HAK
ANGKET DPR UNTUK INDONESIA LEBIH BAIK
Oleh:
Drs. HM Yusron Hadi,MM
Dalam
bahasa Inggris.
1)
Kesalahan
disebut “false”.
2)
Kecurangan
disebut “fraud”.
Kesalahan.
Manusiawi
dalam hidup.
Solusinya
sederhana.
Memperbaiki
kesalahan.
Tapi
kecurangan.
Sengaja berbuat salah.
Rencana
benarkan kesalahan.
Dalam
organisasi.
Hal
biasa.
Salah
kelola uang.
Dan
lainnya.
Untuk
kurangi salah.
Dibentuk
pemeriksa.
Atau
auditor.
Tugas
auditor.
Cari
salah atau potensi masalah.
Untuk
perbaikan.
Tak
cari siapa salah.
Dan
dihukum.
Hasil
audit
Berupa
temuan opini:
1)
Wajar.
2)
Tak
wajar.
3)
Rekom
perbaikan.
4)
Tak
ulangi salah.
5)
Rekom
lanjutan.
6)
Dan
lainnya.
Budaya
audit.
Sarana
mewujudkan tata kelola.
Organisasi
yang baik.
Untuk
kesejahteraan bersama.
Pemilu
14 Februari 2024.
Proses
rekap suara.
Suasana
panas.
Dugaan
curang.
Usul
hak angket DPR.
Selidik
dugaan curang.
Tambah
panas situasi.
Sebagian
tokoh usul.
Cukup
dibawa ke MK.
Bukan
hak angket DPR.
UU
17 Tahun 2014.
Hak
angket.
Yaitu
hak DPR .
Selidiki
pelaksanaan UU.
Dan
kebijakan pemerintah.
Terkait
hal penting, strategis, dan berdampak luas.
Pada
hidup warga, berbangsa, dan bernegara.
Diduga
bertentangan dengan aturan.
Hak
angket.
Bisa
jadi pembelajaran yang baik.
DPR
representasi wakil rakyat.
Seperti
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Di
perusahaan.
Usulan
hak angket.
1)
Tak
perlu disikapi berlebihan.
2)
Dituduh
tak legowo.
3)
Memancing
permusuhan.
4)
Dan
stigma negatif lain.
Anggaran
pemilu 2024.
Putaran
awal Rp71,3 triliun.
Wajar
diperiksa lembaga negara.
Seperti
BPK dan DPR.
Hasil
hak angket DPR.
1)
Berupa
opini.
2)
Rekom
perbaikan.
3)
Agar
pemilu lebih baik.
4)
Demokrasi
lebih baik.
Indonesia
Emas 2045.
Mudah
diwujudkan.
Dengan
syarat:
1)
Perbaikan
semua hal.
2)
Demokrasi
bermartabat.
3)
Pemilu
benar-benar jujur dan adil.
4)
Pemilu
minim salah dan curang.
(Sumber PWMU)
0 comments:
Post a Comment