Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Thursday, April 8, 2021

9207. ASAL MULA ADANYA WANITA

 


ASAL ADANYA WANITA

Oleh: Drs. H.M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

 

Al-Quran surah An-Nisa (surah ke-4) ayat 1.

 

 

 

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

 

 

Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakanmu dari seorang diri, dan darinya Allah menciptakan isterinya, dan dari pada keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (jagalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu.

 

 

 

 

Dalam penjelasan ayat ini diterangkan.

 

Pengertian “darinya“ menurut para ulama adalah dari bagian tubuh (tulang rusuk)  Nabi Adam berdasar hadis riwayat Bukhari dan Muslim.

 

 

Tetapi ada pula ulama yang menafsirkan “darinya”.

 

 

Artinya terbuat dari unsur yang serupa.

 

 

Yaitu tanah yang darinya Nabi Adam diciptakan.

 

 

Al-Quran surah Ali Imran (surah ke-3) ayat 195.

 

 

فَاسْتَجَابَ لَهُمْ رَبُّهُمْ أَنِّي لَا أُضِيعُ عَمَلَ عَامِلٍ مِنْكُمْ مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَىٰ ۖ بَعْضُكُمْ مِنْ بَعْضٍ ۖ فَالَّذِينَ هَاجَرُوا وَأُخْرِجُوا مِنْ دِيَارِهِمْ وَأُوذُوا فِي سَبِيلِي وَقَاتَلُوا وَقُتِلُوا لَأُكَفِّرَنَّ عَنْهُمْ سَيِّئَاتِهِمْ وَلَأُدْخِلَنَّهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ ثَوَابًا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الثَّوَابِ

 

Maka Allah memperkenankan permohonannya dengan berfirman,“Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan amal orang yang beramal di antaramu, baik laki-laki atau perempuan, (karena) sebagian kamu adalah keturunan dari sebagian yang lain. Maka orang-orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang dan yang dibunuh, pastilah akan Ku-hapuskan kesalahan mereka dan pastilah Aku masukkan mereka ke dalam surga yang mengalir sungai di bawahnya, sebagai pahala di sisi Allah.  Pada sisi Allah pahala yang baik."

 

 

 

Dalam penjelasan ayat ini diuraikan.

 

 

Sebagaimana seorang laki-laki berasal dari orang tua laki-laki dan perempuan.

 

 

 

Maka seorang wanita juga berasal dari orang tua laki-laki dan perempuan.

 

 

Pria dan wanita sama-sama manusia.

 

 

Yang tidak ada kelebihan yang satu dari yang lain tentang penilaian iman dan amalnya.

 

 

Sebagian kamu adalah bagian dari sebagian yang lain.

 

 

Dalam arti “sebagian kamu (lelaki) berasal dari pertemuan ovum perempuan dan sperma lelaki.

 

 

Dan sebagian yang lain (perempuan) demikian juga halnya.”

 

 

Pria dan wanita adalah sesama manusia.

 

 

Sama dari segi asal kejadian dan kemanusiaannya.

 

 

Rasulullah bersabda,

 

 

“Saling berpesan untuk berbuat baik kepada perempuan.

 

 

Karena mereka diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok”.

 

 

Sebagian ulama ada yang memahami secara keliru.

 

 

Dianggapnya perempuan diciptakan dari tulang rusuk Adam.

 

 

 

Menimbulkan kesan wanita rendah derajat kemanusiaannya dibanding lelaki.

 

 

Tetapi banyak ulama  menjelaskan makna hadis sesungguhnya.

 

 

Tulang rusuk bengkok, adalah “majazi” (kiasan).’

 

 

Artinya hadis itu memperingatkan para lelaki agar menghadapi perempuan dengan bijaksana.

 

 

 

Karena wanita punya sifat, karakter, dan kecenderungan berbeda dengan lelaki.

 

 

Jika tidak disadari dapat mengantarkan kaum lelaki bersikap tidak wajar terhadap wanita.

 

 

Para lelaki sulit mengubah karakter dan sifat bawaan perempuan.

 

 

Meskipun para lelaki berusaha akibatnya dapat fatal.

 

 

Seperti fatalnya meluruskan tulang rusuk yang bengkok.

 

 

Hadis di atas.

 

Justru mengakui pribadi perempuan dengan kodrat bawaannya sejak lahir.

 

 

 

Al-Quran Al-Isra (surah ke-17) ayat 70.

 

 

۞ وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ وَحَمَلْنَاهُمْ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنَاهُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَفَضَّلْنَاهُمْ عَلَىٰ كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلًا

 

     

Dan Sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.

 

 

 

Kalimat “anak-anak Adam”  mencakup lelaki dan perempuan.

 

 

Demikian pula penghormatan  diberikan oleh Allah mencakup anak Adam seluruhnya.

 

Yaitu perempuan dan lelaki.

 

 

Pandangan masyarakat yang membedakan lelaki dan perempuan dikikis Al-Quran.

 

 

Dikecamnya orang gembira dengan lahir seorang anak lelaki.

 

 

Tetapi sedih jika memperoleh anak perempuan.

 

 

Al-Quran surah An-Nahl (surah ke-16) ayat 58-59.

 

 

وَإِذَا بُشِّرَ أَحَدُهُمْ بِالْأُنْثَىٰ ظَلَّ وَجْهُهُ مُسْوَدًّا وَهُوَ كَظِيمٌ

يَتَوَارَىٰ مِنَ الْقَوْمِ مِنْ سُوءِ مَا بُشِّرَ بِهِ ۚ أَيُمْسِكُهُ عَلَىٰ هُونٍ أَمْ يَدُسُّهُ فِي التُّرَابِ ۗ أَلَا سَاءَ مَا يَحْكُمُونَ

      

 

 

Dan jika seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan dia sangat marah.

 

Dia Menyembunyikan dirinya dari orang banyak, disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan ataukah akan menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup)? Ketahuilah, alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan.

 

 

 

Ayat Al-Quran semacam ini diturunkan untuk mengikis segala diskriminasi.

 

 

 Yang membedakan pria dengan wanita.

 

 

Khususnya dalam bidang kemanusiaan.

 

 

Ayat Al-Quran menjelaskan bahwa godaan dan rayuan Iblis ditujukan kepada pria dan wanita.

 

 

Al-Quran surah Al-A’raf (surah ke-7) ayat 20.

 

 

 

فَوَسْوَسَ لَهُمَا الشَّيْطَانُ لِيُبْدِيَ لَهُمَا مَا وُورِيَ عَنْهُمَا مِنْ سَوْآتِهِمَا وَقَالَ مَا نَهَاكُمَا رَبُّكُمَا عَنْ هَٰذِهِ الشَّجَرَةِ إِلَّا أَنْ تَكُونَا مَلَكَيْنِ أَوْ تَكُونَا مِنَ الْخَالِدِينَ

 

      

 

 

Maka setan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan setan berkata, “Tuhan kamu tidak melarangmu dan mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (dalam surga).

 

 

 

Ayat Al-Quran bicara godaan, rayuan setan dan tergelincirnya Nabi Adam dan Hawa.

 

 

Dibentuk dalam kata menunjukkan kebersamaan keduanya tanpa perbedaan.

 

 

Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 36.

 

 

 

فَأَزَلَّهُمَا الشَّيْطَانُ عَنْهَا فَأَخْرَجَهُمَا مِمَّا كَانَا فِيهِ ۖ وَقُلْنَا اهْبِطُوا بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ ۖ وَلَكُمْ فِي الْأَرْضِ مُسْتَقَرٌّ وَمَتَاعٌ إِلَىٰ حِينٍ

      

 

 

Lalu keduanya digelincirkan oleh setan dari surga dan dikeluarkan dari keadaan semula dan Kami berfirman, “Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan.

 

 

 

Yang berbentuk tunggal justru menunjuk kepada kaum lelaki (Nabi Adam).

 

 

Yang bertindak sebagai pemimpin terhadap istrinya.

 

 

Al-Quran surah Thaha (surah ke-20) ayat 120.

 

 

فَوَسْوَسَ إِلَيْهِ الشَّيْطَانُ قَالَ يَا آدَمُ هَلْ أَدُلُّكَ عَلَىٰ شَجَرَةِ الْخُلْدِ وَمُلْكٍ لَا يَبْلَىٰ

     

 

Kemudian setan membisikkan pikiran jahat kepadanya, dengan berkata, “Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi dan kerajaan yang tidak akan binasa?”

 

 

 

Al-Quran mendudukkan posisi dan kedudukan wanita pada tempat sewajarnya.

 

 

Dan meluruskan pandangan salah berkaitan kedudukan dan asal kejadian perempuan.

 

 

 

 

Daftar Pustaka

1.    Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.  

2.    Shihab, M. Quraish Shihab. Wawasan Al-Quran. Tafsir Maudhui atas Perbagai Persoalan Umat. Penerbit Mizan, 2009.

3.    Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan Al-Quran.

4.    Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

5.    Tafsirq.com online.

 

9206. POSISI WANITA TERHORMAT DALAM ISLAM

 


POSISI WANITA TERHORMAT DALAM ISLAM

Oleh: Drs. HM. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

Salah satu tema utama sekaligus prinsip pokok dalam ajaran Islam.

 

Adalah persamaan antara manusia.

 

Persamaan antara lelaki dan perempuan.

 

Maupun antar bangsa, suku dan keturunan.

 

 

Perbedaan yang digarisbawahi.

 

Dan yang kemudian meninggikan atau merendahkan orang.

 

Adalah nilai pengabdian dan ketakwaannya kepada Allah Yang Maha Kuasa.

 

 

Al-Quran surah Al-Hujurat (surah ke-49) ayat 13.

 

 

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

 

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

 

Kedudukan wanita dalam pandangan ajaran Islam.

 

 

Tidak seperti diduga atau dipraktikkan sebagian masyarakat.

 

 

Ajaran Islam pada hakikatnya memberi perhatian sangat besar.

 

 

Serta kedudukan terhormat kepada wanita.

 

 

Imam Ghazali berpendapat,

 

“Jika kita mengembalikan pandangan ke zaman sebelum 1.000 tahun.

 

Maka kita menemukan para wanita menikmati keistimewaan dalam bidang materi dan sosial yang tidak dikenal oleh para wanita di 5 benua.

 

 

Keadaan wanita zaman itu lebih baik dibanding wanita Barat sekarang ini.

 

Asalkan kebebasan berpakaian dan pergaulan tidak dijadikan bahan perbandingan.”

 

 

Para ulama berpendapat,

 

“Tabiat manusia pria dan wanita hampir sama.

 

 Allah menganugerahkan kepada wanita seperti kepada pria”.

 

 

Allah menganugerahkan potensi dan kemampuan cukup untuk memikul tanggung jawab pada dua jenis kelamin.

 

Yaitu pria dan wanita dapat melakukan aktivitas bersifat umum dan khusus.

 

Sehingga hukum syariat Islam meletakkan keduanya dalam satu kerangka.

 

Yaitu pria dan wanita bisa menjual dan membeli.

 

 

Mengawinkan dan kawin.

 

 

Melanggar dan dihukum.

 

Menuntut dan menyaksikan.

 

 

Banyak faktor mengaburkan keistimewaan.

 

 

Dan memerosotkan kedudukan wanita.

 

Salah satunya karena dangkalnya ilmu agama.

 

Sehingga tidak jarang agama Islam dipakai untuk tujuan tidak benar.

 

 

 

Daftar Pustaka

1.      Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.  

2.      Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan Al-Quran.

3.      Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

9205. ARTINYA ADH'AFAN MUDHA'AFAH

 


ARTINYA ADH’AFAN MUDHA’AFAH

Oleh: Drs. H.M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

 

Dari segi bahasa, kata “adh’af” adalah bentuk jamak (plural) dari kata “dha’if”.

 

Yang artinya “sesuatu bersama dengan sesuatu lain yang sama dengannya (ganda)”.

 

Sehingga “adh’afan mudha’afah” adalah lipat ganda berkali-kali.

 

 

     Para ulama tafsir berpendapat.

 

 

Pengertian “adh'afan mudha'afah” atau riba yang berlaku pada masa turunnya Al-Quran.

 

Adalah lipat ganda umur hewan.

 

Orang yang berutang (kreditor) ditagih oleh debitor (yang memimjamkan).

 

Jika tiba masa pembayarannya.

 

Penagih berkata,

“Bayarlah atau kamu tambah untukku.”

 

Jika yang dipinjam unta umur 1 tahun dan masuk tahun ke-2.

 

 

Maka bayarnya unta umur 2 tahun dan masuk tahun ke-3.

 

 

Jika utangnya 100 real, maka tahun berikutnya bayarnya menjadi 200 real.

 

 

Jika tahun ke-2 utangnya  tidak terbayar, maka tahun ke-3 menjadi 400 real.

 

Jika tahun ke-3 utangnya tidak terbayar, maka tahun ke-4 menjadi 800 real.

 

Begitu seterusnya.

 

Sampai orang yang berutang mampu membayar.

 

 

Ulama yang berpegang pada teks ayat.

 

 

Menyatakan “berlipat ganda”, adalah syarat haramnya riba.

Artinya jika tidak berlipat ganda, maka tidak haram.

 

 

Ulama lain menyatakan bahwa teks itu bukan syarat haramnya.

 

Tetapi penjelasan tentang bentuk riba yang sering dipraktikkan pada zaman turunnya Al-Quran.

 

Sehingga semua bentuk penambahan.

 

Meskipun tidak berlipat ganda hukumnya haram.

 

 

Apakah setiap penambahan atau kelebihan yang tidak “berlipat ganda”menjadi tidak haram?

 

 

Jawaban ada pada kata kunci berikutnya.

 

 

Yaitu “falakum ru'usu amwalikum”.

 

 

Artinya “bagimu modal-modal kamu”.

 

 

Berarti setiap penambahan atau kelebihan dari modal yang dipungut dalam kondisi yang sama dengan masa turunnya ayat riba adalah haram.

 

 

Jadi, kata “adh'afan mudha'afah”bukan syarat.

 

 

Tetapi sekadar penjelasan tentang riba yang lumrah mereka praktikkan.

 

KESIMPULAN

 

Haramnya adalah segala bentuk kelebihan dalam kondisi sama.

 

 

Seperti yang terjadi pada masa turunnya Al-Quran.

 

 

Yaitu “la tazhlimun wala tuzhlamun”.

Kamu tidak menganiaya dan tidak pula dianiaya.

 

 

Jika orang yang berutang dalam kesulitan.

 

Sehingga tidak mampu membayar pada waktunya.

 

Agar diberi waktu sampai dia mampu membayarnya.

 

Dan menyedekahkan sebagian atau semua utang lebih baik bagimu.

 

 

Ayat di atas lebih memperkuat kesimpulan kelebihan yang dipungut.

 

 

Apalagi  berlipat ganda, adalah  penganiayaan bagi si peminjam.

 

 

Daftar Pustaka

1.      Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.  

2.      Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan Al-Quran.

3.      Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2