Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Saturday, December 6, 2025

54273. LOGIKA QURAN HIKMAH DI BALIK MUSIBAH

 


LOGIKA QURAN HIKMAH DI BALIK MUSIBAH

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

 

 

LOGIKA QURAN:

HIKMAH DI BALIK MUSIBAH

 

A.       Premis Dasar (Konsep tentang Allah & manusia)

 

1.        Allah Maha Bijaksana

 

1)        Premis: Allah tak bertindak tanpa tujuan.

 

2)        Jika Allah Maha Bijaksana.

3)        Maka semua peristiwa punya hikmah.

QS. Al-Baqarah (2:32)


قَالُوا سُبْحَانَكَ لَا عِلْمَ لَنَا إِلَّا مَا عَلَّمْتَنَا ۖ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ

 

Mereka menjawab: "Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkau Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana".

 

Catatan.

1)        “Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana.”

 

2)        Banyak ayat lain.

 

Logika:

1)        Tak mungkin peristiwa tanpa makna.

2)        Termasuk musibah.

 

2.        Ilmu manusia sangat sedikit

 

Premis:

 

1)        Manusia tak melihat seluruh realitas.

2)        Yang dilihat hanya bagian kecil dari rencana besar.

 

QS. Al-Isrā’ (17:85)


وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الرُّوحِ ۖ قُلِ الرُّوحُ مِنْ أَمْرِ رَبِّي وَمَا أُوتِيتُمْ مِنَ الْعِلْمِ إِلَّا قَلِيلًا

 

Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakan (Muhammad): "Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan kamu tak diberi pengetahuan melainkan sedikit".

 

Catatan.

1)        “Kamu tak diberi ilmu, kecuali sedikit.”

Logika:

 

1)        Jika manusia hanya tahu Sebagian.

2)        Maka banyak hikmah tersembunyi.

 

3.        Kehidupan dunia adalah ujian

 

Premis:

 

1)        Dunia tempat ujian.

2)        Bukan tempat hasil.

 

QS. Al-Mulk (67:2)


الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ

 

2. Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun,

 

Catatan

 

1)         “Untuk menguji siapa paling baik amalnya.”


Logika:

 

1)        Jika dunia ujian.

2)        Maka musibah bagian sistem ujian.

 

B.       Struktur Hikmah di Balik Musibah

 

Al-Qur’an sebutkan 5 fungsi musibah.

 

1.                   Musibah sebagai Ujian untuk Menampakkan Nilai Diri

 

Logika:

 

1)        Nilai sabar hanya terlihat saat diuji.

2)        Tanpa cobaan.

3)        Tak ada bukti iman.

 

QS. Al-‘Ankabūt (29:2)

 

أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ

 

Apakah manusia mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedangkan mereka tidak diuji lagi?

 

 

Kesimpulan:


Hikmah:

1)                Ujian akan aktualkan iman tersembunyi.

 

2.                   Musibah sebagai Pembersih Dosa

 

Logika:

1)        Manusia banyak salah.

2)        Harus ada mekanisme pembersihan.

 

3)        Musibah pengganti hukuman akhirat.

 

QS. Asy-Syūrā (42:30)


وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ

 

Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka disebabkan perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (kesalahanmu).

 

Hikmah:

1)        Musibah kurangi beban dosa.

2)        Sebelum akhirat.

 

3.                   Musibah sebagai Pendidikan Karakter

 

Logika:

 

1)        Karakter kuat lahir dari kesulitan.

2)        Orang besar lahir dari ujian besar.

 

QS. Al-Insyirah (94:6-7)


فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

6.        Maka sesungguhnya bersama  kesulitan ada kemudahan,

 

إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

 

7. Sesungguhnya Bersama kesulitan ada kemudahan.

 

1)                Hikmah musibah:

2)                Kemajuan diri.

 

3)                Sikap dewasa.

4)                Wisdom, bijaksana.

 

4.                   Musibah Cara Allah Mengembalikan Manusia

 

Logika:

1)        Manusia cenderung lalai saat senang.

2)        Musibah membuka mata hati.

QS. Al-A‘rāf (7:168)

 

وَقَطَّعْنَاهُمْ فِي الْأَرْضِ أُمَمًا ۖ مِنْهُمُ الصَّالِحُونَ وَمِنْهُمْ دُونَ ذَٰلِكَ ۖ وَبَلَوْنَاهُمْ بِالْحَسَنَاتِ وَالسَّيِّئَاتِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

 

Dan Kami bagi mereka di dunia menjadi beberapa golongan; di antaranya ada orang saleh dan di antaranya ada yang tidak demikian. Dan Kami coba mereka dengan (nikmat) yang baik dan (bencana) yang buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran).

 

1)        “Kami uji mereka dengan senang dan susah agar mereka kembali.”

 

2)        Hikmah musibah.

3)        Hubungan dengan Allah kembali hidup.

 

5. Musibah Hikmah Tersembunyi

Logika:

1)        Yang tampak buruk.

2)        Bisa jadi penyelamat.

 

3)        Contoh paling kuat: Musa & Khidir.

 

QS. Al-Baqarah (2:216)


كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

 

Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.

 

1)        “Boleh jadi kamu benci sesuatu padahal ia baik bagimu.”

 

2)        Hikmah musibah:

3)        Kebaikan besar yang belum terlihat.

 

C.       Analogi Qur’an: Musa & Khidir

 

Model logika real-time:

 

1)        Perahu dirusak → tampak zalim → ternyata menyelamatkan dari Raja.

 

2)        Anak dibunuh → tampak kejam → ternyata menyelamatkan iman orang tua.

 

3)        Dinding diperbaiki → tampak sia-sia → ternyata melindungi harta yatim.

 

Pelajaran logika:

 

1)        Ilmu manusia parsial.

2)        Ilmu Allah komprehensif (total).

 

QS. Al-Kahf (18:68)

 

1)         “Bagaimana kamu sabar terhadap sesuatu yang belum kamu ketahui?”

 

Kesimpulan Logika

 

1)        Allah Maha Bijaksana dan Ilmu-Nya sempurna.

 

2)        Manusia berilmu sedikit.

 

3)        Hidup di dunia sebagai ujian.

 

4)        Musibah terjadi dengan tujuan.

 

5)        Membersihkan dosa.

6)        Membentuk karakter.

 

7)        Menguji iman.

8)        Kembalikan manusia pada Allah.

 

9)        Simpan kebaikan.

 

Cara praktis ambil hikmah

Qur’an ajarkan respons logis.

 

Hadapi musibah.

 

1)        Sabar (tahan emosi)

2)        Syukur (cari sisi baik)

 

3)        Tafakur (analisis hikmah)

4)        Tawakal (percaya rencana Allah)

 

5)        Ihtisab (anggap pahala)

 

6)        Respons ini.

7)        Ubah musibah jadi rahmat.

Bottom of Form

 

Sumber

1)        Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2)        ChatGPT.

 

3)        Copilot.

4)        Cici.

 

5)        Claude.

6)        Grok.

7)        Meta AI

 

 

 

Friday, December 5, 2025

54272. PERUSAK HUTAN BAWA BERAS 1 SAK

 


PERUSAK HUTAN MEMBAWA BERAS 1 SAK

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

"Mau kemana Pak?" Tanya Abdul pada Seno mantan Ulu ulu desa.

 

"Ke rumah warga yang kemarin kebanjiran." Jawab Seno dengan senyum mengembang.

 

"Bawa apa itu?" Tanya Abdul lagi.

 

"Beras, ya untuk meringankan saudara kita yang terkena bencana." Ujar Seno sambil memperlihatkan beras di karung yang ia panggul.

 

"Satu karung mah kurang atuh Pak, yang kena banjir itu kan banyak, kok bawa beras satu karung doang sih?"

 

"Lah... Saya bawa banyak kok, semua warga yang kena banjir pasti kebagian, tuh ada di mobil beras-berasnya." Seno menunjuk mobil truk yang mengakut beras.

 

"Kok yang dipanggul cuma satu?"

 

"Ya emang saya harus manggul semuanya? Kamu pikir saya kuat manggul beras satu truk?" Seno mulai kesal.

 

"Lah terus ngapain itu bapak manggul beras? Kenapa ga diangkut truk aja sekalian, kenapa harus bapak panggul tuh satu karung? Ngapain capek-capek bawa-bawa sekarung beras, padahal kan ada truk yang ngangkut berasnya? Bingung saya." Abdul garuk-garuk kepala.

 

"Ya... Ya ini... Ya supaya kelihatan, kalau saya datang ga tangan kosong, saya ke sini bawa beras, biar orang tau kalau saya itu peduli pada masyarakat yang kena bencana banjir."

 

"Ah bapak sok peduli segala, dulu waktu masih menjabat mah ga peduli sama masyarakat, pohon-pohon pada ditebangi bapak malah kasih ijin, padahal gara-gara itu sekarang jadi ada bencana banjir,"

 

"Loooooh... Hmmmm, udah jangan berisik, nih ambil berasnya untuk kamu!" Seno berikan beras yang ia panggul pada Abdul.

 

"Saya ga makan beras Pak, emang saya ayam apa?" Abdul geleng-geleng kepala.

 

"Ya dimasak doooong."

 

"Dimasak pake apa Pak?"

 

"Magicom, lah."

 

"Ga ada listrik Pak! Mati semua listriknya!"

 

"Pake kompor kalo gitu."

 

"Kompor apaan? Rumah aja udah keseret banjir bandang!"

 

Seno menghela nafas dalam-dalam.

 

"Terus bagaimana ini berasnya?"

 

"Mending bapak jual aja tuh beras, tuker sama nasi aja, jangan lupa pake lauk yang enak, saya pesen lauknya teri kacang buatan ibunya bang Ahmad Mustopa, enak dan lebih awet disimpan." Usul Abdul sambil tersenyum.

 

Sementara Seno manggut-manggut tanda mengerti.

 

 

(Sumber Ahmad Mustopa)

54271. CERITA PERUSAK HUTAN BAWA BERAS 1 SAK

 


CERITA PERUSAK HUTAN MEMBAWA 1 SAK BERAS

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

"Mau kemana Pak?" Tanya Abdul pada Seno mantan Ulu ulu desa.

 

"Ke rumah warga yang kemarin kebanjiran." Jawab Seno dengan senyum mengembang.

 

"Bawa apa itu?" Tanya Abdul lagi.

 

"Beras, ya untuk meringankan saudara kita yang terkena bencana." Ujar Seno sambil memperlihatkan beras di karung yang ia panggul.

 

"Satu karung mah kurang atuh Pak, yang kena banjir itu kan banyak, kok bawa beras satu karung doang sih?"

 

"Lah... Saya bawa banyak kok, semua warga yang kena banjir pasti kebagian, tuh ada di mobil beras-berasnya." Seno menunjuk mobil truk yang mengakut beras.

 

"Kok yang dipanggul cuma satu?"

 

"Ya emang saya harus manggul semuanya? Kamu pikir saya kuat manggul beras satu truk?" Seno mulai kesal.

 

"Lah terus ngapain itu bapak manggul beras? Kenapa ga diangkut truk aja sekalian, kenapa harus bapak panggul tuh satu karung? Ngapain capek-capek bawa-bawa sekarung beras, padahal kan ada truk yang ngangkut berasnya? Bingung saya." Abdul garuk-garuk kepala.

 

"Ya... Ya ini... Ya supaya kelihatan, kalau saya datang ga tangan kosong, saya ke sini bawa beras, biar orang tau kalau saya itu peduli pada masyarakat yang kena bencana banjir."

 

"Ah bapak sok peduli segala, dulu waktu masih menjabat mah ga peduli sama masyarakat, pohon-pohon pada ditebangi bapak malah kasih ijin, padahal gara-gara itu sekarang jadi ada bencana banjir,"

 

"Loooooh... Hmmmm, udah jangan berisik, nih ambil berasnya untuk kamu!" Seno berikan beras yang ia panggul pada Abdul.

 

"Saya ga makan beras Pak, emang saya ayam apa?" Abdul geleng-geleng kepala.

 

"Ya dimasak doooong."

 

"Dimasak pake apa Pak?"

 

"Magicom, lah."

 

"Ga ada listrik Pak! Mati semua listriknya!"

 

"Pake kompor kalo gitu."

 

"Kompor apaan? Rumah aja udah keseret banjir bandang!"

 

Seno menghela nafas dalam-dalam.

 

"Terus bagaimana ini berasnya?"

 

"Mending bapak jual aja tuh beras, tuker sama nasi aja, jangan lupa pake lauk yang enak, saya pesen lauknya teri kacang buatan ibunya bang Ahmad Mustopa, enak dan lebih awet disimpan." Usul Abdul sambil tersenyum.

 

Sementara Seno manggut-manggut tanda mengerti.

 

 

(Sumber Ahmad Mustopa)