Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Sunday, January 10, 2021

8303. PERINTAH MEMBERI MAAF BUKAN MINTA MAAF

 


PERINTAH MEMBERI MAAF BUKAN MINTA MAAF

Oleh:Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

Kata “al-'afwa” (maaf) terulang dalam Al-Quran 34  kali.

 

 

Kata “afwa” pada mulanya berarti “berlebihan”.

 

Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 219. 

 

 

۞ يَسْأَلُونَكَ عَنِ الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ ۖ قُلْ فِيهِمَا إِثْمٌ كَبِيرٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَإِثْمُهُمَا أَكْبَرُ مِنْ نَفْعِهِمَا ۗ وَيَسْأَلُونَكَ مَاذَا يُنْفِقُونَ قُلِ الْعَفْوَ ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمُ الْآيَاتِ لَعَلَّكُمْ تَتَفَكَّرُونَ

 

Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakan: “Pada keduanya ada dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar daripada manfaatnya”. Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakan: “Yang lebih dari keperluan”. Demikian Allah menerangkan ayat-Nya kepadamu agar kamu berpikir.

 

 

Afwa (yang berlebih) seharusnya diberikan agar  keluar.

 

 

Kata “al-'afwa” berkembang maknanya menjadi “keterhapusan”.

 

 

Memaafkan berarti “menghapus” luka atau bekas luka dalam hati. 

 

 

 

Ayat “tobat” umumnya didahului usaha manusia  untuk bertobat.

 

 

 

Da 7 ayat yang memakai kata “afwa” (memaafkan), semuanya ditampilkan tanpa adanya usaha terlebih dahulu dari orang yang bersalah.

 

 

Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 187.  

 

 

أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ إِلَىٰ نِسَائِكُمْ ۚ هُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِبَاسٌ لَهُنَّ ۗ عَلِمَ اللَّهُ أَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَخْتَانُونَ أَنْفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا عَنْكُمْ ۖ فَالْآنَ بَاشِرُوهُنَّ وَابْتَغُوا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَكُمْ ۚ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ۖ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ ۚ وَلَا تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنْتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ ۗ تِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ فَلَا تَقْرَبُوهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ آيَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ

 

    

Dihalalkan bagimu pada malam hari bulan Ramadan bercampur dengan istri-istrimu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamu adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampunimu dan memberikan maaf kepadamu. Maka sekarang campuri mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakan puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedangkan kamu beriktikaf dalam mesjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikian Allah menerangkan ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa.

 

Al-Quran surah At-Taubah (surah ke-9) ayat 43.  

 

 

 

عَفَا اللَّهُ عَنْكَ لِمَ أَذِنْتَ لَهُمْ حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكَ الَّذِينَ صَدَقُوا وَتَعْلَمَ الْكَاذِبِينَ

 

 

 

Semoga Allah memaafkanmu. Mengapa kamu memberikan izin kepada mereka (untuk tidak pergi berperang), sebelum jelas bagimu orang-orang yang benar (dalam keuzurannya) dan sebelum kamu ketahui orang-orang yang berdusta?

 

 

 

Al-Quran surah Asy-Syura (surah ke-42) ayat 40.

 

 

 

وَجَزَاءُ سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِثْلُهَا ۖ فَمَنْ عَفَا وَأَصْلَحَ فَأَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الظَّالِمِينَ

 

   

 

 

Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan serupa, maka barang siapa memaafkandan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim.

 

 

 

Al-Quran surah An-Nur (surah ke-24) ayat 22.

 

 

 

وَلَا يَأْتَلِ أُولُو الْفَضْلِ مِنْكُمْ وَالسَّعَةِ أَنْ يُؤْتُوا أُولِي الْقُرْبَىٰ وَالْمَسَاكِينَ وَالْمُهَاجِرِينَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۖ وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا ۗ أَلَا تُحِبُّونَ أَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

 

     

 

 

Dan janganlah orang-orang yang punya kelebihan dan kelapangan di antaramu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat (nya), orang miskin dan orang berhijrah pada jalan Allah, dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

 

 

 

Tidak ditemukan satu ayat pun yang menganjurkan agar “minta maaf”.

 

 

 

Tetapi yang ada adalah perintah untuk “memberi maaf kepada orang yang bersalah”.

 

 

 

Seseorang disarankan untuk memberi maaf, dan tidak menanti orang bersalah mohon maaf.

 

 

 

Orang yang tidak mau memaafkan kesalahan orang lain, pada  hakikatnya orang itu tidak mau memperoleh pengampunan dari Allah.

 

 

 

Tidak  ada  alasan untuk  berkata, “Tidak ada  maaf  bagimu”, karena  segalanya  telah  dijamin dan ditanggung oleh Allah.

 

 

 

Yang dimaksud “memaafkan kesalahan orang lain”, bukan hanya kesalahan kecil saja, tetapi juga “kesalahan besar”. 

 

 

 

Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 51-52 menjelaskan bahwa Allah memaafkan umat Nabi Musa yang menyembah sapi.

 

وَإِذْ وَاعَدْنَا مُوسَىٰ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً ثُمَّ اتَّخَذْتُمُ الْعِجْلَ مِنْ بَعْدِهِ وَأَنْتُمْ ظَالِمُونَ

ثُمَّ عَفَوْنَا عَنْكُمْ مِنْ بَعْدِ ذَٰلِكَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

 

     

 

 

Dan (ingatlah), ketika Kami berjanji kepada Musa (memberikan Taurat, sesudah) empat puluh malam, lalu kamu menjadikan anak lembu (sembahanmu) sepeninggalnya dan kamu adalah orang-orang yang zalim. Kemudian sesudah itu Kami maafkan kesalahanmu, agar kamu bersyukur.

 

 

 

Daftar Pustaka

1.      Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.   

2.      Shihab, M. Quraish Shihab. Wawasan Al-Quran. Tafsir Maudhui atas Perbagai Persoalan Umat. Penerbit Mizan, 2009.

3.      Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan Al-Quran.

4.      Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

5.      Tafsirq.com online.      

 

 

8302. HUMOR GUS DUR YANG DIKATAKAN BEDA YANG DIKERJAKAN

 

 


HUMOR GUS DUR YANG DIKERJAKAN BEDA YANG DIKATAKAN

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

HUMOR GUS DUR

 

Konon ada 4 macam sifat bangsa di dunia.

 

 

1.   Sedikit bicara, sedikit kerja

(Nigeria, Angola).

 

 

2.   Sedikit bicara, banyak kerja.

(Jepang, Korsel).

 

 

3.   Banyak bicara, banyak kerja.

(Amerika, China).

 

 

 

4.   Banyak bicara, sedikit kerja.

 (Pakistan, India).

 

 

Seseorang bertanya:

 

 

"Kalau bangsa Indonesia, masuk yang mana Gus..?"

 

 

Gus Dur menjawab:

 

 "Tidak bisa dimasukkan di antara yang 4 itu..."

 

 

 

"Loh, kenapa Gus..?"

 

 

Gus Dur:

 

 

"Karena di Indonesia, yang dibicarakan beda dengan yang dikerjakan."

 

 

(Sumber internet)

Saturday, January 9, 2021

8301. MATI TETAP DALAM KONDISI MUSLIM

 


MATI TETAP DALAM KONDISI MUSLIM

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

 

 

 

 

Al-Quran surah Ali Imran (surah ke-3) ayat 102.

 

 

 

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

 

 

 

 

Hai orang-orang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa; dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim.

 

 

 

 

Al-Quran surah At-Taghabun (surah ke-64) ayat 16.

 

 

 

فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ وَاسْمَعُوا وَأَطِيعُوا وَأَنْفِقُوا خَيْرًا لِأَنْفُسِكُمْ ۗ وَمَنْ يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

 

 

 

 

 

Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta taatlah; dan infakkan harta yang baik untuk dirimu. Dan barang siapa dijaga dari kekikiran dirinya, maka mereka orang-orang yang beruntung.

 

 

Asbabun-nuzul (penyebab turunnya) surah At-Taghabun (surah ke-64) ayat 16.

 

 

 

1.      Said bin Jubair menjelaskan ayat ini turun berkenaan dengan sikap cemas kaum muslim.

 

 

2.      Setelah turun QS (3:102), umat Islam cemas dan meningkatkan ibadah mereka, sehingga dahi dan kaki mereka bengkak dan luka-luka.

 

 

3.      Kemudian turun ayat 16 ini.

 

 

 

 

Daftar Pustaka

1.              Hatta, DR. Ahmad. Tafsir Quran Per Kata, Dilengkapi dengan Asbabun Nuzul dan Terjemah. Penerbit Pustaka Maghfirah, Jakarta 2011.

2.              Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2.

3.              Tafsirq.com online

8300. BERIBADAH SUNGGUH-SUNGGUH SESUAI KEMAMPUAN

 


BERIBADAH SUNGGUH-SUNGGUH SESUAI KEMAMPUAN

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

 

 

 

 

Al-Quran surah Ali Imran (surah ke-3) ayat 102.

 

 

 

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

 

 

 

 

Hai orang-orang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa; dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim.

 

 

 

 

Al-Quran surah At-Taghabun (surah ke-64) ayat 16.

 

 

 

فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ وَاسْمَعُوا وَأَطِيعُوا وَأَنْفِقُوا خَيْرًا لِأَنْفُسِكُمْ ۗ وَمَنْ يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

 

 

 

 

 

Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta taatlah; dan infakkan harta yang baik untuk dirimu. Dan barang siapa dijaga dari kekikiran dirinya, maka mereka orang-orang yang beruntung.

 

 

Asbabun-nuzul (penyebab turunnya) surah At-Taghabun (surah ke-64) ayat 16.

 

 

 

1.      Said bin Jubair menjelaskan ayat ini turun berkenaan dengan sikap cemas kaum muslim.

 

 

2.      Setelah turun QS (3:102), umat Islam cemas dan meningkatkan ibadah mereka, sehingga dahi dan kaki mereka bengkak dan luka-luka.

 

 

3.      Kemudian turun ayat 16 ini.

 

 

 

 

Daftar Pustaka

1.              Hatta, DR. Ahmad. Tafsir Quran Per Kata, Dilengkapi dengan Asbabun Nuzul dan Terjemah. Penerbit Pustaka Maghfirah, Jakarta 2011.

2.              Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2.

3.              Tafsirq.com online

8299. PENANYA POHON DI BUMI DAN TINTANYA 7 LAUTAN MASIH KURANG

 


PENANYA POHON DI BUMI DAN TINTANYA 7 LAUTAN UNTUK MENULIS KALIMAT ALLAH MASIH KURANG

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

 

 

 

Al-Quran surah Luqman (surah ke-31) ayat 27.

 

 

 

وَلَوْ أَنَّمَا فِي الْأَرْضِ مِنْ شَجَرَةٍ أَقْلَامٌ وَالْبَحْرُ يَمُدُّهُ مِنْ بَعْدِهِ سَبْعَةُ أَبْحُرٍ مَا نَفِدَتْ كَلِمَاتُ اللَّهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

 

     

 

 

Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan lautan (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya 7 lautan (lagi) sesudah (kering) nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

 

 

 

Asbabun nuzul (penyebab turunnya) surah Luqman (surah ke-31) ayat 27.

 

 

 

 

1.      Ikrimah menjelaskan ayat ini turun berkenaan dengan perkataan Ahli Kitab kepada Rasulullah.

 

 

2.      Rasulullah memberi nasihat kepada para Ahli Kitab.

 

 

3.      Ahli Kitab berkata kepada Rasulullah,

 

”Kamu menganggap ilmu kami sedikit.

 

 

Padahal kami telah diberi Kitab Taurat yang berisi hikmah dan penjelasan segala sesuatu.

 

 

Orang yang diberi Taurat, berarti diberi kebaikan yang banyak.”

 

 

4.      Kemudian turun ayat 27 ini.

 

 

 

Daftar Pustaka

1.      Hatta, DR. Ahmad. Tafsir Quran Per Kata, Dilengkapi dengan Asbabun Nuzul dan Terjemah. Penerbit Pustaka Maghfirah, Jakarta 2011.

2.      Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2.

3.      Tafsirq.com online.