MENGAPA WAHYU ALLAH LEWAT MALAIKAT
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM
Kenapa wahyu diturunkan.
Lewat perantara
Malaikat Jibril
Menurut Al-Qur’an.
Jawaban
1)
Allah Maha Tinggi dan tidak langsung
berbicara dengan manusia
2)
Agar wahyu turun dengan penuh
ketepatan dan tidak ada kesalahan
3)
Agar wahyu terlindungi dari gangguan
4)
Agar manusia tidak terbakar oleh
kemuliaan Kalam Allah
5)
Agar sistem kenabian jelas dan tidak
semua orang mengaku mendapat wahyu
6)
Agar umat belajar bahwa agama punya
struktur (Tuhan → Malaikat → Nabi → Umat)
7)
Agar wahyu turun bertahap sesuai
kondisi manusia
A.
Allah Mahatinggi dan tidak langsung
berbicara dengan manusia
Ada takan 3 cara Allah berkomunikasi:
Yaitu:
1)
Lewat ilham wahyu.
2)
Dari baik hijab.
3)
Lewat utusan malaikat.
QS Asy-Syura (42:51)
۞ وَمَا كَانَ لِبَشَرٍ أَنْ يُكَلِّمَهُ اللَّهُ إِلَّا وَحْيًا أَوْ مِنْ
وَرَاءِ حِجَابٍ أَوْ يُرْسِلَ رَسُولًا فَيُوحِيَ بِإِذْنِهِ مَا يَشَاءُ ۚ
إِنَّهُ عَلِيٌّ حَكِيمٌ
Dan tidak mungkin bagi
seorang manusia bahwa Allah berkata-kata dengan dia kecuali dengan perantara
wahyu atau di belakang tabir atau mengutus seorang utusan (malaikat) lalu
diwahyukan kepadanya dengan izin-Nya apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia
Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana.
Catatan.
1)
Ini ayat paling langsung menjawab.
2)
Artinya:
a.
Wahyu punya sistem.
b.
Allah tak “turun” atau “bicara”
langsung.
c.
Malaikat adalah utusan resmi.
B.
Agar wahyu turun penuh tepat dan tidak
ada kesalahan
1)
Allah tegaskan.
2)
Jibril sosok terpercaya:
QS Asy-Syu’arā (26:193)
نَزَلَ بِهِ الرُّوحُ الْأَمِينُ
Dia dibawa turun oleh
Ar-Ruh Al-Amin (Jibril),
1)
“Sesungguhnya (Al-Qur’an) dibawa turun
oleh Jibril yang amanah.”
2)
Kenapa amanah penting?
a.
Wahyu tak boleh salah 1 huruf pun.
b.
Manusia bisa salah.
c.
Malaikat tidak berdosa.
d.
Tak berkhianat.
C.
Agar wahyu terlindungi dari gangguan
QS An-Nahl (16:2)
يُنَزِّلُ الْمَلَائِكَةَ بِالرُّوحِ مِنْ أَمْرِهِ عَلَىٰ مَنْ يَشَاءُ مِنْ
عِبَادِهِ أَنْ أَنْذِرُوا أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنَا فَاتَّقُونِ
Dia menurunkan para malaikat dengan (membawa) wahyu dengan
perintah-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya, yaitu:
"Peringatkan olehmu sekalian, bahwa tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan
Aku, maka hendaklah kamu bertakwa kepada-Ku".
Catatan.
1)
“Para malaikat diutus membawa wahyu
dengan perintah Allah.”
2)
Wahyu bukan sekadar “pesan”.
3)
Tapi dijaga selama perjalanan dari
langit.
D.
Agar manusia tidak terbakar oleh
kemuliaan Kalam Allah
Dalam kisah Musa:
1)
“Allah bicara kepada Musa secara
langsung.”
2)
(QS An-Nisā 4:164)
Tetapi apa yang terjadi?
1)
Gunung meledak ketika Musa minta
melihat Allah
2)
(QS Al-A’rāf 7:143).
Artinya:
1)
Langsung itu tidak cocok untuk manusia
biasa.
2)
Nabi Muhammad SAW menerima wahyu melalui
Jibril.
3)
Jibril “menyaring” dengan cara yang
manusia mampu terima.
E.
Agar sistem kenabian jelas dan tidak
semua orang mengaku mendapat wahyu
1)
Jika wahyu tanpa perantara.
2)
Muncul masalah besar:
3)
Siapa pun bisa mengaku berjumpa
langsung dengan Tuhan .
4)
Chaos agama.
Dengan perantara:
1)
Harus ada Nabi, Malaikat Jibril, tanda
kenabian.
2)
Sistem otoritas wahyu jelas.
3)
Qur’an tegaskan.
4)
Hanya Nabi yang terima wahyu dari
Jibril
5)
(QS An-Nahl 16:102).
F.
Agar umat belajar bahwa agama punya
struktur (Tuhan → Malaikat → Nabi → Umat)
Struktur ini mendidik manusia:
1)
Allah Tuhan, bukan “teman”.
2)
Nabi rasul, bukan “pemilik wahyu”.
3)
Malaikat utusan, bukan Tuhan.
4)
Ini filsafat kenabian dalam Islam.
G.
Agar wahyu turun bertahap sesuai
kondisi manusia
Jibril atur momen turunnya wahyu:
“Kami turunkan Al-Qur’an berangsur-angsur.
Agar engkau menguatkan hati
dengannya.”
(QS Al-Furqān 25:32)
Tanpa perantara:
1)
Wahyu bisa sekali diturunkan.
2)
Maka umat shock, kaget.
3)
Dengan Jibril:
4)
Terjadi pendidikan bertahap.
Kesimpulan
1)
Wahyu lewat malaikat.
2)
Karena Allah Maha Tinggi.
3)
Wahyu butuh penjagaan.
4)
Sistem kenabian harus jelas dan aman
bagi manusia.
Daftar Ayat tentang Wahyu Lewat
Perantara
Ayat paling inti (fundamental)
1️⃣ Asy-Syura 42:51
Ayat sistem wahyu.
Ayat tugas Malaikat Jibril
2️⃣ Asy-Syu’ara
26:193–194
3️⃣ An-Nahl 16:102
4️⃣ Al-Baqarah 2:97
5️⃣ Al-Baqarah 2:98
Jibril adalah malaikat pembawa wahyu.
Ayat Allah mengutus para malaikat membawa perintah
6️⃣ An-Nahl 16:2
7️⃣ Al-Muzzammil 73:5
8️⃣ Al-Qadr 97:4
9️⃣ Al-Muddatsir
74:30–31
Malaikat menjaga wahyu, sistem langit.
Ayat Nabi menerima wahyu melalui “utusan”
🔟 Fussilat 41:42
1️⃣1️⃣ Al-Baqarah 2:213
Tidak langsung kepada manusia umum.
Ayat “Wahyu bukan langsung” (model komunikasi)
1️⃣2️⃣ An-Najm 53:4–5
1️⃣3️⃣ At-Takwir
81:19–21
“Utusan yang mulia” = Jibril.
1️⃣4️⃣ Al-Hijr 15:8
Turun “malaikat” sebagai sistem wahyu.
Ayat malaikat menyampaikan kalam Allah
1️⃣5️⃣ Al-An’am 6:61
Tugas sistem langit.
1️⃣6️⃣ Al-Anfal 8:12
Ada wahyu khusus kepada malaikat, lalu
mereka menjalankan.
Ayat Jibril dalam peristiwa wahyu
1️⃣7️⃣ Maryam 19:17–19
Model wahyu: Allah → Jibril → Maryam.
1️⃣8️⃣ Ali-‘Imran 3:45
Pesan Allah lewat malaikat, bukan
langsung.
1️⃣9️⃣ Al-Ahzab 33:43
Malaikat sebagai perantara rahmat,
termasuk wahyu.
Kesimpulan ayat
2️⃣0️⃣ Al-Qiyamah
75:16–19
Tafsir menyebut ini turun lewat Jibril,
lalu Nabi menghafal dari perantara.
Rangkum 20 ayat
1)
Al-Qur’an tegaskan.
2)
Wahyu turun lewat Malaikat Jibril.
3)
Sebagai utusan amanah.
4)
Allah tak bicara langsung dengan manusia.
5)
Kecuali lewat perantara.
Sumber
1)
Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.
2)
ChatGPT.
3)
Copilot.
4)
Cici.
5)
Claude.
6)
Grok.
7)
Meta AI



0 comments:
Post a Comment