TAFSIR TAWASUL PERANTARA DI ALQURAN
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM
A.
Arti Kata Tawassul
Secara bahasa Arab:
1)
Tawassul (التوسل)
2)
Berasal dari kata wasilah (وسيلة)
3)
Artinya:
a.
Perantara
b.
atau jalan untuk mendekat.
4)
Tawassul =
a.
Memakai perantara.
b.
Untuk mendekatkan diri pada Allah
c.
Dalam berdoa
Arti Tawassul Secara Istilah (dalam agama)
1)
Tawassul adalah berdoa kepada Allah.
2)
Dengan menyebut yang dicintai Allah.
3)
Sebagai perantara.
4)
Agar doa lebih mudah dikabulkan.
Yang diminta tetap kepada Allah.
Bukan pada perantaranya.
Contoh
✅ Tawassul yang benar
1)
“Ya Allah, aku mohon kepada-Mu dengan
rahmat-Mu…”
2)
“Ya Allah, karena aku pernah
bersedekah ikhlas, tolong aku…”
3)
Artinya kita menjadikan:
a.
nama Allah
b.
sifat Allah
c.
amal saleh
d.
sebagai wasilah (perantara doa)
B.
Yang BUKAN tawassul (dan salah)
1)
“Wahai wali, sembuhkan aku”
2)
“Wahai Nabi, beri aku rezeki”
3)
Ini bukan tawassul.
4)
Tapi meminta kepada selain Allah.
5)
Hal itu dilarang.
Versi sederhana
1)
Tawassul = cara berdoa pada Allah
dengan membawa “jalan pendekatan” yang Allah sukai.
2)
Seperti anak kecil yang berkata:
“Bu, tadi saya sudah merapikan kamar… boleh minta jajan?”
3)
Dia tetap minta ke ibunya.
4)
Tapi sebut sesuatu.
5)
Yang menyenangkan hati ibunya.
6)
Contoh agar mudah dipahami
7)
Tak samakan Allah dengan manusia.
C.
AYAT WASILAH
Kata wasilah disebut jelas
QS. Al-Ma’idah (5:35)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَابْتَغُوا إِلَيْهِ الْوَسِيلَةَ وَجَاهِدُوا فِي سَبِيلِهِ لَعَلَّكُمْ
تُفْلِحُونَ
Hai orang-orang beriman,
bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya,
dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan.
Catatan.
1)
"Wahai orang-orang beriman!
Bertakwalah pada Allah dan carilah WASILAH
(jalan pendekatan) pada-Nya, dan berjihadlah di jalan-Nya agar kamu
beruntung."
Makna yang mirip
QS. Al-Isra (17:57)
أُولَٰئِكَ الَّذِينَ يَدْعُونَ يَبْتَغُونَ إِلَىٰ رَبِّهِمُ الْوَسِيلَةَ أَيُّهُمْ أَقْرَبُ وَيَرْجُونَ
رَحْمَتَهُ وَيَخَافُونَ عَذَابَهُ ۚ إِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ كَانَ مَحْذُورًا
Orang-orang yang mereka
seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Tuhan mereka siapa di antara
mereka yang lebih dekat (kepada Allah) dan mengharapkan rahmat-Nya dan takut
akan azab-Nya; sesungguhnya azab Tuhanmu suatu yang (harus) ditakuti.
Catatan.
1)
Orang-orang yang mereka sembah itu
sendiri mencari WASILAH (jalan mendekatkan
diri) kepada Tuhan mereka.
TAFSIR KLASIK
Tafsir Ibnu Katsir
1)
Wasilah artinya
2)
Segala hal yang mendekatkan diri pada
Allah.
3)
Yaitu:
a.
Iman
b.
Amal saleh
c.
Ketaatan
d.
Ibadah
e.
Meninggalkan maksiat
4)
Wasilah bukan benda.
5)
Tapi amal dan ketaatan.
Tafsir Thabari
1)
Wasilah adalah cara mendekatkan diri pada
Allah.
2)
Dengan melakukan hal yang diridai-Nya.
3)
Berupa:
a.
Doa
b.
Ibadah
c.
Amal kebaikan
4)
Semua itu disebut wasilah.
5)
Perantara menuju rida Allah.
Tafsir Qurthubi
1)
Wasilah mencakup:
a.
Taat pada Allah
b.
Mengikuti Rasul
c.
Amal saleh
2)
Wasilah kedekatan derajat di sisi
Allah.
3)
Tak sekadar sarana duniawi.
Kesimpulan Tafsir Klasik
1)
Wasilah = segala bentuk taat dan amal
saleh.
2)
Membuat orang lebih dekat pada Allah.
3)
Bukan jimat.
4)
Bukan benda.
5)
Tapi amal ibadah dan takwa.
TAFSIR MODERN
Tafsir Sayid Qutb
1)
Wasilah adalah:
2)
Hubungan hidup nyata dengan Allah.
3)
Dibangun melalui:
a.
Iman yang benar
b.
Amal nyata dalam hidup
c.
Perjuangan menegakkan kebenaran
4)
Wasilah bukan pasif.
5)
Tapi aktif dalam hidup sosial dan
perjuangan Islam.
Tafsir M. Quraish Shihab
1)
Wasilah adalah:
2)
Segala upaya yang dibenarkan agama.
3)
Untuk mendekatkan diri pada Allah
4)
Contohnya:
a.
Doa
b.
Amal saleh
c.
Membantu orang lain
d.
Menuntut ilmu
e.
Akhlak baik
5)
Islam ajarkan hubungan langsung dengan
Allah.
6)
Wasilah cara yang Allah sendiri
ajarkan.
7)
Bukan dibuat-buat.
Kesimpulan
Wasilah itu:
1)
Jalan spiritual
2)
Jalan amal social
3)
Jalan perbaikan diri
4)
Jalan berjuang tegakkan kebaikan
5)
Wasilah tak hanya ibadah pribadi.
6)
Tapi juga peran aktif dalam hidup
Contoh Wasilah
Dalam Hidup Sehari-hari
1)
Salat tepat waktu
2)
Berbakti kepada orang tua
3)
Jujur dalam berdagang
4)
Menolong orang susah
5)
Menuntut ilmu agama
6)
Berdakwah dengan akhlak baik
Semua itu wasilah menuju Allah.
APAKAH TAWASSUL TERMASUK WASILAH?
1)
Tawassul artinya: berdoa pada Allah.
2)
Dengan menyebut sesuatu
3)
Sebagai perantara (wasilah)
4)
Agar doa lebih mudah dikabulkan.
5)
Semua sepakat:
6)
Yang dikabulkan doa tetap pada Allah.
7)
Bukan perantaranya.
Perantara seperti apa yang dibolehkan?
✅ TAWASSUL YANG
DISEPAKATI BOLEH
1)
Ini disetujui hampir semua ulama,
klasik maupun modern:
1️⃣ Tawassul dengan Nama dan Sifat Allah
Contoh:
1)
“Ya Allah, dengan rahmat-Mu aku
memohon…”
2)
Dalil: QS Al-A’raf 180
3)
Berdoa dengan Asmaul Husna.
2️⃣ Tawassul dengan Amal Saleh Sendiri
Contoh:
1)
“Ya Allah, dulu aku menolong orang tua
dengan ikhlas, kabulkan doaku.”
2)
Dalil: Hadis 3 orang terjebak di gua
(HR Bukhari Muslim).
3)
Mereka tawassul amal saleh
masing-masing.
3️⃣ Tawassul dengan Doa Orang Saleh yang Masih Hidup
Contoh:
1)
Meminta orang alim mendoakan kita.
1)
Dalil: Para sahabat minta Nabi
mendoakan mereka
2)
Saat Nabi masih hidup.
TAWASSUL DIPERBEDAKAN ULAMA
4️⃣ Tawassul dengan kedudukan Nabi atau orang saleh
Misalnya berdoa:
1)
“Ya Allah, dengan kemuliaan Nabi-Mu
Muhammad, kabulkan doaku.”
2)
Timbul beda pendapat.
Pendapat MEMBOLEHKAN
1)
(Diikuti banyak ulama Asy’ariyah,
Syafi’iyah, ulama tradisional)
2)
Mereka katakan:
a.
Tetap doa pada Allah
b.
Nabi/orang saleh hanya wasilah
kemuliaan.
c.
Bukan yang mengabulkan
d.
Dalil dipakai: hadis orang buta yang
diajari Nabi doa tawassul
(HR Tirmidzi – dinilai hasan oleh
banyak ulama)
3)
Menurut mereka, ini bukan syirik.
4)
Tetap mohon pada Allah.
Pendapat TIDAK MEMBOLEHKAN
1)
(Diikuti sebagian ulama seperti Ibnu
Taimiyah, Muhammad bin Abdul Wahhab, dan ulama Salafi)
2)
Mereka katakan:
a.
Wasilah diajarkan Qur’an & sunah
b.
Yaitu amal saleh.
c.
Bukan menyebut zat orang
d.
Takut tiru cara orang musyrik
e.
Menjadikan perantara makhluk
3)
Tetap menghormati Nabi.
4)
Tapi tidak pakai Nabi.
5)
Perantara dalam doa.
6)
Setelah wafatnya.
YANG DISEPAKATI TIDAK BOLEH (BAHKAN SYIRIK)
Berdoa pada Nabi atau wali:
1)
“Wahai Nabi, kabulkan
doaku”
2)
“Wahai wali, beri aku
rezeki”
3)
Ini tak dibolehkan.
4)
Ini dilarang.
5)
Sebab doa adalah ibadah
6)
Hanya untuk Allah.
QS Al-Jinn 18
“Jangan kamu menyembah (berdoa kepada)
siapa pun bersama Allah.”
Intinya
1)
Wasilah paling aman dan disepakati .
2)
Yaitu:
a.
Perbanyak amal saleh
b.
Perbaiki ibadah
c.
Pakai Asmaul Husna dalam doa
3)
Karena itu wasilah jelas.
4)
Diajarkan Qur’an dan sunnah.
1)
Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.
2)
ChatGPT.
3)
Copilot.
4)
Cici.
5)
Claude.
6)
Grok.
7)
Meta AI
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|

0 comments:
Post a Comment