Wednesday, November 20, 2024

37925. ISLAM BOLEH QISAS BUNUH ATAU DIYAT DENDA

 


ISLAM BOLEH HUKUM QISAS BUNUH ATAU DENDA DIYAT

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

Qisas.

Yaitu hukuman sesuai perbuatan.

 

Misalnya.

Orang membunuh orang lain

Maka dihukum dibunuh.

 

Hukuman qisas.

Cermin keadilan dan tangung jawab.

 

Diyat.

Yaitu konpensasi hukuman.

 

Membayar ganti rugi.

Atas perbuatan yang dilakukan.

 

Hukuman qisas dan diyat.

Diterapkan dalam kasus.

 

1)     Pembunuhan disengaja.

Pelaku dihukum mati qisas atau bayar denda diyat.

 

2)     Pembunuhan seperti disengaja.

Pelaku dihukum bayar denda diyat.

 

3)     Pembunuhan tak sengaja.

Pelaku dihukum setimpal.

 

4)     Penganiayaan hingga luka.

Pelaku dihukum bayar denda diyat.

 

Pelaksanaan hukuman.

Diputuskan oleh Pemerintah. 

 

Islam sangat menjaga jiwa manusia.

 

Al-Quran surah Al-Maidah (surah ke-5) ayat 32.


مِنْ أَجْلِ ذَٰلِكَ كَتَبْنَا عَلَىٰ بَنِي إِسْرَائِيلَ أَنَّهُ مَنْ قَتَلَ نَفْسًا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِي الْأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيعًا وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَا أَحْيَا النَّاسَ جَمِيعًا ۚ وَلَقَدْ جَاءَتْهُمْ رُسُلُنَا بِالْبَيِّنَاتِ ثُمَّ إِنَّ كَثِيرًا مِنْهُمْ بَعْدَ ذَٰلِكَ فِي الْأَرْضِ لَمُسْرِفُونَ


32. Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: barang siapa membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barang siapa menjaga kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah menjaga kehidupan manusia semua. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan jelas, kemudian banyak di antara mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan di bumi.

 

Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 177-179.


۞ لَيْسَ الْبِرَّ أَنْ تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَٰكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ وَآتَى الْمَالَ عَلَىٰ حُبِّهِ ذَوِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَالسَّائِلِينَ وَفِي الرِّقَابِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَالْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا عَاهَدُوا ۖ وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ وَحِينَ الْبَأْسِ ۗ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ

 

177. Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat suatu kebajikan, tapi sesungguhnya kebajikan ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) budak, mendirikan salat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itu orang yang benar (imannya); dan mereka itu orang yang bertakwa.

 

Asbabun nuzul (sebab turun) ayat 177.

Abu Qatadah jelaskan.

 

Kaum Yahudi Madinah anggap.

Kebajikan yaitu beribadah menghadap ke barat.

 

Tapi kaum Nasrani anggap.

Kebajikan yaitu beribadah menghadap ke timur.

 

Lalu turun ayat 177 ini.

 

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِصَاصُ فِي الْقَتْلَى ۖ الْحُرُّ بِالْحُرِّ وَالْعَبْدُ بِالْعَبْدِ وَالْأُنْثَىٰ بِالْأُنْثَىٰ ۚ فَمَنْ عُفِيَ لَهُ مِنْ أَخِيهِ شَيْءٌ فَاتِّبَاعٌ بِالْمَعْرُوفِ وَأَدَاءٌ إِلَيْهِ بِإِحْسَانٍ ۗ ذَٰلِكَ تَخْفِيفٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَرَحْمَةٌ ۗ فَمَنِ اعْتَدَىٰ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَلَهُ عَذَابٌ أَلِيمٌ

 

178. Hai orang-orang beriman, diwajibkan atas kamu qisas terkait orang yang dibunuh; orang merdeka dengan orang merdeka, hamba dengan hamba, dan wanita dengan wanita. Maka barang siapa dapat pemaafan dari saudaranya, hendaklah (yang memaafkan) mengikuti dengan cara baik, dan hendaklah (yang diberi maaf) membayar (diyat) kepada yang memberi maaf dengan cara baik (pula). Yang demikian keringanan dari Tuhan kamu dan suatu rahmat. Barang siapa melampaui batas sesudah itu, maka baginya siksa sangat pedih.

 

وَلَكُمْ فِي الْقِصَاصِ حَيَاةٌ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

 

179. Dan dalam qisas ada (jaminan kelangsungan) hidup bagimu, hai orang-orang berakal, supaya kamu bertakwa.

 

 

Asbabun nuzul (sebab turun) ayat 178.

Ibnu Abbas jelaskan.

 

Ayat 178 ini turun

Terkait pilihan hukuman Qisas atau Diyat.

Jika keluarga korban telah memaafkan.

 

Tapi bagi Bani lsrael.

Hanya hukuman mati Qisas.

Tak ada pilihan hukuman denda Diyat.

 

Lalun turun ayat 178 ini.

 

 

 

(Sumber Tafsir Quran Perkata DR M Hatta)

Related Posts:

0 comments:

Post a Comment