Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Wednesday, October 16, 2024

37205. GAMBARAN ZAMAN JAHILIAH PRA ISLAM

 


GAMBARAN ZAMAN JAHILIAH SEBELUM ISLAM

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

Jahiliah.

Yaitu kondisi orang atau kelompok warga.

 

Tak kenal petunjuk Tuhan.

Dan bodoh. 

 

Istilah “Jahiliah”.

Merujuk bangsa Arab.

 

Khususnya warga Mekah.

Sebelum kenal Islam. 

 

Kata “Jahiliyah”.

Berasal dari kata “ja-ha-la”.

 

Artinya:

 

1)        Bodoh.

2)        Tolol.

3)        Pemarah.

 

Ada 3 macam Jahiliah.

Dalam Al-Quran.

 

Terkait masalah:

1)        Tuhan.

2)        Syariat lslam.

3)        Akhlak.

 

Ciri-ciri warga Jahiliah.

Yaitu:

 

1)        Berwatak kejam.

2)        Suka berperang.

 

3)        Suka minum-minuman keras.

4)        Suka berfoya-foya.

 

5)        Merendahkan kaum wanita.

6)        Perbudakan dan pelacuran.

 

7)        Anak menikahi ibu tirinya.

8)        Dan sifat negatif lainnya.

 

 

Zaman Jahiliah.

Tak terbatas sebelum Islam.

Tapi bersifat umum. 

 

Artinya.

Kapan pun dan di mana pun.

 

Jika orang punya sikap jahiliah.

Maka layak disebut Jahiliah. 

 

Gambaran zaman Jahliah sebelum lslam.

1)        Kondisi social politik.

2)        Ekonomi.

3)        Akhlak.

 

Kondisi sosial politik zaman Jahiliah.

 

1.Pemimpin otoriter.

2.Warga terbagi dalam kasta.

 

3.Bangsawan sangat dihormati.

 

4.Model perkawinan.

 

1)        Suka berzina.

Zina dianggap biasa, bukan aib,

 

2)        Kawin spontan.

 

3)        Poligami tanpa batas.

Yaitu 1 pria dengan banyak wanita.

 

 

4)        Poliandri.

Yaitu 1 wanita dengan lebih 1 pria.

 

5)        Rumah pelacuran.

Diberi tanda bendera.

Jika punya anak, maka diundi.

 

6)        Model istibda.

Suami menyuruh isterinya kumpul dengan pria lain agar punya anak unggul.

 

7)        Pria bisa menikah siapapun tanpa batasan.

 

8)        Mengubur bayi wanita hidup-hidup.

9)        Sering terjadi perang suku.

 

10)  Manusia hidup bebas seperti hewan.

11)  Jual beli wanita.

 

12)  Jual beli budak.

13)  Anak menikahi janda bapaknya.

 

14)  Pria menikahi 2 bersaudara.

 

Kondisi ekonomi zaman Jahiliah.

 

1)        Suka bisnis keluar negeri, ke Yaman dan Syam.

 

2)        Industri kerajinan belajar dari Yaman dan Syam.

 

3)        Warga miskin, lapar, dan telanjang.

 

 

Kondisi akhlak zaman Jahiliah.

 

1)        Jujur.

2)        Dermawan.

 

3)        Penuhi janji.

4)        Berjiwa mulia.

 

5)        Tak mau dihina.

6)        Tak lalim.

 

7)        Pantang mundur.

8)        Lemah lembut, suka menolong.

 

9)        Sederhana gaya Badui.

10)  Berani, cemburu, pemarah.

 

Akhlak positif zaman Jahiliah.

Banyak membantu syiar lslam.

 

Tobatnya orang bodoh diterima Allah .

Sebab dia tak tahu salah benar.

 

Yaitu:

 

1)        Surah Al-An’am (6 : 54).

2)        Surah An-Nahl (16 : 119).

 

3)        Surah Al-An’am (6 : 43).

 

Dalam Al-Quran.

 

1)        Allah mengampuni dosa orang bodoh.

2)        Yang berbuat jahat sebab tak tahu.

 

3)        Sungguh-sungguh bertobat.

4)        Memperbaiki diri.

 

Al-Quran surah Al-An’am (surah ke-6) ayat 54.


وَإِذَا جَاءَكَ الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِآيَاتِنَا فَقُلْ سَلَامٌ عَلَيْكُمْ ۖ كَتَبَ رَبُّكُمْ عَلَىٰ نَفْسِهِ الرَّحْمَةَ ۖ أَنَّهُ مَنْ عَمِلَ مِنْكُمْ سُوءًا بِجَهَالَةٍ ثُمَّ تَابَ مِنْ بَعْدِهِ وَأَصْلَحَ فَأَنَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

 

Jika orang-orang beriman pada ayat-ayat Kami datang padamu (Muhammad), maka katakan: "Salaamun alaikum. Tuhanmu telah menetapkan atas diri-Nya kasih sayang, (yaitu) bahwa barang siapa berbuat jahat di antara kamu lantaran kejahilan, kemudian ia bertobat setelah mengerjakannya dan memperbaiki, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

 

Al-Quran surah An-Nahl (surah ke-16) ayat 119.

 


ثُمَّ إِنَّ رَبَّكَ لِلَّذِينَ عَمِلُوا السُّوءَ بِجَهَالَةٍ ثُمَّ تَابُوا مِنْ بَعْدِ ذَٰلِكَ وَأَصْلَحُوا إِنَّ رَبَّكَ مِنْ بَعْدِهَا لَغَفُورٌ رَحِيمٌ

 

Kemudian, sesungguhnya Tuhanmu (mengampuni) orang yang berbuat salah karena bodoh, kemudian mereka bertobat sesudah itu dan memperbaiki (dirinya), sesungguhnya Tuhanmu sesudah itu benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

 

Al-Quran memberi perintah.

1)        Suka memberi maaf.

2)        Mengajak orang berbuat baik.

3)        Berpaling dari orang bodoh.

 

Al-Quran surah Al-A’raf (surah ke-7) ayat 199.

 


خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ

 

Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang berbuat makruf, serta berpalinglah dari orang-orang bodoh.

 

 

 

(Sumber Tafsir Quran Perkata DR M Hatta)

 

 

37204. TOBATNYA ORANG BODOH DITERIMA ALLAH

 


TOBATNYA ORANG BODOH DITERIMA ALLAH   

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

Jahiliah.

Yaitu kondisi orang atau kelompok warga.

 

Tak kenal petunjuk Tuhan.

Dan bodoh. 

 

Istilah “Jahiliah”.

Merujuk bangsa Arab.

 

Khususnya warga Mekah.

Sebelum kenal Islam. 

 

Kata “Jahiliyah”.

Berasal dari kata “ja-ha-la”.

 

Artinya:

 

1)        Bodoh.

2)        Tolol.

3)        Pemarah.

 

Ada 3 macam Jahiliah.

Dalam Al-Quran.

 

Terkait masalah:

1)        Tuhan.

2)        Syariat lslam.

3)        Akhlak.

 

Ciri-ciri warga Jahiliah.

Yaitu:

 

1)        Berwatak kejam.

2)        Suka berperang.

 

3)        Suka minum-minuman keras.

4)        Suka berfoya-foya.

 

5)        Merendahkan kaum wanita.

6)        Perbudakan dan pelacuran.

 

7)        Anak menikahi ibu tirinya.

8)        Dan sifat negatif lainnya.

 

 

Zaman Jahiliah.

Tak terbatas sebelum Islam.

Tapi bersifat umum. 

 

Artinya.

Kapan pun dan di mana pun.

 

Jika orang punya sikap jahiliah.

Maka layak disebut Jahiliah. 

 

Tobatnya orang bodoh diterima Allah .

Sebab dia tak tahu salah benar.

 

Yaitu:

 

1)        Surah Al-An’am (6 : 54).

2)        Surah An-Nahl (16 : 119).

 

3)        Surah Al-An’am (6 : 43).

 

Dalam Al-Quran.

 

1)        Allah mengampuni dosa orang bodoh.

2)        Yang berbuat jahat sebab tak tahu.

 

3)        Sungguh-sungguh bertobat.

4)        Memperbaiki diri.

 

Al-Quran surah Al-An’am (surah ke-6) ayat 54.


وَإِذَا جَاءَكَ الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِآيَاتِنَا فَقُلْ سَلَامٌ عَلَيْكُمْ ۖ كَتَبَ رَبُّكُمْ عَلَىٰ نَفْسِهِ الرَّحْمَةَ ۖ أَنَّهُ مَنْ عَمِلَ مِنْكُمْ سُوءًا بِجَهَالَةٍ ثُمَّ تَابَ مِنْ بَعْدِهِ وَأَصْلَحَ فَأَنَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

 

Jika orang-orang beriman pada ayat-ayat Kami datang padamu (Muhammad), maka katakan: "Salaamun alaikum. Tuhanmu telah menetapkan atas diri-Nya kasih sayang, (yaitu) bahwa barang siapa berbuat jahat di antara kamu lantaran kejahilan, kemudian ia bertobat setelah mengerjakannya dan memperbaiki, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

 

Al-Quran surah An-Nahl (surah ke-16) ayat 119.

 


ثُمَّ إِنَّ رَبَّكَ لِلَّذِينَ عَمِلُوا السُّوءَ بِجَهَالَةٍ ثُمَّ تَابُوا مِنْ بَعْدِ ذَٰلِكَ وَأَصْلَحُوا إِنَّ رَبَّكَ مِنْ بَعْدِهَا لَغَفُورٌ رَحِيمٌ

 

Kemudian, sesungguhnya Tuhanmu (mengampuni) orang yang berbuat salah karena bodoh, kemudian mereka bertobat sesudah itu dan memperbaiki (dirinya), sesungguhnya Tuhanmu sesudah itu benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

 

Al-Quran memberi perintah.

1)        Suka memberi maaf.

2)        Mengajak orang berbuat baik.

3)        Berpaling dari orang bodoh.

 

Al-Quran surah Al-A’raf (surah ke-7) ayat 199.

 


خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ

 

Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang berbuat makruf, serta berpalinglah dari orang-orang bodoh.

 

 

 

(Sumber Tafsir Quran Perkata DR M Hatta)

 

 

37203. KHOTBAH JUMAT HIDUP MATI UJIAN DARI ALLAH

 


Khotbah Jumat,

“`HIDUP MATI UJIAN DARI ALLAH ”

Khutbah-1

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين

إِنَّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَ نَسْتَعِيْنُهُ وَ نَسْتَغْفِرُهُ وَ نَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْر

 أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَاِلنَا مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَ مَنْ يُضْلِلْ

 فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ

 وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ

 اَللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَى      مُحَمَّدٍ وَ عَلىَ اَلِهِ وَ أَصْحَابِهِ

وَ مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ

 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُون

 

Para jamaah yang berbahagia,

      Marilah kita selalu meningkatkan takwa kepada Allah swt. Menjalankan semua perintah-Nya. Menjauhi segala larangan-Nya.

Para jamaah yang berbahagia,  

 

Sifat manusia mulia dan hina. Dalam Al-Quran. Yaitu: Surah Al-Haj (22 : 66). Surah Yasin (36 : 77). Surah Al-Ankabut (29 : 65). Surah Al-Ahzab (33 : 72). Surah Yasin (36 : 37) Surah Al-lsra (17 : 70). Surah Al-Fajr (89 : 15).

 

Manusia suka ingkar nikmat Allah. Al-Quran surah Al-Haj (surah ke-22) ayat 66.


وَهُوَ الَّذِي أَحْيَاكُمْ ثُمَّ يُمِيتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيكُمْ ۗ إِنَّ الْإِنْسَانَ لَكَفُورٌ

Dan Dia Allah yang telah menghidupkan kamu, kemudian mematikan kamu, kemudian menghidupkan kamu (lagi), sesungguhnya manusia benar-benar sangat mengingkari nikmat.

 

Manusia suka menantang Allah. Al-Quran surah Yasin (surah ke-36) ayat 77.


أَوَلَمْ يَرَ الْإِنْسَانُ أَنَّا خَلَقْنَاهُ مِنْ نُطْفَةٍ فَإِذَا هُوَ خَصِيمٌ مُبِينٌ

Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi penantang nyata!

 

Manusia mudah lupa nikmat dari Allah. Al-Quran surah Al-Ankabut (surah ke-29) ayat 65.


فَإِذَا رَكِبُوا فِي الْفُلْكِ دَعَوُا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ فَلَمَّا نَجَّاهُمْ إِلَى الْبَرِّ إِذَا هُمْ يُشْرِكُونَ

Maka jika mereka naik kapal mereka berdoa kepada Allah dengan murni taat pada-Nya; maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai darat, tiba-tiba mereka (kembali) menyekutukan (Allah).

 

Manusia suka pikul amanah, pangkat, dan jabatan. Sebab zalim dan bodoh.

Al-Quran surah Al-Ahzab (surah ke-33) ayat 72.

 

نَّا عَرَضْنَا الْأَمَانَةَ عَلَى السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَنْ يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الْإِنْسَانُ ۖ إِنَّهُ كَانَ ظَلُومًا جَهُولًا

Sesungguhnya Kami mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semua enggan untuk memikul amanat dan mereka khawatir mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia amat zalim dan amat bodoh.

 

Manusia dimuliakan Allah dibanding makhluk lain. Al-Quran surah Al-lsra (surah ke-17) ayat 70.

 

لَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ وَحَمَلْنَاهُمْ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنَاهُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَفَضَّلْنَاهُمْ عَلَىٰ كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلًا

Dan sesungguhnya Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan lautan, Kami beri mereka rezeki yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan sempurna atas kebanyakan makhluk yang Kami ciptakan.

 

Sifat manusia Jika dapat nikmat, maka merasa mulia. Tapi saat ditimpa musibah, dia merasa hina. Padahal hidup dan mati ujian dari Allah.

 

Al-Quran surah Al-Fajr (surah ke-89) ayat 15-16.

 


فَأَمَّا الْإِنْسَانُ إِذَا مَا ابْتَلَاهُ رَبُّهُ فَأَكْرَمَهُ وَنَعَّمَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَكْرَمَنِ

Adapun manusia jika Tuhannya mengujinya lalu dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya nikmat, maka dia berkata: "Tuhanku  memuliakanku".

 

وَأَمَّا إِذَا مَا ابْتَلَاهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَهَانَنِ

Adapun jika Tuhannya mengujinya  membatasi rezekinya maka dia berkata: "Tuhanku menghinaku".

 

Al-Quran surah Al-Mulk (surah ke-67) ayat 2.

 

ذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ

Yang menjadikan mati dan hidup, agar Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.

   Para jamaah yang berbahagia,

 Semoga kita bisa terus belajar mengajar AlQuran

Semua hal itu kita lakukan agar dapat rida dan ampunan dari Allah. Sehingga kita bisa hidup bahagia dunia dan akhirat. Amin Ya Rabbal Alamin.

 

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ

وَ نَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلأَيَاتِ وَ ذِكْرِ الْحَكِيْمِ

وَ نَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلأَيَاتِ وَ ذِكْرِ الْحَكِيْم وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

ِ-----