Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Thursday, January 18, 2018

644. NISFU

MALAM NISFU SYAKBAN
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M


      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang malam Nisfu Syakban?” Ustad Abdul Somad menjelaskannya.
      Imam Thabrani berkata,”Allah memperhatikan para makhluk-Nya pada malam Nisfu Syakban. Allah mengampuni kesalahan dan dosa seluruh makhluk-Nya, kecuali orang yang musyrik serta orang yang bertengkar dan belum berdamai.”

      Imam Qasthallani berkata,”Sesungguhnya kalangan tabiin di negeri Syam seperti Khalid bin Ma’dan dan Makhul bersungguh-sungguh menghidupkan malam Nisfu Syakban dengan ibadah. Dari merekalah orang banyak mengambil pengagungan malam Nishfu Sya’ban.”
      Para tabiin itu termasuk kalangan salaf, artinya sejak zaman salaf (generasi tiga ratus tahun pertama Hirjiah) telah ada pengagungan malam Nisfu Syakban.
      Para ulama negeri Syam berbeda pendapat tentang cara menghidupkan malam Nisfu Syakban.
      Pertama, dianjurkan menghidupkan malam Nisfu Syakban dengan salat berjamaah di masjid. Khalid bin Ma’dan, Luqman bin ‘Amir dan tabiin lain pada malam Nisfu Syakban itu memakai pakaian terbaik, harum-haruman, celak, dan mereka menghidupkan malam Nisfu Syakban di masjid.
      Imam Ishaq bin Rahawaih setuju dengan mereka dalam hal itu dan ia berkata tentang menghidupkan malam Nishfu Sya’ban di masjid hukumnya tidak bid’ah.
      Kedua, hukumnya makruh apabila orang-orang berkumpul di masjid untuk salat, membacalkan kisah dan berdoa, tetapi hukumnya tidak makruh jika seseorang melaksanakan salat secara khusus untuk dirinya sendiri.
     Imam Ibnu Taimiah berpendapat apabila seseorang melaksanakan salat pada malam Nishu Syakban sendirian atau berjamaah secara khusus seperti yang dilakukan beberapa kelompok salaf, maka itu perbuatan yang baik.
     Sedangkan berkumpul di masjid dengan salat tertentu seperti berkumpul melaksanakan salat 100 rakaat dengan membaca 1.000 kali surat Al-Ikhlas secara terus menerus, maka itu hukumnya bid’ah, tidak seorang pun dari para ulama menganjurkannya.

Daftar Pustaka
1. Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 77 Tanya-Jawab Seputar Salat, 2017.
2. Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 99 Tanya-Jawab Seputar Salat, 2017.
3. Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 37 Tanya-Jawab Masalah Populer, 2017.
4. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
5. Tafsirq.com online

644. NISFU

MALAM NISFU SYAKBAN
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M


      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang malam Nisfu Syakban?” Ustad Abdul Somad menjelaskannya.
      Imam Thabrani berkata,”Allah memperhatikan para makhluk-Nya pada malam Nisfu Syakban. Allah mengampuni kesalahan dan dosa seluruh makhluk-Nya, kecuali orang yang musyrik serta orang yang bertengkar dan belum berdamai.”

      Imam Qasthallani berkata,”Sesungguhnya kalangan tabiin di negeri Syam seperti Khalid bin Ma’dan dan Makhul bersungguh-sungguh menghidupkan malam Nisfu Syakban dengan ibadah. Dari merekalah orang banyak mengambil pengagungan malam Nishfu Sya’ban.”
      Para tabiin itu termasuk kalangan salaf, artinya sejak zaman salaf (generasi tiga ratus tahun pertama Hirjiah) telah ada pengagungan malam Nisfu Syakban.
      Para ulama negeri Syam berbeda pendapat tentang cara menghidupkan malam Nisfu Syakban.
      Pertama, dianjurkan menghidupkan malam Nisfu Syakban dengan salat berjamaah di masjid. Khalid bin Ma’dan, Luqman bin ‘Amir dan tabiin lain pada malam Nisfu Syakban itu memakai pakaian terbaik, harum-haruman, celak, dan mereka menghidupkan malam Nisfu Syakban di masjid.
      Imam Ishaq bin Rahawaih setuju dengan mereka dalam hal itu dan ia berkata tentang menghidupkan malam Nishfu Sya’ban di masjid hukumnya tidak bid’ah.
      Kedua, hukumnya makruh apabila orang-orang berkumpul di masjid untuk salat, membacalkan kisah dan berdoa, tetapi hukumnya tidak makruh jika seseorang melaksanakan salat secara khusus untuk dirinya sendiri.
     Imam Ibnu Taimiah berpendapat apabila seseorang melaksanakan salat pada malam Nishu Syakban sendirian atau berjamaah secara khusus seperti yang dilakukan beberapa kelompok salaf, maka itu perbuatan yang baik.
     Sedangkan berkumpul di masjid dengan salat tertentu seperti berkumpul melaksanakan salat 100 rakaat dengan membaca 1.000 kali surat Al-Ikhlas secara terus menerus, maka itu hukumnya bid’ah, tidak seorang pun dari para ulama menganjurkannya.

Daftar Pustaka
1. Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 77 Tanya-Jawab Seputar Salat, 2017.
2. Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 99 Tanya-Jawab Seputar Salat, 2017.
3. Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 37 Tanya-Jawab Masalah Populer, 2017.
4. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
5. Tafsirq.com online

Wednesday, January 17, 2018

643. TANGAN

BERDOA MENGANGKAT TANGAN
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M


      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang seseorang yang berdoa memohon kepada Allah dengan mengangkat kedua tangan?” Ustad Abdul Somad menjelaskannya.
      Al-Quran surah Al-A’raf, surah ke-7 ayat 55.

ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ
   
  “Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.”
      Kita diperintahkan berdoa kepada Allah dengan sikap merendahkan diri kepada Allah, salah satu bentuk merendahkan diri kepada Allah adalah dengan cara mengangkat kedua tangan seperti yang dicontohkan Rasulullah.
      Umar bin Khaththab berkata,“Ketika perang Badar, Nabi melihat kepada orang-orang musyrik yang berjumlah 1.000 orang, sedangkan sahabat berjumlah 319 orang. Nabi berdoa menghadap kiblat dengan menengadahkan kedua tangannya, ‘Ya Allah, tunaikan janji-Mu kepadaku. Ya Allah, datangkan apa yang telah Engkau janjikan kepadaku. Ya Allah, jika golongan dari kaum muslimin ini binasa, Engkau tidak disembah di bumi’.”
      Nabi terus berdoa memohon kepada Allah dengan menengadahkan kedua tangan menghadap kiblat, hingga selendang Nabi terjatuh dari bahu beliau. Abu Bakar datang mengambil selendang itu dan meletakkannya kembali ke bahu Nabi dan terus mengikuti di belakang Nabi.
      Abu Bakar berkata, “Wahai Nabi utusan Allah, cukuplah permohonanmu kepada Tuhanmu, pasti Allah akan menunaikan janji-Nya.” Kemudian turun Al-Quran surah Al-Anfal, surah ke-8 ayat 9.

إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ أَنِّي مُمِدُّكُمْ بِأَلْفٍ مِنَ الْمَلَائِكَةِ مُرْدِفِينَ

      “(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu: "Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut.” (HR. Imam Muslim).
      Nabi bersabda,”Seorang laki-laki dalam perjalanan jauh, rambutnya kusut dan berdebu, ia menengadahkan kedua tangannya ke langit seraya berdoa, ‘Ya Rabb, Ya Rabb’. Tetapi makanannya, minumannya, dan pakaiannya haram, apakah mungkin doanya dikabulkan oleh Allah?’”(HR. Muslim).
      Salman Al-Farisi berkata bahwa Nabi bersabda,“Sesungguhnya Tuhanmu Yang Maha Mulia, Maha Agung, Maha Hidup dan Maha Pemberi, Allah malu kepada hamba-Nya jika ia berdoa mengangkat kedua tangannya kepada Allah, kemudian kedua tangannya kembali dalam keadaan kosong.”
Daftar Pustaka
1. Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 77 Tanya-Jawab Seputar Salat, 2017.
2. Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 99 Tanya-Jawab Seputar Salat, 2017.
3. Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 37 Tanya-Jawab Masalah Populer, 2017.
4. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
5. Tafsirq.com online

643. TANGAN

BERDOA MENGANGKAT TANGAN
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M


      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang seseorang yang berdoa memohon kepada Allah dengan mengangkat kedua tangan?” Ustad Abdul Somad menjelaskannya.
      Al-Quran surah Al-A’raf, surah ke-7 ayat 55.

ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ
   
  “Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.”
      Kita diperintahkan berdoa kepada Allah dengan sikap merendahkan diri kepada Allah, salah satu bentuk merendahkan diri kepada Allah adalah dengan cara mengangkat kedua tangan seperti yang dicontohkan Rasulullah.
      Umar bin Khaththab berkata,“Ketika perang Badar, Nabi melihat kepada orang-orang musyrik yang berjumlah 1.000 orang, sedangkan sahabat berjumlah 319 orang. Nabi berdoa menghadap kiblat dengan menengadahkan kedua tangannya, ‘Ya Allah, tunaikan janji-Mu kepadaku. Ya Allah, datangkan apa yang telah Engkau janjikan kepadaku. Ya Allah, jika golongan dari kaum muslimin ini binasa, Engkau tidak disembah di bumi’.”
      Nabi terus berdoa memohon kepada Allah dengan menengadahkan kedua tangan menghadap kiblat, hingga selendang Nabi terjatuh dari bahu beliau. Abu Bakar datang mengambil selendang itu dan meletakkannya kembali ke bahu Nabi dan terus mengikuti di belakang Nabi.
      Abu Bakar berkata, “Wahai Nabi utusan Allah, cukuplah permohonanmu kepada Tuhanmu, pasti Allah akan menunaikan janji-Nya.” Kemudian turun Al-Quran surah Al-Anfal, surah ke-8 ayat 9.

إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ أَنِّي مُمِدُّكُمْ بِأَلْفٍ مِنَ الْمَلَائِكَةِ مُرْدِفِينَ

      “(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu: "Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut.” (HR. Imam Muslim).
      Nabi bersabda,”Seorang laki-laki dalam perjalanan jauh, rambutnya kusut dan berdebu, ia menengadahkan kedua tangannya ke langit seraya berdoa, ‘Ya Rabb, Ya Rabb’. Tetapi makanannya, minumannya, dan pakaiannya haram, apakah mungkin doanya dikabulkan oleh Allah?’”(HR. Muslim).
      Salman Al-Farisi berkata bahwa Nabi bersabda,“Sesungguhnya Tuhanmu Yang Maha Mulia, Maha Agung, Maha Hidup dan Maha Pemberi, Allah malu kepada hamba-Nya jika ia berdoa mengangkat kedua tangannya kepada Allah, kemudian kedua tangannya kembali dalam keadaan kosong.”
Daftar Pustaka
1. Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 77 Tanya-Jawab Seputar Salat, 2017.
2. Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 99 Tanya-Jawab Seputar Salat, 2017.
3. Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 37 Tanya-Jawab Masalah Populer, 2017.
4. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
5. Tafsirq.com online

643. TANGAN

BERDOA MENGANGKAT TANGAN
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M


      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang seseorang yang berdoa memohon kepada Allah dengan mengangkat kedua tangan?” Ustad Abdul Somad menjelaskannya.
      Al-Quran surah Al-A’raf, surah ke-7 ayat 55.

ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ
   
  “Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.”
      Kita diperintahkan berdoa kepada Allah dengan sikap merendahkan diri kepada Allah, salah satu bentuk merendahkan diri kepada Allah adalah dengan cara mengangkat kedua tangan seperti yang dicontohkan Rasulullah.
      Umar bin Khaththab berkata,“Ketika perang Badar, Nabi melihat kepada orang-orang musyrik yang berjumlah 1.000 orang, sedangkan sahabat berjumlah 319 orang. Nabi berdoa menghadap kiblat dengan menengadahkan kedua tangannya, ‘Ya Allah, tunaikan janji-Mu kepadaku. Ya Allah, datangkan apa yang telah Engkau janjikan kepadaku. Ya Allah, jika golongan dari kaum muslimin ini binasa, Engkau tidak disembah di bumi’.”
      Nabi terus berdoa memohon kepada Allah dengan menengadahkan kedua tangan menghadap kiblat, hingga selendang Nabi terjatuh dari bahu beliau. Abu Bakar datang mengambil selendang itu dan meletakkannya kembali ke bahu Nabi dan terus mengikuti di belakang Nabi.
      Abu Bakar berkata, “Wahai Nabi utusan Allah, cukuplah permohonanmu kepada Tuhanmu, pasti Allah akan menunaikan janji-Nya.” Kemudian turun Al-Quran surah Al-Anfal, surah ke-8 ayat 9.

إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ أَنِّي مُمِدُّكُمْ بِأَلْفٍ مِنَ الْمَلَائِكَةِ مُرْدِفِينَ

      “(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu: "Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut.” (HR. Imam Muslim).
      Nabi bersabda,”Seorang laki-laki dalam perjalanan jauh, rambutnya kusut dan berdebu, ia menengadahkan kedua tangannya ke langit seraya berdoa, ‘Ya Rabb, Ya Rabb’. Tetapi makanannya, minumannya, dan pakaiannya haram, apakah mungkin doanya dikabulkan oleh Allah?’”(HR. Muslim).
      Salman Al-Farisi berkata bahwa Nabi bersabda,“Sesungguhnya Tuhanmu Yang Maha Mulia, Maha Agung, Maha Hidup dan Maha Pemberi, Allah malu kepada hamba-Nya jika ia berdoa mengangkat kedua tangannya kepada Allah, kemudian kedua tangannya kembali dalam keadaan kosong.”
Daftar Pustaka
1. Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 77 Tanya-Jawab Seputar Salat, 2017.
2. Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 99 Tanya-Jawab Seputar Salat, 2017.
3. Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 37 Tanya-Jawab Masalah Populer, 2017.
4. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
5. Tafsirq.com online

643. TANGAN

BERDOA MENGANGKAT TANGAN
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M


      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang seseorang yang berdoa memohon kepada Allah dengan mengangkat kedua tangan?” Ustad Abdul Somad menjelaskannya.
      Al-Quran surah Al-A’raf, surah ke-7 ayat 55.

ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ
   
  “Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.”
      Kita diperintahkan berdoa kepada Allah dengan sikap merendahkan diri kepada Allah, salah satu bentuk merendahkan diri kepada Allah adalah dengan cara mengangkat kedua tangan seperti yang dicontohkan Rasulullah.
      Umar bin Khaththab berkata,“Ketika perang Badar, Nabi melihat kepada orang-orang musyrik yang berjumlah 1.000 orang, sedangkan sahabat berjumlah 319 orang. Nabi berdoa menghadap kiblat dengan menengadahkan kedua tangannya, ‘Ya Allah, tunaikan janji-Mu kepadaku. Ya Allah, datangkan apa yang telah Engkau janjikan kepadaku. Ya Allah, jika golongan dari kaum muslimin ini binasa, Engkau tidak disembah di bumi’.”
      Nabi terus berdoa memohon kepada Allah dengan menengadahkan kedua tangan menghadap kiblat, hingga selendang Nabi terjatuh dari bahu beliau. Abu Bakar datang mengambil selendang itu dan meletakkannya kembali ke bahu Nabi dan terus mengikuti di belakang Nabi.
      Abu Bakar berkata, “Wahai Nabi utusan Allah, cukuplah permohonanmu kepada Tuhanmu, pasti Allah akan menunaikan janji-Nya.” Kemudian turun Al-Quran surah Al-Anfal, surah ke-8 ayat 9.

إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ أَنِّي مُمِدُّكُمْ بِأَلْفٍ مِنَ الْمَلَائِكَةِ مُرْدِفِينَ

      “(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu: "Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut.” (HR. Imam Muslim).
      Nabi bersabda,”Seorang laki-laki dalam perjalanan jauh, rambutnya kusut dan berdebu, ia menengadahkan kedua tangannya ke langit seraya berdoa, ‘Ya Rabb, Ya Rabb’. Tetapi makanannya, minumannya, dan pakaiannya haram, apakah mungkin doanya dikabulkan oleh Allah?’”(HR. Muslim).
      Salman Al-Farisi berkata bahwa Nabi bersabda,“Sesungguhnya Tuhanmu Yang Maha Mulia, Maha Agung, Maha Hidup dan Maha Pemberi, Allah malu kepada hamba-Nya jika ia berdoa mengangkat kedua tangannya kepada Allah, kemudian kedua tangannya kembali dalam keadaan kosong.”
Daftar Pustaka
1. Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 77 Tanya-Jawab Seputar Salat, 2017.
2. Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 99 Tanya-Jawab Seputar Salat, 2017.
3. Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 37 Tanya-Jawab Masalah Populer, 2017.
4. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
5. Tafsirq.com online

643. TANGAN

BERDOA MENGANGKAT TANGAN
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M


      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang seseorang yang berdoa memohon kepada Allah dengan mengangkat kedua tangan?” Ustad Abdul Somad menjelaskannya.
      Al-Quran surah Al-A’raf, surah ke-7 ayat 55.

ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ
   
  “Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.”
      Kita diperintahkan berdoa kepada Allah dengan sikap merendahkan diri kepada Allah, salah satu bentuk merendahkan diri kepada Allah adalah dengan cara mengangkat kedua tangan seperti yang dicontohkan Rasulullah.
      Umar bin Khaththab berkata,“Ketika perang Badar, Nabi melihat kepada orang-orang musyrik yang berjumlah 1.000 orang, sedangkan sahabat berjumlah 319 orang. Nabi berdoa menghadap kiblat dengan menengadahkan kedua tangannya, ‘Ya Allah, tunaikan janji-Mu kepadaku. Ya Allah, datangkan apa yang telah Engkau janjikan kepadaku. Ya Allah, jika golongan dari kaum muslimin ini binasa, Engkau tidak disembah di bumi’.”
      Nabi terus berdoa memohon kepada Allah dengan menengadahkan kedua tangan menghadap kiblat, hingga selendang Nabi terjatuh dari bahu beliau. Abu Bakar datang mengambil selendang itu dan meletakkannya kembali ke bahu Nabi dan terus mengikuti di belakang Nabi.
      Abu Bakar berkata, “Wahai Nabi utusan Allah, cukuplah permohonanmu kepada Tuhanmu, pasti Allah akan menunaikan janji-Nya.” Kemudian turun Al-Quran surah Al-Anfal, surah ke-8 ayat 9.

إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ أَنِّي مُمِدُّكُمْ بِأَلْفٍ مِنَ الْمَلَائِكَةِ مُرْدِفِينَ

      “(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu: "Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut.” (HR. Imam Muslim).
      Nabi bersabda,”Seorang laki-laki dalam perjalanan jauh, rambutnya kusut dan berdebu, ia menengadahkan kedua tangannya ke langit seraya berdoa, ‘Ya Rabb, Ya Rabb’. Tetapi makanannya, minumannya, dan pakaiannya haram, apakah mungkin doanya dikabulkan oleh Allah?’”(HR. Muslim).
      Salman Al-Farisi berkata bahwa Nabi bersabda,“Sesungguhnya Tuhanmu Yang Maha Mulia, Maha Agung, Maha Hidup dan Maha Pemberi, Allah malu kepada hamba-Nya jika ia berdoa mengangkat kedua tangannya kepada Allah, kemudian kedua tangannya kembali dalam keadaan kosong.”
Daftar Pustaka
1. Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 77 Tanya-Jawab Seputar Salat, 2017.
2. Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 99 Tanya-Jawab Seputar Salat, 2017.
3. Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 37 Tanya-Jawab Masalah Populer, 2017.
4. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
5. Tafsirq.com online

643. TANGAN

BERDOA MENGANGKAT TANGAN
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M


      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang seseorang yang berdoa memohon kepada Allah dengan mengangkat kedua tangan?” Ustad Abdul Somad menjelaskannya.
      Al-Quran surah Al-A’raf, surah ke-7 ayat 55.

ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ
   
  “Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.”
      Kita diperintahkan berdoa kepada Allah dengan sikap merendahkan diri kepada Allah, salah satu bentuk merendahkan diri kepada Allah adalah dengan cara mengangkat kedua tangan seperti yang dicontohkan Rasulullah.
      Umar bin Khaththab berkata,“Ketika perang Badar, Nabi melihat kepada orang-orang musyrik yang berjumlah 1.000 orang, sedangkan sahabat berjumlah 319 orang. Nabi berdoa menghadap kiblat dengan menengadahkan kedua tangannya, ‘Ya Allah, tunaikan janji-Mu kepadaku. Ya Allah, datangkan apa yang telah Engkau janjikan kepadaku. Ya Allah, jika golongan dari kaum muslimin ini binasa, Engkau tidak disembah di bumi’.”
      Nabi terus berdoa memohon kepada Allah dengan menengadahkan kedua tangan menghadap kiblat, hingga selendang Nabi terjatuh dari bahu beliau. Abu Bakar datang mengambil selendang itu dan meletakkannya kembali ke bahu Nabi dan terus mengikuti di belakang Nabi.
      Abu Bakar berkata, “Wahai Nabi utusan Allah, cukuplah permohonanmu kepada Tuhanmu, pasti Allah akan menunaikan janji-Nya.” Kemudian turun Al-Quran surah Al-Anfal, surah ke-8 ayat 9.

إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ أَنِّي مُمِدُّكُمْ بِأَلْفٍ مِنَ الْمَلَائِكَةِ مُرْدِفِينَ

      “(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu: "Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut.” (HR. Imam Muslim).
      Nabi bersabda,”Seorang laki-laki dalam perjalanan jauh, rambutnya kusut dan berdebu, ia menengadahkan kedua tangannya ke langit seraya berdoa, ‘Ya Rabb, Ya Rabb’. Tetapi makanannya, minumannya, dan pakaiannya haram, apakah mungkin doanya dikabulkan oleh Allah?’”(HR. Muslim).
      Salman Al-Farisi berkata bahwa Nabi bersabda,“Sesungguhnya Tuhanmu Yang Maha Mulia, Maha Agung, Maha Hidup dan Maha Pemberi, Allah malu kepada hamba-Nya jika ia berdoa mengangkat kedua tangannya kepada Allah, kemudian kedua tangannya kembali dalam keadaan kosong.”
Daftar Pustaka
1. Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 77 Tanya-Jawab Seputar Salat, 2017.
2. Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 99 Tanya-Jawab Seputar Salat, 2017.
3. Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 37 Tanya-Jawab Masalah Populer, 2017.
4. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
5. Tafsirq.com online

643. TANGAN

BERDOA MENGANGKAT TANGAN
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M


      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang seseorang yang berdoa memohon kepada Allah dengan mengangkat kedua tangan?” Ustad Abdul Somad menjelaskannya.
      Al-Quran surah Al-A’raf, surah ke-7 ayat 55.

ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ
   
  “Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.”
      Kita diperintahkan berdoa kepada Allah dengan sikap merendahkan diri kepada Allah, salah satu bentuk merendahkan diri kepada Allah adalah dengan cara mengangkat kedua tangan seperti yang dicontohkan Rasulullah.
      Umar bin Khaththab berkata,“Ketika perang Badar, Nabi melihat kepada orang-orang musyrik yang berjumlah 1.000 orang, sedangkan sahabat berjumlah 319 orang. Nabi berdoa menghadap kiblat dengan menengadahkan kedua tangannya, ‘Ya Allah, tunaikan janji-Mu kepadaku. Ya Allah, datangkan apa yang telah Engkau janjikan kepadaku. Ya Allah, jika golongan dari kaum muslimin ini binasa, Engkau tidak disembah di bumi’.”
      Nabi terus berdoa memohon kepada Allah dengan menengadahkan kedua tangan menghadap kiblat, hingga selendang Nabi terjatuh dari bahu beliau. Abu Bakar datang mengambil selendang itu dan meletakkannya kembali ke bahu Nabi dan terus mengikuti di belakang Nabi.
      Abu Bakar berkata, “Wahai Nabi utusan Allah, cukuplah permohonanmu kepada Tuhanmu, pasti Allah akan menunaikan janji-Nya.” Kemudian turun Al-Quran surah Al-Anfal, surah ke-8 ayat 9.

إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ أَنِّي مُمِدُّكُمْ بِأَلْفٍ مِنَ الْمَلَائِكَةِ مُرْدِفِينَ

      “(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu: "Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut.” (HR. Imam Muslim).
      Nabi bersabda,”Seorang laki-laki dalam perjalanan jauh, rambutnya kusut dan berdebu, ia menengadahkan kedua tangannya ke langit seraya berdoa, ‘Ya Rabb, Ya Rabb’. Tetapi makanannya, minumannya, dan pakaiannya haram, apakah mungkin doanya dikabulkan oleh Allah?’”(HR. Muslim).
      Salman Al-Farisi berkata bahwa Nabi bersabda,“Sesungguhnya Tuhanmu Yang Maha Mulia, Maha Agung, Maha Hidup dan Maha Pemberi, Allah malu kepada hamba-Nya jika ia berdoa mengangkat kedua tangannya kepada Allah, kemudian kedua tangannya kembali dalam keadaan kosong.”
Daftar Pustaka
1. Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 77 Tanya-Jawab Seputar Salat, 2017.
2. Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 99 Tanya-Jawab Seputar Salat, 2017.
3. Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 37 Tanya-Jawab Masalah Populer, 2017.
4. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
5. Tafsirq.com online

643. TANGAN

BERDOA MENGANGKAT TANGAN
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M


      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang seseorang yang berdoa memohon kepada Allah dengan mengangkat kedua tangan?” Ustad Abdul Somad menjelaskannya.
      Al-Quran surah Al-A’raf, surah ke-7 ayat 55.

ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ
   
  “Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.”
      Kita diperintahkan berdoa kepada Allah dengan sikap merendahkan diri kepada Allah, salah satu bentuk merendahkan diri kepada Allah adalah dengan cara mengangkat kedua tangan seperti yang dicontohkan Rasulullah.
      Umar bin Khaththab berkata,“Ketika perang Badar, Nabi melihat kepada orang-orang musyrik yang berjumlah 1.000 orang, sedangkan sahabat berjumlah 319 orang. Nabi berdoa menghadap kiblat dengan menengadahkan kedua tangannya, ‘Ya Allah, tunaikan janji-Mu kepadaku. Ya Allah, datangkan apa yang telah Engkau janjikan kepadaku. Ya Allah, jika golongan dari kaum muslimin ini binasa, Engkau tidak disembah di bumi’.”
      Nabi terus berdoa memohon kepada Allah dengan menengadahkan kedua tangan menghadap kiblat, hingga selendang Nabi terjatuh dari bahu beliau. Abu Bakar datang mengambil selendang itu dan meletakkannya kembali ke bahu Nabi dan terus mengikuti di belakang Nabi.
      Abu Bakar berkata, “Wahai Nabi utusan Allah, cukuplah permohonanmu kepada Tuhanmu, pasti Allah akan menunaikan janji-Nya.” Kemudian turun Al-Quran surah Al-Anfal, surah ke-8 ayat 9.

إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ أَنِّي مُمِدُّكُمْ بِأَلْفٍ مِنَ الْمَلَائِكَةِ مُرْدِفِينَ

      “(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu: "Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut.” (HR. Imam Muslim).
      Nabi bersabda,”Seorang laki-laki dalam perjalanan jauh, rambutnya kusut dan berdebu, ia menengadahkan kedua tangannya ke langit seraya berdoa, ‘Ya Rabb, Ya Rabb’. Tetapi makanannya, minumannya, dan pakaiannya haram, apakah mungkin doanya dikabulkan oleh Allah?’”(HR. Muslim).
      Salman Al-Farisi berkata bahwa Nabi bersabda,“Sesungguhnya Tuhanmu Yang Maha Mulia, Maha Agung, Maha Hidup dan Maha Pemberi, Allah malu kepada hamba-Nya jika ia berdoa mengangkat kedua tangannya kepada Allah, kemudian kedua tangannya kembali dalam keadaan kosong.”
Daftar Pustaka
1. Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 77 Tanya-Jawab Seputar Salat, 2017.
2. Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 99 Tanya-Jawab Seputar Salat, 2017.
3. Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 37 Tanya-Jawab Masalah Populer, 2017.
4. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
5. Tafsirq.com online

643. TANGAN

BERDOA MENGANGKAT TANGAN
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M


      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang seseorang yang berdoa memohon kepada Allah dengan mengangkat kedua tangan?” Ustad Abdul Somad menjelaskannya.
      Al-Quran surah Al-A’raf, surah ke-7 ayat 55.

ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ
   
  “Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.”
      Kita diperintahkan berdoa kepada Allah dengan sikap merendahkan diri kepada Allah, salah satu bentuk merendahkan diri kepada Allah adalah dengan cara mengangkat kedua tangan seperti yang dicontohkan Rasulullah.
      Umar bin Khaththab berkata,“Ketika perang Badar, Nabi melihat kepada orang-orang musyrik yang berjumlah 1.000 orang, sedangkan sahabat berjumlah 319 orang. Nabi berdoa menghadap kiblat dengan menengadahkan kedua tangannya, ‘Ya Allah, tunaikan janji-Mu kepadaku. Ya Allah, datangkan apa yang telah Engkau janjikan kepadaku. Ya Allah, jika golongan dari kaum muslimin ini binasa, Engkau tidak disembah di bumi’.”
      Nabi terus berdoa memohon kepada Allah dengan menengadahkan kedua tangan menghadap kiblat, hingga selendang Nabi terjatuh dari bahu beliau. Abu Bakar datang mengambil selendang itu dan meletakkannya kembali ke bahu Nabi dan terus mengikuti di belakang Nabi.
      Abu Bakar berkata, “Wahai Nabi utusan Allah, cukuplah permohonanmu kepada Tuhanmu, pasti Allah akan menunaikan janji-Nya.” Kemudian turun Al-Quran surah Al-Anfal, surah ke-8 ayat 9.

إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ أَنِّي مُمِدُّكُمْ بِأَلْفٍ مِنَ الْمَلَائِكَةِ مُرْدِفِينَ

      “(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu: "Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut.” (HR. Imam Muslim).
      Nabi bersabda,”Seorang laki-laki dalam perjalanan jauh, rambutnya kusut dan berdebu, ia menengadahkan kedua tangannya ke langit seraya berdoa, ‘Ya Rabb, Ya Rabb’. Tetapi makanannya, minumannya, dan pakaiannya haram, apakah mungkin doanya dikabulkan oleh Allah?’”(HR. Muslim).
      Salman Al-Farisi berkata bahwa Nabi bersabda,“Sesungguhnya Tuhanmu Yang Maha Mulia, Maha Agung, Maha Hidup dan Maha Pemberi, Allah malu kepada hamba-Nya jika ia berdoa mengangkat kedua tangannya kepada Allah, kemudian kedua tangannya kembali dalam keadaan kosong.”
Daftar Pustaka
1. Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 77 Tanya-Jawab Seputar Salat, 2017.
2. Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 99 Tanya-Jawab Seputar Salat, 2017.
3. Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 37 Tanya-Jawab Masalah Populer, 2017.
4. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
5. Tafsirq.com online

643. TANGAN

BERDOA MENGANGKAT TANGAN
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M


      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang seseorang yang berdoa memohon kepada Allah dengan mengangkat kedua tangan?” Ustad Abdul Somad menjelaskannya.
      Al-Quran surah Al-A’raf, surah ke-7 ayat 55.

ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ
   
  “Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.”
      Kita diperintahkan berdoa kepada Allah dengan sikap merendahkan diri kepada Allah, salah satu bentuk merendahkan diri kepada Allah adalah dengan cara mengangkat kedua tangan seperti yang dicontohkan Rasulullah.
      Umar bin Khaththab berkata,“Ketika perang Badar, Nabi melihat kepada orang-orang musyrik yang berjumlah 1.000 orang, sedangkan sahabat berjumlah 319 orang. Nabi berdoa menghadap kiblat dengan menengadahkan kedua tangannya, ‘Ya Allah, tunaikan janji-Mu kepadaku. Ya Allah, datangkan apa yang telah Engkau janjikan kepadaku. Ya Allah, jika golongan dari kaum muslimin ini binasa, Engkau tidak disembah di bumi’.”
      Nabi terus berdoa memohon kepada Allah dengan menengadahkan kedua tangan menghadap kiblat, hingga selendang Nabi terjatuh dari bahu beliau. Abu Bakar datang mengambil selendang itu dan meletakkannya kembali ke bahu Nabi dan terus mengikuti di belakang Nabi.
      Abu Bakar berkata, “Wahai Nabi utusan Allah, cukuplah permohonanmu kepada Tuhanmu, pasti Allah akan menunaikan janji-Nya.” Kemudian turun Al-Quran surah Al-Anfal, surah ke-8 ayat 9.

إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ أَنِّي مُمِدُّكُمْ بِأَلْفٍ مِنَ الْمَلَائِكَةِ مُرْدِفِينَ

      “(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu: "Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut.” (HR. Imam Muslim).
      Nabi bersabda,”Seorang laki-laki dalam perjalanan jauh, rambutnya kusut dan berdebu, ia menengadahkan kedua tangannya ke langit seraya berdoa, ‘Ya Rabb, Ya Rabb’. Tetapi makanannya, minumannya, dan pakaiannya haram, apakah mungkin doanya dikabulkan oleh Allah?’”(HR. Muslim).
      Salman Al-Farisi berkata bahwa Nabi bersabda,“Sesungguhnya Tuhanmu Yang Maha Mulia, Maha Agung, Maha Hidup dan Maha Pemberi, Allah malu kepada hamba-Nya jika ia berdoa mengangkat kedua tangannya kepada Allah, kemudian kedua tangannya kembali dalam keadaan kosong.”
Daftar Pustaka
1. Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 77 Tanya-Jawab Seputar Salat, 2017.
2. Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 99 Tanya-Jawab Seputar Salat, 2017.
3. Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 37 Tanya-Jawab Masalah Populer, 2017.
4. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
5. Tafsirq.com online

643. TASBIH

ZIKIR DENGAN TASBIH
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M


      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang berzikir menggunakan tasbih?” Ustad Abdul Somad menjelaskannya.
      Aisyah binti Saad berkisah bahwa bapaknya bersama Nabi bertemu seorang wanita yang bertasbih menggunakan biji-bijian dan batu, Nabi bersabda,”Aku beritahukan kepadamu dengan yang lebih mudah bagimu daripada ini atau lebih utama.”
      Kemudian Nabi bersabda,“Maha Suci Allah sejumlah apa yang telah Dia ciptakan di langit. Maha Suci Allah sejumlah apa yang telah Dia ciptakan di bumi. Maha Suci Allah sejumlah apa yang telah Dia ciptakan di antaranya. Maha Suci Allah sejumlah apa yang telah Dia ciptakan. Allah Maha Besar, segala puji bagi Allah, tidak ada tuhan selain Allah, tidak ada daya dan upaya kecuali dengan Allah, seperti itu.” (HR. Abu Daud).
      Nabi tidak melarang berzikir menggunakan biji-bijian dan batu sebagai alat hitung, tetapai Nabi menunjukkan cara yang lebih mudah, sehingga para sahabat tetap menggunakan alat untuk menghitung zikirnya.
      Qasim bin Abdurrahman berkata,“Abu Darda’ memiliki biji-bijian dari biji-biji kurma ‘Ajwah, sekitar sepuluh biji yang diletakkan dalam satu kantong. Apabila ia telah  melaksanakan  salat  Subuh,  beliau  mendekat  ke  kasurnya  lalu  mengambil  kantong tersebut dan mengeluarkan biji-biji itu satu per-satu, ia bertasbih menggunakannya. Apabila telah habis, ia ulangi lagi satu per-satu.”
      Qasim berkata “Saya bersama Abu Hurairah yang berada di atas kasur dengan sebuah kantung berisi batu kerikil dan biji-bijian, di bawahnya terdapat hamba sahaya berkulit hitam. Abu Hurairah bertasbih menggunakan batu dan biji-bijian itu. Ketika batu-batu yang ada di dalam kantong itu habis, Abu Hurairah melemparkan kantong itu kepada hamba sahaya itu, lalu ia mengumpulkannya dan mengembalikannya ke dalam kantong dan menyerahkannya kepada Abu Hurairah.” (HR. Abu Daud).
       Nu’aim bin Muharrar bin Abi Hurairah berkata,”Abu Hurairah memiliki benang yang diberi seribu simpul, Abu Hurairah sebelum tidur selalu bertasbih menggunakan seribu simpul tersebut.”
      Imam Syaukani berkata,”Tidak ada riwayat dari kalangan salaf (generasi tiga abad pertama Hijiah) maupun khalaf (generasi setelah salaf) yang melarang berzikir menggunakan tasbih, dan sebagian besar mereka menggunkan tasbih saat berzikir, mereka tidak memakruhkannya.”
      Imam Ibnu Taimiah berpendapat bahwa menghitung tasbih dengan jari jemari adalah sunah, karena Nabi bersabda, “Bertasbihlah, hitunglah dengan jari jemarimu, sesungguhnya jari jemarimu akan ditanya dan akan dibuat berbicara”.
      Syekh Ibn ‘Utsaimin berpendapat bahwa bertasbih menggunakan alat menghitung tidak dianggap berbuat bid’ah dalam agama, karena maksud bid’ah yang dilarang adalah bid’ah dalam agama.
      Sedangkan bertasbih menggunakan alat hitung adalah cara untuk menghitung banyaknya bilangan (zikir), sedangkan tasbih dan alat hitung lainnya adalah sarana yang “marjuhah” (lemah) lawan dari “rajah” (kuat) dan “mafdhulah” (lawan afdal), yang afdal (lebih baik) menghitung jumlah zikir dengan jari jemari tangan.
Daftar Pustaka
1. Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 77 Tanya-Jawab Seputar Salat, 2017.
2. Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 99 Tanya-Jawab Seputar Salat, 2017.
3. Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 37 Tanya-Jawab Masalah Populer, 2017.
4. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
5. Tafsirq.com online