Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Monday, January 9, 2023

16183. ISLAM AGAMA LUAS DAN LUWES

 

ISLAM AGAMA YANG LUAS DAN LUWES

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

Prof Abdul Malik Fadjar.

Bahwa beragama harus luas dan luwes.

 

Yang diperluas dan diperluwes.

Bukan agamanya.

 

Tapi pemahaman terhadap ajaran agama.

 

Pemeluk agama.

Perlu wawasan dan bergaul luas.

 

Sehingga terbangun:

1)        Cara berpikir.

2)        Bersikap.

3)        Berperilaku.

 

Luwes dalam beragama.

 

Karakter luas dan luwes.

Membuat umat.

 

Siap hidup.

Dalam suasana majemuk.

Dan menghargai perbedaan.

 

Tanda orang sempit pandangan.

Anggap orang yang tidak sama .

Yaitu musuh saya.

 

Menurut Yusuf Al Qardhawi (2007).

Ada 6 karakter utama.

Kelompok radikal.

 

1)        Pemahaman agama literal.

2)        Keras dan menyulitkan.

 

3)        Sombong terhadap pendapatnya.

4)        Tak terima beda pendapat.

 

5)        Mengafirkan kelompok lain.

6)        Tidak peduli pada fitnah.

 

 

Dia selalu bedakan.

 

1)        Minna dan minhum.

2)        In grup dan out group.

3)        Kelompok kami dan kelompok mereka.

 

Perbedaan orang terpelajar.

Yaitu rahmat.

 

Perbedaan orang kurang wawasan.

Yaitu bencana.

 

Amar makruf nahi mungkar.

Yaitu tugas pemimpin.

 

Nabi Muhammad.

Berpesan cara berdakwah.

 

1.        Mempermudah.

2.        Tak mempersulit.

 

3.        Menggembirakan.

4.        Tak menakuti.

 

Para mubalig.

Punya posisi penting.

 

Hadirkan wajah Islam Indonesia.

Yang ramah dan luwes.

 

Bukan Islam penuh amarah.

 

Jika dakwah agama.

Dilakukan ramah dan luwes.

 

Maka akan membentuk umat:

1)        Moderat.

2)        Berpikir terbuka.

 

(Sumber Prof Dr Biyanto)

 

16182. CARA MINUM DI SURGA AMBIL DIBERI ALLAH MEMBERI

 






CARA MINUM DI SURGA AMBIL DIBERI ALLAH MEMBERI

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

 Al-Quran menceritakan 3 cara minum penghuni surga.

Yaitu:

 

1)        Mengambil minuman sendiri.

2)        Dilayani dengan diberi minuman.

3)        Allah memberi minuman.

 

KELAK DI SURGA DAPAT APA

 

 Orang non-muslim bertanya,

 “Orang lslam kelak di surga.

Akan mendapat apa?”

 

 “Minum-minum,” jawab orang muslim.

  

PESTA MODEL 1

PESTANYA ORANG KAYA.

 TAMUNYA AMBIL MINUMAN SENDIRI

 

 Misalnya.

Ada acara istimewa.

Yang dihadiri banyak orang.

 

Tuan rumahnya tak mampu menyiapkan banyak piring, sendok, gelas, dan sejenisnya.

 

Ruang tamu tidak cukup menampung banyak orang.

 

 Tempat pertemuan untuk banyak orang.

Dipindah ke ruang belakang yang luas.

  

Tuan rumah menyewa meja, kursi, alat makan, minum,  dan sejenisnya.

 

 Disiapkan tempat minuman besar berisi aneka minuman.

 

Sehingga para tamu bisa menuangnya sendiri.

 

Artinya pesta yang tamunya mengambil keperluan minumannya sendiri.

  

PESTA MODEL 2.

 PESTANYA ORANG SANGAT KAYA.

 

ADA PETUGAS BERKELILING  MEMBERI MINUMAN KEPADA PARA TAMU.

  

 PESTA MODEL 3.

  PESTANYA ORANG ISTIMEWA. TUAN RUMAH LANGSUNG MENUANGKAN MINUMAN KEPADA PARA TAMUNYA.

  

Al-Quran surah Al-Insan.

Berkisah cara minum di surga.

Dengan 3 model di atas.

 

 MODEL KE-1

AMBIL MINUMAN SENDIRI

 

Al-Quran surah Al-Insan (surah ke-76) ayat 5.

 

 إِنَّ الْأَبْرَارَ يَشْرَبُونَ مِنْ كَأْسٍ كَانَ مِزَاجُهَا كَافُورًا

  

Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur.

 

 Ayat di atas memberi kesan.

Orangnya mengambil minuman sendiri.

Dari tempat yang disiapkan.

  

MODEL KE-2 MINUMNYA DILAYANI

 

 Al-Quran surah Al-Insan (surah ke-76) ayat 17.

 

 وَيُسْقَوْنَ فِيهَا كَأْسًا كَانَ مِزَاجُهَا زَنْجَبِيلًا

 

 Di dalam surga itu mereka diberi minum segelas (minuman) yang campurannya adalah jahe.

  

Ayat di atas memberi kesan.

Orangnya TIDAK MENGAMBIL MINUMAN.

TAPI DILAYANI DENGAN DIBERI MINUMAN.

  

Orientalis berpendapat.

Karena orang Arab hidupnya di padang pasir.

 

Maka di surga yang dibicarakan Al-Quran.

Yaitu minum-minum.

 

Orientalis berpendapat.

Bahwa Al-Quran adalah primitif.

 
Padahal pada zaman modern.

Orang berkumpul pasti ada acara minum-minum.

  

MODEL KE-3

 ALLAH MELAYANI MEMBERI MINUM

 

Al-Quran surah Al-Insan (surah ke-76) ayat 21.

 

 

 

عَالِيَهُمْ ثِيَابُ سُنْدُسٍ خُضْرٌ وَإِسْتَبْرَقٌ ۖ وَحُلُّوا أَسَاوِرَ مِنْ فِضَّةٍ وَسَقَاهُمْ رَبُّهُمْ شَرَابًا طَهُورًا

 

Mereka memakai pakaian sutera halus yang hijau dan sutera tebal dan dipakaikan kepada mereka gelang terbuat dari perak, dan Tuhan memberi mereka minuman yang bersih.

 

 

(Sumber Nouman Ali Khan)