Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Sunday, January 5, 2020

4191. WANITA MENGGUGAT


WANITA MENGGUGAT
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

1.    Al-Quran surah Al-Mujadilah (surah ke-58) ayat 1.

قَدْ سَمِعَ اللَّهُ قَوْلَ الَّتِي تُجَادِلُكَ فِي زَوْجِهَا وَتَشْتَكِي إِلَى اللَّهِ وَاللَّهُ يَسْمَعُ تَحَاوُرَكُمَا ۚ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ بَصِيرٌ

Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan wanita yang mengajukan gugatan kepada kamu (Muhammad) tentang suaminya, dan mengadukan (halnya) kepada Allah. Dan Allah mendengar percakapan kalian berdua. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

2.    Asbabun-nuzul (penyebab turunnya) surah Al-Mujadilah (surah ke-58) ayat 1.
1)    Aisyah (istri Rasulullah) menjelaskan ayat ini turun berkenaan dengan seorang wanita yang mengadukan suaminya kepada Rasulullah.
2)    Khaulah binti Tsa’labah mengadukan sikap suaminya kepada Rasulullah.
3)    Kemudian turun ayat 1 ini.

3.    Khaulah binti Tsa’labah mengadukan sikap suaminya (Aus bin Tsamit) kepada Rasulullah.
4.    Aus bin Tsamit telah menzihar istrinya (Khaulah binti Tsa’labah).
5.    Aus bin Tsamit berkata kepada istrinya,”Kamu bagiku sudah seperti punggung ibuku.”
6.    Dengan maksud dia tak boleh lagi menggauli istrinya, seperti anak yang tidak boleh menggauli ibunya.
7.    Menurut adat jahiliah, kalimat zihar seperti itu sama dengan menceraikan istrinya.
8.    Khaulah mengadu kepada Rasulullah.
9.    Rasulullah bersabda,”Tunggu dahulu, belum ada keputusan dari Allah.”
10. Dalam riwayat lain Rasulullah bersabda,”Kamu telah diiharamkan bergaul dengan suamimu.”
11. Khaulah binti Tsa’labah berkata,”Suamiku belum mengucapkan kata talak.”
12. Khaulah berulang-ulang mendesak Rasulullah untuk memutuskan kasusnya.”
13. Kemudian turun ayat 1 ini.
14. Akhirnya, hukum adat zihar jahiliah dibatalkan.
15. Aus bin Tsamit dan Khaulah binti Tsa’labah menjadi suami istri lagi.


Daftar Pustaka
1.    Hatta, DR. Ahmad. Tafsir Quran Per Kata, Dilengkapi dengan Asbabun Nuzul dan Terjemah. Penerbit Pustaka Maghfirah, Jakarta 2011.
2.    Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2.
3.    Tafsirq.com online.










4191. WANITA MENGGUGAT


WANITA MENGGUGAT
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

1.    Al-Quran surah Al-Mujadilah (surah ke-58) ayat 1.

قَدْ سَمِعَ اللَّهُ قَوْلَ الَّتِي تُجَادِلُكَ فِي زَوْجِهَا وَتَشْتَكِي إِلَى اللَّهِ وَاللَّهُ يَسْمَعُ تَحَاوُرَكُمَا ۚ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ بَصِيرٌ

Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan wanita yang mengajukan gugatan kepada kamu (Muhammad) tentang suaminya, dan mengadukan (halnya) kepada Allah. Dan Allah mendengar percakapan kalian berdua. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

2.    Asbabun-nuzul (penyebab turunnya) surah Al-Mujadilah (surah ke-58) ayat 1.
1)    Aisyah (istri Rasulullah) menjelaskan ayat ini turun berkenaan dengan seorang wanita yang mengadukan suaminya kepada Rasulullah.
2)    Khaulah binti Tsa’labah mengadukan sikap suaminya kepada Rasulullah.
3)    Kemudian turun ayat 1 ini.

3.    Khaulah binti Tsa’labah mengadukan sikap suaminya (Aus bin Tsamit) kepada Rasulullah.
4.    Aus bin Tsamit telah menzihar istrinya (Khaulah binti Tsa’labah).
5.    Aus bin Tsamit berkata kepada istrinya,”Kamu bagiku sudah seperti punggung ibuku.”
6.    Dengan maksud dia tak boleh lagi menggauli istrinya, seperti anak yang tidak boleh menggauli ibunya.
7.    Menurut adat jahiliah, kalimat zihar seperti itu sama dengan menceraikan istrinya.
8.    Khaulah mengadu kepada Rasulullah.
9.    Rasulullah bersabda,”Tunggu dahulu, belum ada keputusan dari Allah.”
10. Dalam riwayat lain Rasulullah bersabda,”Kamu telah diiharamkan bergaul dengan suamimu.”
11. Khaulah binti Tsa’labah berkata,”Suamiku belum mengucapkan kata talak.”
12. Khaulah berulang-ulang mendesak Rasulullah untuk memutuskan kasusnya.”
13. Kemudian turun ayat 1 ini.
14. Akhirnya, hukum adat zihar jahiliah dibatalkan.
15. Aus bin Tsamit dan Khaulah binti Tsa’labah menjadi suami istri lagi.


Daftar Pustaka
1.    Hatta, DR. Ahmad. Tafsir Quran Per Kata, Dilengkapi dengan Asbabun Nuzul dan Terjemah. Penerbit Pustaka Maghfirah, Jakarta 2011.
2.    Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2.
3.    Tafsirq.com online.










4191. WANITA MENGGUGAT


WANITA MENGGUGAT
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

1.    Al-Quran surah Al-Mujadilah (surah ke-58) ayat 1.

قَدْ سَمِعَ اللَّهُ قَوْلَ الَّتِي تُجَادِلُكَ فِي زَوْجِهَا وَتَشْتَكِي إِلَى اللَّهِ وَاللَّهُ يَسْمَعُ تَحَاوُرَكُمَا ۚ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ بَصِيرٌ

Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan wanita yang mengajukan gugatan kepada kamu (Muhammad) tentang suaminya, dan mengadukan (halnya) kepada Allah. Dan Allah mendengar percakapan kalian berdua. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

2.    Asbabun-nuzul (penyebab turunnya) surah Al-Mujadilah (surah ke-58) ayat 1.
1)    Aisyah (istri Rasulullah) menjelaskan ayat ini turun berkenaan dengan seorang wanita yang mengadukan suaminya kepada Rasulullah.
2)    Khaulah binti Tsa’labah mengadukan sikap suaminya kepada Rasulullah.
3)    Kemudian turun ayat 1 ini.

3.    Khaulah binti Tsa’labah mengadukan sikap suaminya (Aus bin Tsamit) kepada Rasulullah.
4.    Aus bin Tsamit telah menzihar istrinya (Khaulah binti Tsa’labah).
5.    Aus bin Tsamit berkata kepada istrinya,”Kamu bagiku sudah seperti punggung ibuku.”
6.    Dengan maksud dia tak boleh lagi menggauli istrinya, seperti anak yang tidak boleh menggauli ibunya.
7.    Menurut adat jahiliah, kalimat zihar seperti itu sama dengan menceraikan istrinya.
8.    Khaulah mengadu kepada Rasulullah.
9.    Rasulullah bersabda,”Tunggu dahulu, belum ada keputusan dari Allah.”
10. Dalam riwayat lain Rasulullah bersabda,”Kamu telah diiharamkan bergaul dengan suamimu.”
11. Khaulah binti Tsa’labah berkata,”Suamiku belum mengucapkan kata talak.”
12. Khaulah berulang-ulang mendesak Rasulullah untuk memutuskan kasusnya.”
13. Kemudian turun ayat 1 ini.
14. Akhirnya, hukum adat zihar jahiliah dibatalkan.
15. Aus bin Tsamit dan Khaulah binti Tsa’labah menjadi suami istri lagi.


Daftar Pustaka
1.    Hatta, DR. Ahmad. Tafsir Quran Per Kata, Dilengkapi dengan Asbabun Nuzul dan Terjemah. Penerbit Pustaka Maghfirah, Jakarta 2011.
2.    Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2.
3.    Tafsirq.com online.










4191. WANITA MENGGUGAT


WANITA MENGGUGAT
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

1.    Al-Quran surah Al-Mujadilah (surah ke-58) ayat 1.

قَدْ سَمِعَ اللَّهُ قَوْلَ الَّتِي تُجَادِلُكَ فِي زَوْجِهَا وَتَشْتَكِي إِلَى اللَّهِ وَاللَّهُ يَسْمَعُ تَحَاوُرَكُمَا ۚ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ بَصِيرٌ

Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan wanita yang mengajukan gugatan kepada kamu (Muhammad) tentang suaminya, dan mengadukan (halnya) kepada Allah. Dan Allah mendengar percakapan kalian berdua. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

2.    Asbabun-nuzul (penyebab turunnya) surah Al-Mujadilah (surah ke-58) ayat 1.
1)    Aisyah (istri Rasulullah) menjelaskan ayat ini turun berkenaan dengan seorang wanita yang mengadukan suaminya kepada Rasulullah.
2)    Khaulah binti Tsa’labah mengadukan sikap suaminya kepada Rasulullah.
3)    Kemudian turun ayat 1 ini.

3.    Khaulah binti Tsa’labah mengadukan sikap suaminya (Aus bin Tsamit) kepada Rasulullah.
4.    Aus bin Tsamit telah menzihar istrinya (Khaulah binti Tsa’labah).
5.    Aus bin Tsamit berkata kepada istrinya,”Kamu bagiku sudah seperti punggung ibuku.”
6.    Dengan maksud dia tak boleh lagi menggauli istrinya, seperti anak yang tidak boleh menggauli ibunya.
7.    Menurut adat jahiliah, kalimat zihar seperti itu sama dengan menceraikan istrinya.
8.    Khaulah mengadu kepada Rasulullah.
9.    Rasulullah bersabda,”Tunggu dahulu, belum ada keputusan dari Allah.”
10. Dalam riwayat lain Rasulullah bersabda,”Kamu telah diiharamkan bergaul dengan suamimu.”
11. Khaulah binti Tsa’labah berkata,”Suamiku belum mengucapkan kata talak.”
12. Khaulah berulang-ulang mendesak Rasulullah untuk memutuskan kasusnya.”
13. Kemudian turun ayat 1 ini.
14. Akhirnya, hukum adat zihar jahiliah dibatalkan.
15. Aus bin Tsamit dan Khaulah binti Tsa’labah menjadi suami istri lagi.


Daftar Pustaka
1.    Hatta, DR. Ahmad. Tafsir Quran Per Kata, Dilengkapi dengan Asbabun Nuzul dan Terjemah. Penerbit Pustaka Maghfirah, Jakarta 2011.
2.    Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2.
3.    Tafsirq.com online.










Saturday, January 4, 2020

4190. DOA MELIHAT BENCANA


DOA MELIHAT BENCANA
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.
1.    Rasulullah bersabda, "Ujian akan menimpa orang mukmin pada dirinya, anaknya,  dan hartanya, hingga ia bertemu Allah dengan tidak membawa satu kesalahan pun".
2.    Rasulullah berdoa ketika melihat orang tertimpa musibah.
      عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ فَجِئَهُ صَاحِبُ بَلَاءٍ فَقَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي عَافَانِي مِمَّا ابْتَلَاكَ بِهِ وَفَضَّلَنِي عَلَى كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقَ تَفْضِيلًا عُوفِيَ مِنْ ذَلِكَ الْبَلَاءِ كَائِنًا مَا كَانَ

3.    Rasulullah bersabda, "Barang siapa dikejutkan oleh orang yang tertimpa musibah, kemudian dia mengucapkan: Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkanku dari musibah, dan memberi kelebihan kepadaku atas semua yang di ciptakan-Nya dengan kelebihan yang sempurna." Maka dia akan diselamatkan dari musibah itu."

4.    Rasulullah bersabda, "Tidaklah seorang mukmin tertimpa musibah lalu ia membaca:  'INAA LILLAHI WAINNAA ILAIHI RAAJI'UUN ALLAHUMMA`JURNII FII MUSHIIBATI WA AKHLIF LII KHAIRAN MINHAA.”
5.    Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan akan kembali kepada Allah.
6.    Ya Allah, beri kami pahala karena bencana ini dan tukarlah bagiku dengan yang lebih baik.
7.    Rasulullah bersabda,”Tidak ada satu pun bencana yang menimpa seorang muslim, melainkan dosanya dihapus Allah, meskipun musibah itu hanya tertusuk duri."
(Sumber: internet)

4190. DOA MELIHAT BENCANA


DOA MELIHAT BENCANA
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.
1.    Rasulullah bersabda, "Ujian akan menimpa orang mukmin pada dirinya, anaknya,  dan hartanya, hingga ia bertemu Allah dengan tidak membawa satu kesalahan pun".
2.    Rasulullah berdoa ketika melihat orang tertimpa musibah.
      عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ فَجِئَهُ صَاحِبُ بَلَاءٍ فَقَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي عَافَانِي مِمَّا ابْتَلَاكَ بِهِ وَفَضَّلَنِي عَلَى كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقَ تَفْضِيلًا عُوفِيَ مِنْ ذَلِكَ الْبَلَاءِ كَائِنًا مَا كَانَ

3.    Rasulullah bersabda, "Barang siapa dikejutkan oleh orang yang tertimpa musibah, kemudian dia mengucapkan: Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkanku dari musibah, dan memberi kelebihan kepadaku atas semua yang di ciptakan-Nya dengan kelebihan yang sempurna." Maka dia akan diselamatkan dari musibah itu."

4.    Rasulullah bersabda, "Tidaklah seorang mukmin tertimpa musibah lalu ia membaca:  'INAA LILLAHI WAINNAA ILAIHI RAAJI'UUN ALLAHUMMA`JURNII FII MUSHIIBATI WA AKHLIF LII KHAIRAN MINHAA.”
5.    Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan akan kembali kepada Allah.
6.    Ya Allah, beri kami pahala karena bencana ini dan tukarlah bagiku dengan yang lebih baik.
7.    Rasulullah bersabda,”Tidak ada satu pun bencana yang menimpa seorang muslim, melainkan dosanya dihapus Allah, meskipun musibah itu hanya tertusuk duri."
(Sumber: internet)

4190. DOA MELIHAT BENCANA


DOA MELIHAT BENCANA
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.
1.    Rasulullah bersabda, "Ujian akan menimpa orang mukmin pada dirinya, anaknya,  dan hartanya, hingga ia bertemu Allah dengan tidak membawa satu kesalahan pun".
2.    Rasulullah berdoa ketika melihat orang tertimpa musibah.
      عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ فَجِئَهُ صَاحِبُ بَلَاءٍ فَقَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي عَافَانِي مِمَّا ابْتَلَاكَ بِهِ وَفَضَّلَنِي عَلَى كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقَ تَفْضِيلًا عُوفِيَ مِنْ ذَلِكَ الْبَلَاءِ كَائِنًا مَا كَانَ

3.    Rasulullah bersabda, "Barang siapa dikejutkan oleh orang yang tertimpa musibah, kemudian dia mengucapkan: Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkanku dari musibah, dan memberi kelebihan kepadaku atas semua yang di ciptakan-Nya dengan kelebihan yang sempurna." Maka dia akan diselamatkan dari musibah itu."

4.    Rasulullah bersabda, "Tidaklah seorang mukmin tertimpa musibah lalu ia membaca:  'INAA LILLAHI WAINNAA ILAIHI RAAJI'UUN ALLAHUMMA`JURNII FII MUSHIIBATI WA AKHLIF LII KHAIRAN MINHAA.”
5.    Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan akan kembali kepada Allah.
6.    Ya Allah, beri kami pahala karena bencana ini dan tukarlah bagiku dengan yang lebih baik.
7.    Rasulullah bersabda,”Tidak ada satu pun bencana yang menimpa seorang muslim, melainkan dosanya dihapus Allah, meskipun musibah itu hanya tertusuk duri."
(Sumber: internet)

4190. DOA MELIHAT BENCANA


DOA MELIHAT BENCANA
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.
1.    Rasulullah bersabda, "Ujian akan menimpa orang mukmin pada dirinya, anaknya,  dan hartanya, hingga ia bertemu Allah dengan tidak membawa satu kesalahan pun".
2.    Rasulullah berdoa ketika melihat orang tertimpa musibah.
      عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ فَجِئَهُ صَاحِبُ بَلَاءٍ فَقَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي عَافَانِي مِمَّا ابْتَلَاكَ بِهِ وَفَضَّلَنِي عَلَى كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقَ تَفْضِيلًا عُوفِيَ مِنْ ذَلِكَ الْبَلَاءِ كَائِنًا مَا كَانَ

3.    Rasulullah bersabda, "Barang siapa dikejutkan oleh orang yang tertimpa musibah, kemudian dia mengucapkan: Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkanku dari musibah, dan memberi kelebihan kepadaku atas semua yang di ciptakan-Nya dengan kelebihan yang sempurna." Maka dia akan diselamatkan dari musibah itu."

4.    Rasulullah bersabda, "Tidaklah seorang mukmin tertimpa musibah lalu ia membaca:  'INAA LILLAHI WAINNAA ILAIHI RAAJI'UUN ALLAHUMMA`JURNII FII MUSHIIBATI WA AKHLIF LII KHAIRAN MINHAA.”
5.    Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan akan kembali kepada Allah.
6.    Ya Allah, beri kami pahala karena bencana ini dan tukarlah bagiku dengan yang lebih baik.
7.    Rasulullah bersabda,”Tidak ada satu pun bencana yang menimpa seorang muslim, melainkan dosanya dihapus Allah, meskipun musibah itu hanya tertusuk duri."
(Sumber: internet)

4190. DOA MELIHAT BENCANA


DOA MELIHAT BENCANA
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.
1.    Rasulullah bersabda, "Ujian akan menimpa orang mukmin pada dirinya, anaknya,  dan hartanya, hingga ia bertemu Allah dengan tidak membawa satu kesalahan pun".
2.    Rasulullah berdoa ketika melihat orang tertimpa musibah.
      عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ فَجِئَهُ صَاحِبُ بَلَاءٍ فَقَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي عَافَانِي مِمَّا ابْتَلَاكَ بِهِ وَفَضَّلَنِي عَلَى كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقَ تَفْضِيلًا عُوفِيَ مِنْ ذَلِكَ الْبَلَاءِ كَائِنًا مَا كَانَ

3.    Rasulullah bersabda, "Barang siapa dikejutkan oleh orang yang tertimpa musibah, kemudian dia mengucapkan: Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkanku dari musibah, dan memberi kelebihan kepadaku atas semua yang di ciptakan-Nya dengan kelebihan yang sempurna." Maka dia akan diselamatkan dari musibah itu."

4.    Rasulullah bersabda, "Tidaklah seorang mukmin tertimpa musibah lalu ia membaca:  'INAA LILLAHI WAINNAA ILAIHI RAAJI'UUN ALLAHUMMA`JURNII FII MUSHIIBATI WA AKHLIF LII KHAIRAN MINHAA.”
5.    Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan akan kembali kepada Allah.
6.    Ya Allah, beri kami pahala karena bencana ini dan tukarlah bagiku dengan yang lebih baik.
7.    Rasulullah bersabda,”Tidak ada satu pun bencana yang menimpa seorang muslim, melainkan dosanya dihapus Allah, meskipun musibah itu hanya tertusuk duri."
(Sumber: internet)