Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Thursday, April 2, 2020

4041. ANGGAP SEMUANYA ODP


ANGGAP SEMUANYA ODP
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

1.    Terdapat 3 istilah kesehatan menyertai wabah virus corona (COVID-19, yaitu:
1)    ODP (Orang Dalam Pemantauan).
2)    PDP (Pasien Dalam Pengawasan).
3)    Suspect Corona.

2.    ODP (Orang Dalam Pemantauan).
1)    ODP adalah singkatan dari Orang Dalam Pemantauan.
2)    Orang yang dikatakan masuk dalam kategori ODP, jika ia sempat bepergian ke negara pusat penyebaran virus corona.
3)    Orang akan dimasukkan dalam  ODP jika pernah berkontak langsung dengan pasien yang positif corona.
4)    Orang masuk dalam kelompok ini belum menunjukkan gejala sakit.

3.    PDP (Pasien Dalam Pemantauan).
1)    PDP adalah singkatan dari Pasien Dalam Pengawasan.
2)    Orang masuk dalam PDP sudah dirawat oleh tenaga kesehatan.
3)    Orang ini telah menjadi pasien dengan gejala sakit demam, batuk, pilek, dan sesak napas.

4.    Suspect Corona.
1)    Suspect corona adalah orang yang diduga kuat terjangkit infeksi COVID-19.
2)    Suspect corona adalah pasien yang menunjukkan gejala virus corona dan pernah melakukan kontak dekat dengan pasien positif corona.
3)    Akan diperiksa untuk melihat statusnya positif atau negatif.

5.    Jakarta, CNN Indonesia -- Dokter spesialis paru-paru RSUP Persahabatan, Jakarta, Andika Chandra Putra menyatakan bahwa seluruh masyarakat Indonesia tergolong orang dalam pemantauan (ODP) virus corona (Covid-19).
6.    Menurutnya semua orang yang berada di negara terdampak corona termasuk ODP.
7.    "Karena kita ini di negara terjangkit, maka kita semua ini ODP, sehingga perlu pemantauan," ucap Andika seperti dilansir dari Antara, Rabu (1/4 2020).
8.    Andika menjelaskan masyarakat benar-benar perlu waspada dengan penularan virus corona.
9.    Tak ada yang bisa menjamin suatu tempat yang didatangi warga benar-benar terbebas dari Covid-19.
10. Agar lebih waspada, maka anggap semuanya ODP, sehingga:
1)    Semua orang tetap tinggal di rumah.
2)    Keluar rumah hanya untuk hal sangat penting saja.
3)    Selalu memakai masker.
4)    Selalu menjaga jarak dengan orang lain.
5)    Mengosumsi makanan bergizi agar tubuh lebih kuat.
6)    Istirahat yang cukup.
7)    Olah raga di rumah secara teratur.
8)    Sering mencuci tangan dengan sabun.

11. Waspada terhadap benda yang mudah menulaskan virus.
1)    Uang kertas.
2)    Kartu ATM.
3)    Gagang pintu rumah, mobil, dan lainnya.
4)    Pegangan tangan escalator.
5)    HP.
6)    Pegangan tangan di kendaraan.

12. Cara meminimalkan penularan virus.
1)    Memakai masker.
2)    Sering mencuci tangan dengan sabun.
3)    Menjaga jarak dengan orang lain.
4)    Jangan menyentuh wajah.
5)    Tutup mulut saat batun dan bersin.
6)    Tidak menyentuh uang.

(Sumber: internet)



4041. ANGGAP SEMUANYA ODP


ANGGAP SEMUANYA ODP
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

1.    Terdapat 3 istilah kesehatan menyertai wabah virus corona (COVID-19, yaitu:
1)    ODP (Orang Dalam Pemantauan).
2)    PDP (Pasien Dalam Pengawasan).
3)    Suspect Corona.

2.    ODP (Orang Dalam Pemantauan).
1)    ODP adalah singkatan dari Orang Dalam Pemantauan.
2)    Orang yang dikatakan masuk dalam kategori ODP, jika ia sempat bepergian ke negara pusat penyebaran virus corona.
3)    Orang akan dimasukkan dalam  ODP jika pernah berkontak langsung dengan pasien yang positif corona.
4)    Orang masuk dalam kelompok ini belum menunjukkan gejala sakit.

3.    PDP (Pasien Dalam Pemantauan).
1)    PDP adalah singkatan dari Pasien Dalam Pengawasan.
2)    Orang masuk dalam PDP sudah dirawat oleh tenaga kesehatan.
3)    Orang ini telah menjadi pasien dengan gejala sakit demam, batuk, pilek, dan sesak napas.

4.    Suspect Corona.
1)    Suspect corona adalah orang yang diduga kuat terjangkit infeksi COVID-19.
2)    Suspect corona adalah pasien yang menunjukkan gejala virus corona dan pernah melakukan kontak dekat dengan pasien positif corona.
3)    Akan diperiksa untuk melihat statusnya positif atau negatif.

5.    Jakarta, CNN Indonesia -- Dokter spesialis paru-paru RSUP Persahabatan, Jakarta, Andika Chandra Putra menyatakan bahwa seluruh masyarakat Indonesia tergolong orang dalam pemantauan (ODP) virus corona (Covid-19).
6.    Menurutnya semua orang yang berada di negara terdampak corona termasuk ODP.
7.    "Karena kita ini di negara terjangkit, maka kita semua ini ODP, sehingga perlu pemantauan," ucap Andika seperti dilansir dari Antara, Rabu (1/4 2020).
8.    Andika menjelaskan masyarakat benar-benar perlu waspada dengan penularan virus corona.
9.    Tak ada yang bisa menjamin suatu tempat yang didatangi warga benar-benar terbebas dari Covid-19.
10. Agar lebih waspada, maka anggap semuanya ODP, sehingga:
1)    Semua orang tetap tinggal di rumah.
2)    Keluar rumah hanya untuk hal sangat penting saja.
3)    Selalu memakai masker.
4)    Selalu menjaga jarak dengan orang lain.
5)    Mengosumsi makanan bergizi agar tubuh lebih kuat.
6)    Istirahat yang cukup.
7)    Olah raga di rumah secara teratur.
8)    Sering mencuci tangan dengan sabun.

11. Waspada terhadap benda yang mudah menulaskan virus.
1)    Uang kertas.
2)    Kartu ATM.
3)    Gagang pintu rumah, mobil, dan lainnya.
4)    Pegangan tangan escalator.
5)    HP.
6)    Pegangan tangan di kendaraan.

12. Cara meminimalkan penularan virus.
1)    Memakai masker.
2)    Sering mencuci tangan dengan sabun.
3)    Menjaga jarak dengan orang lain.
4)    Jangan menyentuh wajah.
5)    Tutup mulut saat batun dan bersin.
6)    Tidak menyentuh uang.

(Sumber: internet)



4041. ANGGAP SEMUANYA ODP


ANGGAP SEMUANYA ODP
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

1.    Terdapat 3 istilah kesehatan menyertai wabah virus corona (COVID-19, yaitu:
1)    ODP (Orang Dalam Pemantauan).
2)    PDP (Pasien Dalam Pengawasan).
3)    Suspect Corona.

2.    ODP (Orang Dalam Pemantauan).
1)    ODP adalah singkatan dari Orang Dalam Pemantauan.
2)    Orang yang dikatakan masuk dalam kategori ODP, jika ia sempat bepergian ke negara pusat penyebaran virus corona.
3)    Orang akan dimasukkan dalam  ODP jika pernah berkontak langsung dengan pasien yang positif corona.
4)    Orang masuk dalam kelompok ini belum menunjukkan gejala sakit.

3.    PDP (Pasien Dalam Pemantauan).
1)    PDP adalah singkatan dari Pasien Dalam Pengawasan.
2)    Orang masuk dalam PDP sudah dirawat oleh tenaga kesehatan.
3)    Orang ini telah menjadi pasien dengan gejala sakit demam, batuk, pilek, dan sesak napas.

4.    Suspect Corona.
1)    Suspect corona adalah orang yang diduga kuat terjangkit infeksi COVID-19.
2)    Suspect corona adalah pasien yang menunjukkan gejala virus corona dan pernah melakukan kontak dekat dengan pasien positif corona.
3)    Akan diperiksa untuk melihat statusnya positif atau negatif.

5.    Jakarta, CNN Indonesia -- Dokter spesialis paru-paru RSUP Persahabatan, Jakarta, Andika Chandra Putra menyatakan bahwa seluruh masyarakat Indonesia tergolong orang dalam pemantauan (ODP) virus corona (Covid-19).
6.    Menurutnya semua orang yang berada di negara terdampak corona termasuk ODP.
7.    "Karena kita ini di negara terjangkit, maka kita semua ini ODP, sehingga perlu pemantauan," ucap Andika seperti dilansir dari Antara, Rabu (1/4 2020).
8.    Andika menjelaskan masyarakat benar-benar perlu waspada dengan penularan virus corona.
9.    Tak ada yang bisa menjamin suatu tempat yang didatangi warga benar-benar terbebas dari Covid-19.
10. Agar lebih waspada, maka anggap semuanya ODP, sehingga:
1)    Semua orang tetap tinggal di rumah.
2)    Keluar rumah hanya untuk hal sangat penting saja.
3)    Selalu memakai masker.
4)    Selalu menjaga jarak dengan orang lain.
5)    Mengosumsi makanan bergizi agar tubuh lebih kuat.
6)    Istirahat yang cukup.
7)    Olah raga di rumah secara teratur.
8)    Sering mencuci tangan dengan sabun.

11. Waspada terhadap benda yang mudah menulaskan virus.
1)    Uang kertas.
2)    Kartu ATM.
3)    Gagang pintu rumah, mobil, dan lainnya.
4)    Pegangan tangan escalator.
5)    HP.
6)    Pegangan tangan di kendaraan.

12. Cara meminimalkan penularan virus.
1)    Memakai masker.
2)    Sering mencuci tangan dengan sabun.
3)    Menjaga jarak dengan orang lain.
4)    Jangan menyentuh wajah.
5)    Tutup mulut saat batun dan bersin.
6)    Tidak menyentuh uang.

(Sumber: internet)



4040. TERTAWA TERMASUK NIKMAT SURGA


TERTAWA TERMASUK NIKMAT SURGA
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.
1.    Tertawa yang wajar itu bagaikan obat bagi kesedihan, dan laksana pil kuat untuk kegalauan. 
2.    Pengaruh tertawa yang wajar amat kuat, akan membuat hati bergembira dan berbahagia, serta lingkungan menjadi menyenangkan.
3.     Sahabat Nabi berkata, ”Nabi Muhammad kadang-kadang tertawa, sehingga tampak gigi geraham beliau.”
4.    Tertawa adalah puncak kegembiraan, titik tertinggi keceriaan, dan ujung perasaan kesenangan.
5.    Rasulullah bersabda, “Senyummu di depan saudaramu adalah sedekah.”
6.    Al-Quran surah An-Naml (surah ke-27) ayat 19. ”Maka Sulaiman tertawa karena mendengarkan perkataan semut.”

فَتَبَسَّمَ ضَاحِكًا مِنْ قَوْلِهَا وَقَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ
       Maka Sulaiman tersenyum dan tertawa karena (mendengar) perkataan semut dan  berdoa, “Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmatmu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridai, dan masukkan aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-Mu yang saleh”.
7.    Salah satu nikmat dari Allah untuk penghuni surga adalah tertawa.
8.    Al-Quran surah Al-mutaffifin (surah ke-83) ayat 34. “Maka pada hari ini, orang-orang beriman menertawakan orang-orang kafir.”
فَالْيَوْمَ الَّذِينَ آمَنُوا مِنَ الْكُفَّارِ يَضْحَكُونَ

           Maka pada hari ini, orang-orang yang beriman menertawakan orang-orang kafir.
9.    Tetapi jangan tertawa berlebihan.
10. Rasulullah bersabda,“Jangan engkau banyak tertawa, karena banyak tertawa akan mematikan hati.” Oleh karena itu, mari kita tertawa yang wajar saja.
11. Jangan tertawa sinis dan penuh kesombongan, seperti yang dilakukan oleh orang-orang kafir.
12. Al-Quran surah Azzukruf (surah ke-43) ayat 47. “Maka tatkala dia datang kepada mereka dengan membawa mukjizat Kami, dengan serta merta mereka menertawakannya.”
فَلَمَّا جَاءَهُمْ بِآيَاتِنَا إِذَا هُمْ مِنْهَا يَضْحَكُونَ
        Maka tatkala dia datang kepada mereka dengan membawa mukjizat Kami dengan serta merta mereka mentertawakannya.
13. Pada umumnya, semua orang senang wajah yang murah senyum, dan suka dengan
muka yang selalu tampak ceria.
14. Hal itu mencerminkan kemurahan hati, kelapangan dada, dan kedermawanan.
15. Pada dasarnya, Islam dibangun berdasarkan prinsip keseimbangan, serta moderat dalam hal akidah, ibadah, budi pekerti, dan perilaku.
16. Islam mengajarkan pertengahan dalam bersikap, tidak mengenal kemuraman yang menakutkan, maupun tertawa lepas tidak beraturan.
17. Islam senantiasa mengajarkan kesungguhan penuh wibawa dan ringan langkah yang terarah, serta menganjurkan perbuatan yang bermanfaat untuk diri, keluarga dan masyarakat sekitarnya.
18. Imam Gazali melontarkan humor, “Benda apakah yang paling tajam di dunia ini?”
19. Muridnya menjawab dengan berbagai jawaban, ada yang menjawab: pisau, silet, pedang dan semacamnya.
20. Imam Gazali menjawab, “Betul, semua benda yang kalian sebutkan itu tajam, tetapi ada yang lebih tajam dari itu semua, yaitu lidah manusia”.
21. Abu Hurairah bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah engkau pernah bersenda gurau?”
22. Nabi Muhammad bersabda,” Benar, hanya saya selalu berkata benar.”
23. Rasulullah bergurau, “Naikkan barang-barangmu ke punggung anak unta di sebelah sana!”
24. Sahabat bingung, “Ya Rasulullah, bagaimana anak unta mampu memikul beban berat?”
25. Rasulullah bersabda,”Saya tidak bilang anak unta itu kecil, karena semua unta pasti lahir dari ibu unta.”
26. Seorang wanita tua bertanya, “Ya Rasulullah, apakah wanita tua seperti saya layak masuk surga?”
27. Nabi Muhammad bersabda, “Maaf, Bu, di surga tidak ada wanita tua”.
28. Wanita itu langsung menangis, lalu Nabi Muhammad menjelaskan,”Semua orang yang masuk surga, akan menjadi muda lagi.”
29. Mendengar penjelasan Rasulullah, wanita tua itu tersenyum gembira.
30.  Sungguh, manusia membutuhkan senyuman, dan memerlukan humor yang menghibur yang tidak menghina siapa pun, tidak merendahkan apa pun.
31.  Semua orang senang dengan wajah yang selalu berseri-seri, hati yang lapang dalam menerima perbedaan, budi pekerti yang luhur, dan perilaku yang lembut, serta pembawaan yang tidak kasar.
32. Jadi, janganlah kita bersedih, mari kita lontarkan humor yang cedas, yaitu humor yang tidak menyinggung siapa pun, dan tidak menghina apa pun.
33. Mari kita tersenyum dan tertawa yang wajar, agar kehidupan akan terasa lebih indah, ceria, dan mempesona. Semoga.

 Daftar Pustaka
1.         Al-Qarni, Aidh. La Tahzan. Jangan Bersedih. Penerbit Qisthi Press. Jakarta 2007.
2.         Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
3.         Tafsirq.com online.