Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Monday, August 7, 2023

19593. PEMILU TAHUN 2024 PEMILIH 204,8 JUTA ORANG

 


PEMILU TAHUN 2024 PEMILIH 204,8 JUTA ORANG

Oleh: Drs. HM. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

DPT Pemilu 2024 Nasional.

Sebanyak 204,8 Juta Pemilih

 

Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Daftar Pemilih Tetap (DPT)

 

Pemilu 2024.

Sebanyak 204.807.222 pemilih.

 

Di Gedung KPU.

Minggu (2/7/2023).

 

 

Daftar pemilih 38 provinsi.

 

1)        Aceh 3.749.037 pemilih.

2)        Sumatera Utara 10.853.940 pemilih.

3)        Sumatera Barat 4.088.606 pemilih.

4)        Riau 4.732.174 pemilih.

5)        Jambi 2.676.107 pemilih.

 

6)        Sumatera Selatan 6.326.348.pemilih.

7)        Bengkulu 1.494.828 pemilih.

8)        Lampung 6.539.138 pemilih.

9)        Kep Bangka Belitung 1.067.434 pemilih.

10)  Kep Riau 1.500.974 pemilih. 

 

11)  DKI Jakarta 8.252.897 pemilih.

12)  Jawa Barat 35.714.901 pemilih.

13)  Jawa Tengah 28.289.413 pemilih,

14)   DI Yogyakarta 2.870.974 pemilih.

15)  Jawa Timur 31.402.838 pemilih,

 

16)  Banten 8.842.646 pemilih.

17)  Bali 3.269.516 pemilih,

18)   Nusa Tenggara Barat 3.918.291 pemilih,

19)  Nusa Tenggara Timur 4.008.475 pemilih,

20)  Kalimantan Barat 3.958.561 pemilih,

 

21)  Kalimantan Tengah 1.935.116 pemilih.

22)  Kalimantan Selatan 3.025.220 pemilih,

23)  Kalimantan Timur 2.778.644 pemilih,

24)  Kalimantan Utara 504.252 pemilih,

25)  Sulawesi Utara 1.969.603 pemilih,

 

26)  Sulawesi Tengah 2.236.703 pemilih,

27)  Sulawesi Selatan 6.670.582 pemilih,

28)  Sulawesi Tenggara 1.867.931 pemilih,

29)  Gorontalo 881.206 pemilih,

30)   Sulawesi Barat 985.760 pemilih,

 

31)  Maluku 1.341.012 pemilih,

32)  Maluku Utara 953.978 pemilih,

33)  Papua 727.835 pemilih,

34)  Papua Barat 385.465 pemilih,

35)  Papua Selatan 367.269 pemilih,

 

36)  Papua Tengah 1.128.844 pemilih,

37)  Papua Pegunungan 1.306.414 pemilih,

38)  Papua Barat Daya 440.826 pemilih.

 

Jumlah pemilih dalam negeri.

1)        514 kab/kota.

2)        7.277 kecamatan.

 

3)        83.731 desa/kelurahan.

4)        820.161 TPS.

 

Jumlah pemilih dalam negeri.

1)        Pemilih laki-laki 101.467.243 orang.

2)        Pemilih perempuan 101.589.505 orang.

 

Total 203.056.748 orang.

 

Jumlah pemilih luar negeri.

1)        128 negara.

2)         PPLN, KSK dan Pos 3.059.

 

3)        Pemilih laki-laki 751.260 orang.

4)        Pemilih perempuan 999.214 orang.

Total pemilih luar negeri 1.750.474 orang. 

 

Rekap dalam dan luar negeri.

 

1)        514 kab/kota.

2)        128 negara.

 

3)        Jumlah kecamatan 7.277.

4)        Jumlah desa/kelurahan 83.731.

 

5)        Jumlah TPS/TPSLN, KSK, Pos 823.220.

 

6)        Pemilih laki-laki 102.218.503 orang.

7)        Pemilih perempuan 102.588.719 orang.

 

Total 204.807.222.

 

 

(Sumber KPU)

 

19592. ANIES BASWEDAN RANGKAP JABATAN SALAH TATA KELOLA

 


ANIES BASWEDAN RANGKAP JABATAN  SALAH TATA KELOLA

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

 

 

Anies Baswedan jelaskan .

Bahwa rangkap jabatan.

 

Timbul banyak konflik.

Kepentingan yang berlainan.

 

Bakal calon presiden.

Anies Baswedan katakan.

 

Akan bersihkan negara.

Dari konflik kepentingan.

 

Caranya.

Mulai dari pimpinannya.

 

Anies Baswedan sebut.

Rangkap jabatan.

 

Atau banyak jabatan.

Atau banyak tugas.

 

Timbul potensi:

1)        Konflik kepentingan.

2)        Tak efisien.

 

3)        Bukan tata kelola yang benar.

4)        Dunia bisnis tak suka model itu.

 

Maka harus dibersihkan.

Dalam republik ini.

 

Tak boleh membiarkan.

Ada  conflict of interest.

 

Konflik kepentingan.

Pada tingkat pimpinan.

Harus dihapus," ujar Anies.

 

Konflik kepentingan.

Harus dihapus.

 

Dialog di Bandung.

Jawa Barat.

Minggu (6/8/2023).

 

Anies Baswedan jelaskan.

Dunia usaha tak suka model itu.

 

Hal itu.

Bukan tata kelola pemerintah yang benar.

 

Dalam tata kelola yang benar.

1)        Hasilkan kepastian.

2)        Prediksi bisa diduga.

3)        Semua bisa diperkirakan.

 

Soal rangkap jabatan.,

Harus dibereskan," ucap dia.

 

Anies Baswedan.

Juga bahas mafia.

 

Dalam komoditas tertentu.

Dan pentingnya penegakan hukum.

 

1)        Hukum ditegakkan dengan baik.

 

2)        Hukum tegak pada semua.

 

Bukan untuk melawan orang.

Yang beda pandangan.

 

3)        Hukum tegas pada pihak.

Yang merusak tatanan hidup warga.

 

Mas AHY bahas.

Pentingnya penegakan hukum.

 

Hukum ditegakkan.

Bukan cegah beda pandangan.

 

Tapi bagi semua pihak.

 

Yang merusak tatanan.

Hidup masyarakat," jelas Anies.

 

(Sumber liputan 6)