Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tuesday, March 22, 2022

12921. BICARA CANGGIH KOTA DIGITAL METAVERSE TAPI PAWANG HUJAN

 








 

 

BICARA CANGGIH KOTA DIGITAL METAVERSE TAPI PAWANG HUJAN

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

Klenik adalah kegiatan perdukunan.

Dengan cara tak masuk akal.

Tapi banyak orang percaya.

 

 

Kamu percaya soal klenik dan dukun.

Itu hak kamu.

 

Monggo.

Silakan.

 

Tapi hak orang lain.

Untuk tidak percaya.

 

Penting.

Pelajaran bagi banyak orang.

 

Sekarang.

Sudah zaman metaverse.

 

Ada orang menggeram2.

Baca2 mantra.

 

Lantas pesugihan.

Rezeki datang.

 

Uang berlipat ganda.

Dan hal tidak masuk akal lainnya?

 

Kamu anggap manusia.

Bisa sakti?

 

Mbok mikir simpel.

 

Jika dukun memang sakti.

Kenapa lagi dia buka praktek.

 

Jualan jasa dukun?

 

 Dia bisa geser hujan?

 

Maka dia bisa geser rezeki.

Bawa ke depan pintu rumahnya sendiri.

 

Kenapa buka jasa praktIk.

Dan terima amplop.

 

Dia bisa bikin orang lain kaya.

 

Sukses dan dapat jabatan?

 

Kenapa dia tidak duluan saja.

Yang dibikin berkuasa?

 

Kenapa sok mulia bantu2 orang lain.

 

Orang yg percaya beginian.

Masih ngeles.

 

Jika  buat sendiri.

Maka  tidak bisa.

 

 

Jadi ilmunya.

Hanya utk bantu orang.

 

Justeru ilmu yang betulan itu.

 

Kamu buat diri sendiri.

Baru buat orang lain.

 

Buat kamu sendiri saja tidak bisa.

Bagaimana mengurus orang lain?

 

Dukun2 ini.

Dan orang2 pinter ini.

Memang hanya profesi.

 

Kamu percaya?

 

Silakan bayar.

 

Tapi pikirkan.

 

Terlalu deh.

 

Kuliah tinggi.

Ada yang jauh ke LN.

 

Saat omong gaya bahas:

1.      Metaverse.

2.      Mobil listrik.

3.      Dan segala kecanggihan dunia.

 

Tapi ujungnya.

Masih percaya orang menggeram.

 

Membaca mantra.

 

 Jampi2.

 

Kamu bisa saja menggeram.

 

Kamu malah percaya.

Pada orang yg pendidikannya tak jelas.

 

Kamu lebih berpendidikan.

 

Malah percaya sama dukun.

Yang entah apa pendidikannya.

 

Bahkan setakut apa pun kamu.

 

Sehebat apa pun sugesti perdukunan.

 

Apakah kamu percaya ada orang sakti?

 

Kenapa orang sakti.

Nasibnya tak jadi sultan?

 

Tidak perlu bawa agama.

 

Cukup dengan logika saja.

 

Apakah masuk dalam akal kamu?

 

(Sumber Tere Liye)

 

12920. HUJAN SAAT MOTOGP DI MANDALIKA MENURUT BMKG

 



 



 

HUJAN DI MANDALIKA SAAT MOTOGP MENURUT BMKG

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

 

Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut.

 

Bahwa aksi  pawang hujan.

Pada balapan MotoGP Mandalika.

 

Minggu (20/3/2022).

Hanya kearifan lokal.

 

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto mengatakan.

 

Bahwa sains tak bisa dicampur  dengan kearifan lokal.

 

Secara saintifik sulit dijelaskan.

Jika disebut hujan.

Pada balapan MotoGP Mandalika berhenti.

Karena faktor pawang hujan.

 

"Pawang hujan itu.

Suatu kearifan local.

Pada masyarakat.

 

Secara saintifik.

Hal itu sulit dijelaskan," kata Guswanto.

 

Di Kompleks Parlemen, Senayan.

Jakarta, Senin (21/3/2022).

 

Guswanto menerangkan.

Bahwa pihaknya sudah memprediksi.

 

Akan turun hujan lebat disertai petir.

 

Saat race MotoGP Mandalika berlangsung.

 

Karena bibit sikontropis 93f.

Dampaknya memberi.

Potensi pertumbuhan awan hujan.

Di Mandalika.

 

BMKG sudah memberi info.

Tentang prakiraan cuaca.

Di Mandalika dalam kurun 3 hari.

 

Di Mandalika diprakirakan.

Akan terjadi hujan dalam intesitas lebat hingga ringan.

 

"Buktinya.

Dari awal pawang hujan sudah bekerja.

Tapi kan tak berhenti juga.

 

Artinya itu.

 

Jadi waktu berhentinya.

Bukan karena pawang hujan.

 

Tapi karena durasi waktunya sudah selesai," tuturnya.

 

"Jika dilihat prakiraan lengkap.

Pada tanggal itu.

Memang selesai sekitar jam itu.

 

Kira-kira jam 16.15.

Hujan sudah selesai.

 

Hanya rintik-rintik.

Maka bisa dilakukan balapan.

Jika dilihat dari prakiraan nasional.

Analisis dampak.

Yang kita miliki BMKG," ujarnya.

 

"Sebenarnya tentang pawang hujan.

Hal itu kearifan local.

Yang mereka miliki.

 

Dan tidak bisa dicampur dengan antara sains dan kearifan lokal," sambungnya.

 

Aksi pawing hujan beredar luas di media sosial.

 

Memakai helm berwarna putih.

Rara melakukan ritual.

 

Dengan memukul-mukul baskom.

Berwarna keemasan.

Di Sirkuit Mandalika.

 

Pemandangan ini.

Turut menarik perhatian para pebalap MotoGP.

 

Balapan MotoGP terpaksa ditunda sebentar.

 

Karena hujan lebat.

Yang melanda Sirkuit Mandalika.

 

Tapi balapan akhirnya dapat diselenggarakan.

 

Setelah hujan mulai mereda 1 jam kemudian.

 

(Sumber populis)