UCAPAN KASAR AHOK “KURANG
AJAR” DISEBUT TEGAS
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.
26 Agustus 2015.
Gubernur DKI Jakarta.
Basuki Tjahaja Purnama.
Dikenal tegas bersikap.
Bahkan kerap berucap.
Dengan kata-kata kasar.
Baik kepada lawan politik.
Juga kepada warga.
Bahkan juga kepada
anak-anak.
Perkataan kasar Basuki.
Alias Ahok terucap.
Saat jawab anak binaan.
Dia bertanya tentang:
Kartu Jakarta Pintar (KJP).
Peringatan Hari Anak
Nasional 2015.
Di Panggung Maksima.
Dunia Fantasi, Ancol.
Jakarta Utara.
Rabu, 26 Agustus 2015.
Kalimat kasar Ahok muncul.
Saat Muhammad Salman
Al-Farisi.
Anak binaan Dinas Sosial
DKI.
Panti Sosial Asuhan Anak
(PSAA) 04.
Jakarta.
Dapat kesempatan
bertanya.
Muhammad bertanya
langsung.
Kepada Ahok.
Soal uang jajannya.
Yang disalurkan
Pemerintah Provinsi DKI
Jakarta.
Lewat Kartu Jakarta
Pintar (KJP).
Tapi tak bisa dipakai.
Secara langsung.
Muhammad Salman cerita.
Dulu tiap bulan.
Dia tarik dana bantuan KJP.
Secara tunai dari ATM.
Lalu dipakai jajan.
Dan belanja alat sekolah.
Tapi mulai tahun 2015 ini.
Dia tak bisa menarik dana
KJP.
Secara tunai.
"Tahun lalu.
Uang jajan kami dikasih
langsung.
Tapi tahun ini kenapa
tidak, Pak?," tanya Muhammad Salman kepada Ahok.
Ahok jawab bocah itu.
Bahwa Pemprov DKI.
Mengubah mekanisme KJP.
Tak tak bisa lagi.
Ditarik secara tunai.
Untuk hentikan penyalahgunaan.
Dana bantuan Pendidikan.
Yang menurutnya.
Marak dilakukan oknum
orang tua.
"Kami khawatir Bapakmu butuh duit.
Lalu uang KJP-mu.
Dipinjam untuk kawin
lagi," ujar Ahok.
Ahok katakan.
Mekanisme baru.
Pemegang KJP.
Hanya bisa pakai dana
bantuan.
Secara non-tunai.
"Jadi anggap akhir
tahun.
Kamu dapat hadiah naik
kelas dari kami," ujar Ahok.
Ahok menduga.
Pertanyaan Salman.
Titipan orangtuanya.
"Sampaikan pada Bapakmu.
Bahwa kata Gubernur.
Orang tua seperti itu.
Kurang ajar," ujar
Ahok.
(Sumber viva)
0 comments:
Post a Comment