Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Monday, September 6, 2021

10838. MANUSIA DIUJI DENGAN ADANYA HALAL DAN HARAM

 




MANUSIA DIUJI DENGAN

ADANYA HALAL DAN HARAM

Oleh:Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

HALAL DAN HARAM sudah lama dikenal oleh umat manusia.

 

Meskipun masing-masing berbeda ukuran, macam, dan sebabnya.

 

Pada umumnya terkait dengan keyakinan primitif, khurafat, dan dongeng.

 

 

Kemudian datanglah agama-agama samawi membawa berbagai peraturan halal dan haram.

 

Yang mengangkat martabat manusia.

 

Dari tingkatan khurafat, dongeng, dan hidup primitif.

 

Menjadi manusia mulia dan terhormat.

 

Agama samawi adalah agama yag bertalian dengan langit.

 

Sebagian besar halal dan haram itu disesuaikan dengan kondisi.

 

Dan berkembang menurut perkembangan manusianya.

 

Serta mengikuti perkembangan situasi dan kondisi.

Dalam agama Yahudi.

Ada beberapa yang diharamkan bersifat preventif.

 

Sebagai hukuman Allah terhadap Bani Israel karena mereka zalim.

 

Hukum ini tidak tak berlaku selamanya.

 

Al-Quran surah Ali lmran (surah ke-3) ayat 50.

 

وَمُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرَاةِ وَلِأُحِلَّ لَكُمْ بَعْضَ الَّذِي حُرِّمَ عَلَيْكُمْ ۚ وَجِئْتُكُمْ بِآيَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَطِيعُونِ

 

Dan (aku datang kepadamu) membenarkan Taurat yang datang sebelumku, dan untuk menghalalkan bagimu sebagian yang telah diharamkan untukmu, dan aku datang kepadamu dengan membawa suatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu. Karena itu bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku

 

Islam datang, pikiran umat manusia makin dewasa.

 

Maka tepat waktunya Allah menurunkan agama-Nya yang terakhir.

 

Hukum yang berlaku untuk  semua umat manusia.

 

Ditutup dengan syariat Islam yang komplit, menyeluruh, dan universal.

 

Al-Quran surah Al-Maidah (surah ke-5) ayat 3.

 

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ وَالْمُنْخَنِقَةُ وَالْمَوْقُوذَةُ وَالْمُتَرَدِّيَةُ وَالنَّطِيحَةُ وَمَا أَكَلَ السَّبُعُ إِلَّا مَا ذَكَّيْتُمْ وَمَا ذُبِحَ عَلَى النُّصُبِ وَأَنْ تَسْتَقْسِمُوا بِالْأَزْلَامِ ۚ ذَٰلِكُمْ فِسْقٌ ۗ الْيَوْمَ يَئِسَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ دِينِكُمْ فَلَا تَخْشَوْهُمْ وَاخْشَوْنِ ۚ الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا ۚ فَمَنِ اضْطُرَّ فِي مَخْمَصَةٍ غَيْرَ مُتَجَانِفٍ لِإِثْمٍ ۙ فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah) adalah kefasikan. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridai Islam jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

 

 

Cara berpikir Islam dalam halal dan haram sederhana dan jelas.

 

 

Amanat manusia sebagai khalifah di bumi membawa konsekwensi hukum.

 

Yaitu berupa pahala atau disiksa.

 

 

Seingga manusia diberi akal dan berkehendak.

 

Serta diutusnya para Rasul dengan membawa kitab.

 

Hal itu ujian untuk manusia mukalaf.

 

Yang berbeda dengan makhluk Allah dominan roh seperti Malaikat.

Dan dominan syahwat seperti binatang.

 

Manusia bisa meningkat melebih malaikat.

 

Atau lebih rendah daripada binatang.

 

Halal dan haram untuk  mewujudkan kebaikan umat manusia.

 

Menghilangkan beban berat dan mempermudah manusia.

 

 

Aturan Islam berprinsip menghilangkan mafsadah dan memberi maslahah.

 

Untuk segenap ummat manusia.

 

Al-Quran surah Al-Anbiya (surah ke-21) ayat 107.

 

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ

 

Dan Kami tidak mengutus kamu (Muhammad),  melainkan sebagai rahmat bagi semesta alam.

 

 

Rasulullah bersabda,

 

“Saya diutus Allah sebagai rahmat dan pembimbing untuk manusia.”



 

(Sumber Yusuf Qardhawi)

 

 

10837. MALAIKAT TAK PUNYA KEHENDAK BEBAS SEPERTI MANUSIA

 



MALAIKAT TAK PUNYA KEHENDAK BEBAS SEPERTI MANUSIA

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

  

Mengapa Allah Tidak Membuat Semua Manusia Beriman kepada-Nya?

 Ada orang bertanya,

 “Sungguh tidak masuk akal. Jika Tuhan Maha Kuasa terhadap segala sesuatu, maka mengapa Tuhan tidak membuat semua manusia beriman kepada-Nya?”

 

 

 

Mari kita ambil contoh.

 

 Ada orang kaya raya, murah hati, dan punya perusahaan yang butuh karyawan.

 

Kemudian ada seleksi pemilihan karyawan  dan hanya orang memenuhi syarat yang diterima.

 

Apakah itu aneh?

 

 

Apakah Anda akan mendengarkan ocehan dan protes orang yang tidak diterima?

  

“Katanya orang kaya raya, baik hati.

  

Mengapa tidak menerima kami semua jadi pegawai?

 

 

Kenapa pilih-pilih?

 

 

Dasar orang kaya palsu!”

  

Analog dengan kisah di atas.

 Allah menciptakan dunia ini sebagai tempat ujian untuk  mengetahui siapa yang berhasil.

  

Al-Quran surah Yunus (surah ke-10) ayat 99.

 

وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ لَآمَنَ مَنْ فِي الْأَرْضِ كُلُّهُمْ جَمِيعًا ۚ أَفَأَنْتَ تُكْرِهُ النَّاسَ حَتَّىٰ يَكُونُوا مُؤْمِنِينَ


 Dan jika Tuhanmu menghendaki, tentu beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya?

 

Allah menghendaki tidak semua manusia beriman.

  

Karena sudah ada makhluk yang diciptakan oleh Allah dalam keadaan taat dan beriman sepenuhnya, yakni malaikat.

 

 

 Malaikat tidak punya kehendak bebas dan tak punya nafsu.

 

Semua malaikat adalah hamba Allah yang beriman dan tidak pernah membangkang terhadap Allah.

  

Al-Quran surah Al-Anbiya (surah ke-21) ayat 19-20.

 

 

وَلَهُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ وَمَنْ عِنْدَهُ لَا يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِهِ وَلَا يَسْتَحْسِرُونَ

يُسَبِّحُونَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ لَا يَفْتُرُونَ

  

Dan malaikat-malaikat yang di sisi-Nya, mereka tidak punya rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tidak (pula) merasa letih. Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada henti-hentinya.

  

Allah menciptakan manusia dan jin punya kehendak bebas yang bisa memilih.

 

 Manusia dan jin diberi kemampuan  oleh Allah untuk bisa memilih.

 

Allah menguji manusia dan jin dalam kehidupan ini.

 

 Ada manusia yang beriman, kafir, atau  munafik.

 

Kelak di akhirat, kita manusia akan  bertanggung jawab atas risiko pilihan masing-masing.

 

 

(Sumber ZAKIR NAIK)

 

 

10836. MANUSIA TAK DIBUAT SEPERTI MALAIKAT YANG SEMUA BERIMAN

 







MANUSIA TAK DIBUAT SEPERTI MALAIKAT YANG SEMUA BERIMAN

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

  

Mengapa Allah Tidak Membuat Semua Manusia Beriman kepada-Nya?

 Ada orang bertanya,

 “Sungguh tidak masuk akal. Jika Tuhan Maha Kuasa terhadap segala sesuatu, maka mengapa Tuhan tidak membuat semua manusia beriman kepada-Nya?”

 

 

 

Mari kita ambil contoh.

 

 Ada orang kaya raya, murah hati, dan punya perusahaan yang butuh karyawan.

 

Kemudian ada seleksi pemilihan karyawan  dan hanya orang memenuhi syarat yang diterima.

 

Apakah itu aneh?

 

 

Apakah Anda akan mendengarkan ocehan dan protes orang yang tidak diterima?

  

“Katanya orang kaya raya, baik hati.

  

Mengapa tidak menerima kami semua jadi pegawai?

 

 

Kenapa pilih-pilih?

 

 

Dasar orang kaya palsu!”

  

Analog dengan kisah di atas.

 Allah menciptakan dunia ini sebagai tempat ujian untuk  mengetahui siapa yang berhasil.

  

Al-Quran surah Yunus (surah ke-10) ayat 99.

 

وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ لَآمَنَ مَنْ فِي الْأَرْضِ كُلُّهُمْ جَمِيعًا ۚ أَفَأَنْتَ تُكْرِهُ النَّاسَ حَتَّىٰ يَكُونُوا مُؤْمِنِينَ


 Dan jika Tuhanmu menghendaki, tentu beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya?

 

Allah menghendaki tidak semua manusia beriman.

  

Karena sudah ada makhluk yang diciptakan oleh Allah dalam keadaan taat dan beriman sepenuhnya, yakni malaikat.

 

 

 Malaikat tidak punya kehendak bebas dan tak punya nafsu.

 

Semua malaikat adalah hamba Allah yang beriman dan tidak pernah membangkang terhadap Allah.

  

Al-Quran surah Al-Anbiya (surah ke-21) ayat 19-20.

 

 

وَلَهُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ وَمَنْ عِنْدَهُ لَا يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِهِ وَلَا يَسْتَحْسِرُونَ

يُسَبِّحُونَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ لَا يَفْتُرُونَ

  

Dan malaikat-malaikat yang di sisi-Nya, mereka tidak punya rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tidak (pula) merasa letih. Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada henti-hentinya.

  

Allah menciptakan manusia dan jin punya kehendak bebas yang bisa memilih.

 

 Manusia dan jin diberi kemampuan  oleh Allah untuk bisa memilih.

 

Allah menguji manusia dan jin dalam kehidupan ini.

 

 Ada manusia yang beriman, kafir, atau  munafik.

 

Kelak di akhirat, kita manusia akan  bertanggung jawab atas risiko pilihan masing-masing.

 

 

(Sumber ZAKIR NAIK)