Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Sunday, June 13, 2021

9902. NAMA 40 ORANG PEMELUK ISLAM AWAL

 





NAMA 40 ORANG PEMELUK ISLAM AWAL

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

Orang-orang yang pertama masuk Islam disebut “As-sabiqunal Awwalun” (Orang-orang yang terdahulu dan pertama kali memeluk Islam).

 

Para ulama tafsir berbeda pendapat tentang jumlahnya.

 

Ibnu Hisyam menulis 40 orang.

 

Azd-Dzahabi menyebut 50 orang.

 

Mereka terdiri atas kaum Muhajirin dan kaum Ansar.

 

Kaum Muhajirin adalah para pendatang berasal dari Mekah.

 

Kaum Ansar adalah penduduk asli  Madinah.

 

Assabiqunal awwalun dijamin masuk surga selamanya.

 

Al-Quran surah At-Taubah (surah ke-9) ayat 100.

 

 

وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۚ ذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

 

 

      Orang-orang terdahulu lagi pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Ansar dan orang-orang mengikuti mereka dengan baik, Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itu kemenangan besar.

 

 

Daftar nama “assabiqunal awwalun”.

 

1.  Khadijah binti Khuwailid (istri Rasulullah).

2.  Zaid bin Haritsah (pembantu Rasulullah).

 

3.  Ali bin Abi Thalib (kemenakan Rasulullah).

4.  Umu Ayman (pengasuh Nabi Muhammad).

 

5.  Abu Bakar Sidik (sahabat Nabi Muhammad).

6.  Bilal bin Rabah (seorang budak).

 

7.  Usman bin Affan.

8.  Zubeir bin Awwan.

 

9.  Abdurrahman bin Auf.

10.            Saad bin Abi Waqqash.

 

11.            Thalhah bin Ubaidillah.

12.            Abu Ubaidah bin Jarrah.

 

13.            Abu Salamah bin Asad.

14.            Arqam bin Abil Arqam.

 

15.            Usman bin Mazhsun.

16.            Qudamah bin Mazhsun.

 

17.            Abdullah bin Mazhsun.

18.            Ubaidah bin Haris.

 

19.            Said bin Zaid.

20.            Fatimah bin Khattab, istri Said bin Zaid.

 

 

21.            Khabbab bin Aratt.

22.            Abdullah bin Masud.

 

23.            Masud bin Rabiah.

24.            Abdullah bin Mazhun.

 

25.            Jakfar bin Abu Thalib.

26.            Qudamah bin Mazhun.

 

27.            Shuhaib ar-Rumi.

28.            Thulaib bin Umair.

 

29.            Khabab bin Al-Art.

30.            Saib bin Mazhun.

 

31.            Amir bin Fuhairah.

32.            Mush’ab bin Umair.

 

33.            Miqdad bin Al-Aswad.

34.            Abdullah bin Jahsy.

 

35.            Abu Ubaidah bin Jarah.

36.            Utbah bin Ghazwan.

 

37.            Abu Hudzaifah bin Utbah.

38.            Ayash bin Rabiah.

 

39.            Amir bin Rabi'ah.

40.            Naim bin Abdullah.

 

Assabiqunal awwalun dijamin masuk surga.

 

Allah menjamin semua “as-sabiqunal awwalun” masuk surga selamanya.

Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada Allah.

 

Sungguh kenikmatan sangat luar biasa.

 

Setelah kawanan pertama masuk Islam, banyak orang memeluk Islam.

 

Islam menyebar kemana-mana, tetapi mereka masuk Islam secara sembunyi.

 

Nabi Muhammad menemui mereka, mengajar agama secara perorangan diam-diam.

 

Rasulullah bersabda, “Saya mengajak seseorang masuk Islam, biasanya mereka tidak langsung menjawabnya, kecuali Abu Bakar, karena dia langsung memeluk Islam, tanpa ragu-ragu sedikit pun.”

 

 

Daftar Pustaka

1.  Syaikh Shafiyurrahman Al-Mubarakfury. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.

2.  Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2017.

3.  Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2017.

4.  Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

5.  Tafsirq.com online.      

 

 

Saturday, June 12, 2021

9897. SUMBER DAYA ALAM UNTUK MANUSIA TAK TERBATAS

 




SUMBER DAYA ALAM UNTUK MANUSIA TAK TERBATAS

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

 

 

 Allah menyiapkan sumber daya alam untuk manusia tak terbatas.

 

  

Al-Quran surah Yasin (surah ke-36) ayat 80.

  

 

الَّذِي جَعَلَ لَكُمْ مِنَ الشَّجَرِ الْأَخْضَرِ نَارًا فَإِذَا أَنْتُمْ مِنْهُ تُوقِدُونَ

 

 Yaitu Tuhan yang menjadikan untukmu api dari kayu yang hijau, maka tiba-tiba kamu nyalakan (api) dari kayu itu.

 

  

Al-Quran surah Al-Waqiah (surah ke-56) ayat 73.

 

نَحْنُ جَعَلْنَاهَا تَذْكِرَةً وَمَتَاعًا لِلْمُقْوِينَ

 

 

  

Kami menjadikan api itu untuk peringatan dan bahan yang berguna bagi musafir di padang pasir.

 

 Sayangnya, umat Islam pada umumnya hanya membaca ayat Al-Quran tanpa menghayati maksudnya.

 

  Bahkan sebagian umat Islam membacanya untuk tujuan tidak sesuai dengan tujuan diturunkannya Al-Quran.

Ayat  Al-Quran di atas berbicara tentang pohon yang hijau.

 

  Atau energi yang diperoleh melalui proses fotosintetis.

 

 Yaitu  proses penggabungan secara bio-kimia oleh tumbuh-tumbuhan dengan memakai sinar matahari.

  

 Dalam istilah ilmiah, pohon hijau disebut dengan “klorofil” (zat hijau daun).

 

 Tetapi istilah dalam Al-Quran lebih tepat.

  

Karena zat itu tidak hanya terdapat pada daun.

 

 Tetapi pada seluruh pohon  berwarna hijau.

 

 

Al-Quran surah Yasin (Surah ke-36) ayat 80di atas menjelaskan bahwa Allah yang menjadikan untukmu pohon hijau.

 

 

Maka serta-merta kamu dapat membakar darinya.

   

Al-Quran surah Al-Waqiah (surah ke-56) ayat 73, setelah menanyakan,

 

 

”Siapakah yang menciptakan pohon hijau itu, apakah Allah atau manusia?”

 

 Kemudian Allah menegaskan bahwa pohon hijau atau energi itu dapat dijadikan sebagai peringatan serta dapat dimanfaatkan untuk bahan bakar.

  

Cara mensyukuri nikmat yang diberikan oleh Allah kepada kita.

 

 Yaitu dengan memakai nikmat itu dengan baik, wajar, dan sesuai tujuan diciptakannya.

 

 Al-Quran surah Al-Waqiah (surah ke-14) ayat 34.

 

 

 

وَآتَاكُمْ مِنْ كُلِّ مَا سَأَلْتُمُوهُ ۚ وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَتَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا ۗ إِنَّ الْإِنْسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ

 

 Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dari segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).

 

 Sumber daya alam yang disiapkan oleh Allah untuk manusia sangat melimpah.

 

 Tidak dapat dihitung banyaknya.

  

Dan tidak terbatas.

  

Jika manusia merasa ada keterbatasan.

  

Hal itu karena kesalahan manusia yang bersikap aniaya dan kufur.

  

 

Yaitu mengingkari nikmat Allah.

 

 Termasuk sikap aniaya adalah memboroskan sumber alam dan  menyia-nyiakannya.

  

Serta mengambil jatah porsi makhluk lainnya.

  

Yang mengakibatkan tidak ada pemerataan.

 

 Bersikap kufur adalah tidak mengolah sumber daya alam yang tersedia dengan baik.

  

Sehingga tidak dapat dimanfaatkan secara optimal.

  

Salah satu arti “kufur” adalah “menutupi”.

 

 Yaitu menutupi nikmat yang diberikan oleh Allah.

 

 Pemborosan dan berlebihan dalam pemakaian sesuatu  dilarang oleh agama Islam.

 

 Nabi Muhammad bersabda,

  

“Meskipun kamu berwudu di sungai yang airnya mengalir, janganlah kamu memakai air secara berlebihan”.

 

 

Daftar Pustaka

1.      Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.   

2.      Shihab, M. Quraish Shihab. Wawasan Al-Quran. Tafsir Maudhui atas Perbagai Persoalan Umat. Penerbit Mizan, 2009.

3.      Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan Al-Quran.

4.      Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

5.      Tafsirq.com online