AL-QURAN
BACAAN MULIA SEMPURNA (1)
Oleh:
Drs. H.M. Yusron Hadi, M.M.
Al-Quran secara harfiah.
Artinya
“bacaan sempurna”.
Nama
pilihan Allah sungguh tepat.
Karena
tak ada satu bacaan pun.
Sejak
manusia kenal tulis baca.
Sekitar
5.000 tahun lampau.
Bisa tandingi
“Al-Quran Al-Karim”.
Bacaan
sempurna dan mulia.
Tak ada bacaan semacam Al-Quran.
Dibaca
ratusan juta orang.
Yang tak
paham artinya.
Tak bisa
menulis aksaranya.
Bahkan
dihafalkan huruf per huruf.
Oleh
orang dewasa, remaja, dan anak-anak.
Tak ada bacaan melebihi Al-Quran.
Dalam focus perhatiannya.
Tak saja
sejarah secara umum.
Tapi
ayat per ayat, dalam segi masa.
Musim,
dan saat turunnya.
Sampai
sebab dan waktu turunnya.
Tidak ada bacaan seperti Al-Quran.
Dipelajari
susunan redaksi.
Dan pilihan
kosa katanya.
Juga
kandungan tersurat dan tersirat.
Sampai
pada kesan yang ditimbulkan.
Semua hasil bahasan Al-Quran.
Dibuat
dalam jutaan jilid buku.
Dari generasi
ke generasi.
Sesuai
kemampuan mereka.
Semua
mengandung kebenaran.
Al-Quran layaknya permata.
Pancarkan
cahaya menakjubkan.
Yang
berbeda ke segala penjuru.
Sesuai
sudut pandang masing-masing.
Tak
ada bacaan seperti Al-Quran.
Diatur
tata cara membacanya.
Ada
bacaan harus dipendekkan, dipanjangkan.
Dipertebal
atau diperhalus ucapannya.
Diatur
tempat terlarang, boleh, harus mulai dan berhenti.
Diatur
lagu dan iramanya.
Sampai
pada etika membacanya.
Daftar
Pustaka
1.
Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan
Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.
2.
Shihab, M. Quraish Shihab. Wawasan
Al-Quran. Tafsir Maudhui atas Perbagai Persoalan Umat. Penerbit Misan, 2009.
3.
Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan
Al-Quran.
4.
Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital
Qur’an Ver 3.2
0 comments:
Post a Comment