Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Monday, October 5, 2020

5710. LAPANG DADA MELEBIHI MEMAAFKAN


 

LAPANG DADA MELEBIHI MEMAAFKAN

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

1.  Kata “lapang dada” (menurut KBBI V) dapat diartikan “berasa lega” atau “tidak sesak”, “berasa senang”, dan “tidak menjadi gusar”.

 

2.  Kata “Al-Shafh” (lapang dada)  dalam Al-Quran terulang 8 kali dalam berbagai bentuknya.

 

3.  Kata “al-shafh” awalnya bermakan “lapang”.

4.  Halaman lembaran sebuah buku disebuat “shafhat” karena kelapangan dan keluasannya.

 

5.  Al-shafh dapat diartikan “kelapangan dada”.

 

 

6.  Berjabat tangan  disebut “mushafahat” karena pihak yang melakukannya  menjadi perlambang kelapangan dada.

7.  Dari 8 kali bentuk “al-shafh” yang ditampilkan dalam Al-Quran, yang 4 kali didahului perintah “memberi maaf”. 

 

8.  Al-Quran surah At-Thaghabun (surah ke-64) ayat 14. 

 

 

      يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ وَأَوْلَادِكُمْ عَدُوًّا لَكُمْ فَاحْذَرُوهُمْ ۚ وَإِنْ تَعْفُوا وَتَصْفَحُوا وَتَغْفِرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

   

 

      Hai orang-orang beriman, sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka; dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

 

 

 

9.  Al-Quran surah An-Nur (surah ke-24) ayat 22.  

 

      وَلَا يَأْتَلِ أُولُو الْفَضْلِ مِنْكُمْ وَالسَّعَةِ أَنْ يُؤْتُوا أُولِي الْقُرْبَىٰ وَالْمَسَاكِينَ وَالْمُهَاجِرِينَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۖ وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا ۗ أَلَا تُحِبُّونَ أَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

 

 

     Dan janganlah orang-orang yang punya kelebihan dan kelapangan di antaramu bersumpah mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat (nya), orang-orang miskin dan orang-orang berhijrah pada jalan Allah, dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

 

 

10.      Al-Quran surah Al-Maidah (surah ke-5) ayat 13.

 

   فَبِمَا نَقْضِهِمْ مِيثَاقَهُمْ لَعَنَّاهُمْ وَجَعَلْنَا قُلُوبَهُمْ قَاسِيَةً ۖ يُحَرِّفُونَ الْكَلِمَ عَنْ مَوَاضِعِهِ ۙ وَنَسُوا حَظًّا مِمَّا ذُكِّرُوا بِهِ ۚ وَلَا تَزَالُ تَطَّلِعُ عَلَىٰ خَائِنَةٍ مِنْهُمْ إِلَّا قَلِيلًا مِنْهُمْ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاصْفَحْ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

  

 

       (Tetapi) karena mereka melanggar janjinya, Kami kutuk mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka mengubah perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya, dan kamu (Muhammad) senantiasa akan melihat kekhianatan dari mereka kecuali sedikit di antara mereka (yang tidak berkhianat), maka maafkan mereka dan biarkan mereka, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.

 

 

11.      Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 109. 

 

      وَدَّ كَثِيرٌ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَوْ يَرُدُّونَكُمْ مِنْ بَعْدِ إِيمَانِكُمْ كُفَّارًا حَسَدًا مِنْ عِنْدِ أَنْفُسِهِمْ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْحَقُّ ۖ فَاعْفُوا وَاصْفَحُوا حَتَّىٰ يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

    

 

     Sebagian besar Ahli Kitab ingin agar mereka bisa mengembalikanmu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka maafkan dan biarkan mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

 

 

12.      Kata “al-shafa” (lapang dada) lebih tinggi kedudukannya dibanding “al-afwa” (memaafkan).

 

13.      Kata “shafhat” bisa bermakna “halaman”.

 

 

14.      Jika kita  punya selembar kertas dengan kesalahan tulisan pensil, maka kesalahan itu bis dihapus dengan penghapus. 

 

15.      Meskipun kesalahan sudah dihapus, tetapi masih ada bekasnya.

 

 

16.      Diperlukan “al-shafh” (kelapangan dada).

 

17.      Yaitu bersedia membuka lembaran baru, sehingga hubungan tidak ternodai dan tidak kusut.

 

18.      Tidak  seperti halaman yang telah dihapus kesalahannya.

 

19.      Mushafahat artinya “berjabat tangan”.

 

20.       Lambang siap membuka  lembaran  baru, memaafkan, dan  melupakan lembaran lama.

 

21.      Meskipun kesalahan telah dihapus, terkadang masih tersisa kekusutan.

 

 

22.      Setelah orang memberi maaf, perlu  dilanjutkan  “al-shafh” (berlapang dada).

 

23.      Berlapang dada artinya memaafkan dengan cara yang baik.

 

24.      Al-Quran surah Al-Hijr (surah ke-15) ayat 85.

 

      وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا إِلَّا بِالْحَقِّ ۗ وَإِنَّ السَّاعَةَ لَآتِيَةٌ ۖ فَاصْفَحِ الصَّفْحَ الْجَمِيلَ

 

     Dan tidaklah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, melainkan dengan benar. Dan sesungguhnya saat (kiamat) itu pasti akan datang, maka maafkan (mereka) dengan cara yang baik.

 

 

Daftar Pustaka

1.  Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.   

2.  Shihab, M. Quraish Shihab. Wawasan Al-Quran. Tafsir Maudhui atas Perbagai Persoalan Umat. Penerbit Mizan, 2009.

3.  Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan Al-Quran.

4.  Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

5.  Tafsirq.com online.      

 

5709. UMAT NABI MUSA MENYEMBAH SAPI DIMAAFKAN


 

UMAT NABI MUSA MENYEMBAH SAPI DIMAAFKAN

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

 

 

1.  Al-Quran menyebutkan pengampunan dan upaya menjalin hubungan serasi manusia dengan Allah, dengan sitilah:

 

1)  Taba (tobat).

2)  Afwa ( memaafkan).

3)  Ghafara (mengampuni).

4)  Kaffara (menutupi).

5)  Shafah (lapang dada).

 

2.  Masing-masing istilah  dipakai  untuk  tujuan  tertentu  dan memberi maksud berbeda.

 

3.  Kata “al-'afwa” (maaf) dalam Al-Quran terulang 34  kali.

 

 

4.  Kata “afwa” awalnya berarti “berlebihan”.

 

5.  Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 219. 

 

۞ يَسْأَلُونَكَ عَنِ الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ ۖ قُلْ فِيهِمَا إِثْمٌ كَبِيرٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَإِثْمُهُمَا أَكْبَرُ مِنْ نَفْعِهِمَا ۗ وَيَسْأَلُونَكَ مَاذَا يُنْفِقُونَ قُلِ الْعَفْوَ ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمُ الْآيَاتِ لَعَلَّكُمْ تَتَفَكَّرُونَ

 

      Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakan: “Pada keduanya terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya”. Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakan: “Yang lebih dari keperluan”. Demikian Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu berpikir.

 

6.  Afwa (yang berlebih) seharusnya diberikan agar  keluar.

 

7.  Kata “al-'afwa” berkembang maknanya menjadi “keterhapusan”.

 

 

8.  Memaafkan berarti “menghapus” luka atau bekas luka dalam hati. 

 

 

9.  Ayat Al-Quran bicara tentang “tobat” dan “maaf”.

 

10.      Kebanyakan ayat “tobat” didahului usaha manusia  untuk bertobat.

 

 

11.      Dan 7 ayat yang memakai kata “afwa” (memaafkan), semua ditampilkan tanpa adanya usaha terlebih dahulu dari orang yang bersalah.

 

 

12.        Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 187.  

 

أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ إِلَىٰ نِسَائِكُمْ ۚ هُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِبَاسٌ لَهُنَّ ۗ عَلِمَ اللَّهُ أَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَخْتَانُونَ أَنْفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا عَنْكُمْ ۖ فَالْآنَ بَاشِرُوهُنَّ وَابْتَغُوا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَكُمْ ۚ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ۖ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ ۚ وَلَا تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنْتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ ۗ تِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ فَلَا تَقْرَبُوهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ آيَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ

 

      Dihalalkan bagimu pada malam hari bulan Ramadan bercampur dengan istri-istrimu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamu adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampunimu dan memberikan maaf kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakan puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedangkan kamu beriktikaf dalam mesjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikian Allah menerangkan ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa.

 

13.      Al-Quran surah At-Taubah (surah ke-9) ayat 43.  

 

عَفَا اللَّهُ عَنْكَ لِمَ أَذِنْتَ لَهُمْ حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكَ الَّذِينَ صَدَقُوا وَتَعْلَمَ الْكَاذِبِينَ

 

     Semoga Allah memaafkanmu. Mengapa kamu memberikan izin kepada mereka (untuk tidak pergi berperang), sebelum jelas bagimu orang-orang yang benar (dalam keuzurannya) dan sebelum kamu ketahui orang-orang yang berdusta?

 

14.      Al-Quran surah Asy-Syura (surah ke-42) ayat 40.

 

وَجَزَاءُ سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِثْلُهَا ۖ فَمَنْ عَفَا وَأَصْلَحَ فَأَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الظَّالِمِينَ

 

     Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barangsiapa memaafkandan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim.

 

15.      Al-Quran surah An-Nur (surah ke-24) ayat 22.

 

وَلَا يَأْتَلِ أُولُو الْفَضْلِ مِنْكُمْ وَالسَّعَةِ أَنْ يُؤْتُوا أُولِي الْقُرْبَىٰ وَالْمَسَاكِينَ وَالْمُهَاجِرِينَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۖ وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا ۗ أَلَا تُحِبُّونَ أَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

 

      Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antaramu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberikan (bantuan) kepada kaum kerabat (nya), orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah, dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

 

 

16.      Dalam Al-Quran tidak ditemukan satu ayat pun yang menganjurkan “minta maaf”.

 

17.      Tetapi yang ada adalah perintah “memberi maaf kepada orang bersalah”.

 

 

18.      Orang disarankan memberi maaf, dan tidak menanti orang yang bersalah mohon maaf.

 

19.      Orang yang tidak mau memaafkan kesalahan orang lain, pada hakikatnya orang itu tidak mau memperoleh pengampunan dari Allah.

20.      Tidak  ada  alasan untuk  berkata, “Tidak ada  maaf  bagimu”, karena  segalanya  ditanggung oleh Allah.

 

21.      Memaafkan kesalahan orang lain, bukan hanya kesalahan kecil saja, tetapi juga kesalahan besar. 

 

 

13. Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 51-52 menjelaskan Allah memaafkan umat Nabi Musa yang menyembah sapi.

 

وَإِذْ وَاعَدْنَا مُوسَىٰ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً ثُمَّ اتَّخَذْتُمُ الْعِجْلَ مِنْ بَعْدِهِ وَأَنْتُمْ ظَالِمُونَ

ثُمَّ عَفَوْنَا عَنْكُمْ مِنْ بَعْدِ ذَٰلِكَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

 

      Dan (ingatlah), ketika Kami berjanji kepada Musa (memberikan Taurat, sesudah) 40 malam, lalu kamu menjadikan anak lembu (sembahanmu) sepeninggalnya dan kamu orang-orang zalim. Kemudian sesudah itu Kami maafkan kesalahanmu, agar kamu bersyukur.

 

Daftar Pustaka

1.  Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.   

2.  Shihab, M. Quraish Shihab. Wawasan Al-Quran. Tafsir Maudhui atas Perbagai Persoalan Umat. Penerbit Mizan, 2009.

3.  Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan Al-Quran.

4.  Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

5.  Tafsirq.com online.      

 

5708. PERINTAH UNTUK MEMAAFKAN


 

PERINTAH UNTUK MEMAAFKAN

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

 

 

1.  Al-Quran menyebutkan pengampunan dan upaya menjalin hubungan serasi manusia dengan Allah, dengan sitilah:

 

1)  Taba (tobat).

2)  Afwa ( memaafkan).

3)  Ghafara (mengampuni).

4)  Kaffara (menutupi).

5)  Shafah (lapang dada).

 

2.  Masing-masing istilah  dipakai  untuk  tujuan  tertentu  dan memberi maksud berbeda.

 

3.  Kata “al-'afwa” (maaf) dalam Al-Quran terulang 34  kali.

 

 

4.  Kata “afwa” awalnya berarti “berlebihan”.

 

5.  Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 219. 

 

۞ يَسْأَلُونَكَ عَنِ الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ ۖ قُلْ فِيهِمَا إِثْمٌ كَبِيرٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَإِثْمُهُمَا أَكْبَرُ مِنْ نَفْعِهِمَا ۗ وَيَسْأَلُونَكَ مَاذَا يُنْفِقُونَ قُلِ الْعَفْوَ ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمُ الْآيَاتِ لَعَلَّكُمْ تَتَفَكَّرُونَ

 

      Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakan: “Pada keduanya terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya”. Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakan: “Yang lebih dari keperluan”. Demikian Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu berpikir.

 

6.  Afwa (yang berlebih) seharusnya diberikan agar  keluar.

 

7.  Kata “al-'afwa” berkembang maknanya menjadi “keterhapusan”.

 

 

8.  Memaafkan berarti “menghapus” luka atau bekas luka dalam hati. 

 

 

9.  Ayat Al-Quran bicara tentang “tobat” dan “maaf”.

 

10.      Kebanyakan ayat “tobat” didahului usaha manusia  untuk bertobat.

 

 

11.      Dan 7 ayat yang memakai kata “afwa” (memaafkan), semua ditampilkan tanpa adanya usaha terlebih dahulu dari orang yang bersalah.

 

 

12.        Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 187.  

 

أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ إِلَىٰ نِسَائِكُمْ ۚ هُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِبَاسٌ لَهُنَّ ۗ عَلِمَ اللَّهُ أَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَخْتَانُونَ أَنْفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا عَنْكُمْ ۖ فَالْآنَ بَاشِرُوهُنَّ وَابْتَغُوا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَكُمْ ۚ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ۖ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ ۚ وَلَا تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنْتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ ۗ تِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ فَلَا تَقْرَبُوهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ آيَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ

 

      Dihalalkan bagimu pada malam hari bulan Ramadan bercampur dengan istri-istrimu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamu adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampunimu dan memberikan maaf kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakan puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedangkan kamu beriktikaf dalam mesjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikian Allah menerangkan ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa.

 

13.      Al-Quran surah At-Taubah (surah ke-9) ayat 43.  

 

عَفَا اللَّهُ عَنْكَ لِمَ أَذِنْتَ لَهُمْ حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكَ الَّذِينَ صَدَقُوا وَتَعْلَمَ الْكَاذِبِينَ

 

     Semoga Allah memaafkanmu. Mengapa kamu memberikan izin kepada mereka (untuk tidak pergi berperang), sebelum jelas bagimu orang-orang yang benar (dalam keuzurannya) dan sebelum kamu ketahui orang-orang yang berdusta?

 

14.      Al-Quran surah Asy-Syura (surah ke-42) ayat 40.

 

وَجَزَاءُ سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِثْلُهَا ۖ فَمَنْ عَفَا وَأَصْلَحَ فَأَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الظَّالِمِينَ

 

     Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barangsiapa memaafkandan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim.

 

15.      Al-Quran surah An-Nur (surah ke-24) ayat 22.

 

وَلَا يَأْتَلِ أُولُو الْفَضْلِ مِنْكُمْ وَالسَّعَةِ أَنْ يُؤْتُوا أُولِي الْقُرْبَىٰ وَالْمَسَاكِينَ وَالْمُهَاجِرِينَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۖ وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا ۗ أَلَا تُحِبُّونَ أَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

 

      Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antaramu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberikan (bantuan) kepada kaum kerabat (nya), orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah, dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

 

 

16.      Dalam Al-Quran tidak ditemukan satu ayat pun yang menganjurkan “minta maaf”.

 

17.      Tetapi yang ada adalah perintah “memberi maaf kepada orang bersalah”.

 

 

18.      Orang disarankan memberi maaf, dan tidak menanti orang yang bersalah mohon maaf.

 

19.      Orang yang tidak mau memaafkan kesalahan orang lain, pada hakikatnya orang itu tidak mau memperoleh pengampunan dari Allah.

20.      Tidak  ada  alasan untuk  berkata, “Tidak ada  maaf  bagimu”, karena  segalanya  ditanggung oleh Allah.

 

21.      Memaafkan kesalahan orang lain, bukan hanya kesalahan kecil saja, tetapi juga kesalahan besar. 

 

 

13. Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 51-52 menjelaskan Allah memaafkan umat Nabi Musa yang menyembah sapi.

 

وَإِذْ وَاعَدْنَا مُوسَىٰ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً ثُمَّ اتَّخَذْتُمُ الْعِجْلَ مِنْ بَعْدِهِ وَأَنْتُمْ ظَالِمُونَ

ثُمَّ عَفَوْنَا عَنْكُمْ مِنْ بَعْدِ ذَٰلِكَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

 

      Dan (ingatlah), ketika Kami berjanji kepada Musa (memberikan Taurat, sesudah) 40 malam, lalu kamu menjadikan anak lembu (sembahanmu) sepeninggalnya dan kamu orang-orang zalim. Kemudian sesudah itu Kami maafkan kesalahanmu, agar kamu bersyukur.

 

Daftar Pustaka

1.  Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.   

2.  Shihab, M. Quraish Shihab. Wawasan Al-Quran. Tafsir Maudhui atas Perbagai Persoalan Umat. Penerbit Mizan, 2009.

3.  Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan Al-Quran.

4.  Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

5.  Tafsirq.com online.