Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Showing posts with label MERITOKRASI BUKAN NASAB. Show all posts
Showing posts with label MERITOKRASI BUKAN NASAB. Show all posts

Sunday, January 25, 2026

54766. MERITOKRASI BUKAN NASAB

 


MERITOKRASI KEMAMPUAN BUKAN NASAB DI QURAN

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

 

 

 

A.       Arti Meritokrasi

 

Meritokrasi.

Yaitu:

 

1)        Sistem yang menilai orang

2)        Dari kemampuan dan usaha.

3)        Bukan latar belakangnya.

 

Lebih gampangnya:

1)        Yang rajin dan mampu → maju

 

2)        Malas dan tak berusaha → tertinggal

 

B.       Bukan Dilihat Dari:

 

1)        Anak siapa

2)        Kaya atau miskin

 

3)        Punya kenalan orang penting

4)        Suku atau kelompok apa?

 

 

C.       Tapi Dilihat Dari:

 

1)        Seberapa pintar dan mau belajar

2)        Seberapa keras usahanya

 

3)        Seberapa baik sikapnya

4)        Seberapa tanggung jawab dia

 

 

D.       Kalimat Paling Mudah:

 

1)        Meritokrasi itu:

2)        Naik jabatan, karena kemampuan.

3)        Bukan karena keturunan.

 

Dalam Al-Qur’an

1)        Tak pakai istilah “meritokrasi”.

2)        Tapi ada prinsipnya

 

Yaitu nilai seseorang

Diukur dari kualitas:

 

1)        Iman.

2)        Ilmu.

 

3)        Amal.

4)        Akhlak.

 

5)        Tanggung jawab

6)        Bukan keturunan

 

7)        Bukan harta.

8)        Bukan jabatan.

 

E.        Apa itu Meritokrasi

 

1)        Meritokrasi = sistem yang menilai orang.

2)        Berdasar kemampuan & kualitas diri.

 

3)        Bukan siapa orang tuanya

4)        Bukan status sosialnya.

 

Al-Qur’an menanamkan pola pikir.

Mirip meritokrasi

 

Yaitu:

1)        Derajat Manusia Bukan dari Status, tapi Kualitas

 

2)        Ilmu Meninggikan Derajat

3)        Setiap Orang Dinilai dari Usahanya

 

4)        Kepemimpinan Berdasar Kompetensi

 

5)        Keadilan = Tak Memihak Status

6)        Semua Akan Dinilai Secara Personal

 

1️ Derajat Manusia Bukan dari Status, tapi Kualitas

 

HR. Al-Hujurat (49:13)


يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

 

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

 

Catatan.

1)        “Sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah yang paling bertakwa.”

 

2)        Bukan bangsawan

3)        Bukan orang kaya

 

4)        Bukan pejabat

5)        Tapi yang paling bertakwa

 

6)        Melihat kualitas iman & akhlak

 

7)        Ini fondasi meritokrasi Qur’ani.

 

2️ Ilmu Meninggikan Derajat

 

QS Al-Mujadilah (58:11)


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ انْشُزُوا فَانْشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

 

Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majelis", maka lapangkan niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

 

Catatan.

1)        “Allah mengangkat derajat orang beriman dan yang diberi ilmu beberapa derajat.”

 

2)        Orang berilmu dapat posisi lebih tinggi

3)        Karena kontribusinya lebih besar

 

4)        Jadi ilmu = nilai tambah.

5)        Bukan garis keturunan.

 

3️ Setiap Orang Dinilai dari Usahanya

 

QS An-Najm (53:39)


وَأَنْ لَيْسَ لِلْإِنْسَانِ إِلَّا مَا سَعَىٰ

Dan bahwa seorang manusia tidak memperoleh selain apa yang telah diusahakannya,

 

Catatan.

1)        “Dan bahwa manusia hanya mendapat  apa yang telah diusahakannya.”

 

2)        Ini ayat paling “meritokrasi” banget.

3)        Bukan warisan pahala

 

4)        Bukan koneksi

5)        Bukan nama besar keluarga

 

6)        Tapi hasil = usaha pribadi

 

4️ Kepemimpinan Berdasar Kompetensi

 

1)        Nabi Musa direkomendasikan bekerja.

2)        Oleh putri Nabi Sueb:

Al-Qasas (28:26)


قَالَتْ إِحْدَاهُمَا يَا أَبَتِ اسْتَأْجِرْهُ ۖ إِنَّ خَيْرَ مَنِ اسْتَأْجَرْتَ الْقَوِيُّ الْأَمِينُ

 

Salah seorang dari kedua wanita itu berkata: "Ya bapakku ambil ia sebagai orang yang bekerja (pada kita), karena sesungguhnya orang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang kuat lagi dapat dipercaya".

 

Catatan.

1)        “Sesungguhnya orang terbaik yang engkau ambil bekerja adalah yang kuat lagi terpercaya.”

 

2)        Ada 2 syarat pemimpin/pekerja:

 

 

a.                Kuat/kompeten (mampu kerja)

b.                Amanah (jujur & bisa dipercaya)

 

1)        Prinsip rekrutmen meritokratis

2)        Versi Qur’an.

 

5️ Keadilan = Tak Memihak Status

 

QS Al-Maidah (5:8)


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ ۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَىٰ أَلَّا تَعْدِلُوا ۚ اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

 

Hai orang-orang beriman hendaklah kamu jadi orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan jangan sekali-kali kebencianmu pada suatu kaum, mendorong kamu berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

 

Catatan.

1)        “Jangan kebencian suatu kaum membuat kalian tidak adil. Berlaku adillah.”

 

2)        Penilaian harus objektif

3)        Bukan karena suka atau tidak suka

 

4)        Bukan karena kelompok

 

6️ Semua Akan Dinilai Secara Personal

 

QS Al-Muddassir (74:38)


كُلُّ نَفْسٍ بِمَا كَسَبَتْ رَهِينَةٌ

 

Setiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya,

 

Catatan.

1)        “Setiap jiwa bertanggung jawab atas apa yang telah dikerjakannya.”

 

2)        Di akhirat:

 

 

a.        Tak ada koneksi

b.        Tak ada titipan jabatan

 

c.        Tak ada nepotisme

d.        Full sistem berbasis amal

e.        Merit murni.

 

Kesimpulan

1)        Qur’an ajarkan “kemuliaan = kualitas diri”

 

2)        Itu meritokrasi spiritual dan moral.

 

SISTEM MERITOKRASI DALAM QUR’AN

(Versi Siswa)

 

1.        Apa itu Meritokrasi?

 

1)        Meritokrasi = menilai berdasar kualitas diri.

 

2)        Bukan karena:

a.        anak orang kaya

b.        keturunan pejabat

c.        suku atau kelompok

 

3)        Tapi karena:

1)        Iman

2)        Ilmu

 

3)        Usaha

4)        Akhlak

 

Dan… ini cara Allah menilai manusia

Dalam Qur’an.

 

1️ Yang Paling Mulia = Yang Paling Baik Akhlaknya

 

1)        Al-Hujurat 49:13

“Yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling bertakwa.”

 

2)        Artinya:

a.        Bukan paling kaya

b.        Bukan paling terkenal

 

c.        Tapi paling dekat dengan Allah

d.        Paling baik akhlaknya

 

3)        Nilai = kualitas hati dan perilaku

 

2️ Orang Berilmu Punya Derajat Lebih Tinggi

 

1)        Al-Mujadilah 58:11

“Allah meninggikan derajat orang beriman dan berilmu.”

 

2)        Artinya:

 

a.        Belajar itu bikin derajat naik.

b.        Ilmu membuat orang lebih bermanfaat bagi orang lain.

 

3)        Nilai tambah seseorang = ilmunya

 

3️ Hasil Sesuai Usaha

 

1)        An-Najm 53:39

“Manusia hanya mendapat apa yang diusahakannya.”

 

2)        Artinya:

a.        Kalau rajin → dapat hasil

b.        Kalau malas → rugi sendiri

 

3)        Bukan siapa orang tuamu.

4)        Tapi seberapa keras usahamu

 

4️ Pemimpin Harus Kompeten & Jujur

 

1)        Al-Qasas 28:26

“Orang terbaik yang dipekerjakan adalah yang kuat dan terpercaya.”

 

2)        Kuat = mampu kerja

3)        Terpercaya = jujur & Amanah

 

4)        Jabatan bukan yang punya koneksi.

5)        Tapi yang punya kemampuan

 

5️ Allah Menilai Setiap Orang Secara Pribadi

 

1)        📖 Al-Muddatstsir 74:38

“Setiap jiwa bertanggung jawab atas apa yang telah ia kerjakan.”

 

2)        Di akhirat:

a.        Tak bisa titip pahala

b.        Tak bisa pakai nama orang tua

c.        Tak ada nepotisme

 

3)        Semua dinilai dari amal masing-masing

 

Kesimpulan

1)        Qur’an ajarkan:

2)        Yang hebat bukan yang “punya siapa”.

 

3)        Tapi yang “punya kualitas”.

4)        Itu meritokrasi menurut Islam

 

 

Sumber

1)        Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2)        ChatGPT.

 

3)        Copilot.

4)        Cici.

 

5)        Claude.

6)        Grok.

7)        Meta AI