Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Sunday, January 5, 2020

4198. TANDA SUKSES DI DUNIA


TANDA SUKSES DI DUNIA
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.
1.    Tanda-tanda sukses seseorang hidup di dunia yang fana ini.
2.    Pada umur 4 tahun . . .
1)    Tidak ngompol dalam celana.
3.    Pada umur 7 tahun . . .
1)    Tahu jalan pulang ke rumah;
4.    Pada umur 12 tahun . . .
1)    Punya banyak teman;
5.    Pada umur 17 tahun . . .
1)    Mendapatkan KTP dan SIM;
6.    Pada umur 23 tahun . . .
1)    Dapat lulus Perguruan Tinggi;
7.    Pada umur 25 tahun . . .
1)    Mendapat pekerjaan;
8.    Pada umur 30 tahun . . .
1)    Berhasil membangun keluarga;
9.    Pada umur 35 tahun . . .
1)    Dapat hidup mapan;
10. Pada umur 45 tahun . . .
1)    Mampu menjaga kelihatan sehingga awet muda;
11. Pada umur 50 tahun . . .
1)    Pendidikan anak kita membuahkan hasil;
12. Pada umur 60 tahun . . .
1)    Sukses adalah kalau kita masih mampu mengendarai atau mengemudikan kendaraan;
13. Pada umur 65 tahun . . .
1)    Hidup tanpa mengidap penyakit;
14. Pada umur 70 tahun . . .
1)    Merasa tidak menjadi beban orang lain;
15. Pada umur 75 tahun . . .
1)    Masih punya banyak teman;
16. Pada umur 80 tahun . . .
1)    Masih tahu jalan pulang ke rumah.;
17. Pada umur 85 tahun . . .
1)    Tidak ngompol dalam celana.

18. LHOO ... KOK BALIK LAGI YAA. . .
19. Al-Quran Yasin (surah ke-36) ayat 68.

وَمَنْ نُعَمِّرْهُ نُنَكِّسْهُ فِي الْخَلْقِ ۖ أَفَلَا يَعْقِلُونَ

      Dan barang siapa yang Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kepada kejadian (nya). Maka apakah mereka tidak memikirkan?

20. Sukses manusia di akhirat adalah: amalnya diterima, dosanya diampuni, dapat masuk surga dan dijauhkan dari siksa neraka.

(Sumber: internet)


4197. ANAK LADANG AMAL


ANAK LADANG AMAL
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.
1.    Anakku, Ladang Amalku
2.    Anak itu ibarat bibit tumbuhan yang Allah amanahkan pada kita.
3.    Ingat masih bibit, bukan bunga atau buah.
4.    Jika bibit, maka belum tampak sama sekali bagaimana tumbuhnya nanti.
5.    Masih perlu waktu yang panjang dan cara yang tepat untuk menumbuhkannya sesuai dengan harapan kita.
6.    Proses tumbuhnya pun tidak bisa kita hindarkan dari gangguan yang ada dari luar.
7.    Kita sudah merawatnya dengan baik.
8.    Ketika mulai muncul bunganya, bisa jadi angin bertiup kencang menggugurkan bunga tersebut.
9.    Selama akarnya kuat, maka kita masih dapat melihat bunga tersebut tumbuh lagi bahkan sampai berbuah.
10. Itu sebenarnya bahasa sederhana untuk menggambarkan bagaimana perilaku kita terhadap anak2.
11. Tidak patut ketika belum tahu dan berupaya, kita mengatakan bahwa bibit tersebut tidak bagus tumbuhnya.
12. Tidak patut pula kita mengatakan bahwa anak kita ini tidak bisa apa2.
13. Bisanya hanya merepotkan.
14. J ika kita belum pernah memahaminya, bukan hanya menuntutnya.
15. Jika orangtuanya bisa seperti pencapaian saat ini.
16. Berarti ada yang salah dari diri kita kenapa anak2 tidak bisa seperti kita.
17. Ibarat pepatah buah jatuh tidak jauh dari pohon.
18. Buah yang bagus dihasilkan dari pohon yang kuat.
19. Sehat.
20. Tidak mudah terserang hama.
21. Bibit yang Allah berikan pada kita juga tidak sama.
22. Allah sudah tahu kemampuan kita menumbuhkan bibit2 tersebut.
23. Anak pertama ibarat bibit jambu.
24. Anak kedua bibit melati.
25. Anak ketiga bibit durian.
26. Ketiganya jelas berbeda bukan ?
27. Bibit jambu jika kita rawat dengan baik, akan tumbuh menjadi pohon jambu dengan akar yang kuat, berdaun lebat, dan buahnya lezat tanpa ulat.
28. Bibit melati juga demikian.
29. Jika benar merawatnya, maka akan tumbuh menjadi bunga melati yang rimbun dan harum nian.
30. Bagaimana dengan bibit durian, jelas bisa berbuah durian yang rasanya maknyuss jika kita juga becus merawatnya.
31. Jangan pernah memaksakan bahwa bibit jambu akan menjadi bunga melati atau bahkan buah durian.
32. Salah merawat akan menyesal sampai akhir hayat.
33. Apakah sama cara merawat dan memperlakukan ketiga bibit tadi ?
34. Jelas tidak sama.
35. Meskipun di ladang yang sama.
36. Apalagi ladang yang berbeda.
37. Jadi, mulai sekarang STOP membandingkan anak2 kita dengan saudaranya sendiri, apalagi dengan temannya/ anak yang lain, karena JELAS ladangnya berbeda.
38. Terlebih bibit yang diberikan bisa jadi sama tapi cara kita merawat dan menumbuhkannya tentu berbeda.
39. Fokus saja merawat bibit2 yang sudah ada pada kita.
40. Artinya fokus saja pada anak2 kita, bukan anak yang lain.
41. Tumbuhkan dengan doa dan perilaku yang patut diikuti bukan ditakuti.
42. Itu akan membentuk akar yang kuat, tidak mudah tumbang.
43. Anak yang tumbuh dengan akhlaq kuat akan kokoh menjadi pribadi tangguh.
44. Semoga Allah memampukan kita menumbuhkan dan merawat 'bibit2' yang sudah diamanahkan pada kita.
45. Dengan istikhomah sabar dan mau belajar.
46. Aamiin yaa rabbal 'alamiin.
(sumber: internet Bunda Lita)

4197. ANAK LADANG AMAL


ANAK LADANG AMAL
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.
1.    Anakku, Ladang Amalku
2.    Anak itu ibarat bibit tumbuhan yang Allah amanahkan pada kita.
3.    Ingat masih bibit, bukan bunga atau buah.
4.    Jika bibit, maka belum tampak sama sekali bagaimana tumbuhnya nanti.
5.    Masih perlu waktu yang panjang dan cara yang tepat untuk menumbuhkannya sesuai dengan harapan kita.
6.    Proses tumbuhnya pun tidak bisa kita hindarkan dari gangguan yang ada dari luar.
7.    Kita sudah merawatnya dengan baik.
8.    Ketika mulai muncul bunganya, bisa jadi angin bertiup kencang menggugurkan bunga tersebut.
9.    Selama akarnya kuat, maka kita masih dapat melihat bunga tersebut tumbuh lagi bahkan sampai berbuah.
10. Itu sebenarnya bahasa sederhana untuk menggambarkan bagaimana perilaku kita terhadap anak2.
11. Tidak patut ketika belum tahu dan berupaya, kita mengatakan bahwa bibit tersebut tidak bagus tumbuhnya.
12. Tidak patut pula kita mengatakan bahwa anak kita ini tidak bisa apa2.
13. Bisanya hanya merepotkan.
14. J ika kita belum pernah memahaminya, bukan hanya menuntutnya.
15. Jika orangtuanya bisa seperti pencapaian saat ini.
16. Berarti ada yang salah dari diri kita kenapa anak2 tidak bisa seperti kita.
17. Ibarat pepatah buah jatuh tidak jauh dari pohon.
18. Buah yang bagus dihasilkan dari pohon yang kuat.
19. Sehat.
20. Tidak mudah terserang hama.
21. Bibit yang Allah berikan pada kita juga tidak sama.
22. Allah sudah tahu kemampuan kita menumbuhkan bibit2 tersebut.
23. Anak pertama ibarat bibit jambu.
24. Anak kedua bibit melati.
25. Anak ketiga bibit durian.
26. Ketiganya jelas berbeda bukan ?
27. Bibit jambu jika kita rawat dengan baik, akan tumbuh menjadi pohon jambu dengan akar yang kuat, berdaun lebat, dan buahnya lezat tanpa ulat.
28. Bibit melati juga demikian.
29. Jika benar merawatnya, maka akan tumbuh menjadi bunga melati yang rimbun dan harum nian.
30. Bagaimana dengan bibit durian, jelas bisa berbuah durian yang rasanya maknyuss jika kita juga becus merawatnya.
31. Jangan pernah memaksakan bahwa bibit jambu akan menjadi bunga melati atau bahkan buah durian.
32. Salah merawat akan menyesal sampai akhir hayat.
33. Apakah sama cara merawat dan memperlakukan ketiga bibit tadi ?
34. Jelas tidak sama.
35. Meskipun di ladang yang sama.
36. Apalagi ladang yang berbeda.
37. Jadi, mulai sekarang STOP membandingkan anak2 kita dengan saudaranya sendiri, apalagi dengan temannya/ anak yang lain, karena JELAS ladangnya berbeda.
38. Terlebih bibit yang diberikan bisa jadi sama tapi cara kita merawat dan menumbuhkannya tentu berbeda.
39. Fokus saja merawat bibit2 yang sudah ada pada kita.
40. Artinya fokus saja pada anak2 kita, bukan anak yang lain.
41. Tumbuhkan dengan doa dan perilaku yang patut diikuti bukan ditakuti.
42. Itu akan membentuk akar yang kuat, tidak mudah tumbang.
43. Anak yang tumbuh dengan akhlaq kuat akan kokoh menjadi pribadi tangguh.
44. Semoga Allah memampukan kita menumbuhkan dan merawat 'bibit2' yang sudah diamanahkan pada kita.
45. Dengan istikhomah sabar dan mau belajar.
46. Aamiin yaa rabbal 'alamiin.
(sumber: internet Bunda Lita)

4197. ANAK LADANG AMAL


ANAK LADANG AMAL
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.
1.    Anakku, Ladang Amalku
2.    Anak itu ibarat bibit tumbuhan yang Allah amanahkan pada kita.
3.    Ingat masih bibit, bukan bunga atau buah.
4.    Jika bibit, maka belum tampak sama sekali bagaimana tumbuhnya nanti.
5.    Masih perlu waktu yang panjang dan cara yang tepat untuk menumbuhkannya sesuai dengan harapan kita.
6.    Proses tumbuhnya pun tidak bisa kita hindarkan dari gangguan yang ada dari luar.
7.    Kita sudah merawatnya dengan baik.
8.    Ketika mulai muncul bunganya, bisa jadi angin bertiup kencang menggugurkan bunga tersebut.
9.    Selama akarnya kuat, maka kita masih dapat melihat bunga tersebut tumbuh lagi bahkan sampai berbuah.
10. Itu sebenarnya bahasa sederhana untuk menggambarkan bagaimana perilaku kita terhadap anak2.
11. Tidak patut ketika belum tahu dan berupaya, kita mengatakan bahwa bibit tersebut tidak bagus tumbuhnya.
12. Tidak patut pula kita mengatakan bahwa anak kita ini tidak bisa apa2.
13. Bisanya hanya merepotkan.
14. J ika kita belum pernah memahaminya, bukan hanya menuntutnya.
15. Jika orangtuanya bisa seperti pencapaian saat ini.
16. Berarti ada yang salah dari diri kita kenapa anak2 tidak bisa seperti kita.
17. Ibarat pepatah buah jatuh tidak jauh dari pohon.
18. Buah yang bagus dihasilkan dari pohon yang kuat.
19. Sehat.
20. Tidak mudah terserang hama.
21. Bibit yang Allah berikan pada kita juga tidak sama.
22. Allah sudah tahu kemampuan kita menumbuhkan bibit2 tersebut.
23. Anak pertama ibarat bibit jambu.
24. Anak kedua bibit melati.
25. Anak ketiga bibit durian.
26. Ketiganya jelas berbeda bukan ?
27. Bibit jambu jika kita rawat dengan baik, akan tumbuh menjadi pohon jambu dengan akar yang kuat, berdaun lebat, dan buahnya lezat tanpa ulat.
28. Bibit melati juga demikian.
29. Jika benar merawatnya, maka akan tumbuh menjadi bunga melati yang rimbun dan harum nian.
30. Bagaimana dengan bibit durian, jelas bisa berbuah durian yang rasanya maknyuss jika kita juga becus merawatnya.
31. Jangan pernah memaksakan bahwa bibit jambu akan menjadi bunga melati atau bahkan buah durian.
32. Salah merawat akan menyesal sampai akhir hayat.
33. Apakah sama cara merawat dan memperlakukan ketiga bibit tadi ?
34. Jelas tidak sama.
35. Meskipun di ladang yang sama.
36. Apalagi ladang yang berbeda.
37. Jadi, mulai sekarang STOP membandingkan anak2 kita dengan saudaranya sendiri, apalagi dengan temannya/ anak yang lain, karena JELAS ladangnya berbeda.
38. Terlebih bibit yang diberikan bisa jadi sama tapi cara kita merawat dan menumbuhkannya tentu berbeda.
39. Fokus saja merawat bibit2 yang sudah ada pada kita.
40. Artinya fokus saja pada anak2 kita, bukan anak yang lain.
41. Tumbuhkan dengan doa dan perilaku yang patut diikuti bukan ditakuti.
42. Itu akan membentuk akar yang kuat, tidak mudah tumbang.
43. Anak yang tumbuh dengan akhlaq kuat akan kokoh menjadi pribadi tangguh.
44. Semoga Allah memampukan kita menumbuhkan dan merawat 'bibit2' yang sudah diamanahkan pada kita.
45. Dengan istikhomah sabar dan mau belajar.
46. Aamiin yaa rabbal 'alamiin.
(sumber: internet Bunda Lita)