Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Thursday, July 4, 2019

2546. VEGETARIAN


VEGETARIAN
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM
      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang vegetarian?” Dr. Zakir Naik  menjelaskannya.
1.    Vegetarian ialah orang yang tidak makan daging, tetapi hanya mengosumsi sayuran dan hasil tumbuhan, karena alasan keagamaan atau kesehatan.
2.    Umat Islam diajarkan berbelas kasih terhadap sesama makhluk Allah, tetapi bersamaan dengan itu, Allah menciptakan bumi dan seluruh isinya, termasuk tumbuh-tumbuhan dan hewan untuk kepentingan manusia. 
3.    Penjelasan ke-1: Orang Islam boleh menjadi vegetarian murni.
1)    Umat Islam boleh makan daging hewan dan boleh tidak makan daging hewan. 
2)    Al-Quran mengizinkan umat Islam untuk mengonsumsi daging.
3)    Al-Quran surah Al-Maidah (surah ke-5) ayat 1.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَوْفُوا بِالْعُقُودِ ۚ أُحِلَّتْ لَكُمْ بَهِيمَةُ الْأَنْعَامِ إِلَّا مَا يُتْلَىٰ عَلَيْكُمْ غَيْرَ مُحِلِّي الصَّيْدِ وَأَنْتُمْ حُرُمٌ ۗ إِنَّ اللَّهَ يَحْكُمُ مَا يُرِيدُ
      Hai orang-orang yang beriman, penuhilah akad-akad itu. Dihalalkan bagimu binatang ternak, kecuali yang akan dibacakan kepadamu. (Yang demikian itu) dengan tidak menghalalkan berburu ketika kamu sedang mengerjakan haji. Sesungguhnya Allah menetapkan hukum-hukum menurut yang dikehendaki-Nya.
4)    Al-Quran surah An-Nahl (surah ke-16) ayat 5.
وَالْأَنْعَامَ خَلَقَهَا ۗ لَكُمْ فِيهَا دِفْءٌ وَمَنَافِعُ وَمِنْهَا تَأْكُلُونَ
     Dan Dia telah menciptakan binatang ternak untukmu; padanya ada (bulu) yang menghangatkan dan berbagai-bagai manfaat, dan sebagiannya kamu makan.
5)    Al-Quran surah Al-Mukminun (surah ke-23) ayat 21-22.
6)   وَإِنَّ لَكُمْ فِي الْأَنْعَامِ لَعِبْرَةً ۖ نُسْقِيكُمْ مِمَّا فِي بُطُونِهَا وَلَكُمْ فِيهَا مَنَافِعُ كَثِيرَةٌ وَمِنْهَا تَأْكُلُونَ
وَعَلَيْهَا وَعَلَى الْفُلْكِ تُحْمَلُونَ


     Dan sesungguhnya pada binatang-binatang ternak, benar-benar terdapat pelajaran yang penting bagimu, Kami memberi minummu dari air susu yang ada dalam perutnya, dan (juga) pada binatang-binatang ternak itu terdapat faedah yang banyak untukmu, dan sebagian darinya kamu makan, dan di atas punggung binatang-binatang ternak itu dan (juga) di atas perahu-perahu kamu diangkut.
7)    Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 168.
يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ
      Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan; karena sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu.
4.    Penjelasan ke-2: Daging hewan mengandung banyak nutrisi dan kaya protein.
1)    Makanan non-vegetarian adalah sumber protein yang baik, makanan itu mengandung protein lengkap secara biologis yaitu asam amino esensial 8 yang tidak disintesis oleh tubuh dan penting dalam diet, daging juga mengandung zat besi, vitamin B1 dan niacin.
5.    Penjelasan ke-3: Manusia memiliki gigi omnivor.
1)    Omnivore adalah makhluk pemakan tumbuhan dan pemakan daging.
2)    Manusia makan bahan nabati dan hewani. 
3)    Herbivore ialah hewan pemakan tumbuh-tumbuhan, seperti: sapi, kambing dan domba.
4)    Hewan hebivor memiliki pola susunan gigi yang nyaris sama, semua hewan tersebut memiliki susunan gigi datar yang cocok untuk mengonsumsi tumbuhan. 
5)    Susunan gigi pada hewan karnivor bentuknya runcing cocok untuk makan daging.
6)     Karnivor ialah hewan pemakan daging, seperti: singa, harimau, macan tutul, kucing, dan anjing.
7)    Mereka memiliki susunan gigi yang runcing yang cocok untuk mengkonsumsi daging.
8)    Manusia memiliki susunan gigi datar dan juga runcing.
9)    Artinya, manusia memiliki gigi yang cocok untuk mengonsumsi makanan herbivor maupun karnivor.
10) Jadi, manusia termasuk makhluk pemakan segalanya. 
11) Jika Allah menginginkan manusia hanya mengonsumsi tumbuhan saja, mengapa Tuhan juga memberi manusia gigi yang runcing atau gigi taring?
12) Keberadaan dua jenis gigi manusia (gigi herbivora dan karnivora), secara logis menjadi penegas bahwa Allah mengharapkan manusia untuk mengonsumsi makanan vegetarian dan non-vegetarian.
6.    Penjelasan ke-4: Manusia mampu mencerna makanan vegetarian maupun non-vegetarian.
1)    Sistem pencernaan hewan herbivora adalah khusus mencerna tumbuh-tumbuhan. 
2)    Sistem pencernaan hewan karnivora juga khusus untuk mencerna daging.
3)    Tetapi, sistem pencernaan manusia mampu untuk mencerna makanan vegetarian dan non-vegetarian.
4)    Jika Allah hanya menginginkan manusia untuk memakan tumbuhan saja, mengapa Allah memberi sistem pencernaan yang memungkinkan manusia untuk mencerna makanan vegetarian dan non-vegetarian?
7.    Penjelasan ke-5: Tumbuh-tumbuhan adalah makhluk hidup.
1)    Beberapa agama yang mengadopsi sistem vegetarian murni sebagai hukum pola makan dengan alasan menolak pembunuhan terhadap makhluk hidup. 
2)    Jika seseorang dapat hidup tanpa membunuh satu pun makhluk hidup, maka banyak orang yang akan meniru cara hidup demikian. 
3)    Dahulu kala, manusia berpikir bahwa tumbuhan bukan makhluk hidup, tetapi sekarang sudah menjadi fakta mendunia bahwa tumbuhan juga makhluk hidup.
4)    Maka, logika bahwa tidak membunuh makhluk hidup, tidak bisa dipenuhi meskipun menjadi vegetarian murni.
5)    Dahulu, manusia kemudian berpendapat tumbuhan tidak merasakan sakit, sehingga memotong tanaman bukan perbuatan jahat dibandingkan dengan membunuh hewan. 
6)    Sekarang, ilmu pengetahuan telah memberi tahu bahwa tumbuhan bisa merasakan sakit, tetapi tangisan tumbuhan tidak mampu didengar oleh manusia. 
7)    Telinga manusia tak mampu menangkap getaran suara di luar kemampuannya, karena hanya mampu menangkap getaran dengan frekuensi 20 Hertz sampai 20.000 Hertz. 
8)    Getaran di luar tingkatan tersebut (lebih besar maupun lebih kecil) tidak mampu didengar telinga manusia.
9)    Anjing dapat mendengar getaran sampai dengan frekuensi 40.000 Hertz, sehingga diciptakan “peluit diam” yang khusus dibuat untuk anjing dengan frekuensi lebih dari 20.000 Hertz dan kurang dari 40.000 Hertz.
10) Suara peluit diam bisa didengar oleh telinga anjing, tetapi tak dapat didengar oleh telinga manusia.
11) Anjing mengenali suara tersebut dan akan datang menuju ke sumber suara.
12) Riset ini dilakukan oleh seorang petani di Amerika Serikat yang menemukan alat yang bisa mengubah tangisan tumbuhan sehingga mampu didengar oleh manusia. 
13) Dia kemudian menyadari ketika tumbuhan menangis kehausan dan riset terbaru menyatakan bahwa tumbuhan juga bisa merasakan bahagia, sedih, dan menangis.
8.    Penjelasan ke-6: Membunuh makhluk hidup yang memiliki dua indera bukan kejahatan lebih rendah.
1)    Vegetarian berpendapat bahwa tumbuhan hanya memiliki dua atau tiga indera, dan hewan memiliki lima indera sehingga membunuh tumbuhan tidak sekejam membunuh hewan.
2)    Misalnya saudara kita terlahir tuli, bodoh, dan hanya memiliki dua indera saja apabila dibandingkan dengan manusia lainnya.
3)    Ketika dewasa, seseorang membunuhnya.
4)     Apakah kita akan meminta hakim untuk memberikan hukuman lebih sedikit untuk tindak kejahatan pembunuhan itu, karena saudara laki-lakimu memiliki dua indera saja, jika dibandingkan dengan manusia lain pada umumnya? 
5)    Pada kenyataannya, kita pasti akan mengatakan bahwa pembunuh itu telah membunuh seorang yang baik dan tidak berdosa, maka hakim seharusnya memberikan hukuman yang lebih berat.
9.    Penjelasan ke-4: Populasi ternak yang berlebihan.
1)    Jika semua manusia menjadi vegetarian, maka jumlah ternak di dunia akan berlebih karena laju reproduksi dan perkembangbiakannya sangat cepat. 
2)    Allah Yang Maha Bijaksana sudah mengetahui cara menjaga keseimbangannya, maka tidak heran Allah mengizinkan manusia mengonsumsi daging ternak.
3)    Namun demikian, tidak pantas jika ada yang mengatakan pemakan daging adalah orang yang keji, kejam, dan jahat. 

Daftar Pustaka. 
1.    Naik, Zakir Abdul Karim. “Answer to non-muslim common question about Islam”. Jawaban Berbagai Pertanyaan Mengenai Islam.
2.    Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
3.    Tafsirq.com online.



2545. HARI KIAMAT -4


HARI KIAMAT -4
(Seri ke-4)
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM
      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan cara Al-Quran menghadapi penolak adanya hari kiamat?” Profesor Quraish Shihab menjelaskannya.
1.    Dalam menghadapi para penolak dan pengingkar adanya hari akhir, Al-Quran sering kali mengemukakan beberapa alasan penolakan dan pengingkaran, kemudian menanggapi dan menolaknya.
2.    Pada umumnya masyarakat Arab zaman dahulu meragukan dan menolak adanya hari akhir, sedangkan yang percaya adanya hari akhir memiliki keyakinan yang keliru.
3.    Al-Quran surah Al-Isra (surah ke-17) ayat 49.
وَقَالُوا أَإِذَا كُنَّا عِظَامًا وَرُفَاتًا أَإِنَّا لَمَبْعُوثُونَ خَلْقًا جَدِيدًا
      Dan mereka berkata: "Apakah bila kami telah menjadi tulang belulang dan benda-benda yang hancur, apa benar-benarkah kami akan dibangkitkan kembali sebagai makhluk yang baru?"
4.    Al-Quran surah Al-An’am (surah ke-6) ayat 29.
وَقَالُوا إِنْ هِيَ إِلَّا حَيَاتُنَا الدُّنْيَا وَمَا نَحْنُ بِمَبْعُوثِينَ
     Dan tentu mereka akan mengatakan (pula): "Hidup hanya kehidupan kita di dunia saja, dan kita sekali-kali tidak akan dibangkitkan".
5.    Al-Quran surah An-Nahl (surah ke-16) ayat 38.

      Mereka bersumpah dengan nama Allah dengan sumpahnya yang sungguh-sungguh: "Allah tidak akan membangkitkan orang yang mati". (Tidak demikian), bahkan (pasti Allah akan membangkitkannya), sebagai suatu janji yang benar dari Allah, akan tetapi kebanyakan manusia tidaK mengetahui.
6.    Al-Quran menyanggah pendapat yang menolak adanya hari akhir dengan cara langsung dan tidak langsung.
7.    Al-Quran surah Al-An’am (surah ke-6) ayat 31.
قَدْ خَسِرَ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِلِقَاءِ اللَّهِ ۖ حَتَّىٰ إِذَا جَاءَتْهُمُ السَّاعَةُ بَغْتَةً قَالُوا يَا حَسْرَتَنَا عَلَىٰ مَا فَرَّطْنَا فِيهَا وَهُمْ يَحْمِلُونَ أَوْزَارَهُمْ عَلَىٰ ظُهُورِهِمْ ۚ أَلَا سَاءَ مَا يَزِرُونَ

      Sungguh telah rugi orang-orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Tuhan; sehingga apabila kiamat datang kepada mereka dengan tiba-tiba, mereka berkata: "Alangkah besarnya penyesalan kami terhadap kelalaian kami tentang kiamat itu!", sambil mereka memikul dosa-dosa di atas punggungnya. Ingatlah, amat buruk apa yang mereka pikul itu.

8.    Al-Quran surah Al-Ankabut (surah ke-29) ayat 23.


     Dan orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Allah dan pertemuan dengan Dia, mereka putus asa dari rahmat-Ku, dan mereka itu mendapatkan azab yang pedih.

9.    Ayat Al-Quran di atas dan semacamnya tidak secara langsung menuding kepada orang yang menolak tentang adanya hari akhir, tetapi kandungan ayat Al-Quran itu secara jelas dan tegas menyentuh hati setiap orang yang menolak dan mengingkari adanya hari akhir.
10. Redaksi yang diguakan oleh Al-Quran dapat membawa pengaruh ke dalam jiwa orang yang menolak dan megingkari adanya hari akhir.
11. Sehingga diharapkan dapat menimbulkan rasa takut dan penyesalan yang mengantarkan kepada kesadaran dan pengakuan adanya hari akhir.
12. Al-Quran surah Yasin (surah ke-36) ayat 78-81, menampilkan argumentasi filosofis.

     Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata: "Siapa yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh?" Katakan: "Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama.
      Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk, yaitu Tuhan yang menjadikan untukmu api dari kayu yang hijau, maka tiba-tiba kamu nyalakan (api) dari kayu itu." Dan tidakkah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi itu berkuasa menciptakan kembali jasad-jasad mereka yang sudah hancur itu? Benar, Dia berkuasa. Dan Dia Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui.
13. Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 259 menampilkan alasan historis.
14.        أَوْ كَالَّذِي مَرَّ عَلَىٰ قَرْيَةٍ وَهِيَ خَاوِيَةٌ عَلَىٰ عُرُوشِهَا قَالَ أَنَّىٰ يُحْيِي هَٰذِهِ اللَّهُ بَعْدَ مَوْتِهَا ۖ فَأَمَاتَهُ اللَّهُ مِائَةَ عَامٍ ثُمَّ بَعَثَهُ ۖ قَالَ كَمْ لَبِثْتَ ۖ قَالَ لَبِثْتُ يَوْمًا أَوْ بَعْضَ يَوْمٍ ۖ قَالَ بَلْ لَبِثْتَ مِائَةَ عَامٍ فَانْظُرْ إِلَىٰ طَعَامِكَ وَشَرَابِكَ لَمْ يَتَسَنَّهْ ۖ وَانْظُرْ إِلَىٰ حِمَارِكَ وَلِنَجْعَلَكَ آيَةً لِلنَّاسِ ۖ وَانْظُرْ إِلَى الْعِظَامِ كَيْفَ نُنْشِزُهَا ثُمَّ نَكْسُوهَا لَحْمًا ۚ فَلَمَّا تَبَيَّنَ لَهُ قَالَ أَعْلَمُ أَنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

      Atau apakah (kamu tidak memperhatikan) orang yang melalui suatu negeri yang (temboknya) telah roboh menutupi atapnya. Dia berkata: "Bagaimana Allah menghidupkan kembali negeri ini setelah hancur?" Maka Allah mematikan orang itu seratus tahun, kemudian menghidupkannya kembali. Allah bertanya: "Berapa lama kamu tinggal di sini?" Ia menjawab: "Saya telah tinggal di sini sehari atau setengah hari". Allah berfirman: "Sebenarnya kamu telah tinggal di sini seratus tahun lamanya; lihatlah kepada makanan dan minumanmu yang belum lagi berobah; dan lihatlah kepada keledaimu (yang telah menjadi tulang belulang); Kami akan menjadikanmu tanda kekuasaan Kami bagi manusia; dan lihatlah kepada tulang belulang keledai itu, kemudian Kami menyusunnya kembali, kemudian Kami membalutnya dengan daging". Maka tatkala telah nyata kepadanya (bagaimana Allah menghidupkan yang telah mati) dia pun berkata: "Saya yakin bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu".

15. Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 260 menampilkan alasan historis.
16.        وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ أَرِنِي كَيْفَ تُحْيِي الْمَوْتَىٰ ۖ قَالَ أَوَلَمْ تُؤْمِنْ ۖ قَالَ بَلَىٰ وَلَٰكِنْ لِيَطْمَئِنَّ قَلْبِي ۖ قَالَ فَخُذْ أَرْبَعَةً مِنَ الطَّيْرِ فَصُرْهُنَّ إِلَيْكَ ثُمَّ اجْعَلْ عَلَىٰ كُلِّ جَبَلٍ مِنْهُنَّ جُزْءًا ثُمَّ ادْعُهُنَّ يَأْتِينَكَ سَعْيًا ۚ وَاعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ


      Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata: "Ya Tuhanku, perlihatkan padaku bagaimana Engkau menghidupkan orang mati". Allah berfirman: "Belum yakinkah kamu?". Ibrahim menjawab: "Aku telah meyakininya, akan tetapi agar hatiku tetap mantap (dengan imanku)". Allah berfirman: "(Kalau demikian) ambillah empat ekor burung, lalu cingcang semuanya olehmu. (Allah berfirman): "Lalu letakkan di atas tiap-tiap satu bukit satu bagian dari bagian-bagian itu, kemudian panggil mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera". Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

17. Al-Quran surah Al-Haj (surah ke-22) ayat 5-7 menggunakan analogi.

      Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (ada pula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.
     Yang demikian itu, karena sesungguhnya Allah, Dia yang hak dan sesungguhnya Dia yang menghidupkan segala yang mati dan sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala suatu, dan sesungguhnya hari kiamat itu pasti datang, tak ada keraguan padanya; dan bahwasanya Allah membangkitkan semua orang di dalam kubur.

18. Al-Quran surah Al-Najm (surah ke-53) ayat 31 menguraikan keniscayaannya dari segi tujuan dan hikmah.

      Dan hanya kepunyaan Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi supaya Dia memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat terhadap apa yang telah mereka kerjakan dan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan pahala yang lebih baik (surga).


DaftarPustaka
1.    Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.  
2.    Shihab, M. Quraish Shihab. Wawasan Al-Quran. Tafsir Maudhui atas Perbagai Persoalan Umat. Penerbit Mizan, 2009.
3.    Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan Al-Quran.
4.    Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
5.    Tafsirq.com online.

2545. HARI KIAMAT -4


HARI KIAMAT -4
(Seri ke-4)
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM
      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan cara Al-Quran menghadapi penolak adanya hari kiamat?” Profesor Quraish Shihab menjelaskannya.
1.    Dalam menghadapi para penolak dan pengingkar adanya hari akhir, Al-Quran sering kali mengemukakan beberapa alasan penolakan dan pengingkaran, kemudian menanggapi dan menolaknya.
2.    Pada umumnya masyarakat Arab zaman dahulu meragukan dan menolak adanya hari akhir, sedangkan yang percaya adanya hari akhir memiliki keyakinan yang keliru.
3.    Al-Quran surah Al-Isra (surah ke-17) ayat 49.
وَقَالُوا أَإِذَا كُنَّا عِظَامًا وَرُفَاتًا أَإِنَّا لَمَبْعُوثُونَ خَلْقًا جَدِيدًا
      Dan mereka berkata: "Apakah bila kami telah menjadi tulang belulang dan benda-benda yang hancur, apa benar-benarkah kami akan dibangkitkan kembali sebagai makhluk yang baru?"
4.    Al-Quran surah Al-An’am (surah ke-6) ayat 29.
وَقَالُوا إِنْ هِيَ إِلَّا حَيَاتُنَا الدُّنْيَا وَمَا نَحْنُ بِمَبْعُوثِينَ
     Dan tentu mereka akan mengatakan (pula): "Hidup hanya kehidupan kita di dunia saja, dan kita sekali-kali tidak akan dibangkitkan".
5.    Al-Quran surah An-Nahl (surah ke-16) ayat 38.

      Mereka bersumpah dengan nama Allah dengan sumpahnya yang sungguh-sungguh: "Allah tidak akan membangkitkan orang yang mati". (Tidak demikian), bahkan (pasti Allah akan membangkitkannya), sebagai suatu janji yang benar dari Allah, akan tetapi kebanyakan manusia tidaK mengetahui.
6.    Al-Quran menyanggah pendapat yang menolak adanya hari akhir dengan cara langsung dan tidak langsung.
7.    Al-Quran surah Al-An’am (surah ke-6) ayat 31.
قَدْ خَسِرَ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِلِقَاءِ اللَّهِ ۖ حَتَّىٰ إِذَا جَاءَتْهُمُ السَّاعَةُ بَغْتَةً قَالُوا يَا حَسْرَتَنَا عَلَىٰ مَا فَرَّطْنَا فِيهَا وَهُمْ يَحْمِلُونَ أَوْزَارَهُمْ عَلَىٰ ظُهُورِهِمْ ۚ أَلَا سَاءَ مَا يَزِرُونَ

      Sungguh telah rugi orang-orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Tuhan; sehingga apabila kiamat datang kepada mereka dengan tiba-tiba, mereka berkata: "Alangkah besarnya penyesalan kami terhadap kelalaian kami tentang kiamat itu!", sambil mereka memikul dosa-dosa di atas punggungnya. Ingatlah, amat buruk apa yang mereka pikul itu.

8.    Al-Quran surah Al-Ankabut (surah ke-29) ayat 23.


     Dan orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Allah dan pertemuan dengan Dia, mereka putus asa dari rahmat-Ku, dan mereka itu mendapatkan azab yang pedih.

9.    Ayat Al-Quran di atas dan semacamnya tidak secara langsung menuding kepada orang yang menolak tentang adanya hari akhir, tetapi kandungan ayat Al-Quran itu secara jelas dan tegas menyentuh hati setiap orang yang menolak dan mengingkari adanya hari akhir.
10. Redaksi yang diguakan oleh Al-Quran dapat membawa pengaruh ke dalam jiwa orang yang menolak dan megingkari adanya hari akhir.
11. Sehingga diharapkan dapat menimbulkan rasa takut dan penyesalan yang mengantarkan kepada kesadaran dan pengakuan adanya hari akhir.
12. Al-Quran surah Yasin (surah ke-36) ayat 78-81, menampilkan argumentasi filosofis.

     Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata: "Siapa yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh?" Katakan: "Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama.
      Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk, yaitu Tuhan yang menjadikan untukmu api dari kayu yang hijau, maka tiba-tiba kamu nyalakan (api) dari kayu itu." Dan tidakkah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi itu berkuasa menciptakan kembali jasad-jasad mereka yang sudah hancur itu? Benar, Dia berkuasa. Dan Dia Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui.
13. Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 259 menampilkan alasan historis.
14.        أَوْ كَالَّذِي مَرَّ عَلَىٰ قَرْيَةٍ وَهِيَ خَاوِيَةٌ عَلَىٰ عُرُوشِهَا قَالَ أَنَّىٰ يُحْيِي هَٰذِهِ اللَّهُ بَعْدَ مَوْتِهَا ۖ فَأَمَاتَهُ اللَّهُ مِائَةَ عَامٍ ثُمَّ بَعَثَهُ ۖ قَالَ كَمْ لَبِثْتَ ۖ قَالَ لَبِثْتُ يَوْمًا أَوْ بَعْضَ يَوْمٍ ۖ قَالَ بَلْ لَبِثْتَ مِائَةَ عَامٍ فَانْظُرْ إِلَىٰ طَعَامِكَ وَشَرَابِكَ لَمْ يَتَسَنَّهْ ۖ وَانْظُرْ إِلَىٰ حِمَارِكَ وَلِنَجْعَلَكَ آيَةً لِلنَّاسِ ۖ وَانْظُرْ إِلَى الْعِظَامِ كَيْفَ نُنْشِزُهَا ثُمَّ نَكْسُوهَا لَحْمًا ۚ فَلَمَّا تَبَيَّنَ لَهُ قَالَ أَعْلَمُ أَنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

      Atau apakah (kamu tidak memperhatikan) orang yang melalui suatu negeri yang (temboknya) telah roboh menutupi atapnya. Dia berkata: "Bagaimana Allah menghidupkan kembali negeri ini setelah hancur?" Maka Allah mematikan orang itu seratus tahun, kemudian menghidupkannya kembali. Allah bertanya: "Berapa lama kamu tinggal di sini?" Ia menjawab: "Saya telah tinggal di sini sehari atau setengah hari". Allah berfirman: "Sebenarnya kamu telah tinggal di sini seratus tahun lamanya; lihatlah kepada makanan dan minumanmu yang belum lagi berobah; dan lihatlah kepada keledaimu (yang telah menjadi tulang belulang); Kami akan menjadikanmu tanda kekuasaan Kami bagi manusia; dan lihatlah kepada tulang belulang keledai itu, kemudian Kami menyusunnya kembali, kemudian Kami membalutnya dengan daging". Maka tatkala telah nyata kepadanya (bagaimana Allah menghidupkan yang telah mati) dia pun berkata: "Saya yakin bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu".

15. Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 260 menampilkan alasan historis.
16.        وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ أَرِنِي كَيْفَ تُحْيِي الْمَوْتَىٰ ۖ قَالَ أَوَلَمْ تُؤْمِنْ ۖ قَالَ بَلَىٰ وَلَٰكِنْ لِيَطْمَئِنَّ قَلْبِي ۖ قَالَ فَخُذْ أَرْبَعَةً مِنَ الطَّيْرِ فَصُرْهُنَّ إِلَيْكَ ثُمَّ اجْعَلْ عَلَىٰ كُلِّ جَبَلٍ مِنْهُنَّ جُزْءًا ثُمَّ ادْعُهُنَّ يَأْتِينَكَ سَعْيًا ۚ وَاعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ


      Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata: "Ya Tuhanku, perlihatkan padaku bagaimana Engkau menghidupkan orang mati". Allah berfirman: "Belum yakinkah kamu?". Ibrahim menjawab: "Aku telah meyakininya, akan tetapi agar hatiku tetap mantap (dengan imanku)". Allah berfirman: "(Kalau demikian) ambillah empat ekor burung, lalu cingcang semuanya olehmu. (Allah berfirman): "Lalu letakkan di atas tiap-tiap satu bukit satu bagian dari bagian-bagian itu, kemudian panggil mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera". Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

17. Al-Quran surah Al-Haj (surah ke-22) ayat 5-7 menggunakan analogi.

      Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (ada pula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.
     Yang demikian itu, karena sesungguhnya Allah, Dia yang hak dan sesungguhnya Dia yang menghidupkan segala yang mati dan sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala suatu, dan sesungguhnya hari kiamat itu pasti datang, tak ada keraguan padanya; dan bahwasanya Allah membangkitkan semua orang di dalam kubur.

18. Al-Quran surah Al-Najm (surah ke-53) ayat 31 menguraikan keniscayaannya dari segi tujuan dan hikmah.

      Dan hanya kepunyaan Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi supaya Dia memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat terhadap apa yang telah mereka kerjakan dan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan pahala yang lebih baik (surga).


DaftarPustaka
1.    Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.  
2.    Shihab, M. Quraish Shihab. Wawasan Al-Quran. Tafsir Maudhui atas Perbagai Persoalan Umat. Penerbit Mizan, 2009.
3.    Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan Al-Quran.
4.    Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
5.    Tafsirq.com online.