Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Thursday, July 4, 2019

2543. HARI KIAMAT -2


HARI KIAMAT-2
(Seri ke-2)
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM
      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan bukti adanya hari kiamat?” Profesor Quraish Shihab menjelaskannya.
1.    Banyak orang yang tidaksabar dan tidak betah menunggu.
2.    Mereka menghendaki agar perhitungan ganjaran danbalasan langsung dilakukan dengan segera di dunia ini, dan tidak perlu menunggu ganjaran dan balasan di akhirat kelak.
3.    Mereka lupa bahwa dunia adalah tempat ujian bagi manusia.
4.    Manusia dapa menyadari hal-hal di atas, tetapi Al-Quran masih tetap melayani mereka yang ragu dengan menampilkan dalil yang membungkam mereka.
5.    Al-Quran surah Yasin (surah ke-36) ayat 78-83.
وَضَرَبَلَنَامَثَلًاوَنَسِيَخَلْقَهُ ۖ قَالَمَنْيُحْيِيالْعِظَامَوَهِيَرَمِيمٌ
قُلْيُحْيِيهَاالَّذِيأَنْشَأَهَاأَوَّلَمَرَّةٍ ۖ وَهُوَبِكُلِّخَلْقٍعَلِيمٌ
الَّذِيجَعَلَلَكُمْمِنَالشَّجَرِالْأَخْضَرِنَارًافَإِذَاأَنْتُمْمِنْهُتُوقِدُونَ
أَوَلَيْسَالَّذِيخَلَقَالسَّمَاوَاتِوَالْأَرْضَبِقَادِرٍعَلَىٰأَنْيَخْلُقَمِثْلَهُمْ ۚ بَلَىٰوَهُوَالْخَلَّاقُالْعَلِيمُ
إِنَّمَاأَمْرُهُإِذَاأَرَادَشَيْئًاأَنْيَقُولَلَهُكُنْفَيَكُونُ
فَسُبْحَانَالَّذِيبِيَدِهِمَلَكُوتُكُلِّشَيْءٍوَإِلَيْهِتُرْجَعُونَ
      Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata: "Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh?"
     Katakan: "Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk, yaitu Tuhan yang menjadikan untukmu api dari kayu yang hijau, maka tiba-tiba kamu nyalakan (api) dari kayu itu."
      Dan tidakkah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi itu berkuasa menciptakan kembali jasad-jasad mereka yang sudah hancur itu? Benar, Dia berkuasa. Dan Dia Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui.
      Sesungguhnya perintah-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanya berkata kepadanya: "Jadilah!" maka terjadilah ia. Maka Maha Suci (Allah) yang di tangan-Nya kekuasaan atas segala sesuatu dan kepada-Nya lah kamu dikembalikan.  
6.    Para ulama menjelaskan ayat Al-Quran di atas bahwa mengembalikan keberadaan sesuatu yang pernah ada, lalu mati dan punah lebih mudah daripada menciptakan sesuatu pertama kali yang tadinya belum pernah ada.
7.    Meskipun demikian, bagi Allah tidak ada istilah “lebih mudah atau lebih sulit”.
8.    Hal  ini diungkapkan dalam ayat Al-Quran dengan redaksi, “Katakan bahwa dia akan dihidupkan oleh yang menciptakannya pertama kali”.
9.    Kehadiran dan mewujudkan sesuatu dari sumber yang dianggap “berlawanan” dengannya bisa terjadi, sebagaimana terciptanya api dari daun hijau (yang mengandung air).
10. Hal ini diinformasikan dalam ayat yang berbunyi, “Yang menjadikan untukmu api dari kayu yang hijau”.
11. Menciptakan manusia dan menghidupkan setelah kematiannya lebih mudah bagi Allah daripada menciptakan alam semesta yang sebelumnya tidak pernah ada.
12. Hal ini dipahami dalam ayat Al-Quran, “Dan tidakkah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi berkuasa menciptakan yang serupa dengan itu?”
13. Untuk menciptakan dan melakukan sesuatu, betapa pun besar dan agungnya ciptaan itu, bagi Allah tidak diperlukan adanya waktu atau materi.
14. Yang berbeda dengan makhluk yang selalu membutuhkan sarana dan prasarana.
15. Hal ini dapat dipahami dalam firman Allah,”Jadilah!, maka terjadilah dia”.

Daftar Pustaka
1.    Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.  
2.    Shihab, M. Quraish Shihab. Wawasan Al-Quran. Tafsir Maudhui atas Perbagai Persoalan Umat. Penerbit Mizan, 2009.
3.    Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan Al-Quran.
4.    Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
5.    Tafsirq.com online.

2543. HARI KIAMAT-2


HARI KIAMAT-2
(Seri ke-2)
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM
      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan bukti adanya hari kiamat?” Profesor Quraish Shihab menjelaskannya.
1.    Banyak orang yang tidaksabar dan tidak betah menunggu.
2.    Mereka menghendaki agar perhitungan ganjaran danbalasan langsung dilakukan dengan segera di dunia ini, dan tidak perlu menunggu ganjaran dan balasan di akhirat kelak.
3.    Mereka lupa bahwa dunia adalah tempat ujian bagi manusia.
4.    Manusia dapa menyadari hal-hal di atas, tetapi Al-Quran masih tetap melayani mereka yang ragu dengan menampilkan dalil yang membungkam mereka.
5.    Al-Quran surah Yasin (surah ke-36) ayat 78-83.
وَضَرَبَلَنَامَثَلًاوَنَسِيَخَلْقَهُ ۖ قَالَمَنْيُحْيِيالْعِظَامَوَهِيَرَمِيمٌ
قُلْيُحْيِيهَاالَّذِيأَنْشَأَهَاأَوَّلَمَرَّةٍ ۖ وَهُوَبِكُلِّخَلْقٍعَلِيمٌ
الَّذِيجَعَلَلَكُمْمِنَالشَّجَرِالْأَخْضَرِنَارًافَإِذَاأَنْتُمْمِنْهُتُوقِدُونَ
أَوَلَيْسَالَّذِيخَلَقَالسَّمَاوَاتِوَالْأَرْضَبِقَادِرٍعَلَىٰأَنْيَخْلُقَمِثْلَهُمْ ۚ بَلَىٰوَهُوَالْخَلَّاقُالْعَلِيمُ
إِنَّمَاأَمْرُهُإِذَاأَرَادَشَيْئًاأَنْيَقُولَلَهُكُنْفَيَكُونُ
فَسُبْحَانَالَّذِيبِيَدِهِمَلَكُوتُكُلِّشَيْءٍوَإِلَيْهِتُرْجَعُونَ
      Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata: "Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh?"
     Katakan: "Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk, yaitu Tuhan yang menjadikan untukmu api dari kayu yang hijau, maka tiba-tiba kamu nyalakan (api) dari kayu itu."
      Dan tidakkah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi itu berkuasa menciptakan kembali jasad-jasad mereka yang sudah hancur itu? Benar, Dia berkuasa. Dan Dia Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui.
      Sesungguhnya perintah-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanya berkata kepadanya: "Jadilah!" maka terjadilah ia. Maka Maha Suci (Allah) yang di tangan-Nya kekuasaan atas segala sesuatu dan kepada-Nya lah kamu dikembalikan.  
6.    Para ulama menjelaskan ayat Al-Quran di atas bahwa mengembalikan keberadaan sesuatu yang pernah ada, lalu mati dan punah lebih mudah daripada menciptakan sesuatu pertama kali yang tadinya belum pernah ada.
7.    Meskipun demikian, bagi Allah tidak ada istilah “lebih mudah atau lebih sulit”.
8.    Hal  ini diungkapkan dalam ayat Al-Quran dengan redaksi, “Katakan bahwa dia akan dihidupkan oleh yang menciptakannya pertama kali”.
9.    Kehadiran dan mewujudkan sesuatu dari sumber yang dianggap “berlawanan” dengannya bisa terjadi, sebagaimana terciptanya api dari daun hijau (yang mengandung air).
10. Hal ini diinformasikan dalam ayat yang berbunyi, “Yang menjadikan untukmu api dari kayu yang hijau”.
11. Menciptakan manusia dan menghidupkan setelah kematiannya lebih mudah bagi Allah daripada menciptakan alam semesta yang sebelumnya tidak pernah ada.
12. Hal ini dipahami dalam ayat Al-Quran, “Dan tidakkah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi berkuasa menciptakan yang serupa dengan itu?”
13. Untuk menciptakan dan melakukan sesuatu, betapa pun besar dan agungnya ciptaan itu, bagi Allah tidak diperlukan adanya waktu atau materi.
14. Yang berbeda dengan makhluk yang selalu membutuhkan sarana dan prasarana.
15. Hal ini dapat dipahami dalam firman Allah,”Jadilah!, maka terjadilah dia”.

Daftar Pustaka
1.    Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.  
2.    Shihab, M. Quraish Shihab. Wawasan Al-Quran. Tafsir Maudhui atas Perbagai Persoalan Umat. Penerbit Mizan, 2009.
3.    Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan Al-Quran.
4.    Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
5.    Tafsirq.com online.

Wednesday, July 3, 2019

2542. BUKTI ADANYA AKHIRAT


BUKTI ADANYA AKHIRAT
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM
     Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan bukti adanya akhirat?” Profesor Quraish Shihab menjelaskannya.
1.    Apakah diperlukan bukti tentang adanya hari akhir?
2.    Logika yang baik pasti menjawab bahwa kehidupan sesudah kematian di dunia ini pasti adanya.
3.    Bukankah makhluk yang paling mulia adalah makhluk yang berjiwa?
4.    Bukankah yang paling mulia di antara makhuk yang berjiwa adalah yang memiliki kemauan dan kebebasan memilih?
5.    Kemudian yang paling mulia dari kelompok ini adalah yang mampu melihat jauh ke depan, serta mampu mempertimbangkan dampak dan risiko dari semua kegiatan dan pilihannya.
6.    Demikian logika kita yang baik berkata, kemudian muncul pertanyaan baru,”Apakah selama hidup di dunia ini, semua orang melihat dan merasakan akibat perbuatannya yang didasarkan oleh kegiatan dan pilihannya itu?”
7.    Sudahkah semua yang berbuat baik memetik buah perbuatannya?
8.    Sudahkah semua orang yang berbuat jahat menerima kenistaan akibat  kejahatannya?
9.    Jawabannya adalah bahwa ternyata semua orang tidak atau masih belum menerima balasan dan risiko dari semua perbuatan dan pilihannya selama hidup di dunia.
10. Sering terjadi di dunia ini kondisi yang sangat tidak adil yaitu orang-orang yang jahat tidak menerima risiko dari segala perbuatannya.
11. Malahan orang jahat berhasil menikmati hasil kejahatannya, dan sebaliknya orang-orang yang baik dalam kondisi yang memprihatinkan.
12. Oleh karena itu, demi tegaknya keadilan, maka semua orang harus menerima balasan dan risiko dari segala perbuatannya secara adil selama hidup di dunia ini.
13. Sehingga semua pihak akan memperoleh secara adil dan sempurna hasil perbuatan yang didasarkan atas pilihannya masing-masing.
14. Al-Quran menamakan hidup di akhirat adalah “al-hayawan” (hidup yang sempurna).
15. Kematian dinamakan “wafat”, yang arti harfiahnya adalah “kesempurnaan”.
16. Al-Quran surah Thaha (surah ke-20) ayat 15.

إِنَّالسَّاعَةَآتِيَةٌأَكَادُأُخْفِيهَالِتُجْزَىٰكُلُّنَفْسٍبِمَاتَسْعَىٰ

     Sesungguhnya hari kiamat itu akan datang Aku merahasiakan (waktunya) agar supaya tiap-tiap diri itu dibalas dengan apa yang ia usahakan.
17. Al-Quran surah Saba (surah ke-34) ayat 3-5.

وَقَالَالَّذِينَكَفَرُوالَاتَأْتِينَاالسَّاعَةُ ۖ قُلْبَلَىٰوَرَبِّيلَتَأْتِيَنَّكُمْعَالِمِالْغَيْبِ ۖ لَايَعْزُبُعَنْهُمِثْقَالُذَرَّةٍفِيالسَّمَاوَاتِوَلَافِيالْأَرْضِوَلَاأَصْغَرُمِنْذَٰلِكَوَلَاأَكْبَرُإِلَّافِيكِتَابٍمُبِينٍ
لِيَجْزِيَالَّذِينَآمَنُواوَعَمِلُواالصَّالِحَاتِ ۚ أُولَٰئِكَلَهُمْمَغْفِرَةٌوَرِزْقٌكَرِيمٌ
وَالَّذِينَسَعَوْافِيآيَاتِنَامُعَاجِزِينَأُولَٰئِكَلَهُمْعَذَابٌمِنْرِجْزٍأَلِيمٌ
      Dan orang-orang yang kafir berkata: "Hari berbangkit itu tidak akan datang kepada kami". Katakan: "Pasti datang, demi Tuhanku Yang mengetahui yang gaib, sesungguhnya kiamat itu pasti akan datang kepadamu. Tidak ada tersembunyi daripada-Nya seberat zarah pun yang ada di langit dan yang ada di bumi dan tidak ada (pula) yang lebih kecil dari itu dan yang lebih besar, melainkan tersebut dalam Kitab yang nyata (Lohmahfuz)", supaya Allah memberi balasan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh. Mereka itu adalah orang-orang yang baginya ampunan dan rezeki yang mulia. Dan orang-orang yang berusaha untuk (menentang) ayat-ayat Kami dengan anggapan mereka dapat melemahkan (menggagalkan adzab Kami), mereka itu memperoleh adzab, yaitu (jenis) azab yang pedih.
18. Memang terdapat orang-orang yang tidak sabar dan tidak betah menunggu.
19. Mereka menghendaki agar perhitungan ganjaran dan balasan langsung dilakukan dengan segera di dunia ini.
20. Mereka lupa bahwa kehidupan dan kematian di dunia adalah ujian dari Allah untuk manusia.
21.  Al-Quran surah Al-Mulik (surah ke-67) ayat 1-2.

تَبَارَكَالَّذِيبِيَدِهِالْمُلْكُوَهُوَعَلَىٰكُلِّشَيْءٍقَدِيرٌ
الَّذِيخَلَقَالْمَوْتَوَالْحَيَاةَلِيَبْلُوَكُمْأَيُّكُمْأَحْسَنُعَمَلًا ۚ وَهُوَالْعَزِيزُالْغَفُورُ

   Maha Suci Allah Yang di tangan-Nya segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu, Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia mengujimu, siapa di antaramu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.

Daftar Pustaka
1.    Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.  
2.    Shihab, M. Quraish Shihab. Wawasan Al-Quran. Tafsir Maudhui atas Perbagai Persoalan Umat. Penerbit Mizan, 2009.
3.    Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan Al-Quran.
4.    Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
5.    Tafsirq.com online.

2524. BUKTI ADANYA AKHIRAT


BUKTI ADANYA AKHIRAT
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM
     Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan bukti adanya akhirat?” Profesor Quraish Shihab menjelaskannya.
1.    Apakah diperlukan bukti tentang adanya hari akhir?
2.    Logika yang baik pasti menjawab bahwa kehidupan sesudah kematian di dunia ini pasti adanya.
3.    Bukankah makhluk yang paling mulia adalah makhluk yang berjiwa?
4.    Bukankah yang paling mulia di antara makhuk yang berjiwa adalah yang memiliki kemauan dan kebebasan memilih?
5.    Kemudian yang paling mulia dari kelompok ini adalah yang mampu melihat jauh ke depan, serta mampu mempertimbangkan dampak dan risiko dari semua kegiatan dan pilihannya.
6.    Demikian logika kita yang baik berkata, kemudian muncul pertanyaan baru,”Apakah selama hidup di dunia ini, semua orang melihat dan merasakan akibat perbuatannya yang didasarkan oleh kegiatan dan pilihannya itu?”
7.    Sudahkah semua yang berbuat baik memetik buah perbuatannya?
8.    Sudahkah semua orang yang berbuat jahat menerima kenistaan akibat  kejahatannya?
9.    Jawabannya adalah bahwa ternyata semua orang tidak atau masih belum menerima balasan dan risiko dari semua perbuatan dan pilihannya selama hidup di dunia.
10. Sering terjadi di dunia ini kondisi yang sangat tidak adil yaitu orang-orang yang jahat tidak menerima risiko dari segala perbuatannya.
11. Malahan orang jahat berhasil menikmati hasil kejahatannya, dan sebaliknya orang-orang yang baik dalam kondisi yang memprihatinkan.
12. Oleh karena itu, demi tegaknya keadilan, maka semua orang harus menerima balasan dan risiko dari segala perbuatannya secara adil selama hidup di dunia ini.
13. Sehingga semua pihak akan memperoleh secara adil dan sempurna hasil perbuatan yang didasarkan atas pilihannya masing-masing.
14. Al-Quran menamakan hidup di akhirat adalah “al-hayawan” (hidup yang sempurna).
15. Kematian dinamakan “wafat”, yang arti harfiahnya adalah “kesempurnaan”.
16. Al-Quran surah Thaha (surah ke-20) ayat 15.

إِنَّالسَّاعَةَآتِيَةٌأَكَادُأُخْفِيهَالِتُجْزَىٰكُلُّنَفْسٍبِمَاتَسْعَىٰ

     Sesungguhnya hari kiamat itu akan datang Aku merahasiakan (waktunya) agar supaya tiap-tiap diri itu dibalas dengan apa yang ia usahakan.
17. Al-Quran surah Saba (surah ke-34) ayat 3-5.

وَقَالَالَّذِينَكَفَرُوالَاتَأْتِينَاالسَّاعَةُ ۖ قُلْبَلَىٰوَرَبِّيلَتَأْتِيَنَّكُمْعَالِمِالْغَيْبِ ۖ لَايَعْزُبُعَنْهُمِثْقَالُذَرَّةٍفِيالسَّمَاوَاتِوَلَافِيالْأَرْضِوَلَاأَصْغَرُمِنْذَٰلِكَوَلَاأَكْبَرُإِلَّافِيكِتَابٍمُبِينٍ
لِيَجْزِيَالَّذِينَآمَنُواوَعَمِلُواالصَّالِحَاتِ ۚ أُولَٰئِكَلَهُمْمَغْفِرَةٌوَرِزْقٌكَرِيمٌ
وَالَّذِينَسَعَوْافِيآيَاتِنَامُعَاجِزِينَأُولَٰئِكَلَهُمْعَذَابٌمِنْرِجْزٍأَلِيمٌ
      Dan orang-orang yang kafir berkata: "Hari berbangkit itu tidak akan datang kepada kami". Katakan: "Pasti datang, demi Tuhanku Yang mengetahui yang gaib, sesungguhnya kiamat itu pasti akan datang kepadamu. Tidak ada tersembunyi daripada-Nya seberat zarah pun yang ada di langit dan yang ada di bumi dan tidak ada (pula) yang lebih kecil dari itu dan yang lebih besar, melainkan tersebut dalam Kitab yang nyata (Lohmahfuz)", supaya Allah memberi balasan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh. Mereka itu adalah orang-orang yang baginya ampunan dan rezeki yang mulia. Dan orang-orang yang berusaha untuk (menentang) ayat-ayat Kami dengan anggapan mereka dapat melemahkan (menggagalkan adzab Kami), mereka itu memperoleh adzab, yaitu (jenis) azab yang pedih.
18. Memang terdapat orang-orang yang tidak sabar dan tidak betah menunggu.
19. Mereka menghendaki agar perhitungan ganjaran dan balasan langsung dilakukan dengan segera di dunia ini.
20. Mereka lupa bahwa kehidupan dan kematian di dunia adalah ujian dari Allah untuk manusia.
21.  Al-Quran surah Al-Mulik (surah ke-67) ayat 1-2.

تَبَارَكَالَّذِيبِيَدِهِالْمُلْكُوَهُوَعَلَىٰكُلِّشَيْءٍقَدِيرٌ
الَّذِيخَلَقَالْمَوْتَوَالْحَيَاةَلِيَبْلُوَكُمْأَيُّكُمْأَحْسَنُعَمَلًا ۚ وَهُوَالْعَزِيزُالْغَفُورُ

   Maha Suci Allah Yang di tangan-Nya segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu, Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia mengujimu, siapa di antaramu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.

Daftar Pustaka
1.    Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.  
2.    Shihab, M. Quraish Shihab. Wawasan Al-Quran. Tafsir Maudhui atas Perbagai Persoalan Umat. Penerbit Mizan, 2009.
3.    Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan Al-Quran.
4.    Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
5.    Tafsirq.com online.