ALASAN ALLAH SEBUT DIRINYA ALLAH DI
QURAN
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM
Kenapa Allah sebut dirinya Allah.
Di Al-Quran?
Pertanyaan ini sangat penting
Dalam akidah Islam.
1)
Jawaban bisa dipahami
2)
Dari bahasa, sejarah, dan teologi
(ketuhanan).
Yaitu:
1)
“Allah” adalah Nama Khusus, bukan
sekadar gelar
2)
Secara bahasa: “Allah” berarti Yang
Disembah dengan Hak
3)
Nama “Allah” sudah dikenal sebelum
Islam
4)
Allah menyebut diri-Nya sendiri →
bukan manusia yang menamai
5)
Semua Nama Allah kembali ke satu Nama:
Allah
6)
Mengapa bukan “Tuhan” saja?
A.
“Allah” adalah Nama Khusus, bukan
sekadar gelar
1)
Dalam Al-Qur’an.
2)
Allah adalah nama diri Tuhan Yang Maha
Esa.
3)
Bukan jabatan
4)
Seperti:
a.
Tuhan
b.
Dewa
c.
Lord.
5)
Kata “tuhan”
a.
Bisa jamak
b.
Banyak tuhan
6)
Kata “Allah”
a.
Tak bisa dijamak.
b.
Tak punya pasangan.
c.
Tak punya jenis kelamin
QS. Al-Ikhlas (112:1)
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ
Katakan (Muhammad):
"Dia Allah, Yang Maha Esa.
7)
Nama Allah langsung menutup
kemungkinan politeisme.
B.
Secara bahasa: “Allah” berarti Yang
Disembah dengan Hak
Mayoritas ulama bahasa Arab
Menjelaskan:
1)
Allah berasal dari “Al-Ilāh” (الإله)
2)
Artinya: Satu-satunya yang berhak
disembah
3)
Karena sering disebut.
4)
Hurufnya dipadatkan jadi Allah
5)
Maknanya bukan sekadar Pencipta.
6)
Tapi Yang:
a.
Mencipta.
b.
Mengatur.
c.
Menguasai.
d.
Berhak disembah
C.
Nama “Allah” sudah dikenal sebelum
Islam
1)
Orang Arab sebelum Nabi Muhammad
2)
Sudah kenal kata Allah:
3)
Mereka akui Allah sebagai pencipta
langit dan bumi
4)
Tapi mereka menyekutukan-Nya
QS. Luqman (31:25)
وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ لَيَقُولُنَّ
اللَّهُ ۚ قُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ ۚ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْلَمُونَ
Dan sesungguhnya jika
kamu tanyakan kepada mereka: "Siapakah yang menciptakan langit dan
bumi?" Tentu mereka akan menjawab: "Allah". Katakan:
"Segala puji bagi Allah"; tapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.
Catatan.
1)
“Jika kamu bertanya pada mereka siapa
yang menciptakan langit dan bumi, pasti mereka menjawab: Allah”
2)
Al-Qur’an tak kenalkan Tuhan baru.
3)
Tapi meluruskan pemahaman tentang
Allah.
D.
Allah menyebut diri-Nya sendiri
Bukan manusia yang menamai
1)
Dalam Islam:
a.
Manusia tak berhak menamai Tuhan
sesuka hati
b.
Allah menamai diri-Nya sendiri dalam
wahyu
QS. Al-A‘raf (7:180)
وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ فَادْعُوهُ بِهَا ۖ وَذَرُوا الَّذِينَ
يُلْحِدُونَ فِي أَسْمَائِهِ ۚ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
Hanya milik Allah asmaa-ul husna, maka bermohon kepada-Nya
dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkan orang yang menyimpang dari
kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan
terhadap apa yang telah mereka kerjakan.
Catatan.
1)
“Dan milik Allah nama-nama yang paling
indah (asmaul husna)”
2)
Allah menyebut diri-Nya Allah
3)
Karena:
a.
Itu nama pilihan-Nya
b.
Nama mencerminkan keesaan dan
kesempurnaan-Nya
E.
Semua Nama Allah kembali pada 1 Nama,
yaitu: Allah
Dalam Al-Qur’an
Ada 99 Asmaul Husna:
1)
Ar-Rahman (Maha Pengasih)
2)
Al-‘Alim (Maha Mengetahui)
3)
Al-Qadir (Maha Kuasa)
Tapi semuanya adalah sifat
Tapi:
1)
Nama inti-Nya adalah: Allah
2)
Al-Qur’an selalu kembali pada nama
Allah.
3)
Bukan sifat-Nya saja.
F.
Mengapa bukan “Tuhan” saja?
Karena:
1)
“Tuhan” bisa salah paham
2)
Bisa banyak tuhan.
3)
“Allah” langsung menunjuk Zat yang Esa
4)
5)
Orang non-Muslim Arab (Kristen Arab)
6)
Juga sebut Tuhan sebagai Allah
Kesimpulan
Allah menyebut diri-Nya Allah di
Al-Qur’an
Karena:
1)
Itu nama khusus-Nya
2)
Menegaskan Tuhan hanya 1.
3)
Tak ada sekutu
4)
Menghindari bingung makna
5)
Meluruskan penyimpangan manusia
tentang Tuhan
Kenapa Allah menyebut diri-Nya Allah di Al-Qur’an?
Versi Siswa
Allah menyebut diri-Nya Allah
Karena itu nama khusus Tuhan Yang Maha
Esa.
1.
Allah itu nama, bukan gelar
1)
Kata tuhan bisa dipakai banyak hal
2)
Misalnya: tuhan matahari, tuhan laut.
3)
Tapi Allah hanya 1.
4)
Tak bisa jamak
5)
Tak punya pasangan.
6)
Saat Al-Qur’an menyebut Allah.
7)
Tak mungkin salah paham.
2.
Allah artinya Yang Paling Berhak
Disembah
1)
Kata Allah berasal dari kata Ilah
(yang disembah).
2)
Allah berarti:
3)
Satu-satunya yang pantas disembah oleh
semua manusia.
3.
Nama Allah sudah dikenal sejak dulu
1)
Bangsa Arab sebelum Islam
2)
Sudah mengenal nama Allah.
3)
Mereka tahu Allah pencipta alam.
4)
Tapi masih menyekutukan-Nya.
5)
Al-Qur’an datang meluruskan.
6)
Bukan mengenalkan Tuhan baru.
4.
Allah menamai diri-Nya sendiri
1)
Manusia tak boleh memberi nama Tuhan
sesuka hati.
2)
Allah sendiri yang memperkenalkan
nama-Nya melalui Al-Qur’an.
3)
“Dan milik Allah nama-nama yang paling
indah.”
(QS. Al-A‘raf: 180)
5.
Nama lain adalah sifat, bukan nama
utama
1)
Ar-Rahman = Maha Pengasih
2)
Al-‘Alim = Maha Mengetahui
3)
Al-Qadir = Maha Kuasa
4)
Semua itu sifat Allah.
5)
Tapi nama utama-Nya tetap Allah.
Kesimpulan
Allah menyebut diri-Nya Allah
Karena:
1)
Allah itu satu
2)
Tak ada tuhan selain Dia
3)
Agar manusia tak salah paham tentang
Tuhan
Kalimat mudah dihafal:
1)
Allah adalah nama Tuhan Yang Maha Esa.
2)
Satu-satunya yang berhak disembah.
Kenapa Allah menyebut diri-Nya “Allah”?
1.
“Allah” adalah nama khusus, bukan
sekadar sebutan
1)
Kata Allah adalah nama diri (proper
name) bagi Tuhan Yang Maha Esa.
2)
Berbeda dengan kata tuhan (ilah) yang
bisa dipakai banyak hal.
3)
Allah hanya satu, tidak bisa dijamak
dan tidak bisa dipakai untuk selain-Nya.
“Dia Allah, tidak ada Tuhan selain
Dia.”
(QS. Al-Hasyr: 22)
2.
“Allah” sudah dikenal sebelum Islam
1)
Bangsa Arab sebelum Islam sudah
mengenal nama Allah sebagai Tuhan tertinggi.
2)
Tapi mereka menyekutukan-Nya dengan
berhala.
3)
Al-Qur’an meluruskan makna Allah
sebagai Tuhan Yang Esa tanpa sekutu.
4)
“Jika kamu bertanya kepada mereka:
siapa yang menciptakan langit dan bumi, mereka akan menjawab: Allah.”
(QS. Luqman: 25)
3.
“Allah” mencakup semua sifat
kesempurnaan
1)
Nama Allah mencakup seluruh Asmaul
Husna (Maha Pengasih, Maha Kuasa, Maha Mengetahui, dll).
2)
Nama-nama lain adalah sifat, sedangkan
Allah adalah Zat-Nya.
3)
“Dan Allah memiliki Asmaul Husna, maka
berdoalah dengan nama-nama itu.”
(QS. Al-A‘raf: 180)
4.
Untuk menjaga kemurnian tauhid
1)
Dengan menyebut diri-Nya Allah.
2)
Tak ada ruang untuk:
a.
Tuhan beranak
b.
Tuhan banyak
c.
Tuhan menyerupai makhluk
3)
Nama ini menutup pintu syirik.
“Katakan: Dia Allah Yang Maha Esa.”
(QS. Al-Ikhlas: 1)
5.
Tidak bergantung bahasa atau budaya
Bahasa lain bisa berubah:
1)
God (Inggris)
2)
Dieu (Prancis)
3)
Dios (Spanyol)
4)
Tapi Allah tetap Allah.
5)
Tak berubah makna.
6)
Tak bias budaya.
Kesimpulan (versi siswa)
Allah menyebut diri-Nya Allah
Karena:
1)
Nama khusus Tuhan Yang Maha Esa
2)
Tak bisa disamakan atau dijamak
3)
Mencakup semua sifat kesempurnaan
4)
Menjaga tauhid dari penyimpangan
5)
Tidak terikat bahasa dan budaya
Arti Kata Allah Jika Dihilangkan Hurufnya
(Versi Siswa)
1.
Allah (الله)
Artinya: Tuhan Yang Maha Esa,
satu-satunya yang berhak disembah.
2.
Lillah (لله)
(Allah tanpa huruf alif di awal)
Artinya: “milik Allah” atau “untuk
Allah”
➡ Menunjukkan bahwa
segala sesuatu milik Allah.
📖 “Kepunyaan Allah apa yang ada di
langit dan di bumi.”
(QS. Al-Baqarah: 284)
3.
Lahu (له)
(Allah tanpa alif dan satu lam)
Artinya: “bagi-Nya” atau
“kepunyaan-Nya”
➡ Semua kembali
kepada Allah.
📖 “Lahu mulkus-samāwāti wal-arḍ.”
(QS. Al-Hadid: 5)
4.
Huwa (هو)
(Allah tanpa alif dan dua lam)
Artinya: “Dia”
➡ Menunjukkan bahwa
Allah tetap ada dan Maha Esa, walau tanpa penyebutan nama.
📖 “Huwa Allahulladzī lā ilāha illā
Huwa.”
(QS. Al-Hasyr: 22)
Makna Singkat
1)
Allah → Tuhan Yang Maha Esa
2)
Lillah → Semua milik Allah
3)
Lahu → Semua kembali kepada-Nya
4)
Huwa → Dia Yang Maha Ada
Pesan penting:
1)
Meskipun hurufnya dikurangi.
2)
Maknanya tetap menunjukkan Allah.
3)
Tanda Allah tak bergantung pada nama
atau huruf.
1)
Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.
2)
ChatGPT.
3)
Copilot.
4)
Cici.
5)
Claude.
6)
Grok.
7)
Meta AI
.bmp)
0 comments:
Post a Comment