Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Saturday, March 6, 2021

8868. BAHASA INGGRIS 600 RIBU KATA BAHASA ARAB 12 JUTA KATA

 


BAHASA INGGRIS 600 RIBU KATA BAHASA ARAB 12 JUTA KATA.

Oleh: Drs. H. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

 

Ungkapan dalam bahasa Arab banyak terkait dengan Tuhan.

 

 

 

Bahasa Arab kental dengan  dimensi teologis, misalnya:

 

1.      Al-salamu alaikum wa rahmatullahi wa barakatuhu.

2.      Alhamdulillah.

3.      Masya Allah.

4.      Insya Allah.

5.      Subhanallah.

6.      Mabruk.

7.      Barakallahu fik.

8.      La haula wa la quwwata illa billah.

9.      Wallahi.

10.               Dan lainnya.

 

 

 

 

Dalam bahasa lain memang terkadang ada dimensi ketuhanannya.

 

 

Dalam bahasa Inggris, misalnya:

 

1.              Oh my God.

2.              God bless you.

3.              In God we trust.

 

Seperti tertulis dalam mata uang dolar Amerika.

 

 

 

Tetapi, bahasa Arab tetap lebih sarat dimensi ketuhanannya dibanding bahasa apa pun dan mana pun!

 

 

 

 

Ternyata orang Nasrani di Lebanon juga mengucapkan kata-kata mengandung “Allah” seperti itu.

 

 

Rupanya di Arab,  Allah adalah nama Tuhan bagi orang  beragama Kristen atau Masihiyyin.

 

 

 

 

Bangsa Arab memang dikenal sebagai bangsa yang bertuhan.

 

 

 Apalagi kenyataannya semua Nabi dan Rasul yang 25 itu lahir di Arab atau Timur Tengah.

 

 

Juga semua agama samawi, yaitu:

 

 

1.              Yahudi.

2.              Kristen.

3.              Islam. 

 

 

 

Saking tebalnya dalam bertuhan, sampai ateisme di kalangan bangsa Arab pun berbeda dengan atheisme Barat.

 

 

 

Ateisme di Barat benar-benar tidak percaya adanya Tuhan, bahkan anti Tuhan.

 

 

Tapi ateisme di Arab adalah hanya menolak kenabian dan wahyu, tapi tidak menolak ketuhanan.

 

 

 

Orang ateis Arab tetap percaya pada Tuhan.

 

 

dan menamakan Tuhannya dengan Allah.

 

 

Tetapi mereka menolak adanya Nabi atau konsep kenabian.

 

 

Mereka beriman kepada Tuhan,  tapi menolak nabi yang membawa wahyu.

 

Di negara Arab seperti Suriah, Irak, Palestina, dan lainnya, ada pengikut komunisme.

 

 

Di Iran secara politik didominasi kaum Mullah dan Ayatullah,  ternyata ada Partai Komunis, meskipun bergerak di bawah tanah.

 

 

 

Tapi mereka bukan ateis dalam definisi tidak bertuhan.

 

 

Pakar Arab mengatakan bahwa banyak sekali ucapan dalam bahasa Arab yang melibatkan Tuhan.

 

1.              Jika orang mengucapkan “mabruk” (مبروك).

 

2.              Anda menjawab “Allah baraka fik” (برك الله فيك).

 

3.              Kalimat itu artinya “Semoga Tuhan Allah memberi berkah kepadamu”.

 

 

 

Banyak sekali ucapan bahasa Arab yang melibatkan Tuhan seperti itu.

 

 

Jika kita berbicara dalam bahasa Arab kepada seseorang, maka kita telah mengaitkan bukan hanya melalui bahasa, tapi juga keimanan kepada Allah SWT.

 

 

 

Sangat meyakinkan dimensi ketuhanan yang kental dalam bahasa Arab karena pengaruh Al-Quran.

 

 

 

Pasalnya, bahasa Arab adalah bahasa Al-Qur’an (لغة القران).

 

 

Semua orang sudah tahu fakta dan kenyataan itu.

 

 

Bahkan ada orang Arab yang secara agak berlebihan mengatakan bahwa Tuhan dan Malaikat-Nya berbicara dalam bahasa Arab.

 

 

 

Bahasa Arab juga sering disebut sebagai bahasa Islam.

 

 

Meskipun banyak juga orang Arab yang beragama Kristen.

 

 

 

Seperti orang Arab di Lebanon, Syria, Mesir, Yordania, Palestina, dan lainnya.

 

 

Mereka itu juga berbicara dan sangat bangga dengan bahasa Arab.

 

 

Ada pandangan sangat kuat tentang kesejajaran antara keislaman dan kearaban.

 

 

Pandangan seperti ini bukan hanya dalam umat Islam belaka.

 

Tapi juga di kalangan non-Islam.

 

 

 

 

Dr Anton Wessels, seorang Teolog Kristen dan guru besar di Vrije Universiteit, Amsterdam.

 

 

 

 

Dalam bukunya Arabier an Christen: Christelijke kerken in het Midden-Oosten (1983), juga mengabadikan kesan serupa.

 

 

 

Meskipun dia mengklarifikasinya.

 

 

Dalam bukunya diterjemahkan dalam bahasa Indonesia.

 

 

 Arab dan Kristen: Gereja-Gereja Kristen di Timur Tengah (terj. Tati S.L. Tobing-Kartohadiprojo, BPK Gunung Mulia, Cet Kedua, 2002).

 

 

 

Wessels mengatakan bahwa banyak orang yang begitu mendengar sebutan orang Arab pikirannya segera terarah pada orang Islam.

 

 

 

Bahkan, setiap membaca atau mendengar bahasa Arab orang segera terbayang kata Islam.

 

 

 

Wessels sampai mengingatkan sebuah ungkapan sangat terkenal di kalangan orang Arab Kristen.

 

 

 

 

Yang berbunyi: “Bahasa Arab tak dapat dikristenkan”.

 

 

 

Bahasa Arab adalah satu-satunya bahasa di dunia ini yang kental dengan dimensi ketuhanan dan keagamaan lslam.

 

 

 

Mungkin faktor ketuhanan dan keislaman inilah bahasa Arab punya kemampuan bertahan yang luar biasa.

 

 

 

Jika dihitung sejak turunnya Al-Quran kepada Rasulullah.

 

 

 

Maka usia bahasa Arab yang juga bahasa Al-Quran sudah lebih dari 1.400 tahun.

 

 

 

Padahal sebelum Nabi Muhammad SAW lahir, bahasa Arab sudah ada dan hidup.

 

Bahasa Arab sudah berusia ribuan tahun dan masih bertahan kuat sampai sekarang.

 

 

 

Sungguh sebuah bahasa yang punya  kemampuan bertahan yang luar biasa!

 

 

 

Bahasa Arab adalah satu-satunya bahasa Semitik yang telah berusia ribuan tahun.

 

 

Yang sampai hari ini masih bertahan hidup.

 

 

 

Ada 4 bahasa paling berpengaruh dalam sejarah manusia, yaitu:

 

1.              Sanksekerta.

2.              Yunani.

 

3.              Latin.

4.              Arab.

 

 

Bahasa Sanksekerta, Yunani, dan latin sudah mati.

 Tapi bahasa Arab tetap hidup.

 

 

 

BAHASA SANKSEKERTA,  YUNANI DAN LATIN

 

 

Jika orang sekarang ingin membaca buku berbahasa Latin yang ditulis 200 tahun lalu, pasti sangat kesulitan.

 

 

 

Demikian juga dengan buku berbahasa Yunani dan Sanksekerta.

 

 

Tapi jika orang mau membaca kitab berbahasa Arab.

 

 

 

Jangankan kitab berusia 200 tahun lalu.

 

 

Bahkan kitab berusia 1.000 tahun lalu masih bisa dibaca dengan mudah.

 

 

 

Bahkan syair Jahiliah yang ada sejak zaman sebelum Rasulullah, masih bisa dinikmati dengan mudah.

 

 

 

Dr. Nurcholish Madjid menyebut bahasa Arab secara dramatis sebagai mukjizat Ilahi.

 

 

Bahasa Arab memang betul mukjizat kebudayaan.

 

 

 

Karaena bahasa Arab  sudah tua tetapi tetap bertahan hidup.

 

 

Bahasa Arab juga dikenal sebagai bahasa paling indah di dunia.

 

 

 

 Bukan hanya paling indah, tapi  juga sangat kaya raya dengan kosa kata.

 

 

 

 

Bahasa Arab konon punya  12.302.912 kata.

 

 

 

Baca: 12 juta kata lebih.

 

 

 

Bandingkan dengan bahasa lain, misalnya:

 

1.      Bahasa Inggris 600.000 kata.

2.      Bahasa Perancis 150.000 kata.

 

 

Dalam konteks dan perspektif ini sungguh sangat rugi orang Islam yang tidak belajar bahasa Arab.

 

 

 

Pasalnya, dengan menguasai bahasa Arab maka orang akan memperoleh dimensi:

1.              Ketuhanan.

2.              Keislaman.

3.              Kebudayaan sangat kaya!

 

 

Jika seorang muda keturunan Arab yang tinggal di Amerika Utara berkata,

 

 

 

 “I forgot my Arabic tongue.

 

 

and lost my homeland in the process.

 

 

I feel like I’m slowly becoming more and more disconnected from my Arab roots’’.

 

 

Maka izinkan saya menambahkan dengan kalimat penutup sebagai berikut:

 

 

 

“Saya telah melupakan bahasa Arab.

 

 

 

Maka saya dalam proses kehilangan roh ketuhanan dan keislaman.

 

 

 

Karena pelan tapi pasti saya akan terpisahkan dari akar-akar ketuhanan dan keislaman”.

 

 

(Sumber Hajriyanto Y. Thohari)

 

8867. NAKAYAMA REMAJA JEPANG PERTAMA YANG HAFAL AL-QURAN


 

NAKAYAMA REMAJA JEPANG PERTAMA YANG HAFAL AL-QURAN

Oleh: Drs. H. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

Sahar Nakayama, Remaja Pertama yang Jadi Hafidz Al-Quran di Negeri Sakura.

 

 

 

Sahar Nakayama usia 13 tahun berhasil menghafal Al-Quran 30 juz.

 

 

 

Remaja asal Jepang ini dinobatkan sebagai hafiz muda pertama di Negeri Sakura.

 

 

 

Sahar punya keinginan menjadi Hafizah pada usia 5 tahun. 

 

 

Saat itu ia termotivasi berkat temannya yang ingin menjadi seorang penghafal Al-Quran.

 

 

Dia juga ingin melakukan hal yang sama.

 

 

Sejak itu, Sahar belajar huruf Arab.

 

 

Setahun kemudian ia mulai menghafal Al-Quran saat usianya 6 tahun. 

 

 

 

Cita-cita sejak kecil ia inginkan tercapai pada usia masih sangat muda. 

 

 

Hal itu tak lepas dari dukungan dan bimbingan guru mengajinya.

 

 

 

 

Yaitu Niezz Muhammad  berasal dari Pakistan.

 

 

Lahir dan tumbuh besar dalam lingkungan keluarga Muslim di Negara super maju teknologi.

 

 

 

Tak membuat Sahar surut untuk punya cita-cita menjadi Hafizah.

 

 

Dan jadi pendakwah di Negeri Sakura kelak.

 

 

Ayah Sahar adalah seorang Muslim asal Pakistan.

 

 

 

Dan ibunya orang asli Jepang yang telah memeluk agama Islam.

 

 

 

Sahar bercerita bahwa tahun 2015 hafalannya baru 26 Juz. 

 

 

 

Kemudian sang guru memotivasinya.

 

 

 

Untuk menyelesaikan hafalan Al-Quran pada bulan Ramadan tahun itu.

 

 

 

“Aku biasa ke masjid untuk belajar dan menghafal Al-Quran.

 

 

 

Awalnya menghafal setengah halaman sehari.

 

 

Dan setelah berhasil menghafal separuh dari Al-Quran.

 

 

Kemudian aku menghafal 1 halaman per hari.

 

 

Aku membacakan apa yang sudah aku hafal di hadapan guruku,” kata Sahar.

 

 

Menurut dia, surah terakhir yang dihafal adalah Al-Baqarah.

 

 

 

Saat itu gurunya ingin Sahar menjadi Hafizah di bulan Ramadan.

 

 

 

Maka di bulan itu Sahar diminta menghafal 2 halaman per hari.

 

 

“Aku menghabiskan waktu 7 tahun untuk bisa menghafal seluruh Al-Quran,” kata Sahar.

 

 

 

Ia juga ingin mengajarkan Al-Quran kepada orang lain.

 

 

 

Anak ke-1 dari 4 bersaudara itu, kini telah beranjak dewasa.

 

 

 

Remaja 18 tahun asal Tokyo itu tengah menempuh pendidikan kelas 3 SMA di sekolah umum Jepang.

 

 

 

Impiannya untuk mempelajari Islam lebih dalam lagi.

 

 

Masih terpatri dalam benaknya.

 

 

 

Ia punya impian kuliah di Arab.

 

 

 

“Aku tidak hanya ingin hafal Al-Quran.

 

 

Aku juga ingin belajar di Arab.

 

 

Belajar Islam di sana.

 

 

Kemudian kembali ke Jepang.

 

 

Lalu mengajarkan Al-Quran dan Islam kepada generasi muslim kedua yang lahir dan tumbuh di Jepang seperti aku,” ucapnya.

 

 

(Sumber internet)