Thursday, January 22, 2026

54742. KENAPA ALLAH SEBUT DIRINYA ALLAH

 




KENAPA ALLAH SEBUT DIRINYA ALLAH DI QURAN

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

Kenapa Allah sebut dirinya Allah.

Di Al-Quran?

 

Pertanyaan ini sangat penting

Dalam akidah Islam.

 

1)        Jawaban bisa dipahami

2)        Dari bahasa, sejarah, dan teologi (ketuhanan).

 

Yaitu:

 

1)        “Allah” adalah Nama Khusus, bukan sekadar gelar

 

2)        Secara bahasa: “Allah” berarti Yang Disembah dengan Hak

 

 

3)        Nama “Allah” sudah dikenal sebelum Islam

 

4)        Allah menyebut diri-Nya sendiri → bukan manusia yang menamai

 

5)        Semua Nama Allah kembali ke satu Nama: Allah

 

 

6)        Mengapa bukan “Tuhan” saja?

 

 

A.       “Allah” adalah Nama Khusus, bukan sekadar gelar

 

 

1)        Dalam Al-Qur’an.

2)        Allah adalah nama diri Tuhan Yang Maha Esa.

 

3)        Bukan jabatan

 

4)        Seperti:

a.        Tuhan

b.        Dewa

c.        Lord.

 

5)        Kata “tuhan”

a.        Bisa jamak

b.        Banyak tuhan

 

6)        Kata “Allah”

 

a.        Tak bisa dijamak.

b.        Tak punya pasangan.

c.        Tak punya jenis kelamin

 

QS. Al-Ikhlas (112:1)


قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ

Katakan (Muhammad): "Dia Allah, Yang Maha Esa.

 

7)        Nama Allah langsung menutup kemungkinan politeisme.

 

 

B.       Secara bahasa: “Allah” berarti Yang Disembah dengan Hak

 

Mayoritas ulama bahasa Arab

Menjelaskan:

 

1)        Allah berasal dari “Al-Ilāh” (الإله)

 

2)        Artinya: Satu-satunya yang berhak disembah

 

3)        Karena sering disebut.

4)        Hurufnya dipadatkan jadi Allah

 

5)        Maknanya bukan sekadar Pencipta.

 

 

6)        Tapi Yang:

a.                Mencipta.

b.                Mengatur.

 

c.                Menguasai.

d.                Berhak disembah

 

 

C.       Nama “Allah” sudah dikenal sebelum Islam

 

1)        Orang Arab sebelum Nabi Muhammad

2)        Sudah kenal kata Allah:

 

3)        Mereka akui Allah sebagai pencipta langit dan bumi

 

4)        Tapi mereka menyekutukan-Nya

 

QS. Luqman (31:25)


وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ لَيَقُولُنَّ اللَّهُ ۚ قُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ ۚ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْلَمُونَ

 

Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka: "Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?" Tentu mereka akan menjawab: "Allah". Katakan: "Segala puji bagi Allah"; tapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.

 

Catatan.

1)        “Jika kamu bertanya pada mereka siapa yang menciptakan langit dan bumi, pasti mereka menjawab: Allah”

 

2)        Al-Qur’an tak kenalkan Tuhan baru.

3)        Tapi meluruskan pemahaman tentang Allah.

 

 

D.       Allah menyebut diri-Nya sendiri

Bukan manusia yang menamai

 

1)        Dalam Islam:

 

a.        Manusia tak berhak menamai Tuhan sesuka hati

 

b.        Allah menamai diri-Nya sendiri dalam wahyu

 

QS. Al-A‘raf (7:180)


وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ فَادْعُوهُ بِهَا ۖ وَذَرُوا الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي أَسْمَائِهِ ۚ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

 

Hanya milik Allah asmaa-ul husna, maka bermohon kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkan orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.

 

Catatan.

1)        “Dan milik Allah nama-nama yang paling indah (asmaul husna)”

 

2)        Allah menyebut diri-Nya Allah

 

3)        Karena:

 

 

a.        Itu nama pilihan-Nya

b.        Nama mencerminkan keesaan dan kesempurnaan-Nya

 

 

E.       Semua Nama Allah kembali pada 1 Nama, yaitu: Allah

 

Dalam Al-Qur’an

Ada 99 Asmaul Husna:

 

1)        Ar-Rahman (Maha Pengasih)

2)        Al-‘Alim (Maha Mengetahui)

3)        Al-Qadir (Maha Kuasa)

 

Tapi semuanya adalah sifat

Tapi:

 

1)        Nama inti-Nya adalah: Allah

 

2)        Al-Qur’an selalu kembali pada nama Allah.

 

3)        Bukan sifat-Nya saja.

 

 

F.        Mengapa bukan “Tuhan” saja?

 

Karena:

1)        “Tuhan” bisa salah paham

2)        Bisa banyak tuhan.

 

3)        “Allah” langsung menunjuk Zat yang Esa

4)         

5)        Orang non-Muslim Arab (Kristen Arab)

6)        Juga sebut Tuhan sebagai Allah

 

 

Kesimpulan

 

Allah menyebut diri-Nya Allah di Al-Qur’an

Karena:

 

1)        Itu nama khusus-Nya

 

2)        Menegaskan Tuhan hanya 1.

3)        Tak ada sekutu

 

4)        Menghindari bingung makna

5)        Meluruskan penyimpangan manusia tentang Tuhan

 

Kenapa Allah menyebut diri-Nya Allah di Al-Qur’an?

 

Versi Siswa

Allah menyebut diri-Nya Allah

Karena itu nama khusus Tuhan Yang Maha Esa.

 

1.        Allah itu nama, bukan gelar

 

1)        Kata tuhan bisa dipakai banyak hal

2)        Misalnya: tuhan matahari, tuhan laut.

 

3)        Tapi Allah hanya 1.

4)        Tak bisa jamak

5)        Tak punya pasangan.

 

6)        Saat Al-Qur’an menyebut Allah.

 

7)        Tak mungkin salah paham.

 

 

2.        Allah artinya Yang Paling Berhak Disembah

 

 

1)        Kata Allah berasal dari kata Ilah (yang disembah).

 

2)        Allah berarti:

3)        Satu-satunya yang pantas disembah oleh semua manusia.

 

 

3.        Nama Allah sudah dikenal sejak dulu

 

1)        Bangsa Arab sebelum Islam

2)        Sudah mengenal nama Allah.

 

3)        Mereka tahu Allah pencipta alam.

4)        Tapi masih menyekutukan-Nya.

 

5)        Al-Qur’an datang meluruskan.

6)        Bukan mengenalkan Tuhan baru.

 

4.        Allah menamai diri-Nya sendiri

 

 

1)        Manusia tak boleh memberi nama Tuhan sesuka hati.

 

2)        Allah sendiri yang memperkenalkan nama-Nya melalui Al-Qur’an.

 

3)        “Dan milik Allah nama-nama yang paling indah.”
(QS. Al-A‘raf: 180)

 

 

5.        Nama lain adalah sifat, bukan nama utama

 

1)        Ar-Rahman = Maha Pengasih

2)        Al-‘Alim = Maha Mengetahui

 

3)        Al-Qadir = Maha Kuasa

4)        Semua itu sifat Allah.

 

5)        Tapi nama utama-Nya tetap Allah.

 

Kesimpulan

Allah menyebut diri-Nya Allah

Karena:

 

1)        Allah itu satu

2)        Tak ada tuhan selain Dia

 

3)        Agar manusia tak salah paham tentang Tuhan

 

Kalimat mudah dihafal:

1)        Allah adalah nama Tuhan Yang Maha Esa.

2)        Satu-satunya yang berhak disembah.

 

Kenapa Allah menyebut diri-Nya “Allah”?

 

1.         “Allah” adalah nama khusus, bukan sekadar sebutan

 

1)        Kata Allah adalah nama diri (proper name) bagi Tuhan Yang Maha Esa.

 

2)        Berbeda dengan kata tuhan (ilah) yang bisa dipakai banyak hal.

 

 

3)        Allah hanya satu, tidak bisa dijamak dan tidak bisa dipakai untuk selain-Nya.

 

“Dia Allah, tidak ada Tuhan selain Dia.”
(QS. Al-Hasyr: 22)

 

2.         “Allah” sudah dikenal sebelum Islam

 

1)        Bangsa Arab sebelum Islam sudah mengenal nama Allah sebagai Tuhan tertinggi.

 

2)        Tapi mereka menyekutukan-Nya dengan berhala.

 

3)        Al-Qur’an meluruskan makna Allah sebagai Tuhan Yang Esa tanpa sekutu.

4)        “Jika kamu bertanya kepada mereka: siapa yang menciptakan langit dan bumi, mereka akan menjawab: Allah.”

(QS. Luqman: 25)

 

3.         “Allah” mencakup semua sifat kesempurnaan

 

1)        Nama Allah mencakup seluruh Asmaul Husna (Maha Pengasih, Maha Kuasa, Maha Mengetahui, dll).

 

2)        Nama-nama lain adalah sifat, sedangkan Allah adalah Zat-Nya.

 

3)        “Dan Allah memiliki Asmaul Husna, maka berdoalah dengan nama-nama itu.”

 

(QS. Al-A‘raf: 180)

 

4.         Untuk menjaga kemurnian tauhid

 

1)        Dengan menyebut diri-Nya Allah.

2)        Tak ada ruang untuk:

 

a.        Tuhan beranak

b.        Tuhan banyak

c.        Tuhan menyerupai makhluk

 

3)        Nama ini menutup pintu syirik.

“Katakan: Dia Allah Yang Maha Esa.”
(QS. Al-Ikhlas: 1)

 

5.         Tidak bergantung bahasa atau budaya

 

Bahasa lain bisa berubah:

1)        God (Inggris)

2)        Dieu (Prancis)

 

3)        Dios (Spanyol)

 

4)        Tapi Allah tetap Allah.

5)        Tak berubah makna.

6)        Tak bias budaya.

 

Kesimpulan (versi siswa)

Allah menyebut diri-Nya Allah

Karena:

 

1)        Nama khusus Tuhan Yang Maha Esa

2)        Tak bisa disamakan atau dijamak

 

3)        Mencakup semua sifat kesempurnaan

4)        Menjaga tauhid dari penyimpangan

 

5)        Tidak terikat bahasa dan budaya

 

Arti Kata Allah Jika Dihilangkan Hurufnya

(Versi Siswa)

 

1.        Allah (الله)

 

Artinya: Tuhan Yang Maha Esa, satu-satunya yang berhak disembah.

 

2.        Lillah (لله)

 

(Allah tanpa huruf alif di awal)

Artinya: “milik Allah” atau “untuk Allah”
Menunjukkan bahwa segala sesuatu milik Allah.

📖 “Kepunyaan Allah apa yang ada di langit dan di bumi.”
(QS. Al-Baqarah: 284)

 

3.        Lahu (له)

 

(Allah tanpa alif dan satu lam)

Artinya: “bagi-Nya” atau “kepunyaan-Nya”
Semua kembali kepada Allah.

📖 “Lahu mulkus-samāwāti wal-arḍ.”
(QS. Al-Hadid: 5)

 

4.        Huwa (هو)

 

(Allah tanpa alif dan dua lam)

Artinya: “Dia”
Menunjukkan bahwa Allah tetap ada dan Maha Esa, walau tanpa penyebutan nama.

📖 “Huwa Allahulladzī lā ilāha illā Huwa.”
(QS. Al-Hasyr: 22)

 

Makna Singkat

 

1)        Allah → Tuhan Yang Maha Esa

2)        Lillah → Semua milik Allah

 

3)        Lahu → Semua kembali kepada-Nya

4)        Huwa → Dia Yang Maha Ada

 

Pesan penting:

1)        Meskipun hurufnya dikurangi.

2)        Maknanya tetap menunjukkan Allah.

 

3)        Tanda Allah tak bergantung pada nama atau huruf.

 

Sumber

1)        Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2)        ChatGPT.

 

3)        Copilot.

4)        Cici.

 

5)        Claude.

6)        Grok.

7)        Meta AI

 

 

 

 

 

0 comments:

Post a Comment