ISRA MIKRAJ 2 PERISTIWA SALING
TERSAMBUNG
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM
Dalam Al-Qur’an.
1)
Isrā’
2)
Mikrāj
Peristiwa berbeda.
Tapi saling tersambung.
A.
Peristiwa Isrā’
1)
Disebut jelas dan tegas dalam
Al-Qur’an
2)
Isrā’ adalah perjalanan Nabi Muhammad.
3)
Pada malam hari.
4)
Dari Masjidil Haram (Mekah) ke
Masjidil Aqsa (Palestina).
QS. Al-Isrā’ (17:1)
سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى
الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا ۚ
إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada
suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi
sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda (kebesaran)
Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
Catatan.
1)
“Maha Suci Allah yang telah
memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil
Aqsa…”
2)
Ayat ini jelas menyebut tempat dan
peristiwanya.
B.
Peristiwa Mikrāj
1)
Tidak disebut kata “mikrāj”.
2)
Tapi isyaratnya ada
2)
Mikrāj adalah perjalanan Nabi Muhammad.
3)
Naik ke langit sampai Sidratul Muntahā.
C. Isyarat Mi‘rāj dalam Al-Qur’an:
QS. An-Najm (53:13-18)
وَلَقَدْ رَآهُ نَزْلَةً أُخْرَىٰ
13. Dan sesungguhnya
Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu lain,
عِنْدَ سِدْرَةِ الْمُنْتَهَىٰ
14. (yaitu) di Sidratil
Muntaha.
عِنْدَهَا جَنَّةُ الْمَأْوَىٰ
15. Di dekatnya ada
surga tempat tinggal,
إِذْ يَغْشَى السِّدْرَةَ مَا يَغْشَىٰ
16. (Muhammad melihat
Jibril) ketika Sidratil Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya.
مَا زَاغَ الْبَصَرُ وَمَا طَغَىٰ
17. Penglihatannya
(muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya dan tidak (pula) melampauinya.
لَقَدْ رَأَىٰ مِنْ آيَاتِ رَبِّهِ
الْكُبْرَىٰ
18. Sesungguhnya dia
telah melihat sebagian tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar.
Catatan.
1)
“Dan sungguh dia telah melihatnya pada
waktu yang lain, di Sidratul Muntahā…”
2)
Ayat ini tak menyebut kata mikrāj.
3)
Tapi gambarkan kejadian naik ke langit
4)
Melihat tanda-tanda kuasa Allah.
Kesimpulan
1)
Isrā’ dan Mi‘rāj adalah 2 peristiwa berbeda.
2)
Tapi terjadi dalam 1 rangkaian
3)
Pada 1 malam.
D.
Mengapa Al-Qur’an memisahkannya?
Ulama menjelaskan:
1)
Isrā’ tegaskan
a.
Keajaiban fisik.
b.
Perjalanan jauh dalam 1 malam
2)
Mi‘rāj tegaskan.
a.
Kemuliaan ruhani Nabi.
b.
Perintah salat
Kesimpulan
1)
Isrā’ dan Mi‘rāj itu berbeda peristiwa.
2)
Tapi tersambung.
3)
Terjadi dalam 1 malam.
4)
Isrā’ disebut jelas di Al-Qur’an.
5)
Mikrāj dijelaskan lewat isyarat ayat
dan hadis Nabi.
Peristiwa Isrā’ dan Mikrāj
(Versi Siswa)
1)
Isrā’ dan Mikrāj adalah 2 peristiwa berbeda.
2)
Tapi saling tersambung.
Peristiwa Isrā’
1)
Isrā’ adalah perjalanan Nabi Muhammad.
2)
Dari Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil
Aqsa di Palestina
3)
Dalam 1 malam.
4)
Peristiwa Isrā’ disebut jelas dalam
Al-Qur’an.
5)
Yaitu QS. Al-Isrā’ (17:1).
Peristiwa Mikrāj
1)
Mi‘rāj adalah perjalanan Nabi Muhammad.
2)
Naik ke langit sampai Sidratul Muntahā.
3)
Kata “mikrāj” tak disebut langsung.
4)
Tapi isyaratnya ada di Al-Qur’an.
5)
QS. An-Najm (53:13-18.
Kesimpulan:
1)
Isrā’ dan Mi‘rāj berbeda peristiwa.
2)
Terjadi dalam 1 rangkaian
3)
Pada 1 malam.
4)
Isrā’ terjadi di bumi.
5)
Mikrāj perjalanan ke langit.
1)
Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.
2)
ChatGPT.
3)
Copilot.
4)
Cici.
5)
Claude.
6)
Grok.
7)
Meta AIa
.bmp)
0 comments:
Post a Comment