Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Monday, August 11, 2025

43088. ALHUJURAT 13 MANUSIA SETARA TAK LIHAT WARNA KULIT

 

 




ALHUJURAT 13 MANUSIA SETARA TAK LIHAT WARNA KULIT

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

 

Al-Quran surah Al-Ḥujurāt (surah ke-49) ayat 13.


يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

 

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

 

A.       Tafsir Klasik

 

1. Tafsir Ṭabarī

 

1)        Ayat ini panggil seluruh manusia.

2)        Tak hanya kaum Muslim.

 

3)        Allah ingatkan semua manusia.

4)        Berasal dari satu asal.

 

5)        Yaitu Adam dan Hawa.

6)        Tak ada alasan merasa lebih tinggi.

 

7)         Sebab keturunan atau asal-usul.

 

8)        "Syū‘ūb"

 

Yaitu bangsa besar.

Seperti Arab, Romawi, Persia.

 

9)        "Qabā’il".

Yaitu suku kecil dalam bangsa.

Seperti Quraisy, Bani Tamim.

 

10)  Tujuan perbedaan ini.

11)  Yaitu "lita‘ārafū".

 

12)  Saling mengenal, bekerja sama, dan menolong.

13)  Tak sombong atau merendahkan.

 

14)  Kemuliaan sejati.

15)  Hanya diukur dengan takwa.

 

16)  Tak ukuran harta, tak warna kulit.

17)  Tak status sosial.

 

2. Tafsir Ibnu Kasir

 

1)        Ayat ini turun.

2)        Respon pada orang bangga nasab atau suku.

 

3)        Asal manusia satu.

4)        Perbedaan bangsa dan suku.

 

5)        Hanya tanda pengenal.

6)        Bukan ukuran mulia.

 

7)        Kemuliaan  hakiki.

8)        Yaitu takwa.

 

9)        Menjalankan perintah Allah.

10)  Menjauhi larangan-Nya.

 

Rasulullah bersabda,

 

"Allah tidak melihat rupa dan harta kalian, tetapi melihat hati dan amal kalian."

(HR. Muslim).

 

3. Tafsir Qurṭubī

 

1)        Derajat manusia setara dalam penciptaan.

 

2)        Perbedaan etnis, warna kulit, bahasa, dan adat istiadat

 

3)        Yaitu sunatullah.

4)        Harus diterima saling menghormati.

 

5)        Menyombongkan keturunan.

6)        Yaitu sisa jahiliah.

7)        Yang dilarang Islam.

 

Tafsir Modern

 

1.        Hamka.

Tafsir Al-Azhar

 

1)        Ayat ini piagam saudara manusia.

2)        Semua manusia satu keluarga besar.

 

3)        Bangsa, suku, dan bahasa adalah kekayaan budaya.

 

4)        Harus jadi jembatan persahabatan.

5)        Takwa sebagai ukuran mulia.

 

6)        Konsep melampaui zaman.

7)        Relevan hapus diskriminasi rasial, kolonialisme, dan fanatisme golongan.

 

8)        Ayat ini prinsip persamaan derajat.

 

9)         Landasan hak asasi manusia dalam Islam.

 

2.        Quraish Shihab

Tafsir Al-Mishbah

 

1)        Kata "lita‘ārafū".

2)        Makna interaksi positif.

3)        Tak sekadar tahu nama atau asal.

 

4)        Takwa diukur dari kualitas moral,  hubungan dengan Allah, dan manusia.

 

5)        Menolak semua bentuk rasis, chauvinis, dan fanatik kelompok.

 

6)        Penekanan kata "inna akramakum".

7)        Sesungguhnya yang paling mulia.

 

8)        Penilaian Allah beda dengan standar manusia.

 

Asbābun Nuzūl (sebab turun)

 

1)        Riwayat Ibnu Abi Hatim dari Ibnu Abbas

 

Ayat ini turun.

Terkait sahabat bernama Tsabit bin Qais.

 

Merasa lebih mulia.

Daripada orang lain.

Sebab nasab dan keturunan.

 

Allah menegur lewat ayat ini.

Bahwa mulia bukan sebab garis keturunan atau suku.

Tapi karena takwa.

 

2)        Peristiwa penaklukan Mekah.

 

Qurthubi sebutkan.

Ayat pengingat

Saat Islam menyebar ke berbagai bangsa.

 

Orang Quraisy dulu merasa paling mulia.

Diingatkan standar mulia di sisi Allah.

Bukan nasab, tetapi takwa.

 

3)        Kisah Bilal bin Rabah.

 

Bilal budak berkulit hitam.

Dari Habasyah (Ethiopia).

Masuk Islam pada awal dakwah Nabi.

 

Bilal disiksa berat oleh tuannya.

Sebab pertahankan iman.

 

Bilal dibebaskan oleh Abu Bakar.

 

Dalam warga Arab Quraisy.

Budak dan orang berkulit hitam.

 

Dianggap rendah derajatnya.

Islam menghapus paham ini.

 

Tegaskan semua manusia setara.

Di hadapan Allah.

Hanya dibedakan takwa.

 

4)        Bilal Azan di Atas Kakbah

 

Pada penaklukan Mekah.

Taanpa pertumpahan darah.

 

Rasulullah perintahkan Bilal.

Kumandangkan azan.

 

Bilal azan berdiri di atas Kakbah.

 

Peristiwa ini sangat simbolis.

Seorang mantan budak berkulit hitam.

 

Berdiri di tempat paling mulia di Makkah.

Menyeru manusia kepada ibadah.

 

Sebagian orang Quraisy.

Menyimpan fanatik suku.

 

Merasa terkejut.

Ada yang komentar sinis,

 

“Apakah pantas budak hitam ini.

Yang azan di atas Kakbah?”

Turun QS Al-Ḥujurāt:13.

 

B.       Pelajaran Kisah Bilal

 

1)        Islam menghapus rasis dan diskriminasi.

2)        Takwa lebih tinggi daripada  status sosial.

 

 

3)        Kebangkitan martabat orang tertindas.

 

4)        Islam memuliakan orang yang dulu dipandang hina.

 

5)        Simbol persatuan umat.

6)        Bilal azan di atas Kakbah.

 

7)        Pesan penting.

8)        Rumah Allah terbuka bagi semua hamba-Nya.

 

Kesimpulan

 

1)        Semua manusia setara dalam asal-usul.

2)        Berbeda dalam bangsa dan suku.

 

3)        Hanya untuk saling mengenal.

4)        Mulia sejati hanya pada ketakwaan.

 

Relevansi kini.

 

1)        Ayat ini landasan anti-diskriminasi dalam Islam.

2)        Menolak rasisme.

 

3)        Bahwa nilai manusia di mata Allah.

 

4)        Bukan keturunan atau kekayaan.

5)        Tetapi pada moral dan ibadah.

 

 

Sumber

1)        Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2)        ChatGPT.

 

3)        Copilot.

4)        Cici.

 

5)        Claude.

6)        Grok.

 

 

 

 

43087. ALQIYAMAH 3-4 SIDIK JARI MANUSIA UNIK

 

 




AL-QIYAMAH 3-4 SIDIK JARI MANUSIA UNIK

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

 

Al-Quran surah Al-Qiyāmah (surah ke-75) ayat 3-4.


أَيَحْسَبُ الْإِنْسَانُ أَلَّنْ نَجْمَعَ عِظَامَهُ

 

3. Apakah manusia mengira, bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang belulangnya?

 

بَلَىٰ قَادِرِينَ عَلَىٰ أَنْ نُسَوِّيَ بَنَانَهُ

 

4. Bukan demikian, sebenarnya Kami kuasa menyusun (kembali) jari jemarinya dengan sempurna.

 

Asbābun Nuzūl

Menurut Ibnu Abbas.

 

Ayat ini turun .

Jawaban untuk orang kafir Mekah.

 

Yang meragukan kebangkitan.

Setelah mati.

 

Mereka berkata,

 

"Bagaimana mungkin

Allah menghidupkan Kembali.

 

Setelah tulang-belulang hancur.

Dan menjadi debu?"

 

A.       Tafsir Ṭabarī

 

1)        Allah mampu mengumpulkan tulang-belulang.

 

2)        Bahkan menyusun kembali ujung jari.

3)        Yang kecil dan detail.

 

4)        Disebut "banaan".

5)        Tunjukkan presisi penciptaan Allah.

 

B.       Tafsir Ibnu Kasīr

 

1)        Allah menantang orang ingkar kebangkitan.

 

2)        Allah mampu menyusun jari rumit struktur.

 

3)        Tentu menghidupkan kembali seluruh tubuh.

 

4)        Pasti lebih mudah.

 

C.       Tafsir Qurṭubī

 

1)        “Banaan" yaitu ujung jari.

2)        Yang punya sidik jari unik.

 

3)        Bagi tiap manusia.

 

4)        Meskipun konsep ini terungkap secara ilmiah.

 

5)        Baru di zaman modern.

 

Tafsir Modern

 

1)        Ayat ini isyarat ilmiah.

2)        Sidik jari (fingerprint) unik tiap manusia.

3)        Tanda kebesaran Allah.

 

4)        Dalam konteks modern.

5)        Ayat ini isyarat.

 

6)        Allah mampu mengembalikan identitas manusia.

 

7)        Secara spesifik.

8)        Pada hari kebangkitan.

 

9)        Bahkan detail paling kecil.

10)  Seperti pola ujung jari.

 

Pesan Utama

 

1)        Kekuasaan Allah Mutlak.

2)         Membangkitkan manusia kembali setelah mati.

 

3)        Hal amat mudah bagi Allah.

 

4)        Detail Penciptaan.

5)        Allah tegaskan Maha Teliti.

 

6)        Lewat bagian kecil tubuh.

7)        Tapi rumit.

 

8)        Isyarat Ilmiah.

9)        Setiap manusia punya tanda identitas unik di ujung jarinya.

 

10)  Baru dibuktikan sains abad ke-19.

 

Sumber

1)        Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2)        ChatGPT.

 

3)        Copilot.

4)        Cici.

 

5)        Claude.

6)        Grok.

 

 

 

 

 

43086. TAFSIR ALQIYAMAH 3-4 SIDIK JARI MANUSIA

 

 



TAFSIR AL-QIYAMAH 3-4 SIDIK JARI MANUSIA

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

 

Al-Quran surah Al-Qiyāmah (surah ke-75) ayat 3-4.


أَيَحْسَبُ الْإِنْسَانُ أَلَّنْ نَجْمَعَ عِظَامَهُ

 

3. Apakah manusia mengira, bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang belulangnya?

 

بَلَىٰ قَادِرِينَ عَلَىٰ أَنْ نُسَوِّيَ بَنَانَهُ

 

4. Bukan demikian, sebenarnya Kami kuasa menyusun (kembali) jari jemarinya dengan sempurna.

 

Asbābun Nuzūl

Menurut Ibnu Abbas.

 

Ayat ini turun .

Jawaban untuk orang kafir Mekah.

 

Yang meragukan kebangkitan.

Setelah mati.

 

Mereka berkata,

 

"Bagaimana mungkin

Allah menghidupkan Kembali.

 

Setelah tulang-belulang hancur.

Dan menjadi debu?"

 

A.       Tafsir Ṭabarī

 

1)        Allah mampu mengumpulkan tulang-belulang.

 

2)        Bahkan menyusun kembali ujung jari.

3)        Yang kecil dan detail.

 

4)        Disebut "banaan".

5)        Tunjukkan presisi penciptaan Allah.

 

B.       Tafsir Ibnu Kasīr

 

1)        Allah menantang orang ingkar kebangkitan.

 

2)        Allah mampu menyusun jari rumit struktur.

 

3)        Tentu menghidupkan kembali seluruh tubuh.

 

4)        Pasti lebih mudah.

 

C.       Tafsir Qurṭubī

 

1)        “Banaan" yaitu ujung jari.

2)        Yang punya sidik jari unik.

 

3)        Bagi tiap manusia.

 

4)        Meskipun konsep ini terungkap secara ilmiah.

 

5)        Baru di zaman modern.

 

Tafsir Modern

 

1)        Ayat ini isyarat ilmiah.

2)        Sidik jari (fingerprint) unik tiap manusia.

3)        Tanda kebesaran Allah.

 

4)        Dalam konteks modern.

5)        Ayat ini isyarat.

 

6)        Allah mampu mengembalikan identitas manusia.

 

7)        Secara spesifik.

8)        Pada hari kebangkitan.

 

9)        Bahkan detail paling kecil.

10)  Seperti pola ujung jari.

 

Pesan Utama

 

1)        Kekuasaan Allah Mutlak.

2)         Membangkitkan manusia kembali setelah mati.

 

3)        Hal amat mudah bagi Allah.

 

4)        Detail Penciptaan.

5)        Allah tegaskan Maha Teliti.

 

6)        Lewat bagian kecil tubuh.

7)        Tapi rumit.

 

8)        Isyarat Ilmiah.

9)        Setiap manusia punya tanda identitas unik di ujung jarinya.

 

10)  Baru dibuktikan sains abad ke-19.

 

Sumber

1)        Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2)        ChatGPT.

 

3)        Copilot.

4)        Cici.

 

5)        Claude.

6)        Grok.

 

 

 

 

 

43085. LUKISAN P SIGIT JABON

 




43083. BARCA VS COMO (5-0)