MERITOKRASI KEMAMPUAN BUKAN NASAB DI
QURAN
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM
A.
Arti Meritokrasi
Meritokrasi.
Yaitu:
1)
Sistem yang menilai orang
2)
Dari kemampuan dan usaha.
3)
Bukan latar belakangnya.
Lebih gampangnya:
1)
Yang rajin dan mampu → maju
2)
Malas dan tak berusaha → tertinggal
B.
Bukan Dilihat Dari:
1)
Anak siapa
2)
Kaya atau miskin
3)
Punya kenalan orang penting
4)
Suku atau kelompok apa?
C.
Tapi Dilihat Dari:
1)
Seberapa pintar dan mau belajar
2)
Seberapa keras usahanya
3)
Seberapa baik sikapnya
4)
Seberapa tanggung jawab dia
D.
Kalimat Paling Mudah:
1)
Meritokrasi itu:
2)
Naik jabatan, karena kemampuan.
3)
Bukan karena keturunan.
Dalam Al-Qur’an
1)
Tak pakai istilah “meritokrasi”.
2)
Tapi ada prinsipnya
Yaitu nilai seseorang
Diukur dari kualitas:
1)
Iman.
2)
Ilmu.
3)
Amal.
4)
Akhlak.
5)
Tanggung jawab
6)
Bukan keturunan
7)
Bukan harta.
8)
Bukan jabatan.
E.
Apa itu Meritokrasi
1)
Meritokrasi = sistem yang menilai
orang.
2)
Berdasar kemampuan & kualitas diri.
3)
Bukan siapa orang tuanya
4)
Bukan status sosialnya.
Al-Qur’an menanamkan pola pikir.
Mirip meritokrasi
Yaitu:
1)
Derajat Manusia Bukan dari Status,
tapi Kualitas
2)
Ilmu Meninggikan Derajat
3)
Setiap Orang Dinilai dari Usahanya
4)
Kepemimpinan Berdasar Kompetensi
5)
Keadilan = Tak Memihak Status
6)
Semua Akan Dinilai Secara Personal
1️⃣ Derajat Manusia Bukan dari Status, tapi Kualitas
HR. Al-Hujurat (49:13)
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ
وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ
اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
Hai manusia,
sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan
dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal.
Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu disisi Allah ialah orang
yang paling takwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.
Catatan.
1)
“Sesungguhnya yang paling mulia di
antara kalian di sisi Allah adalah yang paling bertakwa.”
2)
Bukan bangsawan
3)
Bukan orang kaya
4)
Bukan pejabat
5)
Tapi yang paling bertakwa
6)
Melihat kualitas iman & akhlak
7)
Ini fondasi meritokrasi Qur’ani.
2️⃣ Ilmu Meninggikan Derajat
QS Al-Mujadilah (58:11)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ
فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ انْشُزُوا فَانْشُزُوا
يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ
دَرَجَاتٍ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu:
"Berlapang-lapanglah dalam majelis", maka lapangkan niscaya Allah
akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah
kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang
beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa
derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Catatan.
1)
“Allah mengangkat derajat orang beriman
dan yang diberi ilmu beberapa derajat.”
2)
Orang berilmu dapat posisi lebih
tinggi
3)
Karena kontribusinya lebih besar
4)
Jadi ilmu = nilai tambah.
5)
Bukan garis keturunan.
3️⃣ Setiap Orang Dinilai dari Usahanya
QS An-Najm (53:39)
وَأَنْ لَيْسَ لِلْإِنْسَانِ إِلَّا مَا سَعَىٰ
Dan bahwa seorang manusia tidak memperoleh selain apa yang
telah diusahakannya,
Catatan.
1)
“Dan bahwa manusia hanya mendapat apa yang telah diusahakannya.”
2)
Ini ayat paling “meritokrasi” banget.
3)
Bukan warisan pahala
4)
Bukan koneksi
5)
Bukan nama besar keluarga
6)
Tapi hasil = usaha pribadi
4️⃣ Kepemimpinan Berdasar Kompetensi
1)
Nabi Musa direkomendasikan bekerja.
2)
Oleh putri Nabi Sueb:
Al-Qasas (28:26)
قَالَتْ
إِحْدَاهُمَا يَا أَبَتِ اسْتَأْجِرْهُ ۖ إِنَّ خَيْرَ مَنِ اسْتَأْجَرْتَ
الْقَوِيُّ الْأَمِينُ
Salah seorang dari kedua
wanita itu berkata: "Ya bapakku ambil ia sebagai orang yang bekerja (pada
kita), karena sesungguhnya orang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja
(pada kita) ialah orang kuat lagi dapat dipercaya".
Catatan.
1)
“Sesungguhnya orang terbaik yang
engkau ambil bekerja adalah yang kuat lagi terpercaya.”
2)
Ada 2 syarat pemimpin/pekerja:
a.
Kuat/kompeten (mampu kerja)
b.
Amanah (jujur & bisa dipercaya)
1)
Prinsip rekrutmen meritokratis
2)
Versi Qur’an.
5️⃣ Keadilan = Tak Memihak Status
QS Al-Maidah (5:8)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ
بِالْقِسْطِ ۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَىٰ أَلَّا تَعْدِلُوا ۚ
اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ
خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
Hai orang-orang beriman
hendaklah kamu jadi orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah,
menjadi saksi dengan adil. Dan jangan sekali-kali kebencianmu pada suatu kaum,
mendorong kamu berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil lebih dekat
kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui
apa yang kamu kerjakan.
Catatan.
1)
“Jangan kebencian suatu kaum membuat
kalian tidak adil. Berlaku adillah.”
2)
Penilaian harus objektif
3)
Bukan karena suka atau tidak suka
4)
Bukan karena kelompok
6️⃣ Semua Akan Dinilai Secara Personal
QS Al-Muddassir (74:38)
كُلُّ نَفْسٍ بِمَا كَسَبَتْ رَهِينَةٌ
Setiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah
diperbuatnya,
Catatan.
1)
“Setiap jiwa bertanggung jawab atas
apa yang telah dikerjakannya.”
2)
Di akhirat:
a.
Tak ada koneksi
b.
Tak ada titipan jabatan
c.
Tak ada nepotisme
d.
Full sistem berbasis amal
e.
Merit murni.
Kesimpulan
1)
Qur’an ajarkan “kemuliaan = kualitas
diri”
2)
Itu meritokrasi spiritual dan moral.
SISTEM MERITOKRASI DALAM QUR’AN
(Versi Siswa)
1.
Apa itu Meritokrasi?
1)
Meritokrasi = menilai berdasar
kualitas diri.
2)
Bukan karena:
a.
anak orang kaya
b.
keturunan pejabat
c.
suku atau kelompok
3)
Tapi karena:
1)
Iman
2)
Ilmu
3)
Usaha
4)
Akhlak
Dan… ini cara Allah menilai manusia
Dalam Qur’an.
1️⃣ Yang Paling Mulia = Yang Paling Baik Akhlaknya
1)
Al-Hujurat 49:13
“Yang paling mulia di sisi Allah
adalah yang paling bertakwa.”
2)
Artinya:
a.
Bukan paling kaya
b.
Bukan paling terkenal
c.
Tapi paling dekat dengan Allah
d.
Paling baik akhlaknya
3)
Nilai = kualitas hati dan perilaku
2️⃣ Orang Berilmu Punya Derajat Lebih Tinggi
1)
Al-Mujadilah 58:11
“Allah meninggikan derajat orang beriman dan berilmu.”
2)
Artinya:
a.
Belajar itu bikin derajat naik.
b.
Ilmu membuat orang lebih bermanfaat
bagi orang lain.
3)
Nilai tambah seseorang = ilmunya
3️⃣ Hasil Sesuai Usaha
1)
An-Najm 53:39
“Manusia hanya mendapat apa yang diusahakannya.”
2)
Artinya:
a.
Kalau rajin → dapat hasil
b.
Kalau malas → rugi sendiri
3)
Bukan siapa orang tuamu.
4)
Tapi seberapa keras usahamu
4️⃣ Pemimpin Harus Kompeten & Jujur
1)
Al-Qasas 28:26
“Orang terbaik yang dipekerjakan
adalah yang kuat dan terpercaya.”
2)
Kuat = mampu kerja
3)
Terpercaya = jujur & Amanah
4)
Jabatan bukan yang punya koneksi.
5)
Tapi yang punya kemampuan
5️⃣ Allah Menilai Setiap Orang Secara Pribadi
1)
📖 Al-Muddatstsir 74:38
“Setiap jiwa bertanggung jawab atas apa yang telah ia kerjakan.”
2)
Di akhirat:
a.
Tak bisa titip pahala
b.
Tak bisa pakai nama orang tua
c.
Tak ada nepotisme
3)
Semua dinilai dari amal masing-masing
Kesimpulan
1)
Qur’an ajarkan:
2)
Yang hebat bukan yang “punya siapa”.
3)
Tapi yang “punya kualitas”.
4)
Itu meritokrasi menurut Islam
1)
Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.
2)
ChatGPT.
3)
Copilot.
4)
Cici.
5)
Claude.
6)
Grok.
7)
Meta AI
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
.jpg)
0 comments:
Post a Comment