHUN MASEHI 309 HIJRIAH (2)

 


ASHABUL KAHFI TIDUR 300 TAHUN MASEHI 309 HIJRIAH (2)

Oleh: Drs. H.M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

Al-Quran surah Al-Kahfi (surah ke-18) ayat 18.

 

وَتَحْسَبُهُمْ أَيْقَاظًا وَهُمْ رُقُودٌ ۚ وَنُقَلِّبُهُمْ ذَاتَ الْيَمِينِ وَذَاتَ الشِّمَالِ ۖ وَكَلْبُهُمْ بَاسِطٌ ذِرَاعَيْهِ بِالْوَصِيدِ ۚ لَوِ اطَّلَعْتَ عَلَيْهِمْ لَوَلَّيْتَ مِنْهُمْ فِرَارًا وَلَمُلِئْتَ مِنْهُمْ رُعْبًا

     

      Kamu mengira mereka bangun padahal tidur, dan Kami balik-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri, sedang anjing mereka menjulurkan kedua lengannya di muka pintu gua. Jika kamu menyaksikan mereka, tentu kamu akan berpaling dari mereka dengan melarikan (diri) dan tentu (hati) kamu akan dipenuhi ketakutan terhadap mereka.

 

Al-Quran surah Al-Kahfi (surah ke-18) ayat 19.

 

وَكَذَٰلِكَ بَعَثْنَاهُمْ لِيَتَسَاءَلُوا بَيْنَهُمْ ۚ قَالَ قَائِلٌ مِنْهُمْ كَمْ لَبِثْتُمْ ۖ قَالُوا لَبِثْنَا يَوْمًا أَوْ بَعْضَ يَوْمٍ ۚ قَالُوا رَبُّكُمْ أَعْلَمُ بِمَا لَبِثْتُمْ فَابْعَثُوا أَحَدَكُمْ بِوَرِقِكُمْ هَٰذِهِ إِلَى الْمَدِينَةِ فَلْيَنْظُرْ أَيُّهَا أَزْكَىٰ طَعَامًا فَلْيَأْتِكُمْ بِرِزْقٍ مِنْهُ وَلْيَتَلَطَّفْ وَلَا يُشْعِرَنَّ بِكُمْ أَحَدًا

   

        Demikian Kami bangunkan mereka agar mereka saling bertanya di antara mereka sendiri. Berkata salah seorang di antara mereka: “Sudah berapa lama kamu berada (di sini?)”. Mereka menjawab: “Kita berada (di sini) sehari atau setengah hari”. Berkata (yang lain lagi): “Tuhan kamu lebih mengetahui berapa lamanya kamu berada (di sini). Maka suruh salah seorang di antaramu pergi ke kota dengan membawa uang perakmu, dan hendaklah dia lihat yang mana makanan yang lebih baik, maka hendaklah dia membawa makanan untukmu, dan hendaklah dia berlaku lemah lembut dan jangan menceritakan halmu kepada siapa pun.”

 

Al-Quran surah Al-Kahfi (surah ke-18) ayat 20.

 

إِنَّهُمْ إِنْ يَظْهَرُوا عَلَيْكُمْ يَرْجُمُوكُمْ أَوْ يُعِيدُوكُمْ فِي مِلَّتِهِمْ وَلَنْ تُفْلِحُوا إِذًا أَبَدًا

  

        Sesungguhnya jika mereka dapat mengetahui tempatmu, niscaya mereka akan melemparimu dengan batu, atau memaksamu kembali kepada agama mereka, dan jika demikian niscaya kamu tidak akan beruntung selamanya.

 

Al-Quran surah Al-Kahfi, surah ke-18 ayat 21.

 

وَكَذَٰلِكَ أَعْثَرْنَا عَلَيْهِمْ لِيَعْلَمُوا أَنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ وَأَنَّ السَّاعَةَ لَا رَيْبَ فِيهَا إِذْ يَتَنَازَعُونَ بَيْنَهُمْ أَمْرَهُمْ ۖ فَقَالُوا ابْنُوا عَلَيْهِمْ بُنْيَانًا ۖ رَبُّهُمْ أَعْلَمُ بِهِمْ ۚ قَالَ الَّذِينَ غَلَبُوا عَلَىٰ أَمْرِهِمْ لَنَتَّخِذَنَّ عَلَيْهِمْ مَسْجِدًا

     

Demikian (pula) Kami mempertemukan (manusia) dengan mereka, agar manusia mengetahui, bahwa janji Allah benar, dan bahwa kedatangan hari kiamat tidak ada keraguan padanya. Ketika orang-orang itu berselisih tentang urusan mereka, orang-orang itu berkata: “Dirikan sebuah bangunan di atas (gua) mereka, Tuhan mereka lebih mengetahui tentang mereka”. Orang-orang yang berkuasa atas urusan mereka berkata: “Sesungguhnya kami akan mendirikan sebuah rumah peribadatan di atasnya.

 

Al-Quran surah Al-Kahfi (surah ke-18) ayat 22.

 

سَيَقُولُونَ ثَلَاثَةٌ رَابِعُهُمْ كَلْبُهُمْ وَيَقُولُونَ خَمْسَةٌ سَادِسُهُمْ كَلْبُهُمْ رَجْمًا بِالْغَيْبِ ۖ وَيَقُولُونَ سَبْعَةٌ وَثَامِنُهُمْ كَلْبُهُمْ ۚ قُلْ رَبِّي أَعْلَمُ بِعِدَّتِهِمْ مَا يَعْلَمُهُمْ إِلَّا قَلِيلٌ ۗ فَلَا تُمَارِ فِيهِمْ إِلَّا مِرَاءً ظَاهِرًا وَلَا تَسْتَفْتِ فِيهِمْ مِنْهُمْ أَحَدًا

 

      Nanti (ada orang yang akan) mengatakan (jumlah mereka) 3 orang yang ke-4 adalah anjingnya, dan (yang lain) mengatakan: “(Jumlah mereka) 5 orang yang ke-6 adalah anjingnya”, sebagai terkaan terhadap barang yang gaib. Yang lain lagi mengatakan: “Jumlah mereka 7 orang, yang ke-8 adalah anjingnya”. Katakan: “Tuhanku lebih mengetahui jumlah mereka, tidak ada orang yang mengetahui (bilangan) mereka kecuali sedikit”. Karena itu kamu (Muhammad) jangan bertengkar tentang hal mereka, kecuali pertengkaran lahir saja dan kamu jangan kamu bertanya tentang mereka kepada siapa pun.

 

Al-Quran surah Al-Kahfi, surah ke-18 ayat 25-26.

 

وَلَبِثُوا فِي كَهْفِهِمْ ثَلَاثَ مِائَةٍ سِنِينَ وَازْدَادُوا تِسْعًا

 

قُلِ اللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا لَبِثُوا ۖ لَهُ غَيْبُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ أَبْصِرْ بِهِ وَأَسْمِعْ ۚ مَا لَهُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا يُشْرِكُ فِي حُكْمِهِ أَحَدًا

  

   Mereka tinggal dalam gua 300 tahun ditambah 9 tahun (lagi)”. Katakan: ”Allah lebih mengetahui berapa lamanya mereka tinggal (di gua). Kepunyaan-Nya semua yang tersembunyi di langit dan di bumi. Alangkah terang penglihatan-Nya dan alangkah tajam pendengaran-Nya. Tidak ada seorang pelindung pun bagi mereka selain daripada-Nya. Dia tidak mengambil seorang pun menjadi sekutu-Nya dalam menetapkan keputusan.”

 

 

Daftar Pustaka.

1.                Hatta, Ahmad. Tafsir  Al-Quran Per Kata. Dilengkapi dengan Asbabun Nuzul dan Terjemah. Penerbit Pustaka Maghfirah. Jakarta, 2011.

2.                Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

3.                Tafsirq.com online.      

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

34143. HASIL FINAL EURO 2024