Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Sunday, May 27, 2018

847. BAKAR

ABU BAKAR, SAHABAT SETIA NABI
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang Abu Bakar Sidik adalah seorang sahabat dan pembela setia Nabi Muhammad?” Berikut ini penjelasannya.
      Abu Bakar lahir bulan Oktober 573 Masehi di Mekah dengan nama Abdul Kakbah bin Abi Quhafah dan meninggal 23 Agustus di Madinah. Ayahnya bernama Usman bin Amir yang dipanggil “Abu Quhafa” dan Ibunya bernama Salam binti Sakhar yang dipanggil “Umi Khair” keduanya berasal dari keluarga kaum Bani Tamim.
     Abdul Kakbah bin Abi Quhafah (Abu Bakar kecil) senang bermain dengan unta dan kambing, sehingga  diberi julukan Abu Bakar yang artinya “bapaknya unta”.      Abu Bakar termasuk “ash-shabiqunal awwalun” (orang-orang yang terdahulu dan awal masuk Islam) yang dijamin masuk surga selamanya.
      Al-Quran surah At-Taubah, surah ke-9 ayat 100.

وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۚ ذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

      “Orang-orang yang terdahulu dan yang awal (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Ansar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar”.
    Abu Bakar berumur lebih muda 2 tahun dibandingkan dengan Nabi Muhammad dan terlatih dalam perdagangan sejak kecil, sehingga Abu Bakar lebih terkenal dalam dunia bisnis.
       Abu Bakar berumur 10 tahun mengikuti rombongan berdagang ke Syria bersamaan dengan Nabi Muhammad berumur 12 tahun ketika diajak oleh Abi Thalib ikut dalam rombongan kafilah yang sama.
      Abu Bakar berumur 18 tahun terkenal berprofesi sebagai pedagang kain mengikuti bisnis keluarganya, sehingga Abu Bakar sering bepergian ke luar negeri bersama rombongan kafilahnya, misalnya ke negeri Yaman, Syria, dan  beberapa tempat lainnya.
      Dengan terjun langsung dalam kegiatan bisnis sejak remaja, membuat Abu Bakar kaya harta benda dan semakin berpengalaman dalam berdagang antarnegara.
      Bisnisnya semakin berkembang sehingga status sosial Abu Bakar bertambah naik, layaknya keluarga pedagang Mekah yang kaya, Abu Bakar termasuk orang yang terpelajar, karena mampu menulis dan membaca serta menyukai puisi.
       Abu Bakar masih kecil diajak oleh ayahnya ke Kakbah dan menyuruh Abu Bakar untuk berdoa sendirian kepada berhala, kemudian ayahnya pergi mengurus bisnisnya. 
      Abu Bakar berdoa kepada berhala, "Ya tuhanku, aku membutuhkan pakaian, berikan aku pakaian dan makanan yang lezat, karena aku sangat lapar.” Berhala diam tidak menanggapi permintaan Abu Bakar.
      Abu Bakar mengangkat sebuah batu dan berkata kepada berhala,”Aku sedang mengangkat batu dan mengarahkan kepadamu, apabila kamu memang tuhan, maka lindungilah dirimu sendiri”.
      Abu Bakar melemparkan batu ke arah berhala lalu pergi meninggalkan Kakbah dan sejak saat itu Abu Bakar tidak pernah menyembah berhala lagi.
      Nabi sedang berdakwah,”Sesungguhnya aku adalah utusan Allah, maka aku mengajak kamu kepada Allah”. Abu Bakar langsung masuk Islam, sehingga  Nabi amat gembira menyambutnya.
      Abu Bakar langsung menemui Usman bin Affan, Thalhah bin Ubaidillah, Zubair bin Awam, dan Saad bin Abi Waqas untuk mengajak masuk Islam dan mereka pun memeluk Islam.
      Menurut Ibnu Katsir, wanita pertama memeluk Islam adalah Khadijah, istri Nabi, Zaid bin Haritsah budak pertama masuk Islam, Ali bin Abi Thalib anak kecil pertama yang masuk Islam, sedangkan Abu Bakar adalah  laki-laki dewasa pertama yang masuk Islam.
      Istri pertama Abu Bakar, Qutailah binti Abdul-Uzza, tidak mau masuk Islam, sehingga mereka bercerai, sedangkan istri Abu Bakar yang lain, Umi Ruman, bersedia memeluk Islam.
     Semua anak Abu Bakar ikut masuk Islam, selain Abdurrahman bin Abu Bakar yang baru memeluk Islam dalam Perjanjian Hudaibiyah.
      Nabi Muhammad menikah dengan Khadijah dan tinggal di rumah bertetangga dengan Abu Bakar. Nabi Muhammad muda seorang pedagang yang baru dan Abu Bakar muda yang berpostur agak kurus, berkulit putih, dan berambut lebat adalah  ahli perdagangan.
      Pada awal Islam, banyak penganut Islam yang disiksa oleh kaum Quraisy, tetapi para keluarga yang kaya dan terhormat dilindungi oleh keluarganya. Abu Bakar membeli beberapa budak yang mengalami penyiksaan paling parah dan membebaskannya.
     Bilal bin Rabah, seorang budak terkenal yang dibeli oleh Abu Bakar, lalu dimerdekakannya, akhirnya Bilal bin Rabah menjadi sahabat setia Nabi Muhammad dan muazin pertama, karena suaranya sangat merdu.
     Dalam Peristiwa Isra Mikraj, semua penduduk Mekah gempar dan hampir semua pemeluk Islam kembali murtad, karena mendengarkan kisah Nabi yang mustahil dan tidak masuk akal.
     Nabi berkisah tentang perjalanan dari Mekah ke Palestina yang berjarak lebih dari 1.500 km ditambah lagi dengan cerita naik ke langit tujuh yang sangat mencengangkan dan membingungkan masyarakat.
     Pada zaman itu, dengan menunggang kuda tercepat, jarak dari Mekah ke Palestina memerlukan waktu sebulan lebih dan kembalinya juga membutuhkan sebulan lebih.
     Nabi bercerita dalam Peristiwa Isra Mikraj bahwa beliau berangkat dari Mekah ke Palestina dan langsung kembali dari Palestina ke Mekah hanya ditempuh beberapa jam saja. Sungguh sangat mustahil dan tidak masuk dalam akal mereka.
     Tetapi, Abu Bakar berhasil mengubah semuanya, bahkan dengan amat yakin Abu Bakar berkata, “Semua yang dikatakan Nabi Muhammad pasti benar!” Abu Bakar mengumpulkan para tokoh Quraisy dan semua orang yang pernah mengunjungi Palestina, mereka dipersilakan bertanya kepada Nabi tentang seluk beluk Palestina.
      Nabi Muhammad berhasil menjawab semua pertanyaan dengan baik dan mampu menjelaskan dengan amat sempurna.  Sungguh sangat mengherankan, padahal Nabi Muhammad belum pernah mengunjungi Palestina. 
     Nabi bersabda, “Malam hari tadi, saya berjumpa dengan suatu kafilah dari Mekah, mereka kehilangan satu unta, lalu saya menunjukkan tempatnya dan untanya berhasil ditemukan, saya meminum sebagian bekal air mereka dan dua hari lagi mereka akan datang.”
    Nabi menyebutkan nama semua orang yang ikut dalam rombongan kafilah, jumlah untanya dan perbekalan lainnya, semuanya dijelaskan dengan terperinci.
     Dua hari kemudian, semua penduduk Mekah berkumpul dan bergerombol berjajar di tepi jalan pintu masuk Mekah menunggu kedatangan kafilah yang diceritakan oleh Nabi Muhammad.
     Rombongan kafilah datang, penduduk Mekah bertanya banyak hal kepada anggota rombongan. Sungguh ajaib, ternyata semuanya benar seperti yang diceritakan Nabi Muhammad. Sungguh sangat mengherankan, akhirnya semua pemeluk Islam bertambah kuat keyakinan mereka.
      Nabi Muhammad memberi gelar kepada Abu Bakar “Ash-Shiddiq” yang artinya “berkata benar“, karena Abu Bakar membenarkan peristiwa Isra Mikraj, sehingga terkenal dengan nama “Abu Bakar Sidik”.
     Nabi hijrah dari Mekah ke Madinah ditemani Abu Bakar bersembunyi di Gua Tsur selama tiga malam untuk menghindari kejaran pasukan Quraisy, lalu beliau hijrah menempuh jalur yang sulit berjalan selama tujuh hari  menuju Madinah.
         Abu Bakar adalah mertua Nabi Muhammad, karena Aisyah, putri Abu Bakar  menikah dengan Nabi beberapa waktu setelah Hijrah.
       Nabi Muhammad sakit, Abu Bakar yang menggantikan menjadi imam salat, sehingga banyak para sahabat yang menganggap ini suatu tanda bahwa Abu Bakar akan menggantikan posisi Nabi.
      Nabi Muhammad meninggal dunia, Abu Bakar adalah sahabat Nabi yang paling tabah menghadapinya dan berhasil menenangkan Umar bin Khattab yang bingung menghadapinya.
.  Abu Bakar menjadi Khalifah Islam pertama selama dua tahun, mulai tahun 632 sampai 634 Masehi. Pasukan Khalifah Abu Bakar berhasil mengalahkan Kaisar Bizantium, Kaisar Sassanid, dan panglima pasukan Islam Khalid bin Walid berhasil menaklukkan Irak dan Syria.
        Para penghafal Al-Quran banyak yang meninggal dunia, Abu Bakar  memerintahkan Zaid bin Tsabit sebagai ketua tim untuk mengumpulkan koleksi lembaran Al-Quran.
        Zaid bin Tsabit dan timnya mengumpulkan semua lembaran Al-Quran yang berasal dari para penghafal Al-Quran, tulisan pada tulang, kulit dan bahan lainnya, kemudian Abu Bakar menyimpan berkas kumpulan Al-Quran tersebut.
      Abu Bakar meninggal, berkas lembaran Al-Quran disimpan oleh Umar bin Khattab dan pada zaman Khalifah Usman bin Affan koleksi ini dipakai sebagai dasar penulisan teks Al-Quran yang dikenal dengan Al-Quran “Mushaf Usmany”.
        Abu Bakar meninggal 23 Agustus 634 Masehi di Madinah karena sakit dan dimakamkan di rumah Aisyah, putrinya, berdampingan dengan makam Nabi.
      Sekarang ini, kondisi makam Nabi Muhammad, Abu Bakar, dan Umar bin Khattab berada di sisi timur Masjid Nabawi, Madinah, berada di bawah kubah berwarna hijau.
Daftar Pustaka
1. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
2. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
4. Al-Kandahlawi, Maulana Muhammad Zakaria. Himpunan Fadhilah Amal. Penerbit Ash-Shaff. Yogyakarta. 2000.

847. BAKAR

ABU BAKAR, SAHABAT SETIA NABI
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang Abu Bakar Sidik adalah seorang sahabat dan pembela setia Nabi Muhammad?” Berikut ini penjelasannya.
      Abu Bakar lahir bulan Oktober 573 Masehi di Mekah dengan nama Abdul Kakbah bin Abi Quhafah dan meninggal 23 Agustus di Madinah. Ayahnya bernama Usman bin Amir yang dipanggil “Abu Quhafa” dan Ibunya bernama Salam binti Sakhar yang dipanggil “Umi Khair” keduanya berasal dari keluarga kaum Bani Tamim.
     Abdul Kakbah bin Abi Quhafah (Abu Bakar kecil) senang bermain dengan unta dan kambing, sehingga  diberi julukan Abu Bakar yang artinya “bapaknya unta”.      Abu Bakar termasuk “ash-shabiqunal awwalun” (orang-orang yang terdahulu dan awal masuk Islam) yang dijamin masuk surga selamanya.
      Al-Quran surah At-Taubah, surah ke-9 ayat 100.

وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۚ ذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

      “Orang-orang yang terdahulu dan yang awal (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Ansar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar”.
    Abu Bakar berumur lebih muda 2 tahun dibandingkan dengan Nabi Muhammad dan terlatih dalam perdagangan sejak kecil, sehingga Abu Bakar lebih terkenal dalam dunia bisnis.
       Abu Bakar berumur 10 tahun mengikuti rombongan berdagang ke Syria bersamaan dengan Nabi Muhammad berumur 12 tahun ketika diajak oleh Abi Thalib ikut dalam rombongan kafilah yang sama.
      Abu Bakar berumur 18 tahun terkenal berprofesi sebagai pedagang kain mengikuti bisnis keluarganya, sehingga Abu Bakar sering bepergian ke luar negeri bersama rombongan kafilahnya, misalnya ke negeri Yaman, Syria, dan  beberapa tempat lainnya.
      Dengan terjun langsung dalam kegiatan bisnis sejak remaja, membuat Abu Bakar kaya harta benda dan semakin berpengalaman dalam berdagang antarnegara.
      Bisnisnya semakin berkembang sehingga status sosial Abu Bakar bertambah naik, layaknya keluarga pedagang Mekah yang kaya, Abu Bakar termasuk orang yang terpelajar, karena mampu menulis dan membaca serta menyukai puisi.
       Abu Bakar masih kecil diajak oleh ayahnya ke Kakbah dan menyuruh Abu Bakar untuk berdoa sendirian kepada berhala, kemudian ayahnya pergi mengurus bisnisnya. 
      Abu Bakar berdoa kepada berhala, "Ya tuhanku, aku membutuhkan pakaian, berikan aku pakaian dan makanan yang lezat, karena aku sangat lapar.” Berhala diam tidak menanggapi permintaan Abu Bakar.
      Abu Bakar mengangkat sebuah batu dan berkata kepada berhala,”Aku sedang mengangkat batu dan mengarahkan kepadamu, apabila kamu memang tuhan, maka lindungilah dirimu sendiri”.
      Abu Bakar melemparkan batu ke arah berhala lalu pergi meninggalkan Kakbah dan sejak saat itu Abu Bakar tidak pernah menyembah berhala lagi.
      Nabi sedang berdakwah,”Sesungguhnya aku adalah utusan Allah, maka aku mengajak kamu kepada Allah”. Abu Bakar langsung masuk Islam, sehingga  Nabi amat gembira menyambutnya.
      Abu Bakar langsung menemui Usman bin Affan, Thalhah bin Ubaidillah, Zubair bin Awam, dan Saad bin Abi Waqas untuk mengajak masuk Islam dan mereka pun memeluk Islam.
      Menurut Ibnu Katsir, wanita pertama memeluk Islam adalah Khadijah, istri Nabi, Zaid bin Haritsah budak pertama masuk Islam, Ali bin Abi Thalib anak kecil pertama yang masuk Islam, sedangkan Abu Bakar adalah  laki-laki dewasa pertama yang masuk Islam.
      Istri pertama Abu Bakar, Qutailah binti Abdul-Uzza, tidak mau masuk Islam, sehingga mereka bercerai, sedangkan istri Abu Bakar yang lain, Umi Ruman, bersedia memeluk Islam.
     Semua anak Abu Bakar ikut masuk Islam, selain Abdurrahman bin Abu Bakar yang baru memeluk Islam dalam Perjanjian Hudaibiyah.
      Nabi Muhammad menikah dengan Khadijah dan tinggal di rumah bertetangga dengan Abu Bakar. Nabi Muhammad muda seorang pedagang yang baru dan Abu Bakar muda yang berpostur agak kurus, berkulit putih, dan berambut lebat adalah  ahli perdagangan.
      Pada awal Islam, banyak penganut Islam yang disiksa oleh kaum Quraisy, tetapi para keluarga yang kaya dan terhormat dilindungi oleh keluarganya. Abu Bakar membeli beberapa budak yang mengalami penyiksaan paling parah dan membebaskannya.
     Bilal bin Rabah, seorang budak terkenal yang dibeli oleh Abu Bakar, lalu dimerdekakannya, akhirnya Bilal bin Rabah menjadi sahabat setia Nabi Muhammad dan muazin pertama, karena suaranya sangat merdu.
     Dalam Peristiwa Isra Mikraj, semua penduduk Mekah gempar dan hampir semua pemeluk Islam kembali murtad, karena mendengarkan kisah Nabi yang mustahil dan tidak masuk akal.
     Nabi berkisah tentang perjalanan dari Mekah ke Palestina yang berjarak lebih dari 1.500 km ditambah lagi dengan cerita naik ke langit tujuh yang sangat mencengangkan dan membingungkan masyarakat.
     Pada zaman itu, dengan menunggang kuda tercepat, jarak dari Mekah ke Palestina memerlukan waktu sebulan lebih dan kembalinya juga membutuhkan sebulan lebih.
     Nabi bercerita dalam Peristiwa Isra Mikraj bahwa beliau berangkat dari Mekah ke Palestina dan langsung kembali dari Palestina ke Mekah hanya ditempuh beberapa jam saja. Sungguh sangat mustahil dan tidak masuk dalam akal mereka.
     Tetapi, Abu Bakar berhasil mengubah semuanya, bahkan dengan amat yakin Abu Bakar berkata, “Semua yang dikatakan Nabi Muhammad pasti benar!” Abu Bakar mengumpulkan para tokoh Quraisy dan semua orang yang pernah mengunjungi Palestina, mereka dipersilakan bertanya kepada Nabi tentang seluk beluk Palestina.
      Nabi Muhammad berhasil menjawab semua pertanyaan dengan baik dan mampu menjelaskan dengan amat sempurna.  Sungguh sangat mengherankan, padahal Nabi Muhammad belum pernah mengunjungi Palestina. 
     Nabi bersabda, “Malam hari tadi, saya berjumpa dengan suatu kafilah dari Mekah, mereka kehilangan satu unta, lalu saya menunjukkan tempatnya dan untanya berhasil ditemukan, saya meminum sebagian bekal air mereka dan dua hari lagi mereka akan datang.”
    Nabi menyebutkan nama semua orang yang ikut dalam rombongan kafilah, jumlah untanya dan perbekalan lainnya, semuanya dijelaskan dengan terperinci.
     Dua hari kemudian, semua penduduk Mekah berkumpul dan bergerombol berjajar di tepi jalan pintu masuk Mekah menunggu kedatangan kafilah yang diceritakan oleh Nabi Muhammad.
     Rombongan kafilah datang, penduduk Mekah bertanya banyak hal kepada anggota rombongan. Sungguh ajaib, ternyata semuanya benar seperti yang diceritakan Nabi Muhammad. Sungguh sangat mengherankan, akhirnya semua pemeluk Islam bertambah kuat keyakinan mereka.
      Nabi Muhammad memberi gelar kepada Abu Bakar “Ash-Shiddiq” yang artinya “berkata benar“, karena Abu Bakar membenarkan peristiwa Isra Mikraj, sehingga terkenal dengan nama “Abu Bakar Sidik”.
     Nabi hijrah dari Mekah ke Madinah ditemani Abu Bakar bersembunyi di Gua Tsur selama tiga malam untuk menghindari kejaran pasukan Quraisy, lalu beliau hijrah menempuh jalur yang sulit berjalan selama tujuh hari  menuju Madinah.
         Abu Bakar adalah mertua Nabi Muhammad, karena Aisyah, putri Abu Bakar  menikah dengan Nabi beberapa waktu setelah Hijrah.
       Nabi Muhammad sakit, Abu Bakar yang menggantikan menjadi imam salat, sehingga banyak para sahabat yang menganggap ini suatu tanda bahwa Abu Bakar akan menggantikan posisi Nabi.
      Nabi Muhammad meninggal dunia, Abu Bakar adalah sahabat Nabi yang paling tabah menghadapinya dan berhasil menenangkan Umar bin Khattab yang bingung menghadapinya.
.  Abu Bakar menjadi Khalifah Islam pertama selama dua tahun, mulai tahun 632 sampai 634 Masehi. Pasukan Khalifah Abu Bakar berhasil mengalahkan Kaisar Bizantium, Kaisar Sassanid, dan panglima pasukan Islam Khalid bin Walid berhasil menaklukkan Irak dan Syria.
        Para penghafal Al-Quran banyak yang meninggal dunia, Abu Bakar  memerintahkan Zaid bin Tsabit sebagai ketua tim untuk mengumpulkan koleksi lembaran Al-Quran.
        Zaid bin Tsabit dan timnya mengumpulkan semua lembaran Al-Quran yang berasal dari para penghafal Al-Quran, tulisan pada tulang, kulit dan bahan lainnya, kemudian Abu Bakar menyimpan berkas kumpulan Al-Quran tersebut.
      Abu Bakar meninggal, berkas lembaran Al-Quran disimpan oleh Umar bin Khattab dan pada zaman Khalifah Usman bin Affan koleksi ini dipakai sebagai dasar penulisan teks Al-Quran yang dikenal dengan Al-Quran “Mushaf Usmany”.
        Abu Bakar meninggal 23 Agustus 634 Masehi di Madinah karena sakit dan dimakamkan di rumah Aisyah, putrinya, berdampingan dengan makam Nabi.
      Sekarang ini, kondisi makam Nabi Muhammad, Abu Bakar, dan Umar bin Khattab berada di sisi timur Masjid Nabawi, Madinah, berada di bawah kubah berwarna hijau.
Daftar Pustaka
1. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
2. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
4. Al-Kandahlawi, Maulana Muhammad Zakaria. Himpunan Fadhilah Amal. Penerbit Ash-Shaff. Yogyakarta. 2000.

847. BAKAR

ABU BAKAR, SAHABAT SETIA NABI
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang Abu Bakar Sidik adalah seorang sahabat dan pembela setia Nabi Muhammad?” Berikut ini penjelasannya.
      Abu Bakar lahir bulan Oktober 573 Masehi di Mekah dengan nama Abdul Kakbah bin Abi Quhafah dan meninggal 23 Agustus di Madinah. Ayahnya bernama Usman bin Amir yang dipanggil “Abu Quhafa” dan Ibunya bernama Salam binti Sakhar yang dipanggil “Umi Khair” keduanya berasal dari keluarga kaum Bani Tamim.
     Abdul Kakbah bin Abi Quhafah (Abu Bakar kecil) senang bermain dengan unta dan kambing, sehingga  diberi julukan Abu Bakar yang artinya “bapaknya unta”.      Abu Bakar termasuk “ash-shabiqunal awwalun” (orang-orang yang terdahulu dan awal masuk Islam) yang dijamin masuk surga selamanya.
      Al-Quran surah At-Taubah, surah ke-9 ayat 100.

وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۚ ذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

      “Orang-orang yang terdahulu dan yang awal (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Ansar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar”.
    Abu Bakar berumur lebih muda 2 tahun dibandingkan dengan Nabi Muhammad dan terlatih dalam perdagangan sejak kecil, sehingga Abu Bakar lebih terkenal dalam dunia bisnis.
       Abu Bakar berumur 10 tahun mengikuti rombongan berdagang ke Syria bersamaan dengan Nabi Muhammad berumur 12 tahun ketika diajak oleh Abi Thalib ikut dalam rombongan kafilah yang sama.
      Abu Bakar berumur 18 tahun terkenal berprofesi sebagai pedagang kain mengikuti bisnis keluarganya, sehingga Abu Bakar sering bepergian ke luar negeri bersama rombongan kafilahnya, misalnya ke negeri Yaman, Syria, dan  beberapa tempat lainnya.
      Dengan terjun langsung dalam kegiatan bisnis sejak remaja, membuat Abu Bakar kaya harta benda dan semakin berpengalaman dalam berdagang antarnegara.
      Bisnisnya semakin berkembang sehingga status sosial Abu Bakar bertambah naik, layaknya keluarga pedagang Mekah yang kaya, Abu Bakar termasuk orang yang terpelajar, karena mampu menulis dan membaca serta menyukai puisi.
       Abu Bakar masih kecil diajak oleh ayahnya ke Kakbah dan menyuruh Abu Bakar untuk berdoa sendirian kepada berhala, kemudian ayahnya pergi mengurus bisnisnya. 
      Abu Bakar berdoa kepada berhala, "Ya tuhanku, aku membutuhkan pakaian, berikan aku pakaian dan makanan yang lezat, karena aku sangat lapar.” Berhala diam tidak menanggapi permintaan Abu Bakar.
      Abu Bakar mengangkat sebuah batu dan berkata kepada berhala,”Aku sedang mengangkat batu dan mengarahkan kepadamu, apabila kamu memang tuhan, maka lindungilah dirimu sendiri”.
      Abu Bakar melemparkan batu ke arah berhala lalu pergi meninggalkan Kakbah dan sejak saat itu Abu Bakar tidak pernah menyembah berhala lagi.
      Nabi sedang berdakwah,”Sesungguhnya aku adalah utusan Allah, maka aku mengajak kamu kepada Allah”. Abu Bakar langsung masuk Islam, sehingga  Nabi amat gembira menyambutnya.
      Abu Bakar langsung menemui Usman bin Affan, Thalhah bin Ubaidillah, Zubair bin Awam, dan Saad bin Abi Waqas untuk mengajak masuk Islam dan mereka pun memeluk Islam.
      Menurut Ibnu Katsir, wanita pertama memeluk Islam adalah Khadijah, istri Nabi, Zaid bin Haritsah budak pertama masuk Islam, Ali bin Abi Thalib anak kecil pertama yang masuk Islam, sedangkan Abu Bakar adalah  laki-laki dewasa pertama yang masuk Islam.
      Istri pertama Abu Bakar, Qutailah binti Abdul-Uzza, tidak mau masuk Islam, sehingga mereka bercerai, sedangkan istri Abu Bakar yang lain, Umi Ruman, bersedia memeluk Islam.
     Semua anak Abu Bakar ikut masuk Islam, selain Abdurrahman bin Abu Bakar yang baru memeluk Islam dalam Perjanjian Hudaibiyah.
      Nabi Muhammad menikah dengan Khadijah dan tinggal di rumah bertetangga dengan Abu Bakar. Nabi Muhammad muda seorang pedagang yang baru dan Abu Bakar muda yang berpostur agak kurus, berkulit putih, dan berambut lebat adalah  ahli perdagangan.
      Pada awal Islam, banyak penganut Islam yang disiksa oleh kaum Quraisy, tetapi para keluarga yang kaya dan terhormat dilindungi oleh keluarganya. Abu Bakar membeli beberapa budak yang mengalami penyiksaan paling parah dan membebaskannya.
     Bilal bin Rabah, seorang budak terkenal yang dibeli oleh Abu Bakar, lalu dimerdekakannya, akhirnya Bilal bin Rabah menjadi sahabat setia Nabi Muhammad dan muazin pertama, karena suaranya sangat merdu.
     Dalam Peristiwa Isra Mikraj, semua penduduk Mekah gempar dan hampir semua pemeluk Islam kembali murtad, karena mendengarkan kisah Nabi yang mustahil dan tidak masuk akal.
     Nabi berkisah tentang perjalanan dari Mekah ke Palestina yang berjarak lebih dari 1.500 km ditambah lagi dengan cerita naik ke langit tujuh yang sangat mencengangkan dan membingungkan masyarakat.
     Pada zaman itu, dengan menunggang kuda tercepat, jarak dari Mekah ke Palestina memerlukan waktu sebulan lebih dan kembalinya juga membutuhkan sebulan lebih.
     Nabi bercerita dalam Peristiwa Isra Mikraj bahwa beliau berangkat dari Mekah ke Palestina dan langsung kembali dari Palestina ke Mekah hanya ditempuh beberapa jam saja. Sungguh sangat mustahil dan tidak masuk dalam akal mereka.
     Tetapi, Abu Bakar berhasil mengubah semuanya, bahkan dengan amat yakin Abu Bakar berkata, “Semua yang dikatakan Nabi Muhammad pasti benar!” Abu Bakar mengumpulkan para tokoh Quraisy dan semua orang yang pernah mengunjungi Palestina, mereka dipersilakan bertanya kepada Nabi tentang seluk beluk Palestina.
      Nabi Muhammad berhasil menjawab semua pertanyaan dengan baik dan mampu menjelaskan dengan amat sempurna.  Sungguh sangat mengherankan, padahal Nabi Muhammad belum pernah mengunjungi Palestina. 
     Nabi bersabda, “Malam hari tadi, saya berjumpa dengan suatu kafilah dari Mekah, mereka kehilangan satu unta, lalu saya menunjukkan tempatnya dan untanya berhasil ditemukan, saya meminum sebagian bekal air mereka dan dua hari lagi mereka akan datang.”
    Nabi menyebutkan nama semua orang yang ikut dalam rombongan kafilah, jumlah untanya dan perbekalan lainnya, semuanya dijelaskan dengan terperinci.
     Dua hari kemudian, semua penduduk Mekah berkumpul dan bergerombol berjajar di tepi jalan pintu masuk Mekah menunggu kedatangan kafilah yang diceritakan oleh Nabi Muhammad.
     Rombongan kafilah datang, penduduk Mekah bertanya banyak hal kepada anggota rombongan. Sungguh ajaib, ternyata semuanya benar seperti yang diceritakan Nabi Muhammad. Sungguh sangat mengherankan, akhirnya semua pemeluk Islam bertambah kuat keyakinan mereka.
      Nabi Muhammad memberi gelar kepada Abu Bakar “Ash-Shiddiq” yang artinya “berkata benar“, karena Abu Bakar membenarkan peristiwa Isra Mikraj, sehingga terkenal dengan nama “Abu Bakar Sidik”.
     Nabi hijrah dari Mekah ke Madinah ditemani Abu Bakar bersembunyi di Gua Tsur selama tiga malam untuk menghindari kejaran pasukan Quraisy, lalu beliau hijrah menempuh jalur yang sulit berjalan selama tujuh hari  menuju Madinah.
         Abu Bakar adalah mertua Nabi Muhammad, karena Aisyah, putri Abu Bakar  menikah dengan Nabi beberapa waktu setelah Hijrah.
       Nabi Muhammad sakit, Abu Bakar yang menggantikan menjadi imam salat, sehingga banyak para sahabat yang menganggap ini suatu tanda bahwa Abu Bakar akan menggantikan posisi Nabi.
      Nabi Muhammad meninggal dunia, Abu Bakar adalah sahabat Nabi yang paling tabah menghadapinya dan berhasil menenangkan Umar bin Khattab yang bingung menghadapinya.
.  Abu Bakar menjadi Khalifah Islam pertama selama dua tahun, mulai tahun 632 sampai 634 Masehi. Pasukan Khalifah Abu Bakar berhasil mengalahkan Kaisar Bizantium, Kaisar Sassanid, dan panglima pasukan Islam Khalid bin Walid berhasil menaklukkan Irak dan Syria.
        Para penghafal Al-Quran banyak yang meninggal dunia, Abu Bakar  memerintahkan Zaid bin Tsabit sebagai ketua tim untuk mengumpulkan koleksi lembaran Al-Quran.
        Zaid bin Tsabit dan timnya mengumpulkan semua lembaran Al-Quran yang berasal dari para penghafal Al-Quran, tulisan pada tulang, kulit dan bahan lainnya, kemudian Abu Bakar menyimpan berkas kumpulan Al-Quran tersebut.
      Abu Bakar meninggal, berkas lembaran Al-Quran disimpan oleh Umar bin Khattab dan pada zaman Khalifah Usman bin Affan koleksi ini dipakai sebagai dasar penulisan teks Al-Quran yang dikenal dengan Al-Quran “Mushaf Usmany”.
        Abu Bakar meninggal 23 Agustus 634 Masehi di Madinah karena sakit dan dimakamkan di rumah Aisyah, putrinya, berdampingan dengan makam Nabi.
      Sekarang ini, kondisi makam Nabi Muhammad, Abu Bakar, dan Umar bin Khattab berada di sisi timur Masjid Nabawi, Madinah, berada di bawah kubah berwarna hijau.
Daftar Pustaka
1. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
2. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
4. Al-Kandahlawi, Maulana Muhammad Zakaria. Himpunan Fadhilah Amal. Penerbit Ash-Shaff. Yogyakarta. 2000.

847. BAKAR

ABU BAKAR, SAHABAT SETIA NABI
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang Abu Bakar Sidik adalah seorang sahabat dan pembela setia Nabi Muhammad?” Berikut ini penjelasannya.
      Abu Bakar lahir bulan Oktober 573 Masehi di Mekah dengan nama Abdul Kakbah bin Abi Quhafah dan meninggal 23 Agustus di Madinah. Ayahnya bernama Usman bin Amir yang dipanggil “Abu Quhafa” dan Ibunya bernama Salam binti Sakhar yang dipanggil “Umi Khair” keduanya berasal dari keluarga kaum Bani Tamim.
     Abdul Kakbah bin Abi Quhafah (Abu Bakar kecil) senang bermain dengan unta dan kambing, sehingga  diberi julukan Abu Bakar yang artinya “bapaknya unta”.      Abu Bakar termasuk “ash-shabiqunal awwalun” (orang-orang yang terdahulu dan awal masuk Islam) yang dijamin masuk surga selamanya.
      Al-Quran surah At-Taubah, surah ke-9 ayat 100.

وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۚ ذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

      “Orang-orang yang terdahulu dan yang awal (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Ansar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar”.
    Abu Bakar berumur lebih muda 2 tahun dibandingkan dengan Nabi Muhammad dan terlatih dalam perdagangan sejak kecil, sehingga Abu Bakar lebih terkenal dalam dunia bisnis.
       Abu Bakar berumur 10 tahun mengikuti rombongan berdagang ke Syria bersamaan dengan Nabi Muhammad berumur 12 tahun ketika diajak oleh Abi Thalib ikut dalam rombongan kafilah yang sama.
      Abu Bakar berumur 18 tahun terkenal berprofesi sebagai pedagang kain mengikuti bisnis keluarganya, sehingga Abu Bakar sering bepergian ke luar negeri bersama rombongan kafilahnya, misalnya ke negeri Yaman, Syria, dan  beberapa tempat lainnya.
      Dengan terjun langsung dalam kegiatan bisnis sejak remaja, membuat Abu Bakar kaya harta benda dan semakin berpengalaman dalam berdagang antarnegara.
      Bisnisnya semakin berkembang sehingga status sosial Abu Bakar bertambah naik, layaknya keluarga pedagang Mekah yang kaya, Abu Bakar termasuk orang yang terpelajar, karena mampu menulis dan membaca serta menyukai puisi.
       Abu Bakar masih kecil diajak oleh ayahnya ke Kakbah dan menyuruh Abu Bakar untuk berdoa sendirian kepada berhala, kemudian ayahnya pergi mengurus bisnisnya. 
      Abu Bakar berdoa kepada berhala, "Ya tuhanku, aku membutuhkan pakaian, berikan aku pakaian dan makanan yang lezat, karena aku sangat lapar.” Berhala diam tidak menanggapi permintaan Abu Bakar.
      Abu Bakar mengangkat sebuah batu dan berkata kepada berhala,”Aku sedang mengangkat batu dan mengarahkan kepadamu, apabila kamu memang tuhan, maka lindungilah dirimu sendiri”.
      Abu Bakar melemparkan batu ke arah berhala lalu pergi meninggalkan Kakbah dan sejak saat itu Abu Bakar tidak pernah menyembah berhala lagi.
      Nabi sedang berdakwah,”Sesungguhnya aku adalah utusan Allah, maka aku mengajak kamu kepada Allah”. Abu Bakar langsung masuk Islam, sehingga  Nabi amat gembira menyambutnya.
      Abu Bakar langsung menemui Usman bin Affan, Thalhah bin Ubaidillah, Zubair bin Awam, dan Saad bin Abi Waqas untuk mengajak masuk Islam dan mereka pun memeluk Islam.
      Menurut Ibnu Katsir, wanita pertama memeluk Islam adalah Khadijah, istri Nabi, Zaid bin Haritsah budak pertama masuk Islam, Ali bin Abi Thalib anak kecil pertama yang masuk Islam, sedangkan Abu Bakar adalah  laki-laki dewasa pertama yang masuk Islam.
      Istri pertama Abu Bakar, Qutailah binti Abdul-Uzza, tidak mau masuk Islam, sehingga mereka bercerai, sedangkan istri Abu Bakar yang lain, Umi Ruman, bersedia memeluk Islam.
     Semua anak Abu Bakar ikut masuk Islam, selain Abdurrahman bin Abu Bakar yang baru memeluk Islam dalam Perjanjian Hudaibiyah.
      Nabi Muhammad menikah dengan Khadijah dan tinggal di rumah bertetangga dengan Abu Bakar. Nabi Muhammad muda seorang pedagang yang baru dan Abu Bakar muda yang berpostur agak kurus, berkulit putih, dan berambut lebat adalah  ahli perdagangan.
      Pada awal Islam, banyak penganut Islam yang disiksa oleh kaum Quraisy, tetapi para keluarga yang kaya dan terhormat dilindungi oleh keluarganya. Abu Bakar membeli beberapa budak yang mengalami penyiksaan paling parah dan membebaskannya.
     Bilal bin Rabah, seorang budak terkenal yang dibeli oleh Abu Bakar, lalu dimerdekakannya, akhirnya Bilal bin Rabah menjadi sahabat setia Nabi Muhammad dan muazin pertama, karena suaranya sangat merdu.
     Dalam Peristiwa Isra Mikraj, semua penduduk Mekah gempar dan hampir semua pemeluk Islam kembali murtad, karena mendengarkan kisah Nabi yang mustahil dan tidak masuk akal.
     Nabi berkisah tentang perjalanan dari Mekah ke Palestina yang berjarak lebih dari 1.500 km ditambah lagi dengan cerita naik ke langit tujuh yang sangat mencengangkan dan membingungkan masyarakat.
     Pada zaman itu, dengan menunggang kuda tercepat, jarak dari Mekah ke Palestina memerlukan waktu sebulan lebih dan kembalinya juga membutuhkan sebulan lebih.
     Nabi bercerita dalam Peristiwa Isra Mikraj bahwa beliau berangkat dari Mekah ke Palestina dan langsung kembali dari Palestina ke Mekah hanya ditempuh beberapa jam saja. Sungguh sangat mustahil dan tidak masuk dalam akal mereka.
     Tetapi, Abu Bakar berhasil mengubah semuanya, bahkan dengan amat yakin Abu Bakar berkata, “Semua yang dikatakan Nabi Muhammad pasti benar!” Abu Bakar mengumpulkan para tokoh Quraisy dan semua orang yang pernah mengunjungi Palestina, mereka dipersilakan bertanya kepada Nabi tentang seluk beluk Palestina.
      Nabi Muhammad berhasil menjawab semua pertanyaan dengan baik dan mampu menjelaskan dengan amat sempurna.  Sungguh sangat mengherankan, padahal Nabi Muhammad belum pernah mengunjungi Palestina. 
     Nabi bersabda, “Malam hari tadi, saya berjumpa dengan suatu kafilah dari Mekah, mereka kehilangan satu unta, lalu saya menunjukkan tempatnya dan untanya berhasil ditemukan, saya meminum sebagian bekal air mereka dan dua hari lagi mereka akan datang.”
    Nabi menyebutkan nama semua orang yang ikut dalam rombongan kafilah, jumlah untanya dan perbekalan lainnya, semuanya dijelaskan dengan terperinci.
     Dua hari kemudian, semua penduduk Mekah berkumpul dan bergerombol berjajar di tepi jalan pintu masuk Mekah menunggu kedatangan kafilah yang diceritakan oleh Nabi Muhammad.
     Rombongan kafilah datang, penduduk Mekah bertanya banyak hal kepada anggota rombongan. Sungguh ajaib, ternyata semuanya benar seperti yang diceritakan Nabi Muhammad. Sungguh sangat mengherankan, akhirnya semua pemeluk Islam bertambah kuat keyakinan mereka.
      Nabi Muhammad memberi gelar kepada Abu Bakar “Ash-Shiddiq” yang artinya “berkata benar“, karena Abu Bakar membenarkan peristiwa Isra Mikraj, sehingga terkenal dengan nama “Abu Bakar Sidik”.
     Nabi hijrah dari Mekah ke Madinah ditemani Abu Bakar bersembunyi di Gua Tsur selama tiga malam untuk menghindari kejaran pasukan Quraisy, lalu beliau hijrah menempuh jalur yang sulit berjalan selama tujuh hari  menuju Madinah.
         Abu Bakar adalah mertua Nabi Muhammad, karena Aisyah, putri Abu Bakar  menikah dengan Nabi beberapa waktu setelah Hijrah.
       Nabi Muhammad sakit, Abu Bakar yang menggantikan menjadi imam salat, sehingga banyak para sahabat yang menganggap ini suatu tanda bahwa Abu Bakar akan menggantikan posisi Nabi.
      Nabi Muhammad meninggal dunia, Abu Bakar adalah sahabat Nabi yang paling tabah menghadapinya dan berhasil menenangkan Umar bin Khattab yang bingung menghadapinya.
.  Abu Bakar menjadi Khalifah Islam pertama selama dua tahun, mulai tahun 632 sampai 634 Masehi. Pasukan Khalifah Abu Bakar berhasil mengalahkan Kaisar Bizantium, Kaisar Sassanid, dan panglima pasukan Islam Khalid bin Walid berhasil menaklukkan Irak dan Syria.
        Para penghafal Al-Quran banyak yang meninggal dunia, Abu Bakar  memerintahkan Zaid bin Tsabit sebagai ketua tim untuk mengumpulkan koleksi lembaran Al-Quran.
        Zaid bin Tsabit dan timnya mengumpulkan semua lembaran Al-Quran yang berasal dari para penghafal Al-Quran, tulisan pada tulang, kulit dan bahan lainnya, kemudian Abu Bakar menyimpan berkas kumpulan Al-Quran tersebut.
      Abu Bakar meninggal, berkas lembaran Al-Quran disimpan oleh Umar bin Khattab dan pada zaman Khalifah Usman bin Affan koleksi ini dipakai sebagai dasar penulisan teks Al-Quran yang dikenal dengan Al-Quran “Mushaf Usmany”.
        Abu Bakar meninggal 23 Agustus 634 Masehi di Madinah karena sakit dan dimakamkan di rumah Aisyah, putrinya, berdampingan dengan makam Nabi.
      Sekarang ini, kondisi makam Nabi Muhammad, Abu Bakar, dan Umar bin Khattab berada di sisi timur Masjid Nabawi, Madinah, berada di bawah kubah berwarna hijau.
Daftar Pustaka
1. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
2. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
4. Al-Kandahlawi, Maulana Muhammad Zakaria. Himpunan Fadhilah Amal. Penerbit Ash-Shaff. Yogyakarta. 2000.

847. BAKAR

ABU BAKAR, SAHABAT SETIA NABI
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang Abu Bakar Sidik adalah seorang sahabat dan pembela setia Nabi Muhammad?” Berikut ini penjelasannya.
      Abu Bakar lahir bulan Oktober 573 Masehi di Mekah dengan nama Abdul Kakbah bin Abi Quhafah dan meninggal 23 Agustus di Madinah. Ayahnya bernama Usman bin Amir yang dipanggil “Abu Quhafa” dan Ibunya bernama Salam binti Sakhar yang dipanggil “Umi Khair” keduanya berasal dari keluarga kaum Bani Tamim.
     Abdul Kakbah bin Abi Quhafah (Abu Bakar kecil) senang bermain dengan unta dan kambing, sehingga  diberi julukan Abu Bakar yang artinya “bapaknya unta”.      Abu Bakar termasuk “ash-shabiqunal awwalun” (orang-orang yang terdahulu dan awal masuk Islam) yang dijamin masuk surga selamanya.
      Al-Quran surah At-Taubah, surah ke-9 ayat 100.

وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۚ ذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

      “Orang-orang yang terdahulu dan yang awal (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Ansar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar”.
    Abu Bakar berumur lebih muda 2 tahun dibandingkan dengan Nabi Muhammad dan terlatih dalam perdagangan sejak kecil, sehingga Abu Bakar lebih terkenal dalam dunia bisnis.
       Abu Bakar berumur 10 tahun mengikuti rombongan berdagang ke Syria bersamaan dengan Nabi Muhammad berumur 12 tahun ketika diajak oleh Abi Thalib ikut dalam rombongan kafilah yang sama.
      Abu Bakar berumur 18 tahun terkenal berprofesi sebagai pedagang kain mengikuti bisnis keluarganya, sehingga Abu Bakar sering bepergian ke luar negeri bersama rombongan kafilahnya, misalnya ke negeri Yaman, Syria, dan  beberapa tempat lainnya.
      Dengan terjun langsung dalam kegiatan bisnis sejak remaja, membuat Abu Bakar kaya harta benda dan semakin berpengalaman dalam berdagang antarnegara.
      Bisnisnya semakin berkembang sehingga status sosial Abu Bakar bertambah naik, layaknya keluarga pedagang Mekah yang kaya, Abu Bakar termasuk orang yang terpelajar, karena mampu menulis dan membaca serta menyukai puisi.
       Abu Bakar masih kecil diajak oleh ayahnya ke Kakbah dan menyuruh Abu Bakar untuk berdoa sendirian kepada berhala, kemudian ayahnya pergi mengurus bisnisnya. 
      Abu Bakar berdoa kepada berhala, "Ya tuhanku, aku membutuhkan pakaian, berikan aku pakaian dan makanan yang lezat, karena aku sangat lapar.” Berhala diam tidak menanggapi permintaan Abu Bakar.
      Abu Bakar mengangkat sebuah batu dan berkata kepada berhala,”Aku sedang mengangkat batu dan mengarahkan kepadamu, apabila kamu memang tuhan, maka lindungilah dirimu sendiri”.
      Abu Bakar melemparkan batu ke arah berhala lalu pergi meninggalkan Kakbah dan sejak saat itu Abu Bakar tidak pernah menyembah berhala lagi.
      Nabi sedang berdakwah,”Sesungguhnya aku adalah utusan Allah, maka aku mengajak kamu kepada Allah”. Abu Bakar langsung masuk Islam, sehingga  Nabi amat gembira menyambutnya.
      Abu Bakar langsung menemui Usman bin Affan, Thalhah bin Ubaidillah, Zubair bin Awam, dan Saad bin Abi Waqas untuk mengajak masuk Islam dan mereka pun memeluk Islam.
      Menurut Ibnu Katsir, wanita pertama memeluk Islam adalah Khadijah, istri Nabi, Zaid bin Haritsah budak pertama masuk Islam, Ali bin Abi Thalib anak kecil pertama yang masuk Islam, sedangkan Abu Bakar adalah  laki-laki dewasa pertama yang masuk Islam.
      Istri pertama Abu Bakar, Qutailah binti Abdul-Uzza, tidak mau masuk Islam, sehingga mereka bercerai, sedangkan istri Abu Bakar yang lain, Umi Ruman, bersedia memeluk Islam.
     Semua anak Abu Bakar ikut masuk Islam, selain Abdurrahman bin Abu Bakar yang baru memeluk Islam dalam Perjanjian Hudaibiyah.
      Nabi Muhammad menikah dengan Khadijah dan tinggal di rumah bertetangga dengan Abu Bakar. Nabi Muhammad muda seorang pedagang yang baru dan Abu Bakar muda yang berpostur agak kurus, berkulit putih, dan berambut lebat adalah  ahli perdagangan.
      Pada awal Islam, banyak penganut Islam yang disiksa oleh kaum Quraisy, tetapi para keluarga yang kaya dan terhormat dilindungi oleh keluarganya. Abu Bakar membeli beberapa budak yang mengalami penyiksaan paling parah dan membebaskannya.
     Bilal bin Rabah, seorang budak terkenal yang dibeli oleh Abu Bakar, lalu dimerdekakannya, akhirnya Bilal bin Rabah menjadi sahabat setia Nabi Muhammad dan muazin pertama, karena suaranya sangat merdu.
     Dalam Peristiwa Isra Mikraj, semua penduduk Mekah gempar dan hampir semua pemeluk Islam kembali murtad, karena mendengarkan kisah Nabi yang mustahil dan tidak masuk akal.
     Nabi berkisah tentang perjalanan dari Mekah ke Palestina yang berjarak lebih dari 1.500 km ditambah lagi dengan cerita naik ke langit tujuh yang sangat mencengangkan dan membingungkan masyarakat.
     Pada zaman itu, dengan menunggang kuda tercepat, jarak dari Mekah ke Palestina memerlukan waktu sebulan lebih dan kembalinya juga membutuhkan sebulan lebih.
     Nabi bercerita dalam Peristiwa Isra Mikraj bahwa beliau berangkat dari Mekah ke Palestina dan langsung kembali dari Palestina ke Mekah hanya ditempuh beberapa jam saja. Sungguh sangat mustahil dan tidak masuk dalam akal mereka.
     Tetapi, Abu Bakar berhasil mengubah semuanya, bahkan dengan amat yakin Abu Bakar berkata, “Semua yang dikatakan Nabi Muhammad pasti benar!” Abu Bakar mengumpulkan para tokoh Quraisy dan semua orang yang pernah mengunjungi Palestina, mereka dipersilakan bertanya kepada Nabi tentang seluk beluk Palestina.
      Nabi Muhammad berhasil menjawab semua pertanyaan dengan baik dan mampu menjelaskan dengan amat sempurna.  Sungguh sangat mengherankan, padahal Nabi Muhammad belum pernah mengunjungi Palestina. 
     Nabi bersabda, “Malam hari tadi, saya berjumpa dengan suatu kafilah dari Mekah, mereka kehilangan satu unta, lalu saya menunjukkan tempatnya dan untanya berhasil ditemukan, saya meminum sebagian bekal air mereka dan dua hari lagi mereka akan datang.”
    Nabi menyebutkan nama semua orang yang ikut dalam rombongan kafilah, jumlah untanya dan perbekalan lainnya, semuanya dijelaskan dengan terperinci.
     Dua hari kemudian, semua penduduk Mekah berkumpul dan bergerombol berjajar di tepi jalan pintu masuk Mekah menunggu kedatangan kafilah yang diceritakan oleh Nabi Muhammad.
     Rombongan kafilah datang, penduduk Mekah bertanya banyak hal kepada anggota rombongan. Sungguh ajaib, ternyata semuanya benar seperti yang diceritakan Nabi Muhammad. Sungguh sangat mengherankan, akhirnya semua pemeluk Islam bertambah kuat keyakinan mereka.
      Nabi Muhammad memberi gelar kepada Abu Bakar “Ash-Shiddiq” yang artinya “berkata benar“, karena Abu Bakar membenarkan peristiwa Isra Mikraj, sehingga terkenal dengan nama “Abu Bakar Sidik”.
     Nabi hijrah dari Mekah ke Madinah ditemani Abu Bakar bersembunyi di Gua Tsur selama tiga malam untuk menghindari kejaran pasukan Quraisy, lalu beliau hijrah menempuh jalur yang sulit berjalan selama tujuh hari  menuju Madinah.
         Abu Bakar adalah mertua Nabi Muhammad, karena Aisyah, putri Abu Bakar  menikah dengan Nabi beberapa waktu setelah Hijrah.
       Nabi Muhammad sakit, Abu Bakar yang menggantikan menjadi imam salat, sehingga banyak para sahabat yang menganggap ini suatu tanda bahwa Abu Bakar akan menggantikan posisi Nabi.
      Nabi Muhammad meninggal dunia, Abu Bakar adalah sahabat Nabi yang paling tabah menghadapinya dan berhasil menenangkan Umar bin Khattab yang bingung menghadapinya.
.  Abu Bakar menjadi Khalifah Islam pertama selama dua tahun, mulai tahun 632 sampai 634 Masehi. Pasukan Khalifah Abu Bakar berhasil mengalahkan Kaisar Bizantium, Kaisar Sassanid, dan panglima pasukan Islam Khalid bin Walid berhasil menaklukkan Irak dan Syria.
        Para penghafal Al-Quran banyak yang meninggal dunia, Abu Bakar  memerintahkan Zaid bin Tsabit sebagai ketua tim untuk mengumpulkan koleksi lembaran Al-Quran.
        Zaid bin Tsabit dan timnya mengumpulkan semua lembaran Al-Quran yang berasal dari para penghafal Al-Quran, tulisan pada tulang, kulit dan bahan lainnya, kemudian Abu Bakar menyimpan berkas kumpulan Al-Quran tersebut.
      Abu Bakar meninggal, berkas lembaran Al-Quran disimpan oleh Umar bin Khattab dan pada zaman Khalifah Usman bin Affan koleksi ini dipakai sebagai dasar penulisan teks Al-Quran yang dikenal dengan Al-Quran “Mushaf Usmany”.
        Abu Bakar meninggal 23 Agustus 634 Masehi di Madinah karena sakit dan dimakamkan di rumah Aisyah, putrinya, berdampingan dengan makam Nabi.
      Sekarang ini, kondisi makam Nabi Muhammad, Abu Bakar, dan Umar bin Khattab berada di sisi timur Masjid Nabawi, Madinah, berada di bawah kubah berwarna hijau.
Daftar Pustaka
1. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
2. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
4. Al-Kandahlawi, Maulana Muhammad Zakaria. Himpunan Fadhilah Amal. Penerbit Ash-Shaff. Yogyakarta. 2000.

Saturday, May 26, 2018

846. 40

EMPAT PULUH ORANG PEMELUK ISLAM PERTAMA
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang 40 orang yang memeluk Islam pertama kali dalam sejarah Islam?” Berikut ini penjelasannya.
       Orang-orang yang pertama masuk Islam disebut “as-sabiqunal awwalun” (orang-orang yang terdahulu dan pertama kali memeluk Islam), tetapi para ulama tafsir berbeda pendapat tentang jumlahnya.
      Ibnu Hisyam menuliskan 40 orang, sedangkan Azd-Dzahabi menyebutkan 50 orang yang terdiri atas kaum Muhajirin (berasal dari Mekah) dan kaum Ansar (penduduk asli  Madinah) mereka semuanya dijamin masuk surga selamanya.
      Al-Quran surah At-Taubah, surah ke-9 ayat 100.

وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۚ ذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

     “Orang-orang yang terdahulu dan yang pertama-tama masuk Islam, di antara orang-orang Muhajirin dan Ansar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik. Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada Allah. Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.”
      Enam orang pemeluk Islam pertama adalah (1) Khadijah binti Khuwailid, istri Nabi; (2) Zaid bin Haritsah, pembantu Nabi; (3) Ali bin Abi Thalib, kemenakan Nabi; (4) Umu Ayman, pengasuh Nabi; (5) Abu Bakar Sidik, sahabat Nabi; dan (6) Bilal bin Rabah, seorang budak.
      Abu Bakar langsung berdakwah pada hari pertama setelah masuk Islam, beberapa orang masuk Islam mengikuti Abu Bakar adalah (7) Usman bin Affan, (8) Zubeir bin Awwan, (9) Abdurrahman bin Auf, (10) Saad bin Abi Waqqash, dan (11) Thalhah bin Ubaidillah.
      Pengikut Islam lainnya adalah (12) Abu Ubaidah bin Jarrah, (13) Abu Salamah bin Asad, (14) Arqam bin Abil Arqam, (15) Usman bin Mazhsun, (16) Qudamah bin Mazhsun, (17) Abdullah bin Mazhsun, (18) Ubaidah bin Haris; (19) Said bin Zaid; (20) Fatimah bin Khattab, istri Said bin Zaid; (21) Khabbab bin Aratt; dan (22) Abdullah bin Masud.
      Kelompok “as-abiqunal awwalun” lainnya adalah (23) Masud bin Rabiah, (24) Abdullah bin Mazhun, (25) Jakfar bin Abu Thalib, (26) Qudamah bin Mazhun, (27) Shuhaib ar-Rumi, (28) Thulaib bin Umair, (29) Khabab bin Al-Art, dan (30) Saib bin Mazhun.
     Orang orang yang terdahulu dan pertama kali memeluk Islam yang lain adalah (31) Amir bin Fuhairah, (32) Mushab bin Umair, (33) Miqdad bin Al-Aswad, (34) Abdullah bin Jahsy, (35) Abu Ubaidah bin Jarah, (36) Utbah bin Ghazwan, (37) Abu Hudzaifah bin Utbah, (38) Ayash bin Rabiah, (39)Amir bin Rabi'ah, dan (40) Naim bin Abdullah.
     Allah menjamin semua “as-sabiqunal awwalun” (orang-orang yang terdahulu dan yang pertama-tama masuk Islam) masuk surga selamanya, karena  Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada Allah. Sungguh kenikmatan yang luar biasa.
      Al-Quran surah At-Taubah, surah ke-9 ayat 100.
رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ
      “Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada Allah.”
      Setelah kelompok pertama masuk Islam, semakin banyak orang yang memeluk Islam. Islam telah menyebar kemana-mana, tetapi mereka masuk Islam secara sembunyi, Nabi Muhammad menemui mereka dan mengajarkan agama Islam secara diam-diam.
      Nabi bersabda, “Saya mengajak seseorang masuk Islam, biasanya mereka tidak langsung menjawab, kecuali Abu Bakar, karena Abu Bakar langsung memeluk Islam, tanpa ragu-ragu sedikit pun.”
Daftar Pustaka
1. Syaikh Shafiyurrahman Al-Mubarakfury. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
2. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004

846. 40

EMPAT PULUH ORANG PEMELUK ISLAM PERTAMA
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang 40 orang yang memeluk Islam pertama kali dalam sejarah Islam?” Berikut ini penjelasannya.
       Orang-orang yang pertama masuk Islam disebut “as-sabiqunal awwalun” (orang-orang yang terdahulu dan pertama kali memeluk Islam), tetapi para ulama tafsir berbeda pendapat tentang jumlahnya.
      Ibnu Hisyam menuliskan 40 orang, sedangkan Azd-Dzahabi menyebutkan 50 orang yang terdiri atas kaum Muhajirin (berasal dari Mekah) dan kaum Ansar (penduduk asli  Madinah) mereka semuanya dijamin masuk surga selamanya.
      Al-Quran surah At-Taubah, surah ke-9 ayat 100.

وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۚ ذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

     “Orang-orang yang terdahulu dan yang pertama-tama masuk Islam, di antara orang-orang Muhajirin dan Ansar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik. Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada Allah. Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.”
      Enam orang pemeluk Islam pertama adalah (1) Khadijah binti Khuwailid, istri Nabi; (2) Zaid bin Haritsah, pembantu Nabi; (3) Ali bin Abi Thalib, kemenakan Nabi; (4) Umu Ayman, pengasuh Nabi; (5) Abu Bakar Sidik, sahabat Nabi; dan (6) Bilal bin Rabah, seorang budak.
      Abu Bakar langsung berdakwah pada hari pertama setelah masuk Islam, beberapa orang masuk Islam mengikuti Abu Bakar adalah (7) Usman bin Affan, (8) Zubeir bin Awwan, (9) Abdurrahman bin Auf, (10) Saad bin Abi Waqqash, dan (11) Thalhah bin Ubaidillah.
      Pengikut Islam lainnya adalah (12) Abu Ubaidah bin Jarrah, (13) Abu Salamah bin Asad, (14) Arqam bin Abil Arqam, (15) Usman bin Mazhsun, (16) Qudamah bin Mazhsun, (17) Abdullah bin Mazhsun, (18) Ubaidah bin Haris; (19) Said bin Zaid; (20) Fatimah bin Khattab, istri Said bin Zaid; (21) Khabbab bin Aratt; dan (22) Abdullah bin Masud.
      Kelompok “as-abiqunal awwalun” lainnya adalah (23) Masud bin Rabiah, (24) Abdullah bin Mazhun, (25) Jakfar bin Abu Thalib, (26) Qudamah bin Mazhun, (27) Shuhaib ar-Rumi, (28) Thulaib bin Umair, (29) Khabab bin Al-Art, dan (30) Saib bin Mazhun.
     Orang orang yang terdahulu dan pertama kali memeluk Islam yang lain adalah (31) Amir bin Fuhairah, (32) Mushab bin Umair, (33) Miqdad bin Al-Aswad, (34) Abdullah bin Jahsy, (35) Abu Ubaidah bin Jarah, (36) Utbah bin Ghazwan, (37) Abu Hudzaifah bin Utbah, (38) Ayash bin Rabiah, (39)Amir bin Rabi'ah, dan (40) Naim bin Abdullah.
     Allah menjamin semua “as-sabiqunal awwalun” (orang-orang yang terdahulu dan yang pertama-tama masuk Islam) masuk surga selamanya, karena  Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada Allah. Sungguh kenikmatan yang luar biasa.
      Al-Quran surah At-Taubah, surah ke-9 ayat 100.
رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ
      “Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada Allah.”
      Setelah kelompok pertama masuk Islam, semakin banyak orang yang memeluk Islam. Islam telah menyebar kemana-mana, tetapi mereka masuk Islam secara sembunyi, Nabi Muhammad menemui mereka dan mengajarkan agama Islam secara diam-diam.
      Nabi bersabda, “Saya mengajak seseorang masuk Islam, biasanya mereka tidak langsung menjawab, kecuali Abu Bakar, karena Abu Bakar langsung memeluk Islam, tanpa ragu-ragu sedikit pun.”
Daftar Pustaka
1. Syaikh Shafiyurrahman Al-Mubarakfury. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
2. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004

846. 40

EMPAT PULUH ORANG PEMELUK ISLAM PERTAMA
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang 40 orang yang memeluk Islam pertama kali dalam sejarah Islam?” Berikut ini penjelasannya.
       Orang-orang yang pertama masuk Islam disebut “as-sabiqunal awwalun” (orang-orang yang terdahulu dan pertama kali memeluk Islam), tetapi para ulama tafsir berbeda pendapat tentang jumlahnya.
      Ibnu Hisyam menuliskan 40 orang, sedangkan Azd-Dzahabi menyebutkan 50 orang yang terdiri atas kaum Muhajirin (berasal dari Mekah) dan kaum Ansar (penduduk asli  Madinah) mereka semuanya dijamin masuk surga selamanya.
      Al-Quran surah At-Taubah, surah ke-9 ayat 100.

وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۚ ذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

     “Orang-orang yang terdahulu dan yang pertama-tama masuk Islam, di antara orang-orang Muhajirin dan Ansar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik. Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada Allah. Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.”
      Enam orang pemeluk Islam pertama adalah (1) Khadijah binti Khuwailid, istri Nabi; (2) Zaid bin Haritsah, pembantu Nabi; (3) Ali bin Abi Thalib, kemenakan Nabi; (4) Umu Ayman, pengasuh Nabi; (5) Abu Bakar Sidik, sahabat Nabi; dan (6) Bilal bin Rabah, seorang budak.
      Abu Bakar langsung berdakwah pada hari pertama setelah masuk Islam, beberapa orang masuk Islam mengikuti Abu Bakar adalah (7) Usman bin Affan, (8) Zubeir bin Awwan, (9) Abdurrahman bin Auf, (10) Saad bin Abi Waqqash, dan (11) Thalhah bin Ubaidillah.
      Pengikut Islam lainnya adalah (12) Abu Ubaidah bin Jarrah, (13) Abu Salamah bin Asad, (14) Arqam bin Abil Arqam, (15) Usman bin Mazhsun, (16) Qudamah bin Mazhsun, (17) Abdullah bin Mazhsun, (18) Ubaidah bin Haris; (19) Said bin Zaid; (20) Fatimah bin Khattab, istri Said bin Zaid; (21) Khabbab bin Aratt; dan (22) Abdullah bin Masud.
      Kelompok “as-abiqunal awwalun” lainnya adalah (23) Masud bin Rabiah, (24) Abdullah bin Mazhun, (25) Jakfar bin Abu Thalib, (26) Qudamah bin Mazhun, (27) Shuhaib ar-Rumi, (28) Thulaib bin Umair, (29) Khabab bin Al-Art, dan (30) Saib bin Mazhun.
     Orang orang yang terdahulu dan pertama kali memeluk Islam yang lain adalah (31) Amir bin Fuhairah, (32) Mushab bin Umair, (33) Miqdad bin Al-Aswad, (34) Abdullah bin Jahsy, (35) Abu Ubaidah bin Jarah, (36) Utbah bin Ghazwan, (37) Abu Hudzaifah bin Utbah, (38) Ayash bin Rabiah, (39)Amir bin Rabi'ah, dan (40) Naim bin Abdullah.
     Allah menjamin semua “as-sabiqunal awwalun” (orang-orang yang terdahulu dan yang pertama-tama masuk Islam) masuk surga selamanya, karena  Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada Allah. Sungguh kenikmatan yang luar biasa.
      Al-Quran surah At-Taubah, surah ke-9 ayat 100.
رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ
      “Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada Allah.”
      Setelah kelompok pertama masuk Islam, semakin banyak orang yang memeluk Islam. Islam telah menyebar kemana-mana, tetapi mereka masuk Islam secara sembunyi, Nabi Muhammad menemui mereka dan mengajarkan agama Islam secara diam-diam.
      Nabi bersabda, “Saya mengajak seseorang masuk Islam, biasanya mereka tidak langsung menjawab, kecuali Abu Bakar, karena Abu Bakar langsung memeluk Islam, tanpa ragu-ragu sedikit pun.”
Daftar Pustaka
1. Syaikh Shafiyurrahman Al-Mubarakfury. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
2. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004

846. 40

EMPAT PULUH ORANG PEMELUK ISLAM PERTAMA
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang 40 orang yang memeluk Islam pertama kali dalam sejarah Islam?” Berikut ini penjelasannya.
       Orang-orang yang pertama masuk Islam disebut “as-sabiqunal awwalun” (orang-orang yang terdahulu dan pertama kali memeluk Islam), tetapi para ulama tafsir berbeda pendapat tentang jumlahnya.
      Ibnu Hisyam menuliskan 40 orang, sedangkan Azd-Dzahabi menyebutkan 50 orang yang terdiri atas kaum Muhajirin (berasal dari Mekah) dan kaum Ansar (penduduk asli  Madinah) mereka semuanya dijamin masuk surga selamanya.
      Al-Quran surah At-Taubah, surah ke-9 ayat 100.

وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۚ ذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

     “Orang-orang yang terdahulu dan yang pertama-tama masuk Islam, di antara orang-orang Muhajirin dan Ansar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik. Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada Allah. Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.”
      Enam orang pemeluk Islam pertama adalah (1) Khadijah binti Khuwailid, istri Nabi; (2) Zaid bin Haritsah, pembantu Nabi; (3) Ali bin Abi Thalib, kemenakan Nabi; (4) Umu Ayman, pengasuh Nabi; (5) Abu Bakar Sidik, sahabat Nabi; dan (6) Bilal bin Rabah, seorang budak.
      Abu Bakar langsung berdakwah pada hari pertama setelah masuk Islam, beberapa orang masuk Islam mengikuti Abu Bakar adalah (7) Usman bin Affan, (8) Zubeir bin Awwan, (9) Abdurrahman bin Auf, (10) Saad bin Abi Waqqash, dan (11) Thalhah bin Ubaidillah.
      Pengikut Islam lainnya adalah (12) Abu Ubaidah bin Jarrah, (13) Abu Salamah bin Asad, (14) Arqam bin Abil Arqam, (15) Usman bin Mazhsun, (16) Qudamah bin Mazhsun, (17) Abdullah bin Mazhsun, (18) Ubaidah bin Haris; (19) Said bin Zaid; (20) Fatimah bin Khattab, istri Said bin Zaid; (21) Khabbab bin Aratt; dan (22) Abdullah bin Masud.
      Kelompok “as-abiqunal awwalun” lainnya adalah (23) Masud bin Rabiah, (24) Abdullah bin Mazhun, (25) Jakfar bin Abu Thalib, (26) Qudamah bin Mazhun, (27) Shuhaib ar-Rumi, (28) Thulaib bin Umair, (29) Khabab bin Al-Art, dan (30) Saib bin Mazhun.
     Orang orang yang terdahulu dan pertama kali memeluk Islam yang lain adalah (31) Amir bin Fuhairah, (32) Mushab bin Umair, (33) Miqdad bin Al-Aswad, (34) Abdullah bin Jahsy, (35) Abu Ubaidah bin Jarah, (36) Utbah bin Ghazwan, (37) Abu Hudzaifah bin Utbah, (38) Ayash bin Rabiah, (39)Amir bin Rabi'ah, dan (40) Naim bin Abdullah.
     Allah menjamin semua “as-sabiqunal awwalun” (orang-orang yang terdahulu dan yang pertama-tama masuk Islam) masuk surga selamanya, karena  Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada Allah. Sungguh kenikmatan yang luar biasa.
      Al-Quran surah At-Taubah, surah ke-9 ayat 100.
رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ
      “Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada Allah.”
      Setelah kelompok pertama masuk Islam, semakin banyak orang yang memeluk Islam. Islam telah menyebar kemana-mana, tetapi mereka masuk Islam secara sembunyi, Nabi Muhammad menemui mereka dan mengajarkan agama Islam secara diam-diam.
      Nabi bersabda, “Saya mengajak seseorang masuk Islam, biasanya mereka tidak langsung menjawab, kecuali Abu Bakar, karena Abu Bakar langsung memeluk Islam, tanpa ragu-ragu sedikit pun.”
Daftar Pustaka
1. Syaikh Shafiyurrahman Al-Mubarakfury. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
2. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004

846. 40

EMPAT PULUH ORANG PEMELUK ISLAM PERTAMA
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang 40 orang yang memeluk Islam pertama kali dalam sejarah Islam?” Berikut ini penjelasannya.
       Orang-orang yang pertama masuk Islam disebut “as-sabiqunal awwalun” (orang-orang yang terdahulu dan pertama kali memeluk Islam), tetapi para ulama tafsir berbeda pendapat tentang jumlahnya.
      Ibnu Hisyam menuliskan 40 orang, sedangkan Azd-Dzahabi menyebutkan 50 orang yang terdiri atas kaum Muhajirin (berasal dari Mekah) dan kaum Ansar (penduduk asli  Madinah) mereka semuanya dijamin masuk surga selamanya.
      Al-Quran surah At-Taubah, surah ke-9 ayat 100.

وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۚ ذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

     “Orang-orang yang terdahulu dan yang pertama-tama masuk Islam, di antara orang-orang Muhajirin dan Ansar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik. Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada Allah. Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.”
      Enam orang pemeluk Islam pertama adalah (1) Khadijah binti Khuwailid, istri Nabi; (2) Zaid bin Haritsah, pembantu Nabi; (3) Ali bin Abi Thalib, kemenakan Nabi; (4) Umu Ayman, pengasuh Nabi; (5) Abu Bakar Sidik, sahabat Nabi; dan (6) Bilal bin Rabah, seorang budak.
      Abu Bakar langsung berdakwah pada hari pertama setelah masuk Islam, beberapa orang masuk Islam mengikuti Abu Bakar adalah (7) Usman bin Affan, (8) Zubeir bin Awwan, (9) Abdurrahman bin Auf, (10) Saad bin Abi Waqqash, dan (11) Thalhah bin Ubaidillah.
      Pengikut Islam lainnya adalah (12) Abu Ubaidah bin Jarrah, (13) Abu Salamah bin Asad, (14) Arqam bin Abil Arqam, (15) Usman bin Mazhsun, (16) Qudamah bin Mazhsun, (17) Abdullah bin Mazhsun, (18) Ubaidah bin Haris; (19) Said bin Zaid; (20) Fatimah bin Khattab, istri Said bin Zaid; (21) Khabbab bin Aratt; dan (22) Abdullah bin Masud.
      Kelompok “as-abiqunal awwalun” lainnya adalah (23) Masud bin Rabiah, (24) Abdullah bin Mazhun, (25) Jakfar bin Abu Thalib, (26) Qudamah bin Mazhun, (27) Shuhaib ar-Rumi, (28) Thulaib bin Umair, (29) Khabab bin Al-Art, dan (30) Saib bin Mazhun.
     Orang orang yang terdahulu dan pertama kali memeluk Islam yang lain adalah (31) Amir bin Fuhairah, (32) Mushab bin Umair, (33) Miqdad bin Al-Aswad, (34) Abdullah bin Jahsy, (35) Abu Ubaidah bin Jarah, (36) Utbah bin Ghazwan, (37) Abu Hudzaifah bin Utbah, (38) Ayash bin Rabiah, (39)Amir bin Rabi'ah, dan (40) Naim bin Abdullah.
     Allah menjamin semua “as-sabiqunal awwalun” (orang-orang yang terdahulu dan yang pertama-tama masuk Islam) masuk surga selamanya, karena  Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada Allah. Sungguh kenikmatan yang luar biasa.
      Al-Quran surah At-Taubah, surah ke-9 ayat 100.
رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ
      “Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada Allah.”
      Setelah kelompok pertama masuk Islam, semakin banyak orang yang memeluk Islam. Islam telah menyebar kemana-mana, tetapi mereka masuk Islam secara sembunyi, Nabi Muhammad menemui mereka dan mengajarkan agama Islam secara diam-diam.
      Nabi bersabda, “Saya mengajak seseorang masuk Islam, biasanya mereka tidak langsung menjawab, kecuali Abu Bakar, karena Abu Bakar langsung memeluk Islam, tanpa ragu-ragu sedikit pun.”
Daftar Pustaka
1. Syaikh Shafiyurrahman Al-Mubarakfury. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
2. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004

846. 40.

EMPAT PULUH ORANG PEMELUK ISLAM PERTAMA
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang 40 orang yang memeluk Islam pertama kali dalam sejarah Islam?” Berikut ini penjelasannya.
       Orang-orang yang pertama masuk Islam disebut “as-sabiqunal awwalun” (orang-orang yang terdahulu dan pertama kali memeluk Islam), tetapi para ulama tafsir berbeda pendapat tentang jumlahnya.
      Ibnu Hisyam menuliskan 40 orang, sedangkan Azd-Dzahabi menyebutkan 50 orang yang terdiri atas kaum Muhajirin (berasal dari Mekah) dan kaum Ansar (penduduk asli  Madinah) mereka semuanya dijamin masuk surga selamanya.
      Al-Quran surah At-Taubah, surah ke-9 ayat 100.

وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۚ ذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

     “Orang-orang yang terdahulu dan yang pertama-tama masuk Islam, di antara orang-orang Muhajirin dan Ansar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik. Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada Allah. Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.”
      Enam orang pemeluk Islam pertama adalah (1) Khadijah binti Khuwailid, istri Nabi; (2) Zaid bin Haritsah, pembantu Nabi; (3) Ali bin Abi Thalib, kemenakan Nabi; (4) Umu Ayman, pengasuh Nabi; (5) Abu Bakar Sidik, sahabat Nabi; dan (6) Bilal bin Rabah, seorang budak.
      Abu Bakar langsung berdakwah pada hari pertama setelah masuk Islam, beberapa orang masuk Islam mengikuti Abu Bakar adalah (7) Usman bin Affan, (8) Zubeir bin Awwan, (9) Abdurrahman bin Auf, (10) Saad bin Abi Waqqash, dan (11) Thalhah bin Ubaidillah.
      Pengikut Islam lainnya adalah (12) Abu Ubaidah bin Jarrah, (13) Abu Salamah bin Asad, (14) Arqam bin Abil Arqam, (15) Usman bin Mazhsun, (16) Qudamah bin Mazhsun, (17) Abdullah bin Mazhsun, (18) Ubaidah bin Haris; (19) Said bin Zaid; (20) Fatimah bin Khattab, istri Said bin Zaid; (21) Khabbab bin Aratt; dan (22) Abdullah bin Masud.
      Kelompok “as-abiqunal awwalun” lainnya adalah (23) Masud bin Rabiah, (24) Abdullah bin Mazhun, (25) Jakfar bin Abu Thalib, (26) Qudamah bin Mazhun, (27) Shuhaib ar-Rumi, (28) Thulaib bin Umair, (29) Khabab bin Al-Art, dan (30) Saib bin Mazhun.
     Orang orang yang terdahulu dan pertama kali memeluk Islam yang lain adalah (31) Amir bin Fuhairah, (32) Mushab bin Umair, (33) Miqdad bin Al-Aswad, (34) Abdullah bin Jahsy, (35) Abu Ubaidah bin Jarah, (36) Utbah bin Ghazwan, (37) Abu Hudzaifah bin Utbah, (38) Ayash bin Rabiah, (39)Amir bin Rabi'ah, dan (40) Naim bin Abdullah.
     Allah menjamin semua “as-sabiqunal awwalun” (orang-orang yang terdahulu dan yang pertama-tama masuk Islam) masuk surga selamanya, karena  Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada Allah. Sungguh kenikmatan yang luar biasa.
      Al-Quran surah At-Taubah, surah ke-9 ayat 100.
رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ
      “Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada Allah.”
      Setelah kelompok pertama masuk Islam, semakin banyak orang yang memeluk Islam. Islam telah menyebar kemana-mana, tetapi mereka masuk Islam secara sembunyi, Nabi Muhammad menemui mereka dan mengajarkan agama Islam secara diam-diam.
      Nabi bersabda, “Saya mengajak seseorang masuk Islam, biasanya mereka tidak langsung menjawab, kecuali Abu Bakar, karena Abu Bakar langsung memeluk Islam, tanpa ragu-ragu sedikit pun.”
Daftar Pustaka
1. Syaikh Shafiyurrahman Al-Mubarakfury. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
2. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004

846. 40.

EMPAT PULUH ORANG PEMELUK ISLAM PERTAMA
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang 40 orang yang memeluk Islam pertama kali dalam sejarah Islam?” Berikut ini penjelasannya.
       Orang-orang yang pertama masuk Islam disebut “as-sabiqunal awwalun” (orang-orang yang terdahulu dan pertama kali memeluk Islam), tetapi para ulama tafsir berbeda pendapat tentang jumlahnya.
      Ibnu Hisyam menuliskan 40 orang, sedangkan Azd-Dzahabi menyebutkan 50 orang yang terdiri atas kaum Muhajirin (berasal dari Mekah) dan kaum Ansar (penduduk asli  Madinah) mereka semuanya dijamin masuk surga selamanya.
      Al-Quran surah At-Taubah, surah ke-9 ayat 100.

وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۚ ذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

     “Orang-orang yang terdahulu dan yang pertama-tama masuk Islam, di antara orang-orang Muhajirin dan Ansar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik. Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada Allah. Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.”
      Enam orang pemeluk Islam pertama adalah (1) Khadijah binti Khuwailid, istri Nabi; (2) Zaid bin Haritsah, pembantu Nabi; (3) Ali bin Abi Thalib, kemenakan Nabi; (4) Umu Ayman, pengasuh Nabi; (5) Abu Bakar Sidik, sahabat Nabi; dan (6) Bilal bin Rabah, seorang budak.
      Abu Bakar langsung berdakwah pada hari pertama setelah masuk Islam, beberapa orang masuk Islam mengikuti Abu Bakar adalah (7) Usman bin Affan, (8) Zubeir bin Awwan, (9) Abdurrahman bin Auf, (10) Saad bin Abi Waqqash, dan (11) Thalhah bin Ubaidillah.
      Pengikut Islam lainnya adalah (12) Abu Ubaidah bin Jarrah, (13) Abu Salamah bin Asad, (14) Arqam bin Abil Arqam, (15) Usman bin Mazhsun, (16) Qudamah bin Mazhsun, (17) Abdullah bin Mazhsun, (18) Ubaidah bin Haris; (19) Said bin Zaid; (20) Fatimah bin Khattab, istri Said bin Zaid; (21) Khabbab bin Aratt; dan (22) Abdullah bin Masud.
      Kelompok “as-abiqunal awwalun” lainnya adalah (23) Masud bin Rabiah, (24) Abdullah bin Mazhun, (25) Jakfar bin Abu Thalib, (26) Qudamah bin Mazhun, (27) Shuhaib ar-Rumi, (28) Thulaib bin Umair, (29) Khabab bin Al-Art, dan (30) Saib bin Mazhun.
     Orang orang yang terdahulu dan pertama kali memeluk Islam yang lain adalah (31) Amir bin Fuhairah, (32) Mushab bin Umair, (33) Miqdad bin Al-Aswad, (34) Abdullah bin Jahsy, (35) Abu Ubaidah bin Jarah, (36) Utbah bin Ghazwan, (37) Abu Hudzaifah bin Utbah, (38) Ayash bin Rabiah, (39)Amir bin Rabi'ah, dan (40) Naim bin Abdullah.
     Allah menjamin semua “as-sabiqunal awwalun” (orang-orang yang terdahulu dan yang pertama-tama masuk Islam) masuk surga selamanya, karena  Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada Allah. Sungguh kenikmatan yang luar biasa.
      Al-Quran surah At-Taubah, surah ke-9 ayat 100.
رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ
      “Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada Allah.”
      Setelah kelompok pertama masuk Islam, semakin banyak orang yang memeluk Islam. Islam telah menyebar kemana-mana, tetapi mereka masuk Islam secara sembunyi, Nabi Muhammad menemui mereka dan mengajarkan agama Islam secara diam-diam.
      Nabi bersabda, “Saya mengajak seseorang masuk Islam, biasanya mereka tidak langsung menjawab, kecuali Abu Bakar, karena Abu Bakar langsung memeluk Islam, tanpa ragu-ragu sedikit pun.”
Daftar Pustaka
1. Syaikh Shafiyurrahman Al-Mubarakfury. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
2. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004

846. 40.

EMPAT PULUH ORANG PEMELUK ISLAM PERTAMA
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang 40 orang yang memeluk Islam pertama kali dalam sejarah Islam?” Berikut ini penjelasannya.
       Orang-orang yang pertama masuk Islam disebut “as-sabiqunal awwalun” (orang-orang yang terdahulu dan pertama kali memeluk Islam), tetapi para ulama tafsir berbeda pendapat tentang jumlahnya.
      Ibnu Hisyam menuliskan 40 orang, sedangkan Azd-Dzahabi menyebutkan 50 orang yang terdiri atas kaum Muhajirin (berasal dari Mekah) dan kaum Ansar (penduduk asli  Madinah) mereka semuanya dijamin masuk surga selamanya.
      Al-Quran surah At-Taubah, surah ke-9 ayat 100.

وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۚ ذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

     “Orang-orang yang terdahulu dan yang pertama-tama masuk Islam, di antara orang-orang Muhajirin dan Ansar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik. Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada Allah. Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.”
      Enam orang pemeluk Islam pertama adalah (1) Khadijah binti Khuwailid, istri Nabi; (2) Zaid bin Haritsah, pembantu Nabi; (3) Ali bin Abi Thalib, kemenakan Nabi; (4) Umu Ayman, pengasuh Nabi; (5) Abu Bakar Sidik, sahabat Nabi; dan (6) Bilal bin Rabah, seorang budak.
      Abu Bakar langsung berdakwah pada hari pertama setelah masuk Islam, beberapa orang masuk Islam mengikuti Abu Bakar adalah (7) Usman bin Affan, (8) Zubeir bin Awwan, (9) Abdurrahman bin Auf, (10) Saad bin Abi Waqqash, dan (11) Thalhah bin Ubaidillah.
      Pengikut Islam lainnya adalah (12) Abu Ubaidah bin Jarrah, (13) Abu Salamah bin Asad, (14) Arqam bin Abil Arqam, (15) Usman bin Mazhsun, (16) Qudamah bin Mazhsun, (17) Abdullah bin Mazhsun, (18) Ubaidah bin Haris; (19) Said bin Zaid; (20) Fatimah bin Khattab, istri Said bin Zaid; (21) Khabbab bin Aratt; dan (22) Abdullah bin Masud.
      Kelompok “as-abiqunal awwalun” lainnya adalah (23) Masud bin Rabiah, (24) Abdullah bin Mazhun, (25) Jakfar bin Abu Thalib, (26) Qudamah bin Mazhun, (27) Shuhaib ar-Rumi, (28) Thulaib bin Umair, (29) Khabab bin Al-Art, dan (30) Saib bin Mazhun.
     Orang orang yang terdahulu dan pertama kali memeluk Islam yang lain adalah (31) Amir bin Fuhairah, (32) Mushab bin Umair, (33) Miqdad bin Al-Aswad, (34) Abdullah bin Jahsy, (35) Abu Ubaidah bin Jarah, (36) Utbah bin Ghazwan, (37) Abu Hudzaifah bin Utbah, (38) Ayash bin Rabiah, (39)Amir bin Rabi'ah, dan (40) Naim bin Abdullah.
     Allah menjamin semua “as-sabiqunal awwalun” (orang-orang yang terdahulu dan yang pertama-tama masuk Islam) masuk surga selamanya, karena  Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada Allah. Sungguh kenikmatan yang luar biasa.
      Al-Quran surah At-Taubah, surah ke-9 ayat 100.
رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ
      “Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada Allah.”
      Setelah kelompok pertama masuk Islam, semakin banyak orang yang memeluk Islam. Islam telah menyebar kemana-mana, tetapi mereka masuk Islam secara sembunyi, Nabi Muhammad menemui mereka dan mengajarkan agama Islam secara diam-diam.
      Nabi bersabda, “Saya mengajak seseorang masuk Islam, biasanya mereka tidak langsung menjawab, kecuali Abu Bakar, karena Abu Bakar langsung memeluk Islam, tanpa ragu-ragu sedikit pun.”
Daftar Pustaka
1. Syaikh Shafiyurrahman Al-Mubarakfury. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
2. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004