Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Monday, August 12, 2024

35726. LEBAH SEMUT DAN LABA LABA DI ALQURAN

 



LEBAH SEMUT DAN LABA-LABA DALAM ALQURAN

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

 

Tawon atau lebah.

Yaitu serangga penyengat.

 

Bersayap 4.

Hidup dari madu kembang.

Lebah banyak macamnya.

 

Semut

Yaitu serangga kecil.

Berjalan merayap.

Hidup bergerombol.

Semut banyak jenisnya.

 

Laba-laba.

Yaitu binatang berkaki 8.

 

Berwarna abu-abu kehitaman.

Menjalin jaring benang sutra dari perutnya.

Berfungsi perangkap mangsa.

 

Al-Quran berisi 114 surah.

Ada 3 nama hewan kecil.

Dijadikan nama surah Al-Quran.

 

1)        Surah An-Nahl (surah ke-16).

Artinya “lebah”.

Berisi 128 ayat.

 

2)        Surah An-Naml (surah ke-27).

Artinya “semut”.

Berisi 93 ayat.

 

3)        Surah Al-Ankabut (surah ke-29).

Maknanya “laba-laba”.

Memuat 69 ayat.

 

Al-Quran surah An-Nahl (surah ke-16) ayat 68.


وَأَوْحَىٰ رَبُّكَ إِلَى النَّحْلِ أَنِ اتَّخِذِي مِنَ الْجِبَالِ بُيُوتًا وَمِنَ الشَّجَرِ وَمِمَّا يَعْرِشُونَ

 

Dan Tuhanmu mewahyukan pada lebah: "Buatlah sarang di bukit, pohon kayu, dan tempat yang dibikin manusia",

 

Nabi Muhammad bersabda,

 

“Manusia paling baik.

Yaitu yang paling bermanfaat.

Bagi yang lain.”

 

Nabi Muhammad bersabda,

 

”Sesungguhnya perumpamaan orang beriman.

Bagaikan seekor lebah.

 

Dia makan yang bersih.

Mengeluarkan sesuatu yang bersih.

 

Hinggap di tempat bersih.

Dia tak merusak atau mematahkan.

Yang dihinggapinya.”

 

Beberapa sifat lebah.

 

1)        Hinggap di tempat bersih.

2)        Menyerap sesuatu yang bersih.

 

3)        Mengeluarkan sesuatu yang bersih.

4)        Pekerja keras.

5)        Tak merusak yang dihinggapinya.

6)        Tak melukai siapa pun.

 

7)        Tapi jika diganggu.

Aakan melawan yang mengganggunya.

 

8)        Sarangnya berbentuk segi 6.

Disebut “heksagonal”.

 

Perlu bahan baku paling sedikit.

Dengan luas maksimal.

 

Heksagonal simetris.

Kombinasi ruang sempurna.

Tak ada ruang  tersisa.  

 

9)        Jika  sarang berbentuk lingkaran.

Maka banyak ruang tersisa.

 

10)  Model heksagonal.

Paling baik dan optimal.

 

Paling efektif dan efisien.

Memuat  luas maksimum.

Untuk tampung madu.

 

Manfaat sarang lebah.

 

1)        Membunuh jamur dalam tubuh.

2)        Sumber anti oksidan.

 

3)        Membunuh berbagai penyakit.

4)        Menyembuhkan kanker.

 

5)        Mengobati tumor.

6)        Memperkuat jantung dan daya tahan tubuh.

 

7)        Menyehatkan sistem pencernaan.

8)        Menyembuhkan peradangan dan luka.

 

9)        Mengurangi stress.

10)  Memperlambat pengapuran tulang.

 

11)  Menetralkan racun.

12)  Menjaga kesehatan hati.

 

13)  Sebagai antibiotic.

14)  Mempermudah penyakit sembuh.

 

 

Sifat semut .

 

1)        Mampu angkat beban melebihi dirinya.

2)        Menghimpun makanan.

 

3)        Kumpulkan bekal makanan untuk bertahun-tahun.

4)        Meskipun umurnya tak sampai 1 tahun.

 

5)        Budaya menumpuk.

Tanpa mengolahnya.

 

6)        Budaya “aji mumpung”.

7)        Suka manfaatkan “jabatan.”.

 

Sifat laba-laba.

 

1)        Sarang laba-laba tempat rapuh.

2)        Bukan tempat aman.

3)        Siapa pun berlindung di rumahnya akan disergapnya.

 

4)        Laba-laba betina makan laba-laba Jantan.

 

5)        Pasangannya sendiri dilahapnya.

 

6)        Telur laba-laba menetas berdesakan dapat saling memusnahkan.

 

7)        Siap menerkam mangsa siapa pun yang dekat dengannya.

 

Al-Quran surah Al-Ankabut (surah ke-29)  ayat 41.


مَثَلُ الَّذِينَ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِ اللَّهِ أَوْلِيَاءَ كَمَثَلِ الْعَنْكَبُوتِ اتَّخَذَتْ بَيْتًا ۖ وَإِنَّ أَوْهَنَ الْبُيُوتِ لَبَيْتُ الْعَنْكَبُوتِ ۖ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ

 

Pemislan orang mengambil pelindung selain Allah seperti laba-laba membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah paling lemah yaitu rumah laba-laba kalau mereka mengetahui.

 

Nabi Muhammad ibaratkan umat Islam.

Seperti lebah.

 

Sebab umat Islam.

1)        Hanya konsumsi yang baik dan bersih.

2)        Hasilkan sesuatu bermanfaat.

 

3)        Tak suka merusak.

4)        Tak senang menyakiti orang lain.

 

5)        Tapi jika diganggu.

Umat Islam akan melawan.

 

 

Daftar Pustaka

1.        Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.

2.        Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.

3.        Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan Al-Quran.

4.        Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.

5.        Tafsirq.com online

 

35724. SABDA NABI IKAT UNTAMU LALU TAWAKAL PADA ALLAH

 






SABDA NABI IKAT UNTAMU LALU TAWAKAL PADA ALLAH

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

 

 

 

Kata “umur”.

Punya akar kata sama.

Dengan “makmur”.

 

Kata “umur” dan “makmur”.

Gambarkan makmur, bahagia, serta sejahtera jasmani dan rohani.

 

Aktivitas manusia sangat berkait.

Dengan umurnya.

Termasuk panjang dan pendek usianya.

 

Banyak orang salah paham.

”Jika ajal telah dating.

Maka usia tak dapat ditunda.

Dan tidak pula dapat dipercepat”.

 

 

Al-Quran surah Al-A’raf (surah ke-7) ayat 34.

 

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ ۖ فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً ۖ وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ

 

      Tiap-tiap umat punya batas waktu; maka jika telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak dapat (pula) memajukannya.

 

Timbul salah paham.

Menolak usaha.

 

Memperpanjang umur.

Salahkan redaksi.

 

”Pemerintah berhasil menekan angka kematian.

Dan memperpanjang harapan hidup.”

 

Umat Islam harus yakin.

Usia ditentukan Allah.

 

Tapi bukan berarti.

Usaha memperpanjang usia.

Tak akan berhasil.

 

Usaha manusia akan berhasil.

Jika direstui Allah.

 

Hal itu disebut sunatullah.

Hukum Allah yang berlaku.

Di alam semesta.

 

Usaha manusia.

Dalam bidang apa pun.

 

Dan cara apa pun.

Asalkan sejalan sunatullah.

 

Pasti berbuah.

Termasuk usaha memperpanjang usia.

 

Nabi Muhammad bersabda,

 

”Siapa ingin memperpanjang usia.

Dan memperluas rezekinya.

 

Hendaklah hubungkan silaturahmi”.

 

Hadis Nabi ini.

Sejalan anjuran ahli kesehatan.

Dan pengusaha.

 

“Hindari stres dan jalin hubungan akrab.

Niscaya rezeki datang melimpah.

 

Hidup jadi tenang.

Usia dapat bertambah”.

 

Al-Quran tak tuliskan redaksinya.

Dalam satu kalimat pun.

Dapat diterjemahkan.

 

“Aku (Allah) memanjangkan usia”.

Tapi redaksi AI-Quran.

 ”Kami memanjangkan usia”.

 

Al-Quran surah Fathir (surah ke-35) ayat 37.

 

وَهُمْ يَصْطَرِخُونَ فِيهَا رَبَّنَا أَخْرِجْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا غَيْرَ الَّذِي كُنَّا نَعْمَلُ ۚ أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ مَا يَتَذَكَّرُ فِيهِ مَنْ تَذَكَّرَ وَجَاءَكُمُ النَّذِيرُ ۖ فَذُوقُوا فَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ نَصِيرٍ

 

       Dan mereka berteriak dalam neraka itu: "Ya Tuhan kami, keluarkan kami niscaya kami akan mengerjakan amal saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan". Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa cukup untuk berpikir bagi orang yang mau berpikir, dan (apakah tidak) datang pada kamu pemberi peringatan? maka rasakan (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang zalim seorang penolong pun.

 

Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 96.

 

وَلَتَجِدَنَّهُمْ أَحْرَصَ النَّاسِ عَلَىٰ حَيَاةٍ وَمِنَ الَّذِينَ أَشْرَكُوا ۚ يَوَدُّ أَحَدُهُمْ لَوْ يُعَمَّرُ أَلْفَ سَنَةٍ وَمَا هُوَ بِمُزَحْزِحِهِ مِنَ الْعَذَابِ أَنْ يُعَمَّرَ ۗ وَاللَّهُ بَصِيرٌ بِمَا يَعْمَلُونَ

 

      Dan sungguh kamu akan mendapati mereka, manusia paling loba kepada kehidupan (di dunia), bahkan (lebih loba lagi) dari orang-orang musyrik. Masing-masing mereka ingin agar diberi umur 1.000 tahun, padahal umur panjang sekali-kali tidak akan menjauhkannya dari siksa. Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.

 

Al-Quran surah Ya Sin (surah ke-36)ayat 68.

 

وَمَنْ نُعَمِّرْهُ نُنَكِّسْهُ فِي الْخَلْقِ ۖ أَفَلَا يَعْقِلُونَ

 

      Dan barang siapa Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kepada kejadian (nya). Maka apakah mereka tidak memikirkan?

 

Al-Quran surah Fathir (surah ke-35) ayat 11.

 

وَاللَّهُ خَلَقَكُمْ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ مِنْ نُطْفَةٍ ثُمَّ جَعَلَكُمْ أَزْوَاجًا ۚ وَمَا تَحْمِلُ مِنْ أُنْثَىٰ وَلَا تَضَعُ إِلَّا بِعِلْمِهِ ۚ وَمَا يُعَمَّرُ مِنْ مُعَمَّرٍ وَلَا يُنْقَصُ مِنْ عُمُرِهِ إِلَّا فِي كِتَابٍ ۚ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ

 

      Dan Allah menciptakanmu dari tanah kemudian dari air mani, kemudian Dia menjadikanmu berpasangan (laki-laki dan perempuan). Dan tidak ada seorang perempuan pun mengandung dan tidak (pula) melahirkan melainkan dengan sepengetahuan-Nya. Dan sekali-kali tidak dipanjangkan umur seorang yang berumur panjang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam Kitab (Lohmahfuz). Sesungguhnya yang demikian itu bagi Allah adalah mudah.

 

Redaksi  Al-Quran.

Beri kesan.

 

Manusia dapat terlibat.

Dalam usaha memperpanjang.

Atau mempendek umurnya.

 

Nabi Muhammad bersabda,

 

”Ikatlah lebih dulu untamu.

Setelah kamu berusaha.

Lalu berserah diri pada Allah”.

 

Sebaiknya semua manusia.

Berusaha memperpanjang umurnya.

 

Dan mengisi umurnya.

Dengan berbuat baik.

 

Bermanfaat bagi sesame makhluk Allah.

Di seluruh alam semesta.

 

 

DaftarPustaka

1.                Shihab, M.Quraish. LenteraHati. KisahdanHikmahKehidupan. PenerbitMizan, 1994.   

2.                Shihab, M. QuraishShihab. Wawasan Al-Quran. TafsirMaudhuiatasPerbagaiPersoalanUmat. PenerbitMizan, 2009.

3.                Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan Al-Quran.

4.                Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

5.                Tafsirq.com online

 

35723. AYAT ALQURAN BERI KESAN UMUR BISA DIPERPANJNAG

 


AYAT ALQURAN BERI KESAN UMUR BISA DIPERPANJANG

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

 

 

 

Kata “umur”.

Punya akar kata sama.

Dengan “makmur”.

 

Kata “umur” dan “makmur”.

Gambarkan makmur, bahagia, serta sejahtera jasmani dan rohani.

 

Aktivitas manusia sangat berkait.

Dengan umurnya.

Termasuk panjang dan pendek usianya.

 

Banyak orang salah paham.

”Jika ajal telah datang.

Maka usia tak dapat ditunda.

Dan tidak pula dapat dipercepat”.

 

 

Al-Quran surah Al-A’raf (surah ke-7) ayat 34.

 

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ ۖ فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً ۖ وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ

 

      Tiap-tiap umat punya batas waktu; maka jika telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak dapat (pula) memajukannya.

 

Timbul salah paham.

Menolak usaha.

 

Memperpanjang umur.

Salahkan redaksi.

 

”Pemerintah berhasil menekan angka kematian.

Dan memperpanjang harapan hidup.”

 

Umat Islam harus yakin.

Usia ditentukan Allah.

 

Tapi bukan berarti.

Usaha memperpanjang usia.

Tak akan berhasil.

 

Usaha manusia akan berhasil.

Jika direstui Allah.

 

Hal itu disebut sunatullah.

Hukum Allah yang berlaku.

Di alam semesta.

 

Usaha manusia.

Dalam bidang apa pun.

 

Dan cara apa pun.

Asalkan sejalan sunatullah.

 

Pasti berbuah.

Termasuk usaha memperpanjang usia.

 

Nabi Muhammad bersabda,

 

”Siapa ingin memperpanjang usia.

Dan memperluas rezekinya.

 

Hendaklah hubungkan silaturahmi”.

 

Hadis Nabi ini.

Sejalan anjuran ahli kesehatan.

Dan pengusaha.

 

“Hindari stres dan jalin hubungan akrab.

Niscaya rezeki datang melimpah.

 

Hidup jadi tenang.

Usia dapat bertambah”.

 

Al-Quran tak tuliskan redaksinya.

Dalam satu kalimat pun.

Dapat diterjemahkan.

 

“Aku (Allah) memanjangkan usia”.

Tapi redaksi AI-Quran.

 ”Kami memanjangkan usia”.

 

Al-Quran surah Fathir (surah ke-35) ayat 37.

 

وَهُمْ يَصْطَرِخُونَ فِيهَا رَبَّنَا أَخْرِجْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا غَيْرَ الَّذِي كُنَّا نَعْمَلُ ۚ أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ مَا يَتَذَكَّرُ فِيهِ مَنْ تَذَكَّرَ وَجَاءَكُمُ النَّذِيرُ ۖ فَذُوقُوا فَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ نَصِيرٍ

 

       Dan mereka berteriak dalam neraka itu: "Ya Tuhan kami, keluarkan kami niscaya kami akan mengerjakan amal saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan". Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa cukup untuk berpikir bagi orang yang mau berpikir, dan (apakah tidak) datang pada kamu pemberi peringatan? maka rasakan (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang zalim seorang penolong pun.

 

Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 96.

 

وَلَتَجِدَنَّهُمْ أَحْرَصَ النَّاسِ عَلَىٰ حَيَاةٍ وَمِنَ الَّذِينَ أَشْرَكُوا ۚ يَوَدُّ أَحَدُهُمْ لَوْ يُعَمَّرُ أَلْفَ سَنَةٍ وَمَا هُوَ بِمُزَحْزِحِهِ مِنَ الْعَذَابِ أَنْ يُعَمَّرَ ۗ وَاللَّهُ بَصِيرٌ بِمَا يَعْمَلُونَ

 

      Dan sungguh kamu akan mendapati mereka, manusia paling loba kepada kehidupan (di dunia), bahkan (lebih loba lagi) dari orang-orang musyrik. Masing-masing mereka ingin agar diberi umur 1.000 tahun, padahal umur panjang sekali-kali tidak akan menjauhkannya dari siksa. Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.

 

Al-Quran surah Ya Sin (surah ke-36)ayat 68.

 

وَمَنْ نُعَمِّرْهُ نُنَكِّسْهُ فِي الْخَلْقِ ۖ أَفَلَا يَعْقِلُونَ

 

      Dan barang siapa Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kepada kejadian (nya). Maka apakah mereka tidak memikirkan?

 

Al-Quran surah Fathir (surah ke-35) ayat 11.

 

وَاللَّهُ خَلَقَكُمْ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ مِنْ نُطْفَةٍ ثُمَّ جَعَلَكُمْ أَزْوَاجًا ۚ وَمَا تَحْمِلُ مِنْ أُنْثَىٰ وَلَا تَضَعُ إِلَّا بِعِلْمِهِ ۚ وَمَا يُعَمَّرُ مِنْ مُعَمَّرٍ وَلَا يُنْقَصُ مِنْ عُمُرِهِ إِلَّا فِي كِتَابٍ ۚ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ

 

      Dan Allah menciptakanmu dari tanah kemudian dari air mani, kemudian Dia menjadikanmu berpasangan (laki-laki dan perempuan). Dan tidak ada seorang perempuan pun mengandung dan tidak (pula) melahirkan melainkan dengan sepengetahuan-Nya. Dan sekali-kali tidak dipanjangkan umur seorang yang berumur panjang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam Kitab (Lohmahfuz). Sesungguhnya yang demikian itu bagi Allah adalah mudah.

 

Redaksi  Al-Quran.

Beri kesan.

 

Manusia dapat terlibat.

Dalam usaha memperpanjang.

Atau mempendek umurnya.

 

Nabi Muhammad bersabda,

 

”Ikatlah lebih dulu untamu.

Setelah kamu berusaha.

Lalu berserah diri pada Allah”.

 

Sebaiknya semua manusia.

Berusaha memperpanjang umurnya.

 

Dan mengisi umurnya.

Dengan berbuat baik.

 

Bermanfaat bagi sesame makhluk Allah.

Di seluruh alam semesta.

 

 

DaftarPustaka

1.                Shihab, M.Quraish. LenteraHati. KisahdanHikmahKehidupan. PenerbitMizan, 1994.   

2.                Shihab, M. QuraishShihab. Wawasan Al-Quran. TafsirMaudhuiatasPerbagaiPersoalanUmat. PenerbitMizan, 2009.

3.                Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan Al-Quran.

4.                Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

5.                Tafsirq.com online