Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Saturday, December 14, 2024

38385. SIKAP UMAT ISLAM PADA AHLI KITAB

 





SIKAP UMAT ISLAM PADA AHLI KITAB

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

Para ulama jelaskan.

Sikap umat Islam pada Ahli Kitab.

 

Sesuai sikap Ahli Kitab pada umat Islam.

Artinya sikap umat Islam pada Ahli Kitab.

Bisa berbeda pada Ahli Kitab.

 

Al-Quran surah Al-'Ankabut (surah ke-29) ayat 46.

 

۞ وَلَا تُجَادِلُوا أَهْلَ الْكِتَابِ إِلَّا بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِلَّا الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْهُمْ ۖ وَقُولُوا آمَنَّا بِالَّذِي أُنْزِلَ إِلَيْنَا وَأُنْزِلَ إِلَيْكُمْ وَإِلَٰهُنَا وَإِلَٰهُكُمْ وَاحِدٌ وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ

 

      Dan jangan kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara paling baik, kecuali dengan orang zalim di antara mereka, dan katakana:”Kami beriman kepada (kitab-kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu; Tuhan kami dan Tuhanmu adalah satu; dan kami hanya kepada-Nya berserah diri.

 

Para ulama jelaskan.

Arti “orang zalim”.

 

Yaitu orang yang diberikan penjelasan .

Dengan cara baik.

 

Tapi masih tetap:

1)        Membantah.

2)        Menyatakan permusuhan.

 

Keadaan ideal.

Yaitu sepakat umat Islam dengan Ahli Kitab.

 

Jika tak sepakat.

Maka cukup mengakui:

 

1)        Adanya umat Islam.

2)        Tak mengganggu.

3)        Tak halangi ibadah.

 

Al-Quran surah Ali 'Imran (surah ke-3) ayat 64.

 

قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ تَعَالَوْا إِلَىٰ كَلِمَةٍ سَوَاءٍ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ أَلَّا نَعْبُدَ إِلَّا اللَّهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهِ شَيْئًا وَلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ ۚ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقُولُوا اشْهَدُوا بِأَنَّا مُسْلِمُونَ

 

      Katakan: “Hai Ahli Kitab, mari (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian lain sebagai tuhan selain Allah”. Jika mereka berpaling maka katakan kepada mereka: “Saksikan bahwa kami adalah orang yang berserah diri (kepada Allah)”.

 

Al-Quran surah Ali 'Imran (surah ke-3) ayat 199.

 

وَإِنَّ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَمَنْ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْكُمْ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِمْ خَاشِعِينَ لِلَّهِ لَا يَشْتَرُونَ بِآيَاتِ اللَّهِ ثَمَنًا قَلِيلًا ۗ أُولَٰئِكَ لَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ

 

      Dan sesungguhnya di antara Ahli Kitab ada orang yang beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kamu dan yang diturunkan kepada mereka sedangkan mereka berendah hati kepada Allah dan mereka tidak menukarkan ayat-ayat Allah dengan harga sedikit. Mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan-nya. Sesungguhnya Allah amat cepat perhitungan-Nya.

 

Al-Quran jelaskan.

Sebagian Ahli Kitab.

Beriman pada Allah dan Nabi Muhammad.

 

Misalnya.

Yahudi terkenal dan memeluk Islam.

Bernama Abdullah bin Salam.

 

Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 146.

 

الَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يَعْرِفُونَهُ كَمَا يَعْرِفُونَ أَبْنَاءَهُمْ ۖ وَإِنَّ فَرِيقًا مِنْهُمْ لَيَكْتُمُونَ الْحَقَّ وَهُمْ يَعْلَمُونَ

 

     Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang Kami beri Kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebagian di antara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui.

 

Para ulama jelaskan.

Saat turun Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 146.

 

Umar bin Khattab bertanya pada Abdullah bin Salam.

Yahudi yang masuk Islam,

 

”Apakah kamu mengenal Muhammad seperti kamu mengenal anakmu sendiri?”

 

Abdullah bin Salam menjawab,

“Ya, bahkan lebih, karena malaikat yang terpercaya turun dari langit kepada manusia yang terpercaya di bumi.

Menjelaskan sifat dan ciri-cirinya.

 

Sehingga aku sangat mengenal Nabi Muhammad dengan baik.

 

Tapi anakku sendiri.

Aku tidak tahu pasti.

Apa yang dilakukan ibunya."

 

 

Daftar Pustaka

1.Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.

2.Shihab, M. Quraish Shihab. Wawasan Al-Quran. Tafsir Maudhui atas Perbagai Persoalan Umat. Penerbit Mizan, 2009.

3.Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan Al-Quran.

4.Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

5.Tafsirq.com online.

 

38383. JIN LIHAT MANUSIA TAPI MANUSIA TAK LIHAT JIN

 


JIN LIHAT MANUSIA TAPI MANUSIA TAK LIHAT JIN

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

Jin (bahasa arab: جن Janna).

Secara harfiah artinya sesuatu berkonotasi "tersembunyi" atau "tak terlihat".

 

Kata "jin" berasal dari huruf 'jim' (ج) dan 'nun' (ن).

Menunjukkan makna tertutup.

 

Disebut jin.

Sebab tertutup dari pandangan manusia.

 

Kata “jin” menurut bahasa (Arab).

Berasal dari kata “ijtinan”.

Artinya “istitar” (tersembunyi).

 

Jadi jin menurut bahasa.

Artinya sesuatu tersembunyi dan halus.

 

Setan ialah sifat dari tiap yang durhaka.

Dari golongan jin dan manusia.

 

Bangsa Jin.

Dulu dapat menduduki beberapa tempat di langit dan mendengarkan berita dari Allah.

 

Setelah diutusnya nabi bernama Muhammad.

Para jin tidak lagi bisa mendengarkan.

Sebab dijaga barisan rahasia.

 

Al-Quran surah Al-Jin (surah ke-72) ayat 1.

 

 أُوحِيَ إِلَيَّ أَنَّهُ اسْتَمَعَ نَفَرٌ مِنَ الْجِنِّ فَقَالُوا إِنَّا سَمِعْنَا قُرْآنًا عَجَبًا

 

Katakan (hai Muhammad): "Telah diwahyukan kepadamu bahwa: telah mendengarkan sekumpulan jin (akan Al Quran), lalu mereka berkata: Sesungguhnya kami mendengarkan Al-Quran yang menakjubkan.

 

Al-Quran surah Al-Jin (surah ke-72) ayat 6.


وَأَنَّهُ كَانَ رِجَالٌ مِنَ الْإِنْسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِنَ الْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقًا

 

Dan bahwa beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.

 

Al-Quran surah Al-Jin (surah ke-72) ayat 8-9.

 


وَأَنَّا لَمَسْنَا السَّمَاءَ فَوَجَدْنَاهَا مُلِئَتْ حَرَسًا شَدِيدًا وَشُهُبًا

 

8. Dan sesungguhnya kami mencoba mengetahui (rahasia) langit, maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan kuat dan panah api.

Surat Al-Jinn Ayat 9

وَأَنَّا كُنَّا نَقْعُدُ مِنْهَا مَقَاعِدَ لِلسَّمْعِ ۖ فَمَنْ يَسْتَمِعِ الْآنَ يَجِدْ لَهُ شِهَابًا رَصَدًا

 

9. Dan sesungguhnya kami dulu dapat menduduki beberapa tempat di langit  untuk mendengarkan (beritanya). Tapi sekarang barang siapa  (mencoba) mendengarkan (seperti itu) tentu akan menjumpai panah api yang mengintai (untuk membakarnya).

 

 

Al-Quran surah Al-Hijr (surah ke-15) ayat 27.


وَالْجَانَّ خَلَقْنَاهُ مِنْ قَبْلُ مِنْ نَارِ السَّمُومِ

 

Dan Kami menciptakan jin sebelum (Adam) dari api sangat panas.

 

Al-Quran surah Al-Rahman (surah ke-55) ayat 15.


وَخَلَقَ الْجَانَّ مِنْ مَارِجٍ مِنْ نَارٍ

 

Dan Dia menciptakan jin dari nyala api.

 

Ibnu Abbas, Ikrimah, Mujahid dan Adh-Dhahak berpendapat.

 

Arti firman Allah, "dari nyala api, ialah dari api murni".

 

Yaitu api murni tak campur unsur lain.

Seperti manusia diciptakan dari unsur tanah.

 

Aisyah berkata.

Rasulullah bersabda,

 

”Malaikat diciptakan dari cahaya.

Jin diciptakan dari nyala api.

 

Adam diciptakan dari apa yang disifatkan (diceritakan) kepada kalian."

 

Al-Quran surah Al-A’raf (surah ke-7) ayat 27 .


يَا بَنِي آدَمَ لَا يَفْتِنَنَّكُمُ الشَّيْطَانُ كَمَا أَخْرَجَ أَبَوَيْكُمْ مِنَ الْجَنَّةِ يَنْزِعُ عَنْهُمَا لِبَاسَهُمَا لِيُرِيَهُمَا سَوْآتِهِمَا ۗ إِنَّهُ يَرَاكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُ مِنْ حَيْثُ لَا تَرَوْنَهُمْ ۗ إِنَّا جَعَلْنَا الشَّيَاطِينَ أَوْلِيَاءَ لِلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ

 

Hai anak Adam, jangan sekali-kali kamu dapat ditipu setan seperti ia  mengeluarkan kedua ibu bapakmu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami menjadikan setan pemimpim bagi orang tidak beriman.

 

Para jin dapat melihat manusia.

Tapi manusia tak dapat melihat jin.

Dalam wujud aslinya.

 

Jika manusia dapat melihat jin.

Maka jin yang dilihatnya.

 

Yaitu jin menjelma dalam wujud makhluk.

Yang dapat dilihat mata manusia.

 

Para bangsa jin punya jenis kelamin.

Seperti manusia yaitu pria dan wanita.

Para jin beranak-pinak.

 

Al-Quran surah Al-Kahfi (surah ke-18) ayat 50 .

ذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ كَانَ مِنَ الْجِنِّ فَفَسَقَ عَنْ أَمْرِ رَبِّهِ ۗ أَفَتَتَّخِذُونَهُ وَذُرِّيَّتَهُ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِي وَهُمْ لَكُمْ عَدُوٌّ ۚ بِئْسَ لِلظَّالِمِينَ بَدَلًا

 

Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam, maka mereka sujud kecuali Iblis. Dia dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan keturunannya sebagai pemimpin selain dari-Ku, sedangkan mereka adalah musuhmu? Amat buruk iblis  sebagai pengganti (dari Allah) bagi orang zalim.

 

 

Al-Quran surah Al-Jin (surah ke-72) ayat 11.


وَأَنَّا مِنَّا الصَّالِحُونَ وَمِنَّا دُونَ ذَٰلِكَ ۖ كُنَّا طَرَائِقَ قِدَدًا

 

Dan sesungguhnya di antara kami ada orang saleh dan di antara kami ada (pula) yang tidak demikian halnya. Adalah kami menempuh jalan yang berbeda.

 

Al-Quran surah Qaf (surah ke-50) ayat 27.


۞ قَالَ قَرِينُهُ رَبَّنَا مَا أَطْغَيْتُهُ وَلَٰكِنْ كَانَ فِي ضَلَالٍ بَعِيدٍ

 

Yang menyertai dia berkata (pula): "Ya Tuhan kami, aku tidak menyesatkannya tapi dia berada dalam kesesatan jauh".

 

 

Para ulama jelaskan.

Yang dimaksud “qarin”.

 

Yaitu “yang menyertai”.

Artinya tiap manusia disertai "Qarin dari kalangan Jin".

 

 

Daftar Pustaka

1.Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.  

2.Shihab, M. Quraish Shihab. Wawasan Al-Quran. Tafsir Maudhui atas Perbagai Persoalan Umat. Penerbit Mizan, 2009.

3.Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan Al-Quran.

4.Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2,

5.Tafsirq.com online.      

 

38382. MAKHLUK GAIB JIN DALAM ALQURAN

 


MAKHLUK GAIB JIN DALAM ALQURAN

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

Jin (bahasa arab: جن Janna).

Secara harfiah artinya sesuatu berkonotasi "tersembunyi" atau "tak terlihat".

 

Kata "jin" berasal dari huruf 'jim' (ج) dan 'nun' (ن).

Menunjukkan makna tertutup.

 

Disebut jin.

Sebab tertutup dari pandangan manusia.

 

Kata “jin” menurut bahasa (Arab).

Berasal dari kata “ijtinan”.

Artinya “istitar” (tersembunyi).

 

Jadi jin menurut bahasa.

Artinya sesuatu tersembunyi dan halus.

 

Setan ialah sifat dari tiap yang durhaka.

Dari golongan jin dan manusia.

 

Bangsa Jin.

Dulu dapat menduduki beberapa tempat di langit dan mendengarkan berita dari Allah.

 

Setelah diutusnya nabi bernama Muhammad.

Para jin tidak lagi bisa mendengarkan.

Sebab dijaga barisan rahasia.

 

Al-Quran surah Al-Jin (surah ke-72) ayat 1.

 

 أُوحِيَ إِلَيَّ أَنَّهُ اسْتَمَعَ نَفَرٌ مِنَ الْجِنِّ فَقَالُوا إِنَّا سَمِعْنَا قُرْآنًا عَجَبًا

 

Katakan (hai Muhammad): "Telah diwahyukan kepadamu bahwa: telah mendengarkan sekumpulan jin (akan Al Quran), lalu mereka berkata: Sesungguhnya kami mendengarkan Al-Quran yang menakjubkan.

 

Al-Quran surah Al-Jin (surah ke-72) ayat 6.


وَأَنَّهُ كَانَ رِجَالٌ مِنَ الْإِنْسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِنَ الْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقًا

 

Dan bahwa beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.

 

Al-Quran surah Al-Jin (surah ke-72) ayat 8-9.

 


وَأَنَّا لَمَسْنَا السَّمَاءَ فَوَجَدْنَاهَا مُلِئَتْ حَرَسًا شَدِيدًا وَشُهُبًا

 

8. Dan sesungguhnya kami mencoba mengetahui (rahasia) langit, maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan kuat dan panah api.

Surat Al-Jinn Ayat 9

وَأَنَّا كُنَّا نَقْعُدُ مِنْهَا مَقَاعِدَ لِلسَّمْعِ ۖ فَمَنْ يَسْتَمِعِ الْآنَ يَجِدْ لَهُ شِهَابًا رَصَدًا

 

9. Dan sesungguhnya kami dulu dapat menduduki beberapa tempat di langit  untuk mendengarkan (beritanya). Tapi sekarang barang siapa  (mencoba) mendengarkan (seperti itu) tentu akan menjumpai panah api yang mengintai (untuk membakarnya).

 

 

Al-Quran surah Al-Hijr (surah ke-15) ayat 27.


وَالْجَانَّ خَلَقْنَاهُ مِنْ قَبْلُ مِنْ نَارِ السَّمُومِ

 

Dan Kami menciptakan jin sebelum (Adam) dari api sangat panas.

 

Al-Quran surah Al-Rahman (surah ke-55) ayat 15.


وَخَلَقَ الْجَانَّ مِنْ مَارِجٍ مِنْ نَارٍ

 

Dan Dia menciptakan jin dari nyala api.

 

Ibnu Abbas, Ikrimah, Mujahid dan Adh-Dhahak berpendapat.

 

Arti firman Allah, "dari nyala api, ialah dari api murni".

 

Yaitu api murni tak campur unsur lain.

Seperti manusia diciptakan dari unsur tanah.

 

Aisyah berkata.

Rasulullah bersabda,

 

”Malaikat diciptakan dari cahaya.

Jin diciptakan dari nyala api.

 

Adam diciptakan dari apa yang disifatkan (diceritakan) kepada kalian."

 

Al-Quran surah Al-A’raf (surah ke-7) ayat 27 .


يَا بَنِي آدَمَ لَا يَفْتِنَنَّكُمُ الشَّيْطَانُ كَمَا أَخْرَجَ أَبَوَيْكُمْ مِنَ الْجَنَّةِ يَنْزِعُ عَنْهُمَا لِبَاسَهُمَا لِيُرِيَهُمَا سَوْآتِهِمَا ۗ إِنَّهُ يَرَاكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُ مِنْ حَيْثُ لَا تَرَوْنَهُمْ ۗ إِنَّا جَعَلْنَا الشَّيَاطِينَ أَوْلِيَاءَ لِلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ

 

Hai anak Adam, jangan sekali-kali kamu dapat ditipu setan seperti ia  mengeluarkan kedua ibu bapakmu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami menjadikan setan pemimpim bagi orang tidak beriman.

 

Para jin dapat melihat manusia.

Tapi manusia tak dapat melihat jin.

Dalam wujud aslinya.

 

Jika manusia dapat melihat jin.

Maka jin yang dilihatnya.

 

Yaitu jin menjelma dalam wujud makhluk.

Yang dapat dilihat mata manusia.

 

Para bangsa jin punya jenis kelamin.

Seperti manusia yaitu pria dan wanita.

Para jin beranak-pinak.

 

Al-Quran surah Al-Kahfi (surah ke-18) ayat 50 .

ذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ كَانَ مِنَ الْجِنِّ فَفَسَقَ عَنْ أَمْرِ رَبِّهِ ۗ أَفَتَتَّخِذُونَهُ وَذُرِّيَّتَهُ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِي وَهُمْ لَكُمْ عَدُوٌّ ۚ بِئْسَ لِلظَّالِمِينَ بَدَلًا

 

Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam, maka mereka sujud kecuali Iblis. Dia dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan keturunannya sebagai pemimpin selain dari-Ku, sedangkan mereka adalah musuhmu? Amat buruk iblis  sebagai pengganti (dari Allah) bagi orang zalim.

 

 

Al-Quran surah Al-Jin (surah ke-72) ayat 11.


وَأَنَّا مِنَّا الصَّالِحُونَ وَمِنَّا دُونَ ذَٰلِكَ ۖ كُنَّا طَرَائِقَ قِدَدًا

 

Dan sesungguhnya di antara kami ada orang saleh dan di antara kami ada (pula) yang tidak demikian halnya. Adalah kami menempuh jalan yang berbeda.

 

Al-Quran surah Qaf (surah ke-50) ayat 27.


۞ قَالَ قَرِينُهُ رَبَّنَا مَا أَطْغَيْتُهُ وَلَٰكِنْ كَانَ فِي ضَلَالٍ بَعِيدٍ

 

Yang menyertai dia berkata (pula): "Ya Tuhan kami, aku tidak menyesatkannya tapi dia berada dalam kesesatan jauh".

 

 

Para ulama jelaskan.

Yang dimaksud “qarin”.

 

Yaitu “yang menyertai”.

Artinya tiap manusia disertai "Qarin dari kalangan Jin".

 

 

Daftar Pustaka

1.Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.  

2.Shihab, M. Quraish Shihab. Wawasan Al-Quran. Tafsir Maudhui atas Perbagai Persoalan Umat. Penerbit Mizan, 2009.

3.Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan Al-Quran.

4.Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2,

5.Tafsirq.com online.      

 

38377. AGUS MUSTOFA TUBUH MATERI