Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Wednesday, April 14, 2021

9260. RASULULLAH TARAWIH 3 HARI SAJA DI MASJID NABAWI

 




RASULULLAH SALAT TARAWIH 3 HARI DI MASJID NABAWI

Oleh: Drs. H. M. YusronHadi, M.M

 

 

 

 

Salat tarawih adalah salat sunah pada malam hari.

 

Setelah Isya dan sebelum Subuh.

 

 

Pada bulan puasa Ramadan.

 

 

Salat tarawih hukumnya sunah muakkad (sangat dianjurkan).

 

Bagi umat Islam pria dan wanita.

 

 

ZAMAN RASULULLAH

Nabi Muhammad selama hidup mengerjakan salat tarawih bersama para sahabat di Masjid Nabawi 3 hari saja.

 

Yaitu pada malam tanggal 23, 25, dan 27 Ramadan.

 

 

Setelah itu Nabi Muhammad tidak mengerjakan salat tarawih berjamaah di masjid lagi.

 

 

Karena Rasulullah khawatir salat tarawih dianggap wajib.

 

 

Jumlah rakaat salat tarawih yang dikerjakan oleh Nabi Muhammad bersama para sahabat 8 rakaat.

 

 

Ditambah salat witir 3 rakaat.

 

 

Abu Hurairah berkata bahwa Nabi Muhammad selalu menganjurkan umat Islam mengerjakan salat malam di bulan Ramadan.

 

 

Tetapi Rasulullah tidak memerintahkan salat tarawih dengan perintah wajib.

 

 

Rasulullah bersabda,

 

”Barang siapa mengerjakan salat sunah pada malam bulan Ramadan karena iman dan mengharapkan rida Allah.

 

 

Niscaya dosa-dosanya yang telah lampau diampuni oleh Allah.”

 

 

 

Setelah Nabi Muhammad tidak mengerjakan salat tarawih berjamaah di masjid.

 

 

Kemudian para sahabat melakukan salat tarawih sendiri-sendiri.

 

 

Atau salat tarawih di rumah masing-masing.

 

                                        

 

ZAMAN KHALIFAH UMAR BIN KHATTAB

 

Para sahabat Nabi mengerjakan salat tarawih bersama-sama di Masjid Nabawi.

 

 

Sebanyak 20 rakaat.

 

 

Ditambah salat witir  3 rakaat.

 

 

 

 

Daftar Pustaka.

 

1.      Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap).  Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.

2.      Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

3.      Tafsirq.com online

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

9259. APAKAH POLITIK ADU DOMBA ITU

 


APAKAH POLITIK ADU DOMBA ITU

Oleh: Drs. HM. Yusron Hadi, M.M.

 

 

Domba adalah nama binatang

 

Politik adu domba adalah cara menjaga dan memperoleh kekuasaan.

 

 

Dengan sengaja menciptakan konflik di antara masyarakat.

 

 

Sebagian kelompok sengaja diadu dengan kelompok lain.

 

Dengan tujuan agar mereka menjadi lemah.

 

Sehingga gampang diatur dan dikalahkan.

 

 

Pihak atau orang yang bersedia bekerja sama dengan kekuasaan, dibantu atau dipromosikan.

 

Pada saat sama mereka yang tidak bersedia bekerja sama, dipinggirkan.

 

 

Ketidakpercayaan terhadap pucuk pimpinan partai atau kelompoknya sengaja diciptakan.

 

 

Agar partai atau kelompok itu tidak tumbuh besar dan solid.

 

 

Terkadang tidak hanya ketidakpercayaan, bahkan permusuhan pun disemai.

 

 

Teknik yang dipakai adalah agitasi, propaganda, desas-desus, bahkan fitnah.

 

 

Praktik itu menjadi sangat subur di tengah perang media yang bebas tak terkendali.

 

 

ZAMAN PENJAJAHAN BELANDA

 

Belanda  menggandeng beberapa pribumi untuk menjadi karyawan mereka.

 

Mereka diberi kehidupan yang layak.

 

 

Tapi sadar atau tidak.

 

 

Mereka dikondisikan mengkhianati bangsanya sendiri.

 

 

Raja di sebuah kerajaan diadu domba dengan raja lain.

 

Yang pada akhirnya menimbulkan peperangan dan perpecahan.

 

 

Jika Raja tak mau bekerja sama, maka Belanda akan mendekati  calon Raja berikutnya.

 

 

Jika putra Raja tak mau bekerja sama, maka Belanda akan mendekati keluarga Raja yang lain.

 

 

Sampai Belanda berhasil memcah belah keluarga kerajaan.

 

 

Di tengah masyarakat media yang sangat liberal.

 

Praktik adu domba menjadi tontotan sehari-hari.

 

 

Kita secara vulgar disuguhi berita perseteruan kelompok untuk merebut kekuasaan.

 

 

Saling tuding, saling caci-maki, saling sikut dengan intrik politik kasar dan kejam.

 

 

Penggiringan isu dilakukan agar mereka saling menghancurkan.

 

 

 

Jika masyarakat suka diadu-adu.

 

 

Mudah terpancing isu.

 

 

Melalap mentah-mentah berbagai desas-desus.

 

 

Sehingga tanpa pikir panjang langsung terlibat dalam konflik.

 

Maka kita sebenarnya masih hidup seperti di zaman VOC Belanda.

 

Atau kita seperti domba yang siap diadu kapan saja dan di mana saja.

 

 

(Sumber internet)

 

 

9258. CIRI-CIRI MASYARAKAT YANG CERDAS

 


CIRI-CIRI MASYARAKAT YANG CERDAS

 

 

Dalam menghadapi masalah, berorientasi menyelesaikan masalah.

 

Bukan malah mempersoalkan masalah.

 

Biaya dalam menyelesaikan masalah, sangat murah dan efektif, baik biaya sosial, ekonomi, maupun politik.

 

 

Tepat dan cermat waktu dalam menyelesaikan masalah.

 

Tidak melebar kemana-mana atau membiarkannya ditelan waktu.

 

Dalam menyelesaikan masalah tidak melanggar aturan dan etika.

 

 

(Sumber M. Nuh, mantan Mendikbud)

 

9257. APAKAH POLITIK BELAH DUREN ITU

 


APAKAH POLITIK BELAH DUREN ITU

Oleh: Drs. HM. Yusron Hadi, M.M.

 

Duren adalah buah yang enak dimakan.

 

Dan punya aroma nikmat.

 

 

Yang sangat menyengat dan menggiurkan.

 

 

Politik Belah Duren adalah cara membagi kekuasaan yang dilakukan dengan menyiarkan kepada masyarakat.

 

 

Seolah-olah semua masyarakat akan menikmatinya.

 

Dengan semboyan kekuasaan ini adalah dari, oleh, dan untuk rakyat.

 

 

Padahal yang sebenarnya terjadi.

 

 

Semua keputusan, fasilitas, kenikmatan, dan kekuasaan hanya dinikmati kelompok mereka saja.

 

 

Kelompok lain hanya menerima janji yang manis belaka.

 

 

Semua kenikmatan hanya milik kelompok mereka saja.

 

 

Sedangkan sebagian besar rakyat hanya mendapat aromanya yang menyengat dan membius saja.

 

 

Karena buahnya sudah dinikmati oleh orang terdekat yang dengan mudah mendapatkannya.

 

 

(Sumber internet)

 

9256. APAKAH POLITIK BELAH BAMBU ITU



APAKAH POLITIK BELAH BAMBU ITU

Oleh: Drs. HM. Yusron Hadi, M.M.

 

Ketika seseorang akan membelah sebuah bambu.

 

Biasanya belahan bambu yang satu diangkat ke atas dengan tangan.

 

 

Dan belahan yang lain diinjak ke bawah dengan kaki.

 

Pada giliran berikutnya.

 

Belahan bambu yang tadi diinjak akan diangkat.

 

Dan belahan yang sudah diangkat sekarang diinjak.

 

 

Dalam rangka melanggengkan kekuasaan tidakjarang suatu pemerintahan memakai Teori Belah Bambu.

 

 

Sebagian kelompok diinjak dan sebagian kelompok yang lain diangkat.

 

 

Teori belah bambu dipakai untuk melemahkan pihak yang dianggap akan membahayakan kekuasaan.

 

 

Teori ini dipakai untuk melanggengkan kekuasaan.

 

 

Kondisi masyarakat yang sangat cair, sangat memungkinkan upaya melanggengkan kekuasaan dengan segala cara.

 

 

Misalnya, kelompok yang anti pemerintah, akan dilemahkan.

 

 

Bahkan partai politik yang diharapkan bisa kritis pun dilemahkan.

 

 

Jika hal seperti ini yang terjadi, sungguh kondisi yang sangat menakutkan bagi perbaikan bangsa.

 

 

Jika semua pihak sudah lemah, maka tinggal mengeruk semua kekayaan alam kita dengan berbagai keputusan yang merugikan rakyat dan bangsa.

 

 

Politik belah bambu adalah politik yang membelah bambu.

 

 

Yang semula terpadu dan menyatu, lalu dibelah.

 

 

Yang satu diangkat, yang lainnya diinjak.

 

 

Politik belah bambu adalah politik khas kolonial.

 

 

Di era Yunani dan Romawi pun begitu.

 

 

Bahkan politik yang menghewankan manusia ini sudah terjadi sejak zaman Batu.

 

 

Politik belah bambu biasa dilakukan oleh bangsa imperialis Eropa.

 

 

Sejak abad 15, bangsa penjajah Eropa melakukan ekspansi dan aneksasi wilayah.

 

 

Dalam wilayah jajahannya mereka menerapkan politik belah bambu.

 

 

Agar kelompok besar itu dipecah-belah menjadi kelompok kecil.

 

 

Sehingga tidak mampu melakukan perlawanan politik dan militer.

 

 

Demikian pula saat Belanda menjajah bangsa kita.

 

 

Belanda memelihara "ulama" tertentu dan memberangus ulama lainnya.

 

 

Ulama pejuang sejati ditindas, ulama su' diagungkan.

 

 

Bahkan, dalam sejumlah riset sejarah.

 

 

Ada tokoh ulama dan kaum bangsawan tertentu mendapat previlege dari Belanda.

 

 

Dan ulama dan tokoh yang anti kolonialisme diburu dan dipenjarakan.

 

 

Politik belah bambu identik dengan _devide et impera,_ atau politik adu domba.

 

 

Antar dua domba diadu.

 

 

Sehingga semuanya menjadi lemah mudah dikuasai dan diatur.

 

 

(Sumber internet)