Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Wednesday, August 13, 2025

43106. MAKNA ALLAH LEBIH DEKAT DARIPADA URAT LEHER

 

 




MAKNA ALLAH LEBIH DEKAT DARIPADA URAT LEHER

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

 

 

Al-Quran surah Qaf (surah ke-50) ayat 16.


وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِ نَفْسُهُ ۖ وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ

 

Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.

 

 

 

 

Tafsir Klasik

 

1.        Tafsir Tabari

 

1)        Allah menciptakan manusia dari awal.

2)        Ilmu Allah meliputi seluruh isi hati dan lintasan pikiran manusia .

 

3)        Bisikan hati yaitu ide, niat, keinginan, dan keraguan dalam batin seseorang.

 

4)        Sebelum diucapkan atau diwujudkan.

 

5)        “Lebih dekat daripada urat leher”.

6)        Dekat dalam hal ilmu dan pengawasan.

7)        Bukan fisik.

 

8)        Allah tahu dan kuasai penuh hamba-Nya.

 

 

 

2.         Tafsir Ibnu Kasir

 

1)        Ayat ini peringatan.

2)        Agar manusia sadar

3)        Allah tahu rahasia dan isi hati manusia.

 

4)        Urat leher yaitu urat besar.

5)        Mengalirkan darah dan kehidupan ke seluruh tubuh.

 

6)        Perumpamaan ini bukti tak ada yang  tersembunyi dari Allah.

 

7)        Allah juga menugaskan malaikat untuk mencatat amal manusia.

 

8)        Disebut ayat berikutnya (QS Qaf:17-18).

 

A.       Tafsir Modern

 

Tafsir Al-Misbah

Quraish Shihab

 

1)        Ayat ini tekankan kedekatan eksistensi dan pengetahuan Allah apad manusia.

 

2)        Tak berarti Allah menyatu dengan makhluk.

 

3)        Tapi pengawasan dan perhatian Allah meliputi semua aspek hidup.

 

4)        “Bisikan hati” bisa berarti emosi, ide, atau gelisah yang belum terungkap.

 

5)        Pesan utamanya agar manusia merasa selalu diawasi.

 

6)        Agar hati jernih dan perilaku terkendali.

 

 

Tafsir Kontemporer

 

1)        Dalam konteks psikologi spiritual.

2)        Manusia sering merasa kesepian.

 

3)        Ayat ini tegaskan Allah selalu hadir.

4)         Lebih dekat daripada hubungan biologis kita sendiri.

 

5)        Agar tumbuhk rasa aman, percaya, dan motivasi memperbaiki diri.

 

6)        Juga rasa malu berbuat dosa.

 

B.       Hikmah.

 

1)        Allah tahu segala sesuatu yang kita pikirkan.

2)        Bahkan sebelum kita sadar.

 

3)        Tidak ada yang tersembunyi.

4)        Rahasia hati, rencana, dan niat .

5)        Semua dalam pengetahuan Allah.

 

6)        Dorongan untuk taqwa.

7)        Membuat kita lebih berhati-hati.

 

8)        Dalam niat dan perbuatan.

9)        Penghiburan bagi manusia.

 

10)  Saat merasa sendirian.

11)  Sadar Allah selalu dekat dan mendengar.

 

Sumber

1)        Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2)        ChatGPT.

 

3)        Copilot.

4)        Cici.

 

5)        Claude.

6)        Grok.

 

 

 

 

43105. AL-QURAN TAK SEBUT PAULUS SEBAB BUKAN NABI

 

 



AL-QURAN TAK SEBUT PAULUS SEBAB BUKAN NABI

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

 

Kenapa Al-Qur’an.

Tak sebut nama Paulus.

 

Atau Saul dari Tarsus.

Secara langsung

 

Jawaban.

 

1)        Tujuan utama wahyu.

2)        Kerangka sejarah yang dibahas.

 

A.       Fokus Qur’an adalah misi para nabi.

Bukan tokoh sekunder

 

Al-Qur’an terutama cerita.

Para rasul dan nabi.

 

Yang diutus langsung oleh Allah.

Kepada suatu kaum.

 

1)        Dari Nabi Adam.

2)        Hingga Nabi Muhammad.

 

Paulus bukan Nabi.

Bukan Rasul yang diutus Allah.

 

Al-Qur’an tak wajib menyebutnya.

 

Tokoh bukan Nabi.

 Jarang disebut spesifik.

 

Kecuali peran kunci.

Dalam kisah para Nabi.

 

Misalnya:

Raja Fir’aun dalam kisah Nabi Musa.

 

B.       Al-Qur’an sering mengkritik konsep.

Bukan menyebut nama

 

Banyak ayat Al-Quran

Mengkritik ajaran.

Kelak identik Paulus.

 

Seperti:

1)        Nabi lsa dianggap Tuhan.

2)        Doktrin tebusan dosa lewat salib.

3)        Menghapus hukum Taurat secara mutlak.

 

 

A.       Penuhanan Isa.

 

Al-Quran surah An-Nisā’ (surah ke-4) ayat 171.


يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لَا تَغْلُوا فِي دِينِكُمْ وَلَا تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ إِلَّا الْحَقَّ ۚ إِنَّمَا الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ رَسُولُ اللَّهِ وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَىٰ مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِنْهُ ۖ فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ ۖ وَلَا تَقُولُوا ثَلَاثَةٌ ۚ انْتَهُوا خَيْرًا لَكُمْ ۚ إِنَّمَا اللَّهُ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ ۖ سُبْحَانَهُ أَنْ يَكُونَ لَهُ وَلَدٌ ۘ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ وَكِيلًا

 

Wahai Ahli Kitab, jangan kamu melampaui batas dalam agamamu, dan jangan kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al-Masih, Isa putera Maryam adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka beriman kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan jangan kamu mengatakan: "(Tuhan itu) tiga", berhenti (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari punya anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukup Allah menjadi Pemelihara.

 

Al-Quran surah Al-Māidah (surah ke-5) ayat 72-73.


لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ ۖ وَقَالَ الْمَسِيحُ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ ۖ إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ ۖ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ

 

72. Sesungguhnya kafir orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam", padahal Al-Masih (sendiri) berkata: "Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu". Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidak ada bagi orang-orang zalim seorang penolongpun.

 

لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ ثَالِثُ ثَلَاثَةٍ ۘ وَمَا مِنْ إِلَٰهٍ إِلَّا إِلَٰهٌ وَاحِدٌ ۚ وَإِنْ لَمْ يَنْتَهُوا عَمَّا يَقُولُونَ لَيَمَسَّنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

 

73. Sesungguhnya kafir orang yang mengatakan: "Bahwa Allah salah 1 dari yang 3", padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan pedih.

 

B.       Doktrin tebusan dosa lewat salib.

 

Al-Quran surah An-Nisā’ (surah ke-4) ayat 157-158.

 


وَقَوْلِهِمْ إِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيحَ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُولَ اللَّهِ وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَٰكِنْ شُبِّهَ لَهُمْ ۚ وَإِنَّ الَّذِينَ اخْتَلَفُوا فِيهِ لَفِي شَكٍّ مِنْهُ ۚ مَا لَهُمْ بِهِ مِنْ عِلْمٍ إِلَّا اتِّبَاعَ الظَّنِّ ۚ وَمَا قَتَلُوهُ يَقِينًا

 

157. dan karena ucapan mereka: "Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah", padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keraguan tentang yang dibunuh. Mereka tidak yakin tentang siapa yang dibunuh, kecuali mengikuti dugaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh adalah Isa.

 

بَلْ رَفَعَهُ اللَّهُ إِلَيْهِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا

 

158. Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

 

C.       Menghapus hukum Taurat secara mutlak.

 

Al-Quran surah Ali ‘Imrān (surah ke-3) ayat 50.

 

وَمُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرَاةِ وَلِأُحِلَّ لَكُمْ بَعْضَ الَّذِي حُرِّمَ عَلَيْكُمْ ۚ وَجِئْتُكُمْ بِآيَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَطِيعُونِ

 

50. Dan (aku datang kepadamu) membenarkan Taurat yang datang sebelumku, dan untuk menghalalkan bagimu sebagian yang telah diharamkan untukmu, dan aku datang kepadamu dengan membawa suatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu. Karena itu bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.

Catatan.

 

Al-Qur’an soroti salah ajaran.

Tanpa harus sebut nama pembawanya.

 

1)        Membuat pesan Quran universal.

2)        Tak terbatas orang tertentu.

3)        Tak terbatas zaman tertentu.

 

C.       Paulus muncul setelah Nabi Isa.

Di luar fokus kronologi kisah Qur’an

 

1)        Kisah Nabi Isa dalam Qur’an.

2)        Fokus masa hidup Nabi lsa.

 

3)        Dan murid-muridnya.

4)        Peristiwa usai Nabi Isa diangkat ke langit.

 

5)        Termasuk munculnya Paulus.

6)        Disinggung secara global:

 

Al-Quran surah Al-Hadīd (surah ke-57) ayat 27 .


ثُمَّ قَفَّيْنَا عَلَىٰ آثَارِهِمْ بِرُسُلِنَا وَقَفَّيْنَا بِعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ وَآتَيْنَاهُ الْإِنْجِيلَ وَجَعَلْنَا فِي قُلُوبِ الَّذِينَ اتَّبَعُوهُ رَأْفَةً وَرَحْمَةً وَرَهْبَانِيَّةً ابْتَدَعُوهَا مَا كَتَبْنَاهَا عَلَيْهِمْ إِلَّا ابْتِغَاءَ رِضْوَانِ اللَّهِ فَمَا رَعَوْهَا حَقَّ رِعَايَتِهَا ۖ فَآتَيْنَا الَّذِينَ آمَنُوا مِنْهُمْ أَجْرَهُمْ ۖ وَكَثِيرٌ مِنْهُمْ فَاسِقُونَ

 

Kemudian Kami iringi di belakang mereka dengan rasul-rasul Kami dan Kami iringi (pula) dengan Isa putra Maryam; dan Kami berikan kepadanya Injil dan Kami jadikan dalam hati orang-orang yang mengikutinya rasa santun dan kasih sayang. Dan mereka mengadakan rahbaniyah padahal kami tidak mewajibkannya kepada mereka tapi (mereka sendiri mengadakannya) untuk mencari rida Allah, lalu mereka tidak memeliharanya dengan pemeliharaan semestinya. Maka Kami berikan kepada orang-orang yang beriman di antara mereka pahalanya dan banyak di antara mereka orang fasik.

 

Catatan.

 

1)        Ayat ini sebut kelompok pengikut Isa.

2)        Membuat “inovasi” (rahbaniyyah).

 

3)        Yang tidak diwajibkan Allah.

4)         Pendapat ulama tafsir.

 

5)        Mencakup perkembangan gereja awal.

6)        Yang dipengaruhi Paulus.

 

7)        Al-Qur’an menyentuh efeknya.

8)        Tapi tak sebut namanya.

 

 

D.       Penyebutan nama bisa memecah fokus dakwah Nabi Muhammad.

 

1)        Jika disebut nama Paulus.

2)        Maka konteksnya sangat spesifik.

 

3)        Umat Nasrani abad 1-7 Masehi.

 

4)        Al-Qur’an memilih bahasa abstrak.

5)        Tapi tepat sasaran.

 

6)        Kritiknya berlaku semua penyimpangan agama.

7)        Kapan pun dan di mana pun.

 

E.       Prinsip Qur’an: Menyebut hanya yang bermanfaat langsung untuk hidayah

 

Al-Quran surah Yusuf (surah ke-12) ayat 111.

 

لَقَدْ كَانَ فِي قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِأُولِي الْأَلْبَابِ ۗ مَا كَانَ حَدِيثًا يُفْتَرَىٰ وَلَٰكِنْ تَصْدِيقَ الَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ وَتَفْصِيلَ كُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

 

Sesungguhnya pada kisah mereka ada  pengajaran bagi orang yang punya akal. Al Quran bukan cerita dibuat-buat, tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.

 

Catatan.

 

1)        Al-Quran tegaskan: “Dalam kisah-mereka ada pelajaran bagi orang berakal…”.

 

2)        Nama tidak menambah pelajaran.

3)        Malah mengalihkan perhatian.

 

4)        Biasanya dihilangkan.

 

5)        Tujuan Al-Qur’an memberi petunjuk.

6)        Tak buat catatan sejarah terperinci.

 

Kesimpulan.

 

1)        Al-Qur’an tak menyebut Paulus.

2)        Sebab ia bukan Nabi.

3)        Bukan tokoh sentral dalam misi wahyu.

 

4)        Tapi ide asosiasi dengan Paulus.

5)        Seperti: menghapus hukum syariat, penuhanan Yesus, dan doktrin salib.

 

6)        Dikritik tajam oleh Qur’an.

7)        Tak perlu sebut namanya.

 

8)        Pesannya tetap relevan lintas zaman.

 

 

Sumber

1)        Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2)        ChatGPT.

 

3)        Copilot.

4)        Cici.

 

5)        Claude.

6)        Grok.