Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Thursday, May 15, 2025

40657. ANEKA DOSA MANUSIA DAN CARA BERTOBAT

 





ANEKA DOSA MANUSIA DAN CARA TOBAT DI ALQURAN

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

 

 

Dalam Al-Qur’an.

Dosa manusia dijelaskan.

Dalam berbagai bentuk dan tingkatan.

 

Jenis dosa manusia

Yaitu:

 

1)        Syirik.

2)        Kufur.

 

3)        Membunuh tanpa alasan yang benar.

4)        Berzina.

 

5)        Riba.

6)        Mencuri.

 

7)        Berdusta dan menuduh tanpa bukti.

8)        Durhaka pada orang tua.

 

9)        Munafik.

10)  Sombong dan takabur.

 

1.        Syirik (Menyekutukan Allah).

Dosa Terbesar

 

Syirik dosa paling besar.

Tak diampuni Allah.

Jika tak bertobat.

 

Al-Quran surah An-Nisa (surah ke-4) ayat 48.


إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ ۚ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَىٰ إِثْمًا عَظِيمًا


Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barang siapa mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa besar.

 

2.        Kufur (Mengingkari Allah dan Nikmat-Nya)

 

Al-Quran surah Ibrahim (surah ke-14) ayat 7.

 


وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

 

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".

 

3. Membunuh tanpa alasan yang benar

 

Al-Quran surah Al-Maidah (surah ke-5) ayat 32.

 


مِنْ أَجْلِ ذَٰلِكَ كَتَبْنَا عَلَىٰ بَنِي إِسْرَائِيلَ أَنَّهُ مَنْ قَتَلَ نَفْسًا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِي الْأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيعًا وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَا أَحْيَا النَّاسَ جَمِيعًا ۚ وَلَقَدْ جَاءَتْهُمْ رُسُلُنَا بِالْبَيِّنَاتِ ثُمَّ إِنَّ كَثِيرًا مِنْهُمْ بَعْدَ ذَٰلِكَ فِي الْأَرْضِ لَمُسْرِفُونَ


Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: barang siapa  membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di bumi, maka seakan-akan dia membunuh manusia seluruhnya. Dan barang siapa menjaga kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia menjaga kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan yang jelas, kemudian banyak di antara mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan di bumi.

 

4. Zina (Hubungan di luar nikah)

 

Al-Quran surah Al-Isra (surah ke-17) ayat 32.

 


وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا


Dan jangan kamu mendekati zina; sesungguhnya zina adalah perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.

 

5. Riba (Memakan riba atau bunga)

 

Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 275.

 


الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا إِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبَا ۗ وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا ۚ فَمَنْ جَاءَهُ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّهِ فَانْتَهَىٰ فَلَهُ مَا سَلَفَ وَأَمْرُهُ إِلَى اللَّهِ ۖ وَمَنْ عَادَ فَأُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

 

Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli sama dengan riba, padahal Allah  menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.

 

6. Mencuri

 

Al-Quran surah Al-Maidah (surah ke-5) ayat 38.


وَالسَّارِقُ وَالسَّارِقَةُ فَاقْطَعُوا أَيْدِيَهُمَا جَزَاءً بِمَا كَسَبَا نَكَالًا مِنَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

 

Pria yang mencuri dan wanita yang mencuri, potong tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

 

7. Berdusta dan menuduh tanpa bukti.

 

Al-Quran surah An-Nur (surah ke-24) ayat 4.

 


وَالَّذِينَ يَرْمُونَ الْمُحْصَنَاتِ ثُمَّ لَمْ يَأْتُوا بِأَرْبَعَةِ شُهَدَاءَ فَاجْلِدُوهُمْ ثَمَانِينَ جَلْدَةً وَلَا تَقْبَلُوا لَهُمْ شَهَادَةً أَبَدًا ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ


Dan orang yang menuduh wanita yang baik (berbuat zina) dan mereka tidak mendatangkan 4 orang saksi, maka dera mereka (yang menuduh itu) 80 kali dera, dan jangan kamu terima kesaksian mereka buat selamanya. Dan mereka itu orang yang fasik.

 

8. Durhaka kepada orang tua

 

Al-Quran surah Al-Isra (surah ke-17) ayat 23.

 


۞ وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

 

Dan Tuhanmu memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau keduanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali jangan kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan jangan kamu membentak mereka dan ucapkan kepada mereka perkataan mulia.

 

9. Munafik (Berpura-pura beriman)

 

Al-Quran surah An-Nisa (surah ke-4) ayat 145.


إِنَّ الْمُنَافِقِينَ فِي الدَّرْكِ الْأَسْفَلِ مِنَ النَّارِ وَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ نَصِيرًا

 

Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka.

10. Sombong dan takabur

 

Al-Quran surah Luqman (surah ke-31) ayat 18.

 


وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ

 

 

Dan jangan kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan jangan kamu berjalan di bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang sombong lagi membanggakan diri.

 

Istilah Dosa dalam Al-Qur’an

Yaitu:

 

1)        Dzanbun (ذَنبٌ)

 

Mengacu dosa dilakukan sadar dan sengaja, sering terkait pelanggaran pada perintah Allah.

 

2)        Khati'ah (خَطِيئَةٌ)

Kesalahan atau dosa terjadi karena tidak sengaja atau lalai.

3)        Itsmun (إِثْمٌ)

 

Dosa berdampak sosial.

Menolak kebenaran atau melanggar hak orang lain.

 

4)        Junah (جُنَاحٌ)

 

Pelanggaran ringan atau penyimpangan dari kebenaran tidak disengaja.

 

5)        Jurmun (جُرْمٌ)

 

Kejahatan atau dosa besar.

Dilakukan dengan niat jahat dan berulang.

 

Dosa Besar dalam Al-Qur’an

Yaitu:

 

1)        Syirik (Menyekutukan Allah)

Dosa yang paling besar dan tidak diampuni jika tidak bertaubat.

 

2)        Berputus Asa dari Rahmat Allah.

 

Menganggap bahwa Allah tidak akan mengampuni dosa, menunjukkan kurangnya iman.

 

3)        Merasa Aman dari Azab Allah

 

Menganggap bahwa diri pasti selamat dari hukuman Allah, menunjukkan sombong.

 

4)        Durhaka kepada Orang Tua

 

Tidak berbakti atau menyakiti hati orang tua.

Yang sangat dilarang dalam Islam.

 

5)        Membunuh tanpa Alasan yang Benar

 

Menghilangkan nyawa orang tanpa hak adalah dosa besar.

 

6)        Menuduh Wanita Baik-baik Berzina

Menuduh tanpa bukti yang sah membawa konsekuensi berat.

 

7)        Memakan Riba.

 

Mengambil keuntungan dari bunga atau riba dalam transaksi keuangan.

 

8)        Lari dari Medan Perang.

 

Melarikan diri saat berperang di jalan Allah tanpa alasan yang benar.

 

9)        Berzina

Melakukan hubungan seks di luar nikah.

 

 

10)  Murtad (Keluar dari Islam)

 

Meninggalkan agama Islam setelah sebelumnya memeluknya.

 

 

Al-Qur’an mengingatkan dosa.

Tapui juga memberi harapan.

Untuk bertobat:

 

Al-Quran surah Az-Zumar (surah ke-39) ayat 53.

 


۞ قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

 

Katakan: "Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa semuanya. Sesungguhnya Dia Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

 

Al-Qurana surah Al-Furqan (surah ke-25) ayat 70.

 


إِلَّا مَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ عَمَلًا صَالِحًا فَأُولَٰئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

 

Kecuali orang yang bertobat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

 

Cara tobat dalam Al-Qur’an.

Yaitu:

 

1)        Menyesali dosa dengan sungguh-Sungguh.

 

2)        Merasa bersalah dan menyesal telah melakukan dosa.

 

3)        Segera meninggalkan dosa itu.

 

4)        Tidak menunda dan segera berhenti dari perbuatan dosa.

 

5)        Bertekad tak mengulangi lagi.

 

6)        Memperbanyak Istigfar dan amal baik.

 

7)        Mengganti perbuatan buruk dengan perbuatan baik.

 

8)        Tobat dilakukan sebelum ajal.

 

Sumber

1)        Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2)        ChatGPT

 

 

40656. ISLAM FOBIA BACA QURAN

40652. JET TEMPUR J-10 CHINA

Wednesday, May 14, 2025

40649. KONSEP KAYA DAN MISKIN VERSI QURAN

 





KONSEP KAYA DAN MISKIN VERSI ALQURAN

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

 

Dalam Al-Qur'an.

Konsep kaya (ghani) dan miskin(faqir).

 

Dibahas dalam banyak ayat.

Dalam konteks:

 

1)        Keadilan social.

2)        Ujian hidup.

3)        Wajib membantu sesama.

 

A.       Kaya (الغني - al-ghani)

 

Yaitu:

 

1)        Orang punya harta cukup atau lebih.

2)        Tak membutuhkan apa pun.

 

Al-Quran surah  Az-Zariyat (surah ke-51) ayat 58.


إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ

 

Sesungguhnya Allah Dia Maha Pemberi rezeki Yang mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.

 

Keterangan.

 

1)        Allah disebut Maha Kaya (Al-Ghani).

2)        Tak bergantung pada makhluk.

 

 

Al-Quran surah Al-Lail (surah ke-92)  ayat 5 -7.

 

فَأَمَّا مَنْ أَعْطَىٰ وَاتَّقَىٰ

 

5. Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa,

 

وَصَدَّقَ بِالْحُسْنَىٰ

 

6. dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga),

 

فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْيُسْرَىٰ

 

7. maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah.

 

Keterangan.

Kekayaan sejati adalah yang dipakai untuk kebaikan dan takwa.

 

B.       Miskin (الفقير - al-faqir)

 

Yaitu:

1)        Orang kekurangan harta untuk  kebutuhan pokok.

 

2)        Tergantung kepada Allah.

 

Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat  273.


لِلْفُقَرَاءِ الَّذِينَ أُحْصِرُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ لَا يَسْتَطِيعُونَ ضَرْبًا فِي الْأَرْضِ يَحْسَبُهُمُ الْجَاهِلُ أَغْنِيَاءَ مِنَ التَّعَفُّفِ تَعْرِفُهُمْ بِسِيمَاهُمْ لَا يَسْأَلُونَ النَّاسَ إِلْحَافًا ۗ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ خَيْرٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ

 

(Berinfaklah) kepada orang-orang fakir yang terikat (oleh jihad) di jalan Allah; mereka tidak dapat (berusaha) di bumi; orang yang tidak tahu menyangka mereka orang kaya karena menjaga diri dari minta-minta. Kamu kenal mereka dengan melihat sifat-sifatnya, mereka tidak meminta kepada orang secara mendesak. Dan apa saja harta yang baik yang kamu infakka (di jalan Allah), maka sesungguhnya Allah Maha Mengatahui.

 

C.       Hikmah adanya kaya dan miskin.

 

Al-Qur'an menyatakan.

1)        Kekayaan.

2)        Kemiskinan.

 

Semua itu ujian.

Bukan ukuran mulia atau hina.

 

Al-Quran surah Al-Fajr (surah ke-89) ayat 15 -16.


فَأَمَّا الْإِنْسَانُ إِذَا مَا ابْتَلَاهُ رَبُّهُ فَأَكْرَمَهُ وَنَعَّمَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَكْرَمَنِ

 

15. Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia akan berkata: "Tuhanku telah memuliakanku".

 

وَأَمَّا إِذَا مَا ابْتَلَاهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَهَانَنِ

 

16. Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rezekinya maka dia berkata: "Tuhanku menghinakanku".

 

Keterangan.

 

1)        Kaya bukan tanda dimuliakan.

2)        Miskin bukan tanda kehinaan.

3)        Semua adalah ujian.

 

Hikmah adanya kaya dan miskin.

Yaitu:

 

1)        Ujian dari Allah.

2)        Agar terjadi keseimbangan social.

 

3)        Sarana saling menolong dan menyucikan diri.

 

4)        Agar manusia tak sombong dan tak putus asa.

 

5)        Mengajarkan sifat syukur dan sabar.

 

 

Sumber

1)        Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2)        ChatGPT.