Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Monday, August 18, 2025

43059. AL ISRA 16 PEMIMPIN ZALIM BANGSA HANCUR

 

 





AL ISRA 16 PEMIMPIN ZALIM BANGSA HANCUR

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

 

A.       Arti Zalim

 

Secara bahasa (Arab: ظلم / ẓulm):

Zalim artinya:

1.        Meletakkan sesuatu tidak pada tempatnya.

 

2.        Lawan dari ‘adl (adil).

 

3.        Contoh zalim:

 

1)        Mengambil hak orang lain.

2)        Menindas.

 

3)        Memperlakukan sesuatu tak sesuai kedudukannya.

 

Dalam Islam:

A.       Zalim pada Allah.

Yaitu menyekutukan Allah.

Atau berbuat syirik.

 

Al-Quran surah Lukman (surah ke-31) ayat 13.


وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ ۖ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

 

Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, jangan kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) benar-benar kezaliman besar".

 

B.       Zalim pada manusia.

Yaitu:

1)        Menindas.

2)        Merampas hak.

 

3)        Korupsi.

4)        Menipu.

5)        Sewenang-wenang.

 

C.       Zalim pada diri sendiri.

Yaitu:

 

1)        Berbuat maksiat.

2)        Meninggalkan ibadah.

3)        Dosa merugikan diri sendiri.

 

D.       Jenis-Jenis Zalim.

 

1)        Zalim Besar.

Syirik, menyekutukan Allah.

 

2)        Zalim pada sesama.

Mengambil hak orang lain, menindas, tidak adil.

 

3)        Zalim pada diri sendiri.

Meninggalkan kewajiban, ikut hawa nafsu, berbuat dosa.

 

Zalim.

Yaitu segala bentuk tidak adil.

Kepada Allah, manusia, maupun diri sendiri.


Islam melarang perbuatan zalim.

 

Al-Quran surah Al-Isra (surah ke-17) ayat 16.

 

وَإِذَا أَرَدْنَا أَنْ نُهْلِكَ قَرْيَةً أَمَرْنَا مُتْرَفِيهَا فَفَسَقُوا فِيهَا فَحَقَّ عَلَيْهَا الْقَوْلُ فَدَمَّرْنَاهَا تَدْمِيرًا

 

Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya menaati Allah) tapi mereka durhaka dalam negeri itu, maka sudah pantas berlaku padanya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.

 

Tafsir Ayat

A.       Makna Umum

 

1)        Sunatullah (hukum Allah) pada suatu bangsa atau negeri.

 

2)        Kebinasaan suatu negeri berawal dari rusak moral pemimpinnya dan orang kaya bergelimang nikmat tetapi enggan taat pada Allah.

 

3)        Ketika mereka menolak kebenaran, berbuat zalim, dan fasik, maka azab Allah pun diturunkan.

 

B.       Kata “أَمَرْنَا مُتْرَفِيهَا”

 

1)        Kami perintahkan orang yang hidup mewah di negeri itu untuk taat pada Allah.

 

2)        Tapi mereka menentang, fasik, dan zalim.

 

3)        Sebagian ulama tafsirkan.

Bahwa “perintah” di sini.

Yaitu membiarkan dengan nikmat dan kekuasaan.

Tapi malah sombong dan disalahgunakan.

 

Pesan Penting

 

1)        Kerusakan sebuah negeri.

Mulai dari elit: pemimpin, pejabat, penguasa, orang kaya.

Yang hidup berlebihan.

 

Jika pemimpin rusak, maka rakyat ikut terjerumus.

 

2)        Allah tak binasakan sebuah negeri.

Sebelum diberi peringatan dan kesempatan.

Jika tetap ingkar, maka azab turun.

 

3)        Ayat ini ingatkan.

Bahwa mewah tanpa iman.

Timbul kefasikan.

 

 

Sumber

1)        Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2)        ChatGPT.

 

3)        Copilot.

4)        Cici.

 

5)        Claude.

6)        Grok.

 

 

Sunday, August 17, 2025

43058. TAFSIR AL A'RAF 34 TIAP UMAT PUNYA AJAL

 





 

TAFSIR AL A’RAF 34 TIAP UMAT PUNYA AJAL

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

Al-Quran surah Al-A‘rāf (surah ke-7) ayat 34.


وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ ۖ فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً ۖ وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ

 

Setiap umat punya batas waktu; maka jika telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya.

 

A.       Tafsir Muyassar

 

1)        Tiap umat, bangsa, dan individu.

2)         Punya batas waktu .

3)        Telah ditentukan Allah.

 

4)        Ketika ajal itu tiba.

5)        Tak bisa ditunda.

6)        Tak bisa dipercepat.

 

7)        Berlaku untuk hidup individu.

8)        Juga suatu peradaban.

 

B.       Tafsir Ibnu Kasir

 

1)        Allah menentukan ajal.

2)        Bagi tiap umat dan manusia.

 

3)        Umat dulu seperti kaum Nuh, ‘Aad, Tsamud.

 

4)        Semua diberi batas waktu.

5)        Ketika batas itu habis, datang azab Allah.

 

6)        Demikian pula manusia.

7)         Allah tentukan waktu dia lahir.

 

8)        Kapan dia wafat.

9)        Tak ada yang bisa mengubahnya.

 

Ada 2 arti kata “ajal”

1)                Ajal individu.

Waktu wafat tiap manusia.

 

2)                Ajal umat.

Masa berakhirnya suatu bangsa atau peradaban.

 

C.       Tafsir Qurthubi

 

1)        Peringatan agar manusia tak merasa aman dari azab Allah.

 

2)        Ajal tak hanya kematian seseorang.

3)        Juga habisnya masa kejayaan suatu umat.

 

4)        Manusia harus pakai waktu sebelum ajal datang.

5)        Sebab tidak bisa mundur atau maju.

 

D.       Tafsir Sa‘di

 

1)                Semua hal dalam ketetapan qada dan qadar Allah.

 

2)                Manusia tak boleh sombong dengan panjang umur.

 

3)                Sebab bukan hasil usahanya.

4)                Tapi jangan takut ajal datang lebih cepat.

 

5)                Sebab pasti tepat waktunya.

6)                Sesuai ketentuan Allah.

 

Pelajaran.

 

1)        Ajal sudah ditentukan Allah.

Bagi individu dan suatu bangsa.

 

2)        Kematian tak bisa ditunda atau dipercepat.

 

3)        Pakai umur untuk beramal sebelum ajal tiba.

 

4)        Umat melampaui batas akan musnah.

5)        Jika masa yang Allah tentukan sudah berakhir.

 

E.       Hikmah kepastian ajal.

 

1)        Mengajarkan sadar waktu.

2)        Hidup ini singkat.

 

3)        Tiap hari jatah umur berkurang.

4)        Mengajarkan serius beramal.

 

5)        Ajal pasti datang.

6)        Amal saleh harus dilakukan sekarang.

7)        Bukan nanti.

 

8)        Menghapus rasa takut berlebihan.

 

9)        Orang beriman tidak perlu takut mati.

 

10)  Sebab ajal pasti datang.

11)  Sesuai waktu yang Allah tetapkan.

 

12)  Waktu saat ini.

13)  Memperbanyak amal kebaiklan.

 

 

Sumber

1)        Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2)        ChatGPT.

 

3)        Copilot.

4)        Cici.

 

5)        Claude.

6)        Grok.