Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tuesday, August 19, 2025

43071. MUBAHALAH NABI DAN NASRANI NAJRAN

 





 

MUBAHALAH NABI MUHAMMAD DAN NASRASI NAJRAN

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

 

Mubāhalah (المُبَاهَلَةُ)

Dalam Islam.

 

Artinya:

 

1)        Saling berdoa pada Allah.

2)        Agar menurunkan laknat.

 

3)        Kepada pihak yang berdusta.

4)        Dalam perselisihan agama.

 

Secara Bahasa, “Al-mubāhalah”.

Berasal dari kata “al-bahl” (البهل).

 

Artinya:

1)        Melepas.

2)        Meninggalkan.

 

Dalam konteks doa.

Yaitu menyerahkan urusan pada Allah.

 

Sambil memohon.

Agar Allah melaknat pihak yang dusta.

 

Al-Qur’an surah Āli ‘Imrān (surah ke-3) ayat 61.


فَمَنْ حَاجَّكَ فِيهِ مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ فَقُلْ تَعَالَوْا نَدْعُ أَبْنَاءَنَا وَأَبْنَاءَكُمْ وَنِسَاءَنَا وَنِسَاءَكُمْ وَأَنْفُسَنَا وَأَنْفُسَكُمْ ثُمَّ نَبْتَهِلْ فَنَجْعَلْ لَعْنَتَ اللَّهِ عَلَى الْكَاذِبِينَ

 

Siapa yang membantahmu tentang kisah Isa sesudah datang ilmu (yang meyakinkan kamu), maka katakana (Muhammad)  (padanya): "Mari kita memanggil anak kami dan anak kamu, isteri kami dan isteri kamu, diri kami dan diri kamu; kemudian mari kita bermubahalah kepada Allah dan kita minta supaya laknat Allah ditimpakan kepada orang yang dusta.

 

Catatan.

 

1)        Ayat ini turun ketika Nabi Muhammad dialog dengan delegasi Nasrani Najran.

 

2)        Yang berselisih tentang hakikat Nabi Isa.

3)        Setelah penjelasan tak diterima.

 

4)        Allah memerintahkan mubahalah.

5)        Tapi pihak Nasrani mengurungkan diri.

 

6)        Sebab takut jika memang salah.

7)        Maka laknat Allah akan menimpa mereka.

 

Mubāhalah.

1)        Cara terakhir dalam dakwah atau berdialog.

2)         Saat argumen sudah jelas.

3)        Tapi lawan masih keras kepala.

 

4)        Yaitu berdoa serius kepada Allah.

5)        Agar tampak yang benar dan dusta.

 

 

Tafsir Ibnu Kasir

 

1)        Ayat ini turun terkait delegasi Nasrani Najran.

2)        Yang berselisih tentang hakikat Isa.

 

3)        Mereka tetap ngotot bahwa Isa adalah Tuhan atau anak Tuhan.

 

4)        Allah memerintahkan Nabi Muhammad.

5)        Untuk mengajak mereka mubāhalah.

 

6)        Jika mereka menolak kebenaran.

7)        Tapi ketika melihat kesungguhan Nabi.

 

8)         Nabi datang bersama keluarga terdekatnya.

9)        Yaitu Ali, Fatimah, Hasan, Husain.

 

10)  Nasrani Najran takut laknat Allah akan menimpa.

 

11)  Mereka menolak mubahalah.

12)  Memilih damai dengan bayar jizyah.

 

Tafsir Qurthubi

 

1)        Perintah mubāhalah.

2)        Bukti kuatnya keyakinan Nabi Muhammad bahwa dirinya benar.

 

3)        Orang Nasrani Najran akhirnya mundur.

4)        Sebab mereka tahu.

 

5)        Jika Nabi Muhammad benar seorang rasul.

6)        Maka laknat Allah pasti menimpa mereka.

 

7)        Mubāhalah cara terakhir dalam debat agama.

8)        Bukan langkah pertama.

 

Hikmah Mubāhalah

 

1)        Bukti kebenaran risalah Nabi Muhammad.

 

2)        Menjadi dalil bahwa Nabi membawa keluarganya yang suci untuk bukti serius.

 

3)        Menjadi contoh adab berdakwah.

4)        Mulai dengan hujah argument.

 

5)        Jika ditolak, maka mubahalah.

6)        Tapi bukan dengan hawa nafsu.

 

Sumber

1)        Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2)        ChatGPT.

 

3)        Copilot.

4)        Cici.

 

5)        Claude.

6)        Grok.

 

Monday, August 18, 2025

43070. UCAPAN JAHIL DIBALAS AKHLAK BAIK

 





 

TAFSIR ALFURQAN 63 JAHIL DIBALAS AKHLAK BAIK

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

Al-Quran surah Al-Furqān (surah ke-25) ayat 63.


وَعِبَادُ الرَّحْمَٰنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَامًا

 

Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di bumi dengan rendah hati dan jika orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang memuat) keselamatan.

 

Makna Umum

 

 

1)        Ayat ini gambarkan sifat mulia hamba Allah Yang Maha Pengasih.

 

2)        Ayat 63 jadi pembuka rangkaian sifat.

3)        Disebutkan sampai ayat 77.

 

4)        Sifat pertama yaitu tawāḍu‘ (rendah hati) dan lapang dada.

 

5)        Menghadapi kebodohan orang lain.

 

Tafsir Klasik

Tafsir Ibnu Katsir.

 

1)        Berjalan tenang, santun, tak sombong, dan tak angkuh.

 

2)        Tak berarti berjalan dengan lemah gemulai atau berpura-pura.

 

3)        Tapi maksudnya berakhlak mulia dan tak arogan.

 

4)        Jika orang jahil mencaci atau berbuat kasar.

 

5)        Maka tak membalas dengan kasar.

6)        Tapi berkata baik.

 

7)        Mendoakan keselamatan.

8)        Berpaling dengan terhormat.

 

Tafsir Ṭabari.

 

1)        "Hawnan" berarti sikap sederhana, penuh wibawa, dan tak mencari perhatian.

 

2)        Jika ketemu ucapan orang bodoh.

3)        Maka memilih ucapan yang baik.

4)        Tak membalas hinaan.

 

Tafsir Qurṭubi

 

1)        Kata "Salāman" bisa berarti ucapan  penuh kebaikan atau diam meninggalkan keburukan.

 

2)        Tak hanya berkata "salam".

3)        Tapi pilih jawaban menjaga kehormatan diri.

 

4)        Tak menambah permusuhan.

 

Tafsir Kontemporer

 

1)        Ayat ini ajarkan etiket social.

2)        Berjalan rendah hati.

3)        Tak sombong.

 

4)        Jika ketemu provokator atau menghina.

5)        Maka tak terseret emosi.

 

6)        Tetapi menjaga lisan.

7)        Bahkan ucapkan kata  menenangkan.

 

8)        Relevan hidup modern.

9)        Sering muncul konflik verbal.

10)  Debat di media sosial, atau ejekan.

 

11)  Umat lslam dituntut hadapi dengan bijak.

 

Pelajaran.

 

1)        Tawadu identitas hamba Allah.

2)        Tak sombong dalam berjalan.

3)        Tak sombong bersikap.

 

4)        Menahan emosi .

5)        Membalas orang jahil dengan kata yang baik.

6)        Tak membalas mencaci-maki.

 

7)        Akhlak lebih tinggi daripada kepintaran.

8)        Yang disebut sifat perilaku.

9)        Tak hanya ibadah ritual.

 

10)  Hamba Allah sejati.

11)  Yaitu rendah hati.

 

12)  Santun pada orang bodoh.

13)  Menjaga akhlak baik dalam masyarakat.

 

Sumber

1)        Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2)        ChatGPT.

 

3)        Copilot.

4)        Cici.

 

5)        Claude.

6)        Grok.