Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Friday, December 11, 2020

8023. KHOTBAH JUMAT MUKJIZAT NABI ISA

 


Khotbah Jumat,

MUKJIZAT NABI ISA

 

Khutbah-1

 

الْحَمْدُ لِلَّه

الْحَمْدُ لِلَّه نَحْمَدُهُ وَ نَسْتَعِيْنُهُ وَ نَسْتَغْفِرُهُ وَ نَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْر

أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَاِلنَا مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَ مَنْ يُضْلِلْ

فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ

وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ اَللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلىَ اَلِهِ وَ أَصْحَابِهِ وَ مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُون

 

 

Para jamaah yang berbahagia,

 

Marilah kita selalu meningkatkan takwa kepada Allah SWT dengan menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

 

 



Sebagai utusan Allah SWT, Nabi Isa diberi mukjizat untuk meyakinkan masyarakat umum.

 

Mukjizat Nabi lsa.

 

1.       Nabi Isa masih bayi bisa bicara untuk membela ibunya, Bunda Maryam dari tuduhan berzina.

 

2.       Patung burung ditiup menjadi burung yang hidup.

 

3.       Menyembuhkan orang yaag matanya buta sejak lahir.

 

4.       Menyembuhkan orang sakit sopak.

 

5.       Menghidupkan orang yang sudah mati dengan izin Allah.

 

6.       Menyebutkan dengan tepat apa yang dimakan dan disimpan seseorang di rumahnya.

 

7.       Menurunkan makanan langsung dari langit.

 


Al Qur'an surah Maryam (surah ke-19) ayat 30

 

 

قَالَ إِنِّى عَبْدُ ٱللَّهِ ءَاتَىٰنِىَ ٱلْكِتَٰبَ وَجَعَلَنِى نَبِيًّا


 

Berkata Isa: "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al-Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi.




 

Al-Quran surah Ali Imran (surah ke-3) ayat 49

 

 

وَرَسُولًا إِلَىٰ بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ أَنِّى قَدْ جِئْتُكُم بِـَٔايَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ ۖ أَنِّىٓ أَخْلُقُ لَكُم مِّنَ ٱلطِّينِ كَهَيْـَٔةِ ٱلطَّيْرِ فَأَنفُخُ فِيهِ فَيَكُونُ طَيْرًۢا بِإِذْنِ ٱللَّهِ ۖ وَأُبْرِئُ ٱلْأَكْمَهَ وَٱلْأَبْرَصَ وَأُحْىِ ٱلْمَوْتَىٰ بِإِذْنِ ٱللَّهِ ۖ وَأُنَبِّئُكُم بِمَا تَأْكُلُونَ وَمَا تَدَّخِرُونَ فِى بُيُوتِكُمْ ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَةً لَّكُمْ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ


 

 

Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israel (yang berkata kepada mereka): "Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa sesuatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuat untukmu dari tanah berbentuk burung; kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan izin Allah; dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak; dan aku menghidupkan orang mati dengan izin Allah; dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya yang demikian suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman.


Al-Quran surah Al-Ma'idah (surah ke-5) ayat  110

 

 

إِذْ قَالَ ٱللَّهُ يَٰعِيسَى ٱبْنَ مَرْيَمَ ٱذْكُرْ نِعْمَتِى عَلَيْكَ وَعَلَىٰ وَٰلِدَتِكَ إِذْ أَيَّدتُّكَ بِرُوحِ ٱلْقُدُسِ تُكَلِّمُ ٱلنَّاسَ فِى ٱلْمَهْدِ وَكَهْلًا ۖ وَإِذْ عَلَّمْتُكَ ٱلْكِتَٰبَ وَٱلْحِكْمَةَ وَٱلتَّوْرَىٰةَ وَٱلْإِنجِيلَ ۖ وَإِذْ تَخْلُقُ مِنَ ٱلطِّينِ كَهَيْـَٔةِ ٱلطَّيْرِ بِإِذْنِى فَتَنفُخُ فِيهَا فَتَكُونُ طَيْرًۢا بِإِذْنِى ۖ وَتُبْرِئُ ٱلْأَكْمَهَ وَٱلْأَبْرَصَ بِإِذْنِى ۖ وَإِذْ تُخْرِجُ ٱلْمَوْتَىٰ بِإِذْنِى ۖ وَإِذْ كَفَفْتُ بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ عَنكَ إِذْ جِئْتَهُم بِٱلْبَيِّنَٰتِ فَقَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ مِنْهُمْ إِنْ هَٰذَآ إِلَّا سِحْرٌ مُّبِينٌ


 

 

 

 

(Ingatlah), ketika Allah mengatakan: "Hai Isa putra Maryam, ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu di waktu Aku menguatkan kamu dengan ruhul qudus. Kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa; dan (ingatlah) di waktu Aku mengajar kamu menulis, hikmah, Taurat dan Injil, dan (ingatlah pula) diwaktu kamu membentuk dari tanah (suatu bentuk) yang berupa burung dengan izin-Ku, kemudian kamu meniup kepadanya, lalu bentuk itu menjadi burung (yang sebenarnya) dengan izin-Ku. Dan (ingatlah) di waktu kamu menyembuhkan orang buta sejak dalam kandungan ibu dan orang berpenyakit sopak dengan izin-Ku, dan (ingatlah) di waktu kamu mengeluarkan orang mati dari kubur (menjadi hidup) dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu Aku menghalangi Bani Israel (dari keinginan mereka membunuh kamu) di kala kamu mengemukakan kepada mereka keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir diantara mereka berkata: "Ini tidak lain hanya sihir yang nyata".


Al-Quran surat Al-Ma'idah (surah ke-5) ayat 112.

 

 

إِذْ قَالَ ٱلْحَوَارِيُّونَ يَٰعِيسَى ٱبْنَ مَرْيَمَ هَلْ يَسْتَطِيعُ رَبُّكَ أَن يُنَزِّلَ عَلَيْنَا مَآئِدَةً مِّنَ ٱلسَّمَآءِ ۖ قَالَ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ


 

 

(Ingatlah), ketika pengikut Isa berkata: "Hai Isa putera Maryam, sanggupkah Tuhanmu menurunkan hidangan dari langit kepada kami?". Isa menjawab: "Bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang yang beriman".

 


Para jemaah yth.


Nabi lsa bisa bicara saat masih bayi untuk melidungi ibunya, Bunda Maryam dari tuduhan berzina.

 

Nabi lsa lahir tanpa ayah, orang-orang menuduh Bunda Maryam telah berzina.

 

Bayi Nabi lsa bicara untuk melindungi ibunya dari tuduhan berzina.

 



















Nabi Isa AS mohon kepada Allah SWT sesuai keinginan pengikutnya.

Makanan yang terhidang di atas meja disebut Al-Ma'idah.

 



Para jamaah yth.

 

Profesor Amerika telah membaca AlQuran berkata.

 

Awalnya dia mengira Al-Quran pasti berisi keluarga Nnabi Muhammad.

 

Teryata dalam Al-Quran

1.       Tidak ada surah bernama Khadijah,  istri Rasulullah.

 

2.       Tidak ada surah bernama Aisyah, istri Rasulullah.

 

3.       Tidak ada surah bernama Fatimah, putri Rasulullah.

 

4.       Ada surah Maryam (surah ke-19), nama Bunda Nabi Isa.

 

5.       Islam sangat menghormati Nabi Isa sebagai utusan Allan dan ibunya, Bunda Maryam sebagai wanita suci.

 

Kelak di akhirat, Nabi Isa ditanya apakah dia mengaku tuhan?

 

 

 Al-Quran surah Al-Maidah (ssurah ke-5) ayat 116.

 

 

 

وَإِذْ قَالَ ٱللَّهُ يَٰعِيسَى ٱبْنَ مَرْيَمَ ءَأَنتَ قُلْتَ لِلنَّاسِ ٱتَّخِذُونِى وَأُمِّىَ إِلَٰهَيْنِ مِن دُونِ ٱللَّهِ ۖ قَالَ سُبْحَٰنَكَ مَا يَكُونُ لِىٓ أَنْ أَقُولَ مَا لَيْسَ لِى بِحَقٍّ ۚ إِن كُنتُ قُلْتُهُۥ فَقَدْ عَلِمْتَهُۥ ۚ تَعْلَمُ مَا فِى نَفْسِى وَلَآ أَعْلَمُ مَا فِى نَفْسِكَ ۚ إِنَّكَ أَنتَ عَلَّٰمُ ٱلْغُيُوبِ


 

 

 

Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: "Hai Isa putera Maryam, apakah kamu mengatakan kepada manusia: "Jadikan aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?". Isa menjawab: "Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakan tentu Engkau tahu apa yang ada pada diriku dan aku tidak tahu apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui hal yang gaib".

 

Al-Quran surah Al-Maidah (ssurah ke-5) ayat 17.

 

 

 

لَّقَدْ كَفَرَ ٱلَّذِينَ قَالُوٓا۟ إِنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلْمَسِيحُ ٱبْنُ مَرْيَمَ ۚ قُلْ فَمَن يَمْلِكُ مِنَ ٱللَّهِ شَيْـًٔا إِنْ أَرَادَ أَن يُهْلِكَ ٱلْمَسِيحَ ٱبْنَ مَرْيَمَ وَأُمَّهُۥ وَمَن فِى ٱلْأَرْضِ جَمِيعًا ۗ وَلِلَّهِ مُلْكُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا ۚ يَخْلُقُ مَا يَشَآءُ ۚ وَٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ


 

 

 

Sesungguhnya telah kafir orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah ialah Al-Masih putera Maryam". Katakan: "Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah, jika Dia hendak membinasakan Al-Masih putera Maryam beserta ibunya dan seluruh orang-orang yang berada di bumi kesemuanya?". Kepunyaan Allah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya; Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

 







 

 

Semoga Allah SWT memberi kekuatan dan kesehatan sehingga kita mampu mengikuti semua contoh teladan dari Rasulullah SAW.

 

 

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ

وَ نَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلأَيَاتِ وَ ذِكْرِ الْحَكِيْمِ

وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

 

----duduk----

8022. LAWAN KEZALIMAN DENGAN AKAL SEHAT



 LAWAN KEZALIMAN DENGAN AKAL SEHAT

Oleh: Drs. H.M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

 

KISAH ULAR DAN GERGAJI

 

 

Seekor ular masuk ke dalam Toko Pertukangan.

 

 

Ketika ular merayap ke pojok, ular itu menyenggol sebuah gergaji dan sedikit melukai dirinya sendiri.

 

 

 

Pada saat itu, dia berbalik dan menggigit gergaji itu, hingga mulutnya terluka.

 

 

 

Kemudian, tanpa memahami hal yang terjadi padanya dan berpikir bahwa gergaji itu menyerangnya.

 

 

 

Ular itu memutuskan untuk melilit gergaji.

 

 

 

Semakin kuat ia melilit, semakin ia terluka parah.

 

 

 

Saudaraku...!!

 

 

Terkadang kita ingin MELUAPKAN AMARAH, dan berpikir untuk menyakiti orang yang telah menyakiti kita.

 

 

 

Tetapi sebenarnya kita menyakiti diri sendiri.

 

 

Tak perlu menanggapi setiap ucapan yang menyakitkan.

 

 

Belajar sabar untuk tidak membalas.

 

 

Belajar tabah untuk tidak memberi komentar apa pun.

 

 

 

Jika kita berada pada posisi yang benar, maka orang yang memusuhi kita pasti akan jatuh dan menelan kata-katanya sendiri.

 

 

 

Kebenaran laksana matahari.

 

 

 

Dia mungkin tidak muncul sesaat.

 

 

Yakinlah MATAHARI pasti akan muncul kembali.

 

 

 

Yakinlah KEBENARAN pasti akan muncul kembali.

 

Al-Quran surah Al-Zalzalah (surah ke-99) ayat 7-8.

 

 

 

فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُۥ


وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُۥ


 

 

 

Barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.



Dan barang siapa mengerjakan kejahatan sebesar zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.




 

 

(Sumber: internet)

8021. PAKAI AKAL SEHAT DALAM MELAWAN KEZALIMAN



 PAKAI AKAL SEHAT DALAM MELAWAN KEZALIMAN

Oleh: Drs. H.M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

 

KISAH ULAR DAN GERGAJI

 

 

Seekor ular masuk ke dalam Toko Pertukangan.

 

 

Ketika ular merayap ke pojok, ular itu menyenggol sebuah gergaji dan sedikit melukai dirinya sendiri.

 

 

 

Pada saat itu, dia berbalik dan menggigit gergaji itu, hingga mulutnya terluka.

 

 

 

Kemudian, tanpa memahami hal yang terjadi padanya dan berpikir bahwa gergaji itu menyerangnya.

 

 

 

Ular itu memutuskan untuk melilit gergaji.

 

 

 

Semakin kuat ia melilit, semakin ia terluka parah.

 

 

 

Saudaraku...!!

 

 

Terkadang kita ingin MELUAPKAN AMARAH, dan berpikir untuk menyakiti orang yang telah menyakiti kita.

 

 

 

Tetapi sebenarnya kita menyakiti diri sendiri.

 

 

Tak perlu menanggapi setiap ucapan yang menyakitkan.

 

 

Belajar sabar untuk tidak membalas.

 

 

Belajar tabah untuk tidak memberi komentar apa pun.

 

 

 

Jika kita berada pada posisi yang benar, maka orang yang memusuhi kita pasti akan jatuh dan menelan kata-katanya sendiri.

 

 

 

Kebenaran laksana matahari.

 

 

 

Dia mungkin tidak muncul sesaat.

 

 

Yakinlah MATAHARI pasti akan muncul kembali.

 

 

 

Yakinlah KEBENARAN pasti akan muncul kembali.

 

Al-Quran surah Al-Zalzalah (surah ke-99) ayat 7-8.

 

 

 

فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُۥ


وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُۥ


 

 

 

Barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.



Dan barang siapa mengerjakan kejahatan sebesar zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.




 

 

(Sumber: internet)

8020. QADA DAN QADAR MENURUT IMAM HANAFI

 


QADA DAN QADAR MENURUT IMAM HANAFI

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

Imam Hanafi tak mau membahas masalah takdir bertele-tele.

 

lmam Hanafi berkata,

 

“Masalah takdir sangat sulit dipahami seperti masalah yang tertutup, tapi kuncinya hilang.”

 

 

“Membahas masalah takdir seperti orang di bawah terik matahari, semakin lama memandang, maka dia semakin bingung.”

 

 

Imam Hanafi membedakan Qada dan Qadar.

1.      Qada adalah ketetapan Allah yang tercantum dalam wahyu-Nya.

 

 

2.      Qadar adalah tempat berlakunya kekuasaan-Nya.

 

 

Allah telah menetapkan beberapa hal untuk manusia di zaman azali dan memerintahkan mereka berdasar wahyu-Nya.

 

Perbuatan manusia berlangsung berdasar ketetapan-Nya di zaman azali itu.

 

 

 

ZAMAN AZALI

adalah zaman  hanya ada Allah saja dan belum ada ciptaan Allah.

 

 

lmam Hanafi membagi Qada 2 bagian, yaitu:

 

1.              Perintah.

2.              Ketetapan

 

 

Qada Perintah dibagi 2 macam, yaitu:

 

 

1.      Perintah bersifat kauniyah yang pasti terjadi.

 

2.      Perintah berupa wahyu yang harus dilaksanakan.

 

 

Perintah bersifat kauniyah

adalah landasan perbuatan manusia di dunia ini.

 

 

Perintah berupa wahyu

adalah hal yang harus dilaksanakan dan menjadi landasan pemberian balasan di akhirat.

 

Qada Ketetapan berupa:

 

1.      Allah tidak menakdirkan manusia menjadi kafir.

 

2.      Allah tidak memerintahkan manusia menjadi kafir.

 

3.      Bahkan Allah melarang manusia menjadi kafir.

 

 

lmam Hanafi membahas masalah takdir hanya dalam batas tertentu.

 

 

Yaitu beriman kepada qada dan qadar, serta luasnya ilmu Allah atas alam semesta.

 

 

Amal manusia mustahil bisa terjadi tanpa izin Allah.

 

Manusia diberi kebebasan untuk memillih patuh atau ingkar kepada Allah, sehingga akan mendapat balasan yang sesuai.

 

 

 

 

 

Daftar Pustaka

1.      Asy-Syinawi, Abdul Aziz. Biografi Empat Mazhab. Penerbit Beirut Publishing. Ummul Qura. Jakarta, 2013. 

2.      Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

3.      Tafsirq.com online.     

 

 

8019. HUKUMNYA SOGOK MENYOGOK

 


HUKUMNYA SOGOK MENYOGOK

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

 

 

 

 

 

 

 Agama Islam melarang sogok-menyogok.

 

 

Bahkan mengutuk pelakunya:

 

1.          Yang menerima.

2.          Yang memberi.

3.          Perantaranya.

 

 

Karena banyak teks keagamaan yang menjelaskan tentang ini.

 

 

 

Kata “sogok” biasanya didefinisikannya sebagai “pemberian atau penerimaan sesuatu untuk memperoleh atau memberikan sesuatu yang tidak sah”.

 

 

 

Apakah memberi sesuatu untuk memperoleh hak yang sah, tidak disebut sogok, sehingga  dibenarkan?

 

 

 

Misalnya, contoh yang sederhana.

 

Kita punya hak untuk  memiliki KTP (Kartu Tanda Penduduk) sebagai surat keterangan pengenal diri.

 

 

Atau kenaikan pangkat dalam jenjang kepegawaian,  atau apa pun yang menjadi hak kita.

 

 

 

Tetapi, petugas yang diserahi tanggung  jawab oleh instansi pemerintah untuk menanganinya senang menunda-nunda.

 

 

 

Sehingga urusan menjadi bertele-tele.

 

 

Karena petugas   berpedoman, “Kalau bisa dipersulit, mengapa harus dipermudah?”.

 

 

 

Kemudian kita “menyogok” dengan memberi “sesuatu” kepada petugas, agar urusan kita lancar.

 

 

 

Karena ingin menghemat waktu dan tenaga untuk menyelesaikan urusan lain.

 

 

Apakah sikap seperti ini dapat dibenarkan?

 

 

 

Para ulama berpendapat petugas yang mempersulit urusan yang menjadi hak seseorang seperti contoh di atas telah melakukan sesuatu yang haram.

 

 

Sehingga petugas itu berdosa.

 

 

 

Petugas yang mempersulit orang yang mengurus haknya, dinilai oleh para ulama telah melakukan penganiayaan.

 

 

 

Meskipun petugas itu tidak menerima sesuatu sebagai sogokan.

 

 

Rasulullah bersabda,”Keadilan adalah memberi hak seseorang melalui prosedur yang mudah lagi cepat”.

 

 

Nabi bersabda,”Permudahlah dan jangan dipersulit,”

 

 

 

Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 188.

 

 

 

وَلَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ وَتُدْلُوا بِهَا إِلَى الْحُكَّامِ لِتَأْكُلُوا فَرِيقًا مِنْ أَمْوَالِ النَّاسِ بِالْإِثْمِ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ

 

 

 

Dan janganlah sebagian kamu memakan harta sebagian yang lain di antaramu dengan jalan yang batil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui.

 

 

 

Abdullah bin Amr berkata,”Rasulullah melaknat orang yang memberi suap dan orang yang menerima suap”.

 

 

 

Sebagian ulama berpendapat:

 

Jika pemerintah yang berwenang tidak mampu memberi jaminan hak kepada orang yang berhak menerimanya, maka dibolehkan memberi sogokan dengan terpaksa hanya untuk mendapat haknya.

 

 

 

Yang berdosa adalah pihak yang berwenang yang mempersulitnya.

 

 

 

 

 

Daftar Pustaka

1. Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.   

2. Shihab, M. Quraish Shihab. Wawasan Al-Quran. Tafsir Maudhui atas Perbagai Persoalan Umat. Penerbit Mizan, 2009.

3. Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan Al-Quran.

4. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

5. Tafsirq.com online