Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tuesday, March 22, 2022

12919. BERDOA BOLEH TAPI RITUAL HARUS SESUAI SYARIAT ISLAM

 




 

 

BERDOA BOLEH TAPI RITUAL HARUS SESUAI SYARIAT ISLAM

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

 

Berdoa mohon pada Allah.

Agar turun hujan.

Yang membawa rahmat.

Hukumnya boleh.

 

Berdoa mohon pada Allah.

Agar hujan berhenti.

Hukumnya boleh.

 

Tapi melakukan ritual.

Seperti pawang hujan.

Di Mandalika.

Hukumnya haram.

 

Al-Quran surah Asy-Syura (surah ke-42) ayat 28.

 

وَهُوَ الَّذِي يُنَزِّلُ الْغَيْثَ مِنْ بَعْدِ مَا قَنَطُوا وَيَنْشُرُ رَحْمَتَهُ ۚ وَهُوَ الْوَلِيُّ الْحَمِيدُ

 

Dan Dia Allah Yang menurunkan hujan sesudah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya. Dan Dia Allah Yang Maha Pelindung lagi Maha Terpuji.

 

 

Al-Quran surah Al-An’am (surah ke-6) ayat 59.

 

۞ وَعِنْدَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَا إِلَّا هُوَ ۚ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ ۚ وَمَا تَسْقُطُ مِنْ وَرَقَةٍ إِلَّا يَعْلَمُهَا وَلَا حَبَّةٍ فِي ظُلُمَاتِ الْأَرْضِ وَلَا رَطْبٍ وَلَا يَابِسٍ إِلَّا فِي كِتَابٍ مُبِينٍ

 

Dan pada sisi Allah kunci-kunci semua yang gaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)"

 

 

BERDOA BOLEH.

TAPI RITUAL HARUS SESUAI SYARIAT.

 

Berdoa minta turun hujan.

Atau berdoa minta tidak turun hujan.

 

Hukumnya boleh.

 

Tapi melakukan ritual yang melanggar syariat.

 

Seperti yang dilakukan pawang hujan.

Di Mandalika.

 

Hukumnya haram.

 

(Sumber DR Syafii Antonio)

Monday, March 21, 2022

12918. RITUAL PAWANG HUJAN DI MANDALIKA HUKUMNYA HARAM

 

 





 

RITUAL PAWANG HUJAN DI MANDALIKA HUKUMNYA HARAM

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

 

Berdoa mohon pada Allah.

Agar turun hujan.

Yang membawa rahmat.

Hukumnya boleh.

 

Berdoa mohon pada Allah.

Agar hujan berhenti.

Hukumnya boleh.

 

Tapi melakukan ritual.

Seperti pawang hujan.

Di Mandalika.

Hukumnya haram.

 

Al-Quran surah Asy-Syura (surah ke-42) ayat 28.

 

وَهُوَ الَّذِي يُنَزِّلُ الْغَيْثَ مِنْ بَعْدِ مَا قَنَطُوا وَيَنْشُرُ رَحْمَتَهُ ۚ وَهُوَ الْوَلِيُّ الْحَمِيدُ

 

Dan Dia Allah Yang menurunkan hujan sesudah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya. Dan Dia Allah Yang Maha Pelindung lagi Maha Terpuji.

 

 

Al-Quran surah Al-An’am (surah ke-6) ayat 59.

 

۞ وَعِنْدَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَا إِلَّا هُوَ ۚ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ ۚ وَمَا تَسْقُطُ مِنْ وَرَقَةٍ إِلَّا يَعْلَمُهَا وَلَا حَبَّةٍ فِي ظُلُمَاتِ الْأَرْضِ وَلَا رَطْبٍ وَلَا يَابِسٍ إِلَّا فِي كِتَابٍ مُبِينٍ

 

Dan pada sisi Allah kunci-kunci semua yang gaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)"

 

 

BERDOA BOLEH.

TAPI RITUAL HARUS SESUAI SYARIAT.

 

Berdoa minta turun hujan.

Atau berdoa minta tidak turun hujan.

 

Hukumnya boleh.

 

Tapi melakukan ritual yang melanggar syariat.

 

Seperti yang dilakukan pawang hujan.

Di Mandalika.

 

Hukumnya haram.

 

(Sumber DR Syafii Antonio)

12917. ADA 3 CARA MOHON PADA ALLAH AGAR TURUN HUJAN

 



 

ADA 3 CARA MOHON PADA ALLAH AGAR TURUN HUJAN

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

 

Salat istisqa (salat minta hujan) adalah salat yang dilakukan oleh umat Islam.

Untuk berdoa dan mohon kepada Allah.

Agar berkenan menurunkan hujan.

Yang membawa nikmat

Dan berkah ke bumi.

 

 

 Ada 3 cara mohon kepada Allah.

 Agar diturunkan hujan.

Yang membawa berkah dan rahmat.

 

CARA KE-1

  Umat Islam berdoa sendirian.

Atau bersama.

Mohon kepada Allah.

Agar menurunkan hujan.

Yang membawa rahmat dan berkah.

 

Untuk seluruh makhluk.

Di bumi.

 

 CARA KE-2

Berdoa mohon hujan.

Yang membawa nikmat dan berkah kepada Allah.

 Saat khatib khotbah Jumat.

 Di depan para jamaah.

 

CARA KE-3

Mohon hujan kepada Allah.

Dengan mengerjakan salat istisqa.

Yaitu salat minta hujan 2 rakaat.

  

 

Cara salat istisqa (salat minta hujan)

 

1.      semua umat Islam puasa sunah 4 hari berurutan.

 

 

2.      Pagi hari masih puasa sunah hari ke-4.

Semua umat Islam berkumpul.

 

Untuk mendengarkan nasihat dari ulama.

 

Untuk bertobat dan berhenti dari segala macam maksiat dan dosa.

 

Lalu menggantinya dengan amal kebaikan kepada Allah.

 

3.          Semua penduduk pria, wanita, tua, muda, dan anak-anak.

Berpakaian kerja seperti biasa.

 

Berjalan dengan tenang.

Dan merendahkan diri di depan  Allah.

Dengan penuh harapan dan cemas.

Menuju  lapangn  terbuka.

 

4.          Melakukan salat istisqa.

Yaitu salat minta hujan 2 rakaat.

Dipimpin seorang imam.

  

Dilanjutkan khotbah.

Seperti khotbah Jumat di atas mimbar.

Atau tempat agak tinggi.

 

5.      Khotbah diawali  “astagfirullah”.

Mmohon ampunan kepada Allah.

 

Pada khotbah pertama 9 kali.

  

Dan khotbah kedua 7 kali.

 

6.      Khatib menghadap para jamaah menyampaikan khotbah berisi:

 

1)  Pujian kepada Alllah.

 2)  Syahadat.

 

3)  Selawat kepada Nabi Muhammad.

 4)  Nasihat bertobat kepada Allah.

 5)  Berdoa mohon hujan.

 

7.      Khatib dan para jamaah mengangkat kedua tangan.

Menghadap kiblat.

Merendahkan diri di depan Allah.

 

8.      Kemudian khatib membalikkan selendangnya.

 Dan berputar lagi menghadap para jamaah.

  

Lafaz doa yang dibaca dalam salat istisqa (salat minta hujan).

  

اَللَّهُمَّ اجْعَلْهَا سُقْياَ رَحْمَةٍ، وَلاَ تَجْعَلْهَا سُقْياَ عَذَابٍ، وَلاَ مَحْقٍ وَلاَ بَلاَءٍ، وَلاَ هَدْمٍ وَلاَ غَرْقٍ. اَللَّهُمَّ عَلَى الظُّرَّابِ وَاْلآكَامِ، وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ وَبُطُوْنِ اْلأَوْدِيَةِ، اَللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلاَ عَلَيْنَا. اَللَّهُمَّ اسْقِنَا غَيْثاً مُغِيْثاً، هَنِيْئاً مَرِيْئاً مُرِيْعاً، سَحاً عَاماً غَدْقاً طَبَقاً مُجَلَّلاً، دَائِماً إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اَللَّهُمَّ اسْقِنَا الْغَيْثَ وَلاَ تَجْعَلْنَا مِنَ الْقَانِطِيْنَ، اَللَّهُمَّ إِنَّ بِالْعِبَادِ وَالْبِلاَدِ مِنْ الْجُهْدِ وَالْجُوْعِ وَالضَّنْكِ، مَا لاَ نَشْكُوْ إِلاَّ إِلَيْكَ.اَللَّهُمَّ أَنْبِتْ لَنَا الزَّرْعَ وَأَدِرَّ لَنَا الضَّرْعَ، وَأَنْزِلْ عَلَيْنَا مِنْ بَرَكَاتِ السَّمَاءِ، وَأَنْبِتْ لَنَا مِنْ بَرَكَاتِ اْلأَرْضِ، وَاكْشِفْ عَنَّا مِنَ الْبَلاَءِ مَا لاَ يَكْشِفُهُ غَيْرُكَ، اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْتَغْفِرُكَ إِنَّكَ كُنْتَ غَفَّاراً، فَأَرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْنَا مِدْرَاراً

  

Ya Allah, jadikan curah hujan sebagai rahmat dan jangan engkau jadikan sebagai siksaan, bukan kehancuran, bahaya, kerusakan dan bukan pula ketenggelaman bagi kami. Ya Allah, turunkan hujan pada bukit-bukit, tumbuh-tumbuhan dan lembah-lembah. Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan hujan yang berakibat buruk atas kami. Ya Allah, turunkanlah hujan yang melepaskan kami dari paceklik, tanpa disertai kesusahan, baik akibatnya, subur dengan kesegaran, deras dan lebat yang menyeluruh pada permukaan bumi terus-menerus (manfaatnya) sampai hari Kiamat. Ya Allah, turunkan hujan kepada kami dan jangan Engkau jadikan kami orang-orang yang berputus asa karena hujan yang belum turun. Ya Allah, sungguh hamba-hamba-Mu serta wilayah mereka tertimpa kesulitan, kelaparan dan paceklik yang dahsyat, sungguh kami tidak mengadu melainkan hanya kepada-Mu. Ya Allah, tumbuhkan kebun-kebun untuk kami dan perbanyaklah susu kambing, turunkan berkah dari langit, tumbuhkan berkah dari bumi, keluarkan kami dari bahaya yang tidak ada seorang pun yang mampu mengeluarkannya melainkan hanya Engkau. Ya Allah, sesungguhnya kami memohon ampun kepada-Mu, sesungguhnya Engkau maha pengampun, maka turunkan hujan dari langit untuk kami.”

  

 

Daftar Pustaka.

1.      Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap).  Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.

2.      Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

3.      Tafsirq.com online