Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Saturday, October 12, 2024

37132. PERINTAH AMBIL PELAJARAN UMAT DULU

 


ALQURAN PERINTAH AMBIL PELAJARAN UMAT DULU

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

 

Perintah ambil pelajaran dari umat dulu.

Dalam Al-Quran.

 

Yaitu:

1)        Surah Al-An’am (6:6).

2)        Surah At-Taubah (9:70).

 

3)        Surah Yunus (10:13-14, 20).

4)        Surah lbrahim (14:9-17).

 

5)        Surah Taha (20:128).

6)        Surah Al-Haj (22:45-48).

 

7)        Surah An-Naml (27:51).

8)        Surah Al-Ankabut (29:40).

 

9)        Surah Ar-Rum (30:9).

10)  Surah As-Sajdah (32:26).

 

Al-Quran surah Al-An’am (surah ke- 6) ayat 6.

 

أَلَمْ يَرَوْا كَمْ أَهْلَكْنَا مِنْ قَبْلِهِمْ مِنْ قَرْنٍ مَكَّنَّاهُمْ فِي الْأَرْضِ مَا لَمْ نُمَكِّنْ لَكُمْ وَأَرْسَلْنَا السَّمَاءَ عَلَيْهِمْ مِدْرَارًا وَجَعَلْنَا الْأَنْهَارَ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهِمْ فَأَهْلَكْنَاهُمْ بِذُنُوبِهِمْ وَأَنْشَأْنَا مِنْ بَعْدِهِمْ قَرْنًا آخَرِينَ

 

Apakah mereka tak memperhatikan berapa banyak generasi telah Kami binasakan sebelum mereka, padahal (generasi itu) telah Kami teguhkan kedudukan mereka di bumi, yaitu keteguhan yang belum pernah Kami berikan padamu, dan Kami curahkan hujan lebat atas mereka dan Kami jadikan sungai-sungai mengalir di bawah mereka, kemudian Kami binasakan mereka karena dosa mereka sendiri, dan Kami ciptakan sesudah mereka generasi lain.

 

Al-Quran surah At-Taubah (surah ke-9) ayat 70.

 


أَلَمْ يَأْتِهِمْ نَبَأُ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ قَوْمِ نُوحٍ وَعَادٍ وَثَمُودَ وَقَوْمِ إِبْرَاهِيمَ وَأَصْحَابِ مَدْيَنَ وَالْمُؤْتَفِكَاتِ ۚ أَتَتْهُمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ ۖ فَمَا كَانَ اللَّهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلَٰكِنْ كَانُوا أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ

 

Belumkah datang pada mereka berita penting tentang orang-orang sebelum mereka, (yaitu) kaum Nuh, 'Aad, Tsamud, kaum Ibrahim, penduduk Madyan dan negeri-negeri yang musnah?. Telah datang pada mereka rasul-rasul membawa keterangan nyata, maka Allah tidak sekali-kali menganiaya mereka, tapi mereka menganiaya diri sendiri.

 

Al-Quran surah Yunus (surah ke-10) ayat 13-14.

 


وَلَقَدْ أَهْلَكْنَا الْقُرُونَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَمَّا ظَلَمُوا ۙ وَجَاءَتْهُمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ وَمَا كَانُوا لِيُؤْمِنُوا ۚ كَذَٰلِكَ نَجْزِي الْقَوْمَ الْمُجْرِمِينَ

 

Dan sesungguhnya Kami telah membinasakan umat sebelum kamu, ketika mereka berbuat kezaliman, padahal rasul mereka telah datang pada mereka  membawa keterangan nyata, tapi mereka sekali-kali tidak hendak beriman. Demikian Kami memberi pembalasan kepada orang yang berbuat dosa.

 

ثُمَّ جَعَلْنَاكُمْ خَلَائِفَ فِي الْأَرْضِ مِنْ بَعْدِهِمْ لِنَنْظُرَ كَيْفَ تَعْمَلُونَ

 

Kemudian Kami jadikan kamu pengganti (mereka) di bumi sesudah mereka, supaya Kami memperhatikan bagaimana kamu berbuat.

 

Al-Quran surah lbrahim (surah ke-14) ayat 9-17.

 


أَلَمْ يَأْتِكُمْ نَبَأُ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ قَوْمِ نُوحٍ وَعَادٍ وَثَمُودَ ۛ وَالَّذِينَ مِنْ بَعْدِهِمْ ۛ لَا يَعْلَمُهُمْ إِلَّا اللَّهُ ۚ جَاءَتْهُمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ فَرَدُّوا أَيْدِيَهُمْ فِي أَفْوَاهِهِمْ وَقَالُوا إِنَّا كَفَرْنَا بِمَا أُرْسِلْتُمْ بِهِ وَإِنَّا لَفِي شَكٍّ مِمَّا تَدْعُونَنَا إِلَيْهِ مُرِيبٍ

 

Belumkah sampai padamu berita orang-orang sebelum kamu (yaitu) kaum Nuh, 'Ad, Tsamud dan orang sesudah mereka. Tidak ada yang tahu mereka selain Allah. Telah datang rasul-rasul pada mereka (membawa) bukti nyata lalu mereka menutupkan tangannya ke mulutnya (karena benci), dan berkata: "Sesungguhnya kami mengingkari apa yang kamu disuruh menyampaikannya (kepada kami), dan sesungguhnya kami benar-benar ragu gelisah pada apa yang kamu ajak kami padanya".

 

۞ قَالَتْ رُسُلُهُمْ أَفِي اللَّهِ شَكٌّ فَاطِرِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ يَدْعُوكُمْ لِيَغْفِرَ لَكُمْ مِنْ ذُنُوبِكُمْ وَيُؤَخِّرَكُمْ إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى ۚ قَالُوا إِنْ أَنْتُمْ إِلَّا بَشَرٌ مِثْلُنَا تُرِيدُونَ أَنْ تَصُدُّونَا عَمَّا كَانَ يَعْبُدُ آبَاؤُنَا فَأْتُونَا بِسُلْطَانٍ مُبِينٍ

 

Berkata rasul-rasul mereka: "Apakah ada keraguan terhadap Allah, Pencipta langit dan bumi? Dia menyeru kamu untuk memberi ampunan padamu dari dosamu dan menangguhkan (siksaan)mu sampai masa yang ditentukan?" Mereka berkata: "Kamu tidak lain hanya manusia seperti kami juga. Kamu menghendaki untuk menghalangi (membelokkan) kami dari apa yang selalu disembah nenek moyang kami, karena itu datangkan pada kami, bukti nyata".


قَالَتْ لَهُمْ رُسُلُهُمْ إِنْ نَحْنُ إِلَّا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يَمُنُّ عَلَىٰ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ ۖ وَمَا كَانَ لَنَا أَنْ نَأْتِيَكُمْ بِسُلْطَانٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ ۚ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ

 

Rasul-rasul mereka berkata pada mereka: "Kami tidak lain hanya manusia seperti kamu, tetapi Allah memberi karunia pada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-Nya. Dan tidak patut bagi kami mendatangkan bukti pada kamu melainkan dengan izin Allah. Dan hanya kepada Allah saja hendaknya orang mukmin bertawakal.

 

وَمَا لَنَا أَلَّا نَتَوَكَّلَ عَلَى اللَّهِ وَقَدْ هَدَانَا سُبُلَنَا ۚ وَلَنَصْبِرَنَّ عَلَىٰ مَا آذَيْتُمُونَا ۚ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُتَوَكِّلُونَ

 

Mengapa kami tidak bertawakal pada Allah padahal Dia menunjukkan jalan kepada kami, dan kami sungguh-sungguh akan bersabar terhadap gangguan yang kamu lakukan pada kami. Dan hanya pada Allah saja orang-orang bertawakal, berserah diri".

 

وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لِرُسُلِهِمْ لَنُخْرِجَنَّكُمْ مِنْ أَرْضِنَا أَوْ لَتَعُودُنَّ فِي مِلَّتِنَا ۖ فَأَوْحَىٰ إِلَيْهِمْ رَبُّهُمْ لَنُهْلِكَنَّ الظَّالِمِينَ

 

Orang-orang kafir berkata kepada Rasul-rasul mereka: "Kami sungguh-sungguh akan mengusir kamu dari negeri kami atau kamu kembali kepada agama kami". Maka Tuhan mewahyukan kepada mereka: "Kami pasti akan membinasakan orang-orang zalim.

 

وَلَنُسْكِنَنَّكُمُ الْأَرْضَ مِنْ بَعْدِهِمْ ۚ ذَٰلِكَ لِمَنْ خَافَ مَقَامِي وَخَافَ وَعِيدِ

 

Dan Kami pasti akan menempatkan kamu di negeri itu sesudah mereka. Yang demikian (adalah untuk) orang yang takut (akan menghadap) kehadirat-Ku dan yang takut pada ancaman-Ku".

 

وَاسْتَفْتَحُوا وَخَابَ كُلُّ جَبَّارٍ عَنِيدٍ

 

Dan mereka mohon kemenangan (atas musuh mereka) dan binasa semua orang yang berlaku sewenang-wenang lagi keras kepala.

 

 

مِنْ وَرَائِهِ جَهَنَّمُ وَيُسْقَىٰ مِنْ مَاءٍ صَدِيدٍ

 

Di hadapannya ada Jahannam dan dia akan diberi minuman dengan air nanah.

 

 

يَتَجَرَّعُهُ وَلَا يَكَادُ يُسِيغُهُ وَيَأْتِيهِ الْمَوْتُ مِنْ كُلِّ مَكَانٍ وَمَا هُوَ بِمَيِّتٍ ۖ وَمِنْ وَرَائِهِ عَذَابٌ غَلِيظٌ

 

Diminumnya air nanah dan hampir dia tidak bisa menelannya dan datang (bahaya) maut padanya dari segenap penjuru, tapi dia tidak juga mati, dan dihadapannya masih ada azab yang berat.

 

Al-Quran surah Taha (surah ke-20) ayat 128.

فَلَمْ يَهْدِ لَهُمْ كَمْ أَهْلَكْنَا قَبْلَهُمْ مِنَ الْقُرُونِ يَمْشُونَ فِي مَسَاكِنِهِمْ ۗ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِأُولِي النُّهَىٰ

 

Maka tidak jadi petunjuk bagi mereka (kaum musyrik) berapa banyaknya Kami membinasakan umat sebelum mereka, padahal mereka berjalan (di bekas) tempat tinggal umat itu? Sesungguhnya pada yang demikian ada tanda bagi orang berakal.

 

Al-Quran surah Al-Haj (surah ke-22) ayat 45-48).

 


فَكَأَيِّنْ مِنْ قَرْيَةٍ أَهْلَكْنَاهَا وَهِيَ ظَالِمَةٌ فَهِيَ خَاوِيَةٌ عَلَىٰ عُرُوشِهَا وَبِئْرٍ مُعَطَّلَةٍ وَقَصْرٍ مَشِيدٍ

 

Berapa banyaknya kota yang Kami telah binasakan, yang penduduknya zalim, maka (tembok-tembok) kota roboh menutupi atapnya dan (berapa banyak pula) sumur telah ditinggalkan dan istana yang tinggi.

 

أَفَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَتَكُونَ لَهُمْ قُلُوبٌ يَعْقِلُونَ بِهَا أَوْ آذَانٌ يَسْمَعُونَ بِهَا ۖ فَإِنَّهَا لَا تَعْمَى الْأَبْصَارُ وَلَٰكِنْ تَعْمَى الْقُلُوبُ الَّتِي فِي الصُّدُورِ

 

Maka apakah mereka tidak berjalan di bumi, lalu mereka punya hati yang dengan itu mereka paham atau punya telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukan mata yang buta, tapi yang buta, ialah hati dalam dada.

 

وَيَسْتَعْجِلُونَكَ بِالْعَذَابِ وَلَنْ يُخْلِفَ اللَّهُ وَعْدَهُ ۚ وَإِنَّ يَوْمًا عِنْدَ رَبِّكَ كَأَلْفِ سَنَةٍ مِمَّا تَعُدُّونَ

 

Dan mereka minta padamu agar azab disegerakan, padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janji-Nya. Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.

 

وَكَأَيِّنْ مِنْ قَرْيَةٍ أَمْلَيْتُ لَهَا وَهِيَ ظَالِمَةٌ ثُمَّ أَخَذْتُهَا وَإِلَيَّ الْمَصِيرُ

 

Dan berapa banyaknya kota yang Aku tangguhkan (azab-Ku) padanya, yang penduduknya berbuat zalim, kemudian Aku azab mereka, dan hanya kepada-Ku kembalinya (segala sesuatu).

 

Al-Quran surah An-Naml (surah ke-27) ayat 51-53.

 


فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ مَكْرِهِمْ أَنَّا دَمَّرْنَاهُمْ وَقَوْمَهُمْ أَجْمَعِينَ

 

Maka perhatikan betapa sesungguhnya akibat makar mereka, bahwa Kami membinasakan mereka dan kaum mereka semua.

 

فَتِلْكَ بُيُوتُهُمْ خَاوِيَةً بِمَا ظَلَمُوا ۗ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ

 

Maka itu rumah-rumah mereka runtuh sebab kezaliman mereka. Sesungguhnya pada yang demikian ada pelajaran bagi kaum yang mengetahui.

 

وَأَنْجَيْنَا الَّذِينَ آمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ

 

Dan telah Kami selamatkan orang-orang beriman dan mereka selalu bertakwa.

 

Al-Quran surah Al-Ankabut (surah ke-29) ayat 40.

 


فَكُلًّا أَخَذْنَا بِذَنْبِهِ ۖ فَمِنْهُمْ مَنْ أَرْسَلْنَا عَلَيْهِ حَاصِبًا وَمِنْهُمْ مَنْ أَخَذَتْهُ الصَّيْحَةُ وَمِنْهُمْ مَنْ خَسَفْنَا بِهِ الْأَرْضَ وَمِنْهُمْ مَنْ أَغْرَقْنَا ۚ وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلَٰكِنْ كَانُوا أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ

 

Maka masing-masing (mereka) Kami siksa sebab dosanya, maka di antara mereka ada yang Kami timpakan padanya hujan batu kerikil dan di antara mereka ada yang ditimpa suara keras mengguntur, dan di antara mereka ada yang Kami benamkan dalam bumi, dan di antara mereka ada yang Kami tenggelamkan, dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, tapi mereka menganiaya diri sendiri.

 

Al-Quran surah Ar-Rum (surah ke-30) ayat 9.

 


أَوَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَيَنْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ ۚ كَانُوا أَشَدَّ مِنْهُمْ قُوَّةً وَأَثَارُوا الْأَرْضَ وَعَمَرُوهَا أَكْثَرَ مِمَّا عَمَرُوهَا وَجَاءَتْهُمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ ۖ فَمَا كَانَ اللَّهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلَٰكِنْ كَانُوا أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ

 

Dan apakah mereka tidak berjalan di bumi dan memperhatikan bagaimana akibat (yang diderita) oleh orang sebelum mereka? orang-orang itu lebih kuat daripada mereka (sendiri) dan mengolah bumi (tanah) serta memakmurkannya lebih banyak daripada  apa yang mereka makmurkan. Dan datang pada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti nyata. Maka Allah sekali-kali tidak berlaku zalim pada mereka, tapi mereka berlaku zalim pada diri sendiri.

 

Al-Quran surah As-Sajdah (surah ke-32) ayat 26.

 


أَوَلَمْ يَهْدِ لَهُمْ كَمْ أَهْلَكْنَا مِنْ قَبْلِهِمْ مِنَ الْقُرُونِ يَمْشُونَ فِي مَسَاكِنِهِمْ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ ۖ أَفَلَا يَسْمَعُونَ

 

Dan apakah tak jadi petunjuk bagi mereka, berapa banyak umat sebelum mereka yang Kami binasakan sedangkan mereka berjalan di tempat kediaman mereka itu. Sesungguhnya pada yang demikian ada  tanda (kekuasaan Allah). Maka apakah mereka tidak mendengarkan?

 

 

 

(Sumber Tafsir Quran Perkata DR M Hatta)

 

 

 

37131. KHOTBAH JUMAT NABI MUHAMMAD DITEGUR ALLAH

 


Khotbah Jumat

“NABI MUHAMMAD DITEGUR ALLAH”

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين

إِنَّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَ نَسْتَعِيْنُهُ وَ نَسْتَغْفِرُهُ وَ نَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ

أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَاِلنَا مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَ مَنْ يُضْلِلْ

فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ

وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلىَ اَلِهِ وَ أَصْحَابِهِ وَ مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ أَمَّا بَعْدُ

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُون

 .Para jamaah yang berbahagia,

Marilah kita selalu meningkatkan takwa kepada Allah SWT dengan menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

Para jamaah yang berbahagia,

Nabi Muhammad ditegur Allah dalam Al-Quran. Salah satu bukti Al-Quran bukan karangan Nabi Muhammad. Al-Quran wahyu dari Allah. Nabi Muhmmad harus menyampaikan semua wahyu dari Allah. Tak ada pilihan lain.

Nabi ditegurnAllah dalam Surah Al-Anfal (8 : 67-68). Surah At-Taubah (9 : 43,113-114). Surah At-Tahrim (66: 1). Surah Abasa (80 : 1-11).

Al-Quran surah Al-Anfal (surah ke-8) ayat 67-68.

مَا كَانَ لِنَبِيٍّ أَنْ يَكُونَ لَهُ أَسْرَىٰ حَتَّىٰ يُثْخِنَ فِي الْأَرْضِ ۚ تُرِيدُونَ عَرَضَ الدُّنْيَا وَاللَّهُ يُرِيدُ الْآخِرَةَ ۗ وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

Tidak patut, bagi seorang Nabi punya tawanan sebelum ia dapat melumpuhkan musuhnya di bumi. Kamu menghendaki harta benda dunia sedangkan Allah menghendaki (pahala) akhirat (untukmu). Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

 

لَوْلَا كِتَابٌ مِنَ اللَّهِ سَبَقَ لَمَسَّكُمْ فِيمَا أَخَذْتُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ

Kalau sekiranya tidak ada ketetapan  terdahulu dari Allah, niscaya kamu ditimpa siksaan besar karena tebusan yang kamu ambil.

Asbabun nuzul ayat ini. Sebab ayat turun. Nabi ikut usul Abu Bakar untuk terima tebusan. Menolak usul Umar bin Khattab untuk bunuh para tawanan..

Al-Quran surah At-Taubah (surah ke-9) ayat 43.


عَفَا اللَّهُ عَنْكَ لِمَ أَذِنْتَ لَهُمْ حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكَ الَّذِينَ صَدَقُوا وَتَعْلَمَ الْكَاذِبِينَ

Semoga Allah memaafkanmu. Mengapa kamu memberi izin pada mereka (untuk tidak ikut berperang), sebelum jelas bagimu orangyang benar (uzur) dan sebelum kamu ketahui orang yang berdusta?

Asbabun nuzul ayat ini. Sebab ayat turun. Nabi beri izin munafik tak ikut perang dan terima usul tebusan tawanan perang.

Al-Quran surah At-Taubah (surah ke-9) ayat 113-114.


مَا كَانَ لِلنَّبِيِّ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَنْ يَسْتَغْفِرُوا لِلْمُشْرِكِينَ وَلَوْ كَانُوا أُولِي قُرْبَىٰ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُمْ أَصْحَابُ الْجَحِيمِ

Tidak sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang beriman memintakan ampun (pada Allah) bagi orang musyrik, meskipun orang musyrik itu kaum kerabat(nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwa orang musyrik itu penghuni neraka jahanam.

وَمَا كَانَ اسْتِغْفَارُ إِبْرَاهِيمَ لِأَبِيهِ إِلَّا عَنْ مَوْعِدَةٍ وَعَدَهَا إِيَّاهُ فَلَمَّا تَبَيَّنَ لَهُ أَنَّهُ عَدُوٌّ لِلَّهِ تَبَرَّأَ مِنْهُ ۚ إِنَّ إِبْرَاهِيمَ لَأَوَّاهٌ حَلِيمٌ

Dan permintaan ampun dari Ibrahim (pada Allah) untuk bapaknya tidak lain hanya karena suatu janji yang telah diikrarkan pada bapaknya. Maka, tatkala jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya itu musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri darinya. Sesungguhnya Ibrahim orang sangat lembut hatinya lagi penyantun.

Asbabun nuzul ayat ini. Sebab ayat turun. Abu Talib, paman Nabi wafat tak beriman. Nabi bersabada: Aku terus mendoakan minta ampunan. jika tak dilarang Allah. Turun ayat ini.

Al-Quran surah At-Tahrim (surah ke-66) ayat 1.


يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ لِمَ تُحَرِّمُ مَا أَحَلَّ اللَّهُ لَكَ ۖ تَبْتَغِي مَرْضَاتَ أَزْوَاجِكَ ۚ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Hai Nabi, mengapa kamu mengharamkan apa yang Allah halalkan bagimu; kamu mencari kesenangan hati isteri-isterimu? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Al-Quran surah Abasa (surah ke-80) ayat 1-11.


عَبَسَ وَتَوَلَّىٰ

Dia (Muhammad) bermuka masam dan berpaling.

أَنْ جَاءَهُ الْأَعْمَىٰ

Karena telah datang seorang buta kepadanya.

وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّهُ يَزَّكَّىٰ

Tahukah kamu barangkali ia ingin membersihkan dirinya (dari dosa).

 

أَوْ يَذَّكَّرُ فَتَنْفَعَهُ الذِّكْرَىٰ

Atau dia (ingin) mendapat pengajaran, lalu pengajaran itu memberi manfaat padanya?

أَمَّا مَنِ اسْتَغْنَىٰ

Adapun orang yang merasa dirinya serba cukup.

 

فَأَنْتَ لَهُ تَصَدَّىٰ

Maka kamu melayaninya.

وَمَا عَلَيْكَ أَلَّا يَزَّكَّىٰ

Padahal tidak ada (celaan) atasmu kalau dia tidak membersihkan diri (beriman).

وَأَمَّا مَنْ جَاءَكَ يَسْعَىٰ

Dan adapun orang yang datang padamu dengan segera (untuk mendapat pengajaran).

 

وَهُوَ يَخْشَىٰ

Sedangkan ia takut pada (Allah).

فَأَنْتَ عَنْهُ تَلَهَّىٰ

Maka kamu mengabaikannya.

كَلَّا إِنَّهَا تَذْكِرَةٌ

Sekali-kali jangan (demikian)! Sesungguhnya ajaran Tuhan adalah suatu peringatan.

Para jamaah yang berbahagia,

Dalam asbabun  nuzul diterangkan sebab turun ayat ini. Ibnu Ummu Maktum orang buta.datang temui Nabi. Nabi bersama pemimpin Quraisy. Ummu Maktum berkata: “Ya Rasulullah beri aku nasihat.” Rasulullah memalingkan muka. Lalu Nabi ditegur Allah.

Nabi Muhammad jadi teladan terbaik bagi semua manusia. Jika manusia biasa bukan nabi. Saat ada rapat pejabat tinggi. Ada orang buta masuk ruangan rapat. dan teriak dengan suara keras. Pasti mengganggu. Nabi bermuka masam ditegur Allah.

Nabi Muhammad ditegur Allah dalam Al-Quran. Salah satu bukti  Al-Quran wahyu Allah. Bukan karangan Nabi Muhammad.

Para jamaah yang berbahagia.

Mari kita terus belajar manajar Al-Quran untuk mencari rida dan ampunan Allah. Agar hidup bahagia dunia akhirat. Amin ya robbal alamin.

 بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ

وَ نَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلأَيَاتِ وَ ذِكْرِ الْحَكِيْمِ

وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

 

-duduk-

 

37130. KHUTBAH JUMAT NABI DITEGUR ALLAH

 


Khotbah Jumat

“NABI MUHAMMAD DITEGUR ALLAH”

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين

إِنَّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَ نَسْتَعِيْنُهُ وَ نَسْتَغْفِرُهُ وَ نَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ

أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَاِلنَا مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَ مَنْ يُضْلِلْ

فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ

وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلىَ اَلِهِ وَ أَصْحَابِهِ وَ مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ أَمَّا بَعْدُ

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُون

 .Para jamaah yang berbahagia,

Marilah kita selalu meningkatkan takwa kepada Allah SWT dengan menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

Para jamaah yang berbahagia,

Nabi Muhammad ditegur Allah dalam Al-Quran. Salah satu bukti Al-Quran bukan karangan Nabi Muhammad. Al-Quran wahyu dari Allah. Nabi Muhmmad harus menyampaikan semua wahyu dari Allah. Tak ada pilihan lain.

Nabi ditegurnAllah dalam Surah Al-Anfal (8 : 67-68). Surah At-Taubah (9 : 43,113-114). Surah At-Tahrim (66: 1). Surah Abasa (80 : 1-11).

Al-Quran surah Al-Anfal (surah ke-8) ayat 67-68.

مَا كَانَ لِنَبِيٍّ أَنْ يَكُونَ لَهُ أَسْرَىٰ حَتَّىٰ يُثْخِنَ فِي الْأَرْضِ ۚ تُرِيدُونَ عَرَضَ الدُّنْيَا وَاللَّهُ يُرِيدُ الْآخِرَةَ ۗ وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

Tidak patut, bagi seorang Nabi punya tawanan sebelum ia dapat melumpuhkan musuhnya di bumi. Kamu menghendaki harta benda dunia sedangkan Allah menghendaki (pahala) akhirat (untukmu). Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

 

لَوْلَا كِتَابٌ مِنَ اللَّهِ سَبَقَ لَمَسَّكُمْ فِيمَا أَخَذْتُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ

Kalau sekiranya tidak ada ketetapan  terdahulu dari Allah, niscaya kamu ditimpa siksaan besar karena tebusan yang kamu ambil.

Asbabun nuzul ayat ini. Sebab ayat turun. Nabi ikut usul Abu Bakar untuk terima tebusan. Menolak usul Umar bin Khattab untuk bunuh para tawanan..

Al-Quran surah At-Taubah (surah ke-9) ayat 43.


عَفَا اللَّهُ عَنْكَ لِمَ أَذِنْتَ لَهُمْ حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكَ الَّذِينَ صَدَقُوا وَتَعْلَمَ الْكَاذِبِينَ

Semoga Allah memaafkanmu. Mengapa kamu memberi izin pada mereka (untuk tidak ikut berperang), sebelum jelas bagimu orangyang benar (uzur) dan sebelum kamu ketahui orang yang berdusta?

Asbabun nuzul ayat ini. Sebab ayat turun. Nabi beri izin munafik tak ikut perang dan terima usul tebusan tawanan perang.

Al-Quran surah At-Taubah (surah ke-9) ayat 113-114.


مَا كَانَ لِلنَّبِيِّ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَنْ يَسْتَغْفِرُوا لِلْمُشْرِكِينَ وَلَوْ كَانُوا أُولِي قُرْبَىٰ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُمْ أَصْحَابُ الْجَحِيمِ

Tidak sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang beriman memintakan ampun (pada Allah) bagi orang musyrik, meskipun orang musyrik itu kaum kerabat(nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwa orang musyrik itu penghuni neraka jahanam.

وَمَا كَانَ اسْتِغْفَارُ إِبْرَاهِيمَ لِأَبِيهِ إِلَّا عَنْ مَوْعِدَةٍ وَعَدَهَا إِيَّاهُ فَلَمَّا تَبَيَّنَ لَهُ أَنَّهُ عَدُوٌّ لِلَّهِ تَبَرَّأَ مِنْهُ ۚ إِنَّ إِبْرَاهِيمَ لَأَوَّاهٌ حَلِيمٌ

Dan permintaan ampun dari Ibrahim (pada Allah) untuk bapaknya tidak lain hanya karena suatu janji yang telah diikrarkan pada bapaknya. Maka, tatkala jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya itu musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri darinya. Sesungguhnya Ibrahim orang sangat lembut hatinya lagi penyantun.

Asbabun nuzul ayat ini. Sebab ayat turun. Abu Talib, paman Nabi wafat tak beriman. Nabi bersabada: Aku terus mendoakan minta ampunan. jika tak dilarang Allah. Turun ayat ini.

Al-Quran surah At-Tahrim (surah ke-66) ayat 1.


يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ لِمَ تُحَرِّمُ مَا أَحَلَّ اللَّهُ لَكَ ۖ تَبْتَغِي مَرْضَاتَ أَزْوَاجِكَ ۚ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Hai Nabi, mengapa kamu mengharamkan apa yang Allah halalkan bagimu; kamu mencari kesenangan hati isteri-isterimu? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Al-Quran surah Abasa (surah ke-80) ayat 1-11.


عَبَسَ وَتَوَلَّىٰ

Dia (Muhammad) bermuka masam dan berpaling.

أَنْ جَاءَهُ الْأَعْمَىٰ

Karena telah datang seorang buta kepadanya.

وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّهُ يَزَّكَّىٰ

Tahukah kamu barangkali ia ingin membersihkan dirinya (dari dosa).

 

أَوْ يَذَّكَّرُ فَتَنْفَعَهُ الذِّكْرَىٰ

Atau dia (ingin) mendapat pengajaran, lalu pengajaran itu memberi manfaat padanya?

أَمَّا مَنِ اسْتَغْنَىٰ

Adapun orang yang merasa dirinya serba cukup.

 

فَأَنْتَ لَهُ تَصَدَّىٰ

Maka kamu melayaninya.

وَمَا عَلَيْكَ أَلَّا يَزَّكَّىٰ

Padahal tidak ada (celaan) atasmu kalau dia tidak membersihkan diri (beriman).

وَأَمَّا مَنْ جَاءَكَ يَسْعَىٰ

Dan adapun orang yang datang padamu dengan segera (untuk mendapat pengajaran).

 

وَهُوَ يَخْشَىٰ

Sedangkan ia takut pada (Allah).

فَأَنْتَ عَنْهُ تَلَهَّىٰ

Maka kamu mengabaikannya.

كَلَّا إِنَّهَا تَذْكِرَةٌ

Sekali-kali jangan (demikian)! Sesungguhnya ajaran Tuhan adalah suatu peringatan.

Para jamaah yang berbahagia,

Dalam asbabun  nuzul diterangkan sebab turun ayat ini. Ibnu Ummu Maktum orang buta.datang temui Nabi. Nabi bersama pemimpin Quraisy. Ummu Maktum berkata: “Ya Rasulullah beri aku nasihat.” Rasulullah memalingkan muka. Lalu Nabi ditegur Allah.

Nabi Muhammad jadi teladan terbaik bagi semua manusia. Jika manusia biasa bukan nabi. Saat ada rapat pejabat tinggi. Ada orang buta masuk ruangan rapat. dan teriak dengan suara keras. Pasti mengganggu. Nabi bermuka masam ditegur Allah.

Nabi Muhammad ditegur Allah dalam Al-Quran. Salah satu bukti  Al-Quran wahyu Allah. Bukan karangan Nabi Muhammad.

Para jamaah yang berbahagia.

Mari kita terus belajar manajar Al-Quran untuk mencari rida dan ampunan Allah. Agar hidup bahagia dunia akhirat. Amin ya robbal alamin.

 بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ

وَ نَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلأَيَاتِ وَ ذِكْرِ الْحَكِيْمِ

وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

 

-duduk-

 

37127. HASIL UEFA LIGA 2024

37125. BRASIL VS CHILE (2-1)

37123. AGUS MUSTOFA PERAN JANTUNG