ISRA MIKRAJ TAPI MASJID HARAM DAN AQSA
TAK ADA
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM
QS Al-Isra (17:1)
سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى
الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا ۚ
إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
Maha Suci Allah, yang
telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil
Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya
sebagian dari tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha
Mengetahui.
TAFSIR PER KATA
1.
(سُبْحَانَ)
Maha Suci / Maha Hebat
1)
Makna konteks:
a.
Allah buka ayat “Subhan”
b.
Tanda peristiwa HEBAT
c.
Di luar kebiasaan manusia
2)
Logika modern:
a.
Seperti “peringatan awal”
b.
Bukan kejadian biasa
2.
(الَّذِي)
Yang (Allah yang melakukan)
1)
TEgaskan pelaku langsung adalah Allah
2)
Logika:
a.
Bukan kemampuan manusia
b.
Tapi intervensi kekuatan tak terbatas
3.
(أَسْرَى)
Memperjalankan di malam hari
1)
Nabi tidak berjalan sendiri
2)
Tapi “diperjalankan” (dipindahkan)
3)
Logika modern:
Mirip konsep:
a.
teleportasi
b.
pindah cepat tanpa proses biasa
4.
(بِعَبْدِهِ)
Hamba-Nya (Nabi Muhammad)
1)
Yang melakukan perjalanan
2)
Yaitu jasad + ruh (utuh).
3)
Bukan hanya mimpi
4)
Logika:
a.
Bukti sadar penuh
b.
Tak halusinasi
5.
(لَيْلًا)
Pada malam hari
1)
Makna:
a.
Waktu singkat
b.
Sebagian malam saja
2)
Logika modern:
a.
perjalanan super cepat
b.
waktu sangat efisien
6.
(مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ)
Dari Masjidil Haram (Mekah)
1)
Makna:
Pusat tauhid sejak Nabi Ibrahim
2)
Logika:
Titik awal = pusat spiritual global
7.
(إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى)
Ke Masjid Aqsa (Palestina)
1)
Makna:
Tempat suci para nabi sebelumnya
2)
Logika:
a.
Hubungkan Islam dengan sejarah nabi
sebelumnya
b.
Seperti “network global kenabian”
8.
(الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ)
Yang Kami berkahi sekitarnya
1)
Makna:
Wilayah itu penuh sejarah wahyu
2)
Logika:
Seperti: “zona penting peradaban &
spiritual dunia”
9.
(لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا)
Agar Kami perlihatkan tanda-tanda Kami
1)
Tujuan Isra:
Edukasi langsung dari Allah
2)
Logika:
Seperti: “training visual tingkat
tinggi”
3)
Bukan teori
4)
Tapi pengalaman langsung
10.
(إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ)
Allah Maha Mendengar, Maha Melihat
1)
Makna:
Allah tahu kondisi Nabi dan umat
2)
Logika:
Sistem pengawasan sempurna
RINGKASAN
1)
Allah Maha Hebat
2)
Memindahkan Nabi Muhammad
3)
Dalam waktu singkat (malam)
4)
Dari Mekah ke Palestina
5)
Untuk diperlihatkan tanda-tanda
kebesaran-Nya
VERSI LOGIKA MODERN
1.
Perjalanan super cepat
1)
Dulu:
a.
Mustahil
b.
Jarak jauh.
c.
Waktu singkat
2)
Sekarang:
a.
Pesawat terbang.
b.
Roket.
c.
Konsep warp speed
3)
Artinya: “mustahil”
4)
Relatif terhadap zaman
2.
Konsep ruang-waktu
1)
Dalam sains modern:
a.
waktu bisa berbeda (relativitas)
b.
jarak bisa “dipendekkan” secara
teoritis
2)
Isra bisa dipahami:
a.
Perjalanan lintas dimensi.
b.
Percepatan ekstrem
3.
Transfer pengalaman langsung
1)
Tujuan Isra:
a.
Tak sekadar perjalanan.
b.
Tapi “melihat tanda”
2)
Analogi:
a.
Seperti simulasi VR super canggih
b.
Tapi real
c.
Bukan virtual
INTI MAKNA AYAT
1)
Isra Mikraj
a.
Mukjizat
b.
Di luar hukum biasa
2)
“Masjid”
a.
Tempat sujud.
b.
Lokasi suci.
c.
Tak harus bangunan fisik
3)
Perjalanan sangat cepat
a.
Melampaui logika
b.
Pada zaman itu
4)
Tujuan utama
a.
Memperlihatkan kebesaran Allah
b.
Menguatkan hati Nabi
A.
Pertanyaan:
Pada saat lsra Mikraj.
1)
Masjidil Haram
2)
Masjid Aqsa
Bangunan fisik
Tak seperti sekarang
Jawaban.
1.
Al-Qur’an (fakta utama)
Peristiwa Isra
1)
Disebut Al-Qur’an
2)
QS Al-Isra 17:1
3)
Allah memperjalankan Nabi Muhammad
dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa
4)
Intinya:
a.
Perjalanan malam (Isra)
b.
Dari Mekah → ke Aqsa
c.
Disebut sebagai ayat
d.
Tanda kekuasaan Allah
Peristiwa Mikraj
1)
Mikraj naik ke langit
2)
disebut QS An-Najm 13–18.
Pertanyaan kritis: “Masjidnya belum ada?”
Jawaban.
1)
Makna “masjid” di Al-Qur’an
a.
Kata “masjid”
b.
Artinya tempat sujud.
c.
Tak selalu bangunan fisik.
2)
Secara bahasa:
Masjid = tempat sujud (tempat ibadah)
3)
Jadi:
a.
Bisa berupa lokasi suci.
b.
Meskipun tak ada bangunan megah.
Masjidil Haram saat itu
1)
Kakbah ada sejak Nabi Ibrahim
a.
Sudah jadi tempat ibadah.
b.
Mekipun dikelilingi berhala
2)
Jadi:
a.
“Masjidil Haram” = area Kakbah
b.
Bukan gedung seperti sekarang
Masjidil Aqsa saat itu
1)
Ini sering ditanyakan.
2)
Fakta sejarah:
a.
Lokasi Baitul Maqdis
b.
Dikenal sejak Nabi Ibrahim dan Nabi
Sulaiman
c.
Pernah ada tempat ibadah di sana
3)
Tapi bangunan bisa:
a.
rusak
b.
dihancurkan
c.
dibangun ulang berkali-kali
4)
Jadi:
a.
“Masjidil Aqsa” = lokasi suci di
Palestina.
b.
Bukan bangunan sekarang
Penjelasan logika modern
Agar mudah dipahami:
1)
Analoginya:
2)
Misalnya:
3)
Kita bilang:
“Saya ke Bandara Juanda”
a.
Meskipun direnovasi.
b.
Bandara tetap dianggap sama
4)
Atau:
“Lapangan sepak bola”
a.
Meskipun rumputnya berubah.
b.
Tempatnya tetap disebut sama
Dalam logika modern:
1)
Nama tempat = identitas Lokasi.
2)
Tak sekadar bangunan
Dimensi ilmiah/logika perjalanan
cepat
Isra Mikraj dianggap “tak masuk akal”.
Tapi dalam logika modern:
1.
Konsep waktu relative
1)
Dalam fisika modern
2)
Misalnya teori relativitas:
Waktu bisa berbeda tergantung kecepatan dan dimensi
3)
Perjalanan jauh
4)
Tapi dalam waktu singkat
a.
Tak mustahil
b.
Secara teori
Teknologi sebagai gambaran
1)
Dulu:
Perjalanan Mekah–Palestina =
berhari-hari
2)
Sekarang:
Bisa ditempuh dalam beberapa jam
3)
Bukti :
a.
Yang dulu dianggap mustahil
b.
Bisa jadi mungkin
Dimensi non-fisik
1)
Isra Mikraj bisa dipahami:
Perjalanan fisik + dimensi spiritual
2)
Seperti:
a.
Mimpi terasa sangat lama.
b.
Padahal hanya beberapa menit
Kesimpulan
1.
“Masjid” di Al-Qur’an
1)
Tempat sujud
2)
Tak harus bangunan megah
2.
Masjidil Haram & Aqsa
1)
Sudah ada
2)
Sebagai lokasi suci
3)
meskipun bentuknya beda
3.
Isra Mikraj
1)
Perjalanan luar biasa
2)
Mukjizat.
3)
Bukan kejadian biasa
4.
Dalam logika modern:
1)
Konsep ruang-waktu
2)
Kecepatan tinggi
3)
Dimensi berbeda
4)
Peristiwa ini
5)
Mudah dipahami
Sumber
1) Tafsir Quran Perkata
DR M Hatta.
2) Tafsirq.com
3) ChatGPT



.bmp)
.bmp)
.bmp)
.bmp)